NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:313.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malu

Dami bangun besok paginya dan menyadari dia di kamar Bima. Mengenakan kaos milik pria itu tanpa dalaman.

Apa yang terjadi? Kenapa aku di sini?

Matanya langsung melek dan ia langsung mengganti posisi berbaringnya dengan duduk. Kepalanya pusing sekali, tenggorokannya sakit dan ia langsung batuk-batuk keras. Tubuhnya benar-benar kelelahan.

Dami kembali menatap sekeliling, berharap ia hanya bermimpi. Namun ini betul-betul kenyataan, bukan mimpi. Ini memang kamar yang di tidur Bima sepanjang ketegangan yang terjadi antara mereka berdua. Pandangannya turun lagi ke kaos milik laki-laki itu yang ada di badannya.

Dia yang menggantikan gaun ku? Kenapa tidak pakai pakaian dalam? Dia melihat semuanya? Ya Tuhan.

Wajah Dami memerah luar biasa memikirkan Bima yang melihat tubuh polosnya. Dia malu sekali tentu saja. Meski malam itu memang mereka sudah melakukannya. Bersetubuh. Tapi tetap saja...

Dami menggigit bibirnya. Matanya kembali berkeliling. Ia belum menemukan Bima di mana-mana sampai pintu kamar terbuka dan laki-laki yang dia cari muncul dengan wajah datarnya seperti biasa dan. Jujur Dami malu. Ia segera meraih selimut dan menutupi tubuhnya sampai ke dada. Karena tidak mengenakan pakaian dalam, putingnya tergambar jelas. Jelas dong dia malu.

Bima melangkah masuk dengan wajah datar seperti biasa, membawa nampan berisi air hangat, bubur, obat, dan segelas madu. Pandangannya sekilas menatap Dami, lalu beralih meletakkan nampan di meja samping tempat tidur. Tidak ada senyum, tidak ada kata sapaan, namun tatapannya tidak lagi setajam atau sedingin biasanya.

Dami menunduk dalam-dalam, jari-jarinya semakin erat mencengkeram selimut. Ia merasa sangat canggung, tidak berani menatap wajah suaminya.

"Kenapa kau menatap seperti itu?" tanya Bima tiba-tiba, suaranya datar namun tidak penuh amarah. Ia duduk di tepi tempat tidur, agak menjauh darinya.

Dami mengangkat wajah perlahan, matanya sedikit berkaca-kaca campuran rasa malu dan bingung.

"Aku... bagaimana aku bisa ada di sini? Dan ini..." ia menunjuk ke arah kaos longgar yang melekat di tubuhnya, suaranya nyaris berbisik.

"Kenapa aku memakai pakaianmu? Yang menggantinya ... apakah itu kau?"

Bima terdiam sejenak, menatap lurus ke depan sebelum akhirnya menoleh padanya.

"Siapa lagi? Kau demam tinggi semalam, hampir pingsan. Aku tidak bisa membiarkanmu basah kuyup terus-menerus."

Dami meremas selimutnya lebih erat.

"Tapi... kenapa tidak memakai pakaian dalam? Apakah kau ... melihat semuanya?" pertanyaannya keluar dengan suara gemetar, wajahnya kembali memerah.

Bima menghela napas panjang, rahangnya mengeras sedikit.

"Tidak ada pakaian dalam wanita di kamar ini. Kau ingin mengenakan celana dalamku?"

Dami melotot lebar.

"Aku hanya memakaikan apa yang ada agar kau tidak kedinginan. Dan ya, aku melihatnya. Kenapa? Kau malu? Aku bahkan sudah merasakan seperti apa tubuhmu, seluruh tubuhmu sudah menyatu denganku malam itu, untuk apa malu?

Suasana mendadak hening. Benar juga sih. Kata-kata Bima tidak salah. Tapi ... Tetap saja dia malu. Apalagi dia mulai merasa aneh dengan perasaannya sekarang, terhadap laki-laki ini. Hanya saja, Dami tidak dapat berkata-kata lagi. Tidak dapat membalas ucapan pria itu.

Uhuk! Uhuk!

Tiba-tiba ia terbatuk. Bima dengan cekatan mengambil gelas berisi air hangat di nakas. Ia langsung Bima menyodorkan gelas berisi air hangat itu ke hadapan Dami.

"Minum pelan-pelan, tenggorokanmu pasti sakit, semalam kau demam dan flu." ucapnya dengan nada yang lebih lembut dari sebelumnya.

Dami menerimanya dengan tangan yang sedikit gemetar, lalu meminumnya perlahan. Air hangat itu sedikit meredakan rasa gatal di tenggorokannya, meski wajahnya masih terasa panas menahan rasa malu yang belum hilang sepenuhnya.

Ia tahu apa yang dikatakan Bima itu benar, mereka sudah terikat secara fisik, sudah tidak ada lagi rahasia di antara tubuh mereka. Namun situasi ini terasa sangat berbeda. Waktu itu terjadi karena dia dalam pengaruh obat meski Bima tidak, sedangkan semalam ia dalam keadaan tidak sadar, lemah dan tak berdaya.

"Buku mulutmu,"

Ia mendongak dan melihat tangan Bima melambai memegang sendok, menyodorkan mangkuk bubur yang masih mengepul hangat ke hadapannya. Suara pria itu terdengar lebih tenang, tanpa nada mengejek atau dingin seperti biasanya.

"Makan dulu, perutmu pasti kosong. Semalam kau tidak bisa makan apa-apa, tubuhmu butuh tenaga agar cepat pulih."

Dami menatap mangkuk itu sebentar, lalu perlahan menerimanya. Ia mulai memakan bubur itu pelan-pelan, rasanya tawar namun hangat, tepat untuk menenangkan tenggorokannya yang masih terasa sakit. Sepanjang ia makan, Bima duduk diam di tepi tempat tidur, tidak bergerak, hanya sesekali meliriknya untuk memastikan ia tidak terbatuk lagi.

Perhatian yang tiba-tiba ini membuat jantung Dami terasa berdebar. Ia tidak menyangka Bima akan bersikap seperhatian ini, padahal seharian kemarin mereka bertengkar hebat dan saling melontarkan kata-kata tajam. Matanya tanpa sadar melirik tangan kanan Bima yang dibalut perban tipis, ingatannya perlahan kembali, tentang suara pukulan keras di dalam mobil semalam.

"Tangan kakak ..." gumamnya pelan, menghentikan sendoknya.

"Apa yang terjadi? Apakah karena semalam?"

Bima menoleh ke tangannya, lalu mengangguk singkat seolah hal itu tidak penting.

"Hanya lecet sedikit. Tidak apa-apa."

"Tidak mungkin lecet saja, sampai dibalut begitu,"

"Sudahlah, jangan bertanya lagi. Tidak penting."

Dami terdiam. Padahal dia khawatir. Tapi sepertinya laki-laki ini tidak mau membahasnya. Lalu ia merasakan telapak tangan Bima yang besar menyentuh keningnya. Mungkin untuk mengukur suhu badannya.

Sentuhan itu terasa hangat dan lembut, membuat Dami tanpa sadar menegang sejenak sebelum perlahan rileks. Kulit tangan Bima yang sedikit kasar menyentuh dahinya, bergerak pelan untuk merasakan apakah demamnya masih ada atau sudah turun.

"Sudah agak turun suhunya," gumam Bima pelan, menarik tangannya kembali.

"Tapi tetap harus istirahat total hari ini, jangan bergerak terlalu banyak."

Dami hanya mengangguk pelan, perasaannya campur aduk. Di satu sisi ia masih merasa canggung dan ada jarak di antara mereka, tapi di sisi lain perhatian kecil seperti ini membuat hatinya sedikit luluh. Ia menatap tangan Bima yang dibalut perban itu lagi, lalu menghembuskan nafas pelan. Mudah-mudahan saja tidak serius lukanya.

"Aku ada urusan penting, harus keluar sebentar. Adikmu akan menemanimu hari ini. Aku sudah meneleponnya." kata Bima kemudian.

Entah kenapa Dami merasa ingin di temani oleh pria ini. Tapi dia tidak mau berharap lebih dan menganggukkan kepalanya. Hubungan mereka mungkin sedikit lebih baik hari ini karena dia sakit, tapi entah besok. Dia tidak tahu laki-laki itu akan kembali bersikap dingin padanya atau tidak. Namun dalam hati, ia berharap di antara keduanya masih ada harapan yang lebih baik.

1
Etty Sumaryanti
semoga hubungan y membaik sm Bima klu dami mau sm Bima udah berusaha jgan hamil dlu dami seblm berhubungan lg sm Bima takut ank y mlh gk diterima sm Bima, klu udah sering x berhubungan ranjang baru deh 🙏🙏
Ita rahmawati
kalo Dami hamil pokoknya harus anak bima Thor krna kalo anak Damian ceritanya bakal ribet bgt ih 🤣🤣
Dewi Ansyari
Semoga saja Bima bisa memaafkan Dami, dan Dami sudah mau berubah it yg utama,semoga hubungan mereka bisa akur lagi
⭐️asteri
hanya othor yang menciptakan karakter pria dg cinta tanpa batas.
klo pake logika sih,laki2 yg sudah melihat istrinya di sentuh laki lain,pasti akan meninggalkanyaa.

tapi othor menciptakan karakter lali2 yg tidak biasa.
kereen thor, biasanya laki2 kayak gini kebanyakan di jumpai di negara western atau America.
jika ada laki2 kayak gini di Indonesia, super keren sih
imel
ntar ketangkap lagi sama Jeremy
Tuti Tyastuti
𝘵𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘫𝘦𝘳𝘳𝘮𝘺
Popo Hanipo
dari pada selalu mengungkit masa lalu lebih baik pisah
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵💪
🌿🌺WINA🌸🌿
Semoga hubungan dami dan bima membaik, semoga bima bisa berdamai dengan keadaan dapat memaafkan dami... tapi nanti dami hamil bingung anak siapa,, semoga aja hamil anaknya bima...
jeremy merelakan dan mengikhlaskan dami bahagia bersama bima...

seandainya dami jatuh cinta bima, mungkin jeremy bisa rela dan ikhlas bersama bima, tuk sekarang ini jeremy tahunya dami masih mencintai jeremy...
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Syavira Vira
lanjut
Mar lina
mantan tunangan pasti Datang
untuk mengganggu...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Rita Anelis
jangan ketemu jeremy dulu donk thor biar gak perang🤣🤣
Danendra Faiz
fix in mh ttp sm bima
kasian kamu jer jer
Dewi Ambarwati
🤣🤣🤣🤣dasar Dami ceroboh bgt😜😜😜
Bunda Dzi'3
aduhh Dami lebih Baik jgn jauh2 Dari Bima kmu hrs berada..biar bima bisa melihat kmu..
kok jdi khawatir jeremy ngikutin dami sampai ke puncak..jgn smpai bima salah paham lagi
Al Fatih: Betul Bun...,, si Jeremy kan kayak jalangkung yaa,, tiba2 muncul,, tiba2 mendekat....,, eeeeh nambah masalah lagi
total 1 replies
Bunda Dzi'3
wahh hamil anak bima..biasanya wanita hamil mual dket2 ayah dri janim nyaa...ayolahh thor buat Bima bhgia punya anak dari dami wanita yg di cintai diem2 slama 8 th🤗😍
Amik Suparmi
lanjut ketemu jeremy thor🤣
LANY SUSANA: jangan donk🤣🤣
tar hubungan yg mulai membaik tegang lg 🤣🤣
total 1 replies
Hanima
Lanjut Dami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!