Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan Baru
Dari Korea mereka langsung mendarat dengan pesawat di pulau dewata Bali Denpasar. Sudah ada jemputan mobil yang siap mengantar mereka ke rumah yang baru. Ethan sangat senang, bisa ada di Indonesia.
Dia bisa seharian tidak menggunakan baju. Selama lima tahun, ternyata Aaron mulai menjerumuskan organisasi terlarang omanya sehingga markas besar dan anggotanya banyak yang tertangkap, markas terbakar. Omanya sudah tidak bisa melawan lagi dia sudah hidup terbaring di tempat tidur, Tuhan belum mengambilnya. Anak - anak, cucu dan menantu merasa sedih melihat keadaan orangtua mereka. Kecuali Aaron. Tatapannya biasa saja.
Dia memyimpan kebenciannya hampir lima tahun lebih kepada omanya. Orangtuanya, anak - anak omanya tidak tahu, bahwa Aaron di ancam hingga bisa kembali dengan cara oma membawa penembak jitu yang siap menghabiskan Angel saat itu. Untuk itu peristiwa itu menjadi trauma bagi Aaron.
Sebagai laki - laki yang sudah berumah tangga, tentu kerinduan Aaron untuk dilayani secara batin pasti ada. Dalam masa lima tahun,dia perna berhubungan badan dengan Karin. Namun selesai dia mandi berjam - jam membersihkan dirinya. Sekarang dia tahu bahwa Karin sedang hamil. Apakah ini, anaknya atau bukan Aaron tidak tahu.
Namun atas saran Dion, untuk dilakukan tes DNA untuk menguji apa itu anaknya atau bukan. Lima tahun, hidup tanpa cinta, Aaron sadar bahwa dia juga sering kalap, jika ingin sentuhan sebagai suami istri. Berusaha menahan, namun karna sering di goda, akhirnya pertahannya tumbang.
Perut Karin semakin membesar, Aaron selalu menjaga mood Karin. Dia tidak mau mood ibu hamil ini terganggu. Dan dia tidak mau orangtua Karin terluka karena kekacauan yang dia buat. Karin yang licik tahu bahwa Angel sudah ada di Indonesia tepatnya di Bali. Maka rencana babymoonnya adalah berlibur ke pulau Bali.
"Sayang, aku mau babymoonnya ke Bali."
"Ngapain kamu kesana???"
"Tinggal beberapa bulan lagi mau melahirkan??"
"Saya pingin sayang."
Aaron tidak bisa menolak, karena pada saat meminta untuk berlibur, sedang ada acara keluarga di rumah keluarga besarnya Aaron. Akhirnya dia menyetujui. Karin sudah hamil sekitar enam atau tujuh bulan. Aaron meminta tolong Dion membeli tiket dan hotel yang seatnya berbeda dan nomor kamar berbeda.
"Bos, apa kamu tidak curiga, ada niat licik dari Karin???"
"Licik???"
"Angel dan Ethan ada di Bali bos."
"Hubungi Rido untuk menjaga mereka ketat."
"Siap bos."
Karin sangat senang sekali, dia bisa berangkat bersama Aaron ke Bali. Meskipun ada kekecewaan, dia tidak satu seat dengan Aaron. Karin penumpang kelas sedangkan Aaron penumpang kelas biasa bersama Dion. Sampai di Bali, mereka juga tidak semobil. Karena Aaron masih ada kegiatan bisnis, Dion yang mengawal Karin ke hotel. Setelah Karin di kamarnya, dia menemani Aaron mengikuti rapat bisnis bersama pratama Company yang di wakili Rido, bersama investor dari luar negeri tepatnya Prancis. Mereka sedang membahas eksplor meubeler ke sana.
Selesai rapat, Investor kembali ke hotelnya. Rido, Dion masih berbicara dengan Aaron di restoran itu yang ada di mall. Tanpa mereka sadari Angel juga mengunjungi mall itu bersama Ethan Gabriel Pratama. Aaron yang melihat anaknya, air matanya jatuh, ditambah penampilan Angel yang semakin berisi dan cantik. Dia hanya menggunakan baju tank top di padu dengan celana pendek. Rambut berombak yang di ikat menyatu ke atas. Aaron begitu kaget melihat tatto gambar muka di lengan tangan sebelah kanan Angel.
"Tatto muka siapa??"
"Pasti orang yang dia cintai bos."
"Siapa??"
"Ethan anaknya."
"Itu anakku juga. Aku mau memeluknya Rido."
"Sabar bos....."
Mereka melihat Ethan lagi merajuk kepada maminya. Angel terus berusaha menenangkan anaknya. Tiba - tiba Rido datang.
"Uncle, Ethan mau makan disitu. Tetapi mami mau makan disana sama temannya mami."
Rido merasa bersyukur sekali. Seperti ini memang sudah rencana Tuhan anak dan papa akan bertemu face to face.
"Biar, aku yang temani Ethan. Bu bos makan sama teman???"
"Teman perempuan aman Rido."
"Terima kasih ibu bos."
"Ethan, ngak boleh repoti uncle ya."
"Siap mami."
Ethan memilih direstoran ini, karena ada mainannya yang sangat Ethan suka. Ethan dan maminya terpisah. Ethan memeluk maminya. Angel sudah ke restoran jepang tempat dia janjian dengan rekan dokternya. Sedangkan Ethan sudah bersama Rido.
Ini pertemuan pertama kali, Ethan bersama papa kandungnya. Waktu Ethan melihat Aaron, langsung dia memegang tangan Rido sangat erat.
"Uncle om itu seperti papi Ethan."
"Iya itu papi Ethan yang sering mami ceritakan dan Ethan berdoa."
"Serius uncle."
"Ethan ini papi."
Aaron langsung memeluk anaknya sangat erat. Padahal pembicaraan mereka saat ini adalah ingin mengatur waktu bertemu dengan Ethan dan Angel istrinya. Tanpa sepengetahuan Karin.
"Papi Ethan Kangen."
"Papi juga sayang."
"Kata mami, papi belum bisa bertemu Ethan dan mami karena ada orang yang jahat."
"Iya sayang. Maafkan papi."
Saat itu, Aaron memesan makanan yang mau anaknya makan, serta menemani dia bermain sambil menyuapnya makan. Peran papi yang selama kurang lebih lima tahun tidak dia jalankan. Kemudian ketika anaknya sudah kelelahan bermain, dia mengendong anaknya dan membawa pulang.
Biar jejaknya tidak diketahui oleh Karin, mobil yang dia rental sejak di bandara, dibiarkan terparkir di parkiran mall, dan Aaron bersama Rido pulang ke rumah Angel bersama anaknya. Ethan masih tertidur dalam pelukannya. Sementara Dion masih tetap menjaga Angel. Selang lima menit kepergian Aaron bersama Rido dan anaknya, Karin ke mall tersebut, dia melihat mobil yang di rental oleh suaminya masih terparkir di mall.
Karin berpikir Aaron masih berada di dalam mall. Kedatangan Karin sudah terlihat oleh Dion, sedangkan Angel bersama temannya sudah keluar dari restoran dan akan keluar mall. Angel tidak melihat Karin, namun Karin yang melihat. Penampilan Angel sangat membuat Karin Jansen merasa iri. Dion tetap mengamati dari jauh, kemudian dia pun keluar mall. Dia menumpang mobilnya Angel.
"Bos, numpang???"
"Kamu disini Dion."
"Iya Angel. Sama Aaron dan Rido."
"Berarti Ethan??"
"Sudah pulang ke rumah bersama papinya."
Sampai di rumah, Angel melihat Aaron sedang tidur memeluk Ethan. Kedua bapak dan anak itu sedang tertidur nyenyak. Angel tidak menganggu. Dia kemarnya menutup pintu membersihkan dirinya dan tidur. Pukul empat subuh, Aaron bangun, dia mau kembali ke hotel namun, oleh Ethan di peluk erat papinya.
"Jangan tinggali Ethan dan mami, papi. Please!!!" Aaron menangis dia memeluk anaknya. Tidak sayang papi tidak akan meninggalkan kalian. Aaron berjanji dalam hatinya. Ketika mengatur tempat selimut anaknya, Aaron bangun di runag makan sudah ada Rido dan Dion yang sedang ngopi sambil menikmati mie kuah panas.
"Dion, aku lelah. Aku harus mengakhiri semua ini."
"Saya pikir masih ada anak buah Karin bos."
"Dan bagaimana akanya Karin???"
"Saya yakin itu bukan anakku."
"Kalau kamu perna berhubungan badan dengan dia, kamu tidak bisa mengambil keputusan seperti itu. Kasihan anak kamu."
"Aku khilaf waktu itu sayang."
"Harus selesaikan baik - baik. Aku tidak mau disebut pelakor??"
"Saya tidak menikah sah dengannya."
"Kamu bisa dituntut."
"Karin yang menandatangani semua surat perjanjian."
Angel menatap Aaron dengan tatapan yang sangat dalam. Matanya tidak beranjak sedikitpun dari mata Aaron. Dia mengenal mata itu, mata yang kelelahan menghadapi masalah hidup ini. Akibat luka masa lalu dari omanya. Angel membawa tubuh lemah itu kedalam pelukannya. Aaron menangis, dalam pelukan itu.
"I miss you beb, I love you." Aaron yang mau mencium bibir istrinya, namun oleh Angel mukanya menolak. Dia mau masalah ini diselesaikan.