NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Gadis itu tengah melamun di kamarnya setelah pulang kuliah. Ingin sekali cepat lulus agar bisa meninggalkan rumah majikan ibunya yang sekarang di tempati.

Tentu saja membawa ibunya pergi juga. Setelah lulus, Sarah akan mencari pekerjaan dan tidak akan berurusan lagi dengan keluarga Lingga. Sesungguhnya itu keinginan terbesar Sarah sekarang.

Tiba-tiba Sarah merasa sedikit pusing dan merasa mual. Hawa dingin menyerbu tubuhnya. Ia merasa sangat tidak nyaman.

“Nak, jam segini tidur, waktu ashar tidak baik Nak, sudah sholat?” tanya Bu Maryam mendapati putrinya yang tumben-tumbenan tiduran di kamar.

“Tubuh Sarah nggak enak banget Bu, seperti nya masuk angin,” sahut gadis itu merapatkan selimutnya.

“Kamu sakit? Minum obat ya, biar ibu nanti belikan di apotik,” kata Bu Maryam sambil menempelkan punggung tangannya di kening Sarah.

“Nggak usah Bu, hanya sedikit pusing,istirahat saja nanti sembuh,” jawab Sarah mencoba terlelap. Berharap setelah bangun sedikit mendingan, nyatanya kepalanya makin berat dan berdenyut di tambah perutnya bergejolak. Tiba-Tiba Sarah merasa sangat mual.

Gadis itu langsung turun dari ranjang berlari ke kamar mandi, memuntahkan isinya yang tak kunjung keluar. Hanya eneg dan merasa mual, tersiksa sekali.

“Ya Salam….. aku kenapa sih? Kok lemes gini,” batin Sarah merasa sangat tidak nyaman. Tubunya dingin, sepertinya memang meriang yang sudah cukup parah. Ditambah malah kliyengan.

Ia berjalan tertatih kembali ke kamar, tak sengaja netranya melihat deretan tanggalan di meja belajarnya. Seharusnya ia sudah mendapat tamu bulanan, kenapa sampai hari ini belum juga kunjung datang.

“Nggak, nggak mungkin, pasti ini hanya telat, seperti biasanya juga kadang mundur sampai tiga hari. Ini pasti juga sama.” Sarah menggeleng resah. Sungguh ia tak mau mengandung benih dari hasil pemerkosaan atau ia akan menyesak seumur hidup.

Sarah berjalan mondar-mandir di kamarnya. Ia jelas gelisah,tetapi mencoba menenangkan pikirannya. Masih berharap bahwa ia tidak hamil, karna ia tidak akan sanggup menjalani hidup bila itu terjadi. Bagaimana dengan hidupnya nanti, ibunya pasti akan malu sekali mempunyai anak gadis yang hamil di luar nikah. Terlebih hasil kekejaman orang yang tidak bertanggung jawab.

“Sa,ini obatnya, diminum ya,kamu keliatan pucet sekali.” Bu Maryam masuk kamar sambil berseru. Sarah yang tengah kalut langsung duduk dan mencoba tenang agar tidak menimbulkan kecurigaan ibunya.

“Iya bu, terima kasih, nanti Sarah minum,” jawab gadis itu mengiyakan. Meninggalkan seulas senyum di balik kegelisahan hatinya.

“Ya sudah, kamu istirahat saja, ibu mau lanjut kerja lagi,” pamit Bu Maryam menuju Rumah utama.

Sarah mengangguk, lalu menyambar obat di meja. Ia membawanya ke dapur dan mengambil segelas air putih. Harus segera minum obat agar pusing di kepalanya hilang.

Belum sempat minum, tiba-tiba perutnya terasa sakit. Ia pun mendesis seraya sedikit menekan perutnya.

“Kok sakit? Apa aku mau datang bulan? Semoga iya, pasti benar,” guman Sarah seperti yang sudah-sudah.

Gadis itu lalu minum paracetamol yang sudah di belikan ibunya. Kembali beristirahat setelah sholat ashar. Hanya rebahan, tidak benar-benar tidur. Pikirannya melayang jauh sembari menatap langit kamar. Ada kekhawatiran yang melanda tentang peristiwa kelam itu.

Malam harinya, Bu Maryam menatap curiga pada putrinya yang terus-terusan murung. Bahkan melamun di meja makan. Lauk dan sayur hanya di aduk menjadi korban kegalauan hatinya.

“Sarah, kenapa makanannya tidak di makan?” tegur Ibu melihat putriny melamun.

“Eh, Sarah kenyang Bu,” jawab gadis itu beranjak membawanya kebelakang. Seharusnya ia tidak perlu merasa segelisah ini. Belum juga pasti kebenarannya. Tinggal menunggu satu minggu lagi tak kunjung mendapat masa periodnya. Baru dia harus cek kandungan.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!