NovelToon NovelToon
AKU IBU TIRI MUDA

AKU IBU TIRI MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Danica

Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMUAN 4 MATA DAN SYARAT DI ATAS MEJA ***

*Narasi: "Syarat di Atas Meja"*

Bailla keluar dari kamarnya setelah semalaman berfikir keras. Hari ini terakhir sesuai dengan janjinya kepada papi dan maminya. Gagang pintu seakan terasa berat ketika ia membuka pintu yang selama ini menjadi gerbang ketempat ternyaman baginya, pintu yang selalu tertempel memo singkat ketika ia hendak pergi. Sebentar lagi pintu dan ruangan ini akan ia tinggalkan.

Papi sedang duduk di meja makan, sedangkan mami lagi memasak sarapan yang sederhana. Biasanya setiap pagi sebelum berangkat kuliah sarapan sudah tersusun rapi lengkap dengan menu paforit Bailla. Sekarang diatas meja itu terlihat lenggang sama seperti hati penghuninya.

"Papi Mami aku mau bicara ". Bailla mencoba membuka pembicaraan. Mami dan papi bergegas duduk dimeja makan berhadapan dengan Bailla dengan ekspresi yang menegangkan. Karena sudah hampir 2 hari Bailla menghindari berbicara dengan mereka.

“Pi mi, Sebelum aku jawab iya atau enggak, Aku mau ketemu Pak Arya. Langsung. Empat mata.”Suaranya tenang, tapi di dalam, jantungnya lari maraton

Papi mengerutkan dahi. “Buat apa, Nak? Beliau orang baik. Gak akan macam-macam”

“Justru karena ini hidup aku, Pi,” potong Bailla. “Kalau kalian jual sapi aja harus cek giginya dulu. Ini menentukan pasangan hidup aku. Aku berhak lihat, denger, dan ngomong sendiri sama orangnya.”

Mami menutup mulut. Antara lega karena anaknya tidak langsung pasrah, dan takut karena Pak Arya bisa saja tersinggung lalu membatalkan niatnya.

Dua hari kemudian, mereka bertemu di warung kopi depan didekat kampusnya . Di tempat mewah. Meja kayu, Dinginnya AC tidak mampu mendinginkan rasa panas dingin di hati Baila, bau aroma kopi yang disajikan barista terasa menyengat membuat perut Bailla seketika mual. Padahal itu bau yang ia sukai dulu. Sekarang semua seperti Dejavu masa lalu yang semua seba indah.

Pak Arya datang pakai kemeja putih, rapi tapi tidak mencoba bergaya sok muda. Lelaki yang memiliki perawakan tegas dengan tinggi badan yang proposional wajah yang masih tampan dengan berewokan tipis. Sementara Bailla hari ini berpakaian santai menggunakan baju kemeja warna pink muda dipadukan dengan celana levis wajahnya tidak menggunakan makeup seperti biasanya dia tampil seenak hatinya saja. Sejenak jantung Bailla berdesir. "inikah calon suaminya yang akan menjadi teman hidupnya kelak apakah ini yang dinamakan Sugar Dady" gumam Bailla dalam hatinya.

Pak Arya bisa langsung mengenali Bailla ia langsung duduk dimeja yang dari tadi hanya di huni satu orang cewek cantik dan imut jika dilihat hampir seumuran dengan anaknya yang pertama. Bailla Duduk diam matanya tidak lepas dari sosok Pak Arya.

“Bailla Apakabar " Pak Arya menyapa sambil mengulurkan tangannya dengan senyum tipis nan menawan.

Bailla menyambut uluran tangan pak Arya dengan sedikit canggung "Kabar Baik Om" jawab Bailla canggung.

"Maaf Saya telat datang ada kendala sedikit dirumah tadi. Bailla sudah lama menunggu ??" tanya pak Arya.

"Gak lama kok Om paling baru 5 menitan" jawab Bailla masih dengan kondisi canggung.

"Mami Papi sudah menceritakan tentang Saya kamu ya. “Saya gak mau maksa. Bapak cuma... capek sendiri urus tiga anak. Butuh teman.”

Bailla aduk kopinya. Sendok kecil ditangannya terasa berat sampai ke siku. “Pak, usia saya 21 tahun Anak bapak yang paling besar SMA. Kalau saya masuk, saya ini istrinya bapak, atau kakaknya anak-anak?”

Pak Arya terdiam. Tidak marah. Dia justru angguk, seperti menghargai kejujuran itu. “Kamu yang tentuin, Bailla. Bapak gak mau kamu pura-pura jadi ibu kalau hatimu belum siap. Jadi kakak juga gak apa-apa. Asal anak-anak ada yang nemenin, memperhatikan ketika dirumah dan ketika belajar. Sementara kalau dengan Saya kamu gak usah mikirin, saya sudah terbiasa mengurus diri sendiri ”

Bailla tarik napas. Ini bagian susahnya. “Saya bisa bilang iya, Pak. Tapi saya ada syarat. Buat keluarga saya.”

Pak Arya tegak. “Sebutkan apa persyaratan yang kamu minta sedapat mungkin akan saya penuhi ”

“Pertama,” jari Bailla ngitung satu-satu di atas meja, “utang Mami Papi dilunasin Semua. Sampai ke rentenir yang nagih pake parang minggu lalu. Bapak yang urus, jangan libatkan mereka lagi.”

“Berani,” jawab Pak Arya pendek.

“Kedua. Rumah gak boleh dijual. Sertifikat balik nama Mami. Biar mereka tua nanti gak numpang di rumah mantu.”

Pak Arya mengerutkan dahinya , lalu angguk lagi. “Boleh.”

“Ketiga,” suara Bailla lebih pelan, “saya masih mau kuliah. Dan...” dia gigit bibir, “Saya gak mau berhenti kuliah. Kuliah Saya tinggal 2 semester lagi. Kasih saya lulus dulu. Saya gak mau ijazah saya hangus karena harus momong.”

Untuk pertama kali, Pak Arya senyum. Tipis. “Bapak justru mau istri yang pinter. Biar bisa ajarin anak Bapak. Kamu lanjut kuliah. Biaya Bapak yang tanggung kamu gak usah mikirinnya.”

Bailla kaget. Dia kira akan ditolak. Dia kira syaratnya kelewat banyak.

“Terakhir, Pak,” Bailla nahan gemetar di suara, “kalau satu tahun saya di sana dan saya gak bisa cinta sama Bapak... jangan kurung saya. Antar saya ke terminal. Biar saya pergi baik-baik. Anak-anak tetap bisa ketemu saya kalau mereka mau.”

Seketika pak Arya hampir tersedak dan tersenyum geli mendengar permintaan Bailla yang satu ini.

Pak Arya natap Bailla lama. Lalu dia sodorkan tangan ke atas meja. Tidak untuk salaman. Untuk janji.

“Bailla, Bapak umur 38. Bapak udah kehilangan istri. Bapak tahu rasanya ditinggal. Bapak gak akan ngurung orang. Syarat kamu Bapak terima semua. Asal kamu juga janji satu hal: jangan hukum anak-anak Bapak karena kesalahan orang tuanya.”

Bailla lihat tangan itu. Halus dan terlihat kokoh. Tangan bapak-bapak yang kerja beneran. Bukan tangan yang biasa dia bayangin gandeng dia ke pelaminan.

Pelan pelan , Bailla raih dan jabat tangan itu.

“Deal, Pak,” katanya. “Besok saya kasih jawaban ke Mami Papi.”

Di luar, langit mendung. Tapi di dalam dada Bailla, untuk pertama kalinya sejak kata “bangkrut” masuk rumah, ada ruang kecil untuk bernapas.

Dia belum bilang iya. Tapi dia juga belum kalah. Karena kali ini, dia yang pegang daftar syarat.

...****************...

...****************...

1
Yuliyana
ada bima n dito, siapa ya ?
Miss Danica: Maaf kak di Bab ini ada perubahan nama tokoh dan ada yang lupa edit ... Makasih atas koreksiannya. Selamat membaca kak 😍🙏
total 1 replies
Miss Danica
Hay gaeess sahabat NT mohon suportnya karya pertama ku ini ya. mohon bimbingannya juga semoga sehat sehat semuanya sukses untuk kita semua.😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!