Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab14
Dimasa lalu...
Nadya semakin dekat dengan Lucas, tidak hanya satu atau dua keduanya melakukan adengan ranjang.
Nadya begitu percayA pada lucas.lucas akan menikahinya begitu janji janji Lucas pada dirinya.hingga ia begitu percaya pada laki laki itu sampai mau menyerahkan segalanya kepada pria itu.
Siang itu Nadya duduk diruang tv,Lia dan ibunya juga terlihat ikut bersantai dengan Nadya diruang tv.
Hingga potongan berita yang penting menyela acara yang lagi tayang.
Seorang pengusaha muda Lucas aleandra yang akan menikah dengan nabella putri yang juga merupakan putri dari pengusaha sukses dikota ini.
Pernikahan keduanya yang akan dilakukan bulan depan ini.begitu menyita perhatian publik dan juga dunia bisnis.itu artinya perusahaan mereka akan bertambah besar dan semakin merajai dunia bisnis jika pernikahan keduanya sampai terjadi.
Hati Nadya mencolos sakit,ia ketakutan setengah mati saat melihat berita itu.bahkan ia telah memberikan hati,bahkan tubuhnya untuk Lucas.
Huekkk huekkk huekkk
Dengan segera Nadya berlari ketoilet,memuntahkan isi perutnya yang sudah sampai ditengorokan.
Lia sang kakak yang jugA melihat berita itu menatap Nadya dengan tatapan tanda tanya.ia sangat tahu beberapa bulan ini Nadya mengaku menjalin hubungan dengan pengusaha tampan itu.
Lia menyusul Nadya ditoilet,antara cemas dan seribu pertanyaan didalam benaknya yang ingin ia tanyakan pada adiknya.
Diambang pintu toilet Lia melipat kedua tangannya menatap adiknya yang terlihat sedang tidak enak badan.
"Kamu berbohong ya sama kakak.?"
Nadya mencuci mulutnya lalu menoleh kearah Lia.
" Berbohong apa?"
" Kamu bilang punya hubungan dengan pengusaha itu.tapi nyatanya.kamu lihat sendirikan laki laki itu akan menikah dengan perempuan lain.?"
" Aku tahu dek kamu begitu sangat mengidolakannya tapi bukan berarti kamu mengarang cerita seperti itu."
Mata Nadya berkaca kaca.
" Aku tidak bohong kak,aku dengan Lucas memang mempunyai hubungan."
Lia melepas lipatan tanganya,tubuhnya tiba tiba saja menegang saat melihat kesungguhan dari mata sang adik.nadya mengaku punya hubungan dengan Lucas dan sekarang dan dari kemarin Nadya muntah muntah terus seperti orang hamil.
" Nadya jika benar kamu benar benar mempunyai hubungan dengan pria itu.apa saja yang sudah kamu lakukan dengan pria itu.jawab kakak jujur"? ucapnya dengan nada yang keras.
Sampai Nadya ketakutan ,ia mengingit bibirnya matanya berkaca kaca.
" Aku sudah....."
Lia membulatkan mata seaakan mengerti perkataan adiknya.
" Oh tuhan.dan mungkin sekarang kamu lagi hamil anak pria itu."
Nadya melangkah mundur mengeleng lemah.
" Itu tidak mungkin."
**
Masa sekarang....
Keluarga ndalem terlihat menikmati makan malam mereka dengan tenang.
Ummi Nadya selalu memasak sendiri untuk keluarganya.mereka punya asisten rumah tangga.tapi hanya sesekali saja ummi Nadya menyuruh asisten itu menyiapkan makanan.hanya jika ummi Nadya merasa lelah atau tidak enak badan.
Masakan ummi Nadya selalu begitu enak.ummi Nadya selalu menghidangkan makanan kesukaan kanza dan Abi Adnan.
Hampir semua makanan yang mengisi meja makan adalah masakan kesukaan kanza dan Abi adnan.sedangkan makanan kesukaan Devan tidak pernah terlihat dimeja makan dindalem.
Mungkin ummi tidak tahu makanan devan atau ia tidak ingin memasak itu untuk Devan entahlah.
Tapi Devan tidak pernah ingin protes karna dia selalu tahu ummi Nadya selalu mebentang jarak dengan dirinya.
" Kamu harus banyak makan ikan kanza.tubuhmu itu kecil.abi juga harus banyak makan sayur.sayuran itu bagus untuk pencernaan Abi."
Ummi Nadya terdengar begitu perhatian dengan kedua orang itu.
Abi melirik Devan yang terlihat menunduk, menikmati makanannya.
" Devan kamu juga harus makan ikan nak." Ucap Abi Adnan mengambil seekor ikan lalu menaruh ikan itu dipiring devan.
Hal yang dilakukan Abi Adnan membuat Devan menatap Abi dengan tersenyum.
" Terimakasih Abi."
" Makan ikan itu bisa membuat orang pintar nak dan kamu ingin menjadi pengusaha.pengusaha itu harus pintar.ia kan ummi."
" Humm ia." Ucap ummi Nadya kemudian ikutan mengambil sayur lalu meletakkan sayur itu dipiring devan.
"Makan sayurnya juga." Ucap ummi Nadya.
Devan tahu perhatian yang baru saja diberikan kepadanya.itu terpaksa dari ummi Nadya hanya karna Abi Adnan menegurnya secara halus.
" Devan tadi pak hazan menelpon Abi katanya dia menerima lamaran kamu."
Devan kaget ia reflek meletakkan sendok ya dan menatap Abi Adnan dengan tatapan tidak percaya.
" Abi benaran?"
" Ia nak,dan besok kita akan kerumah pak hazan untuk membicarakan pernikahan kalian."
Sejak saat itu senyuman diwajah Devan tidak pernah hilang.