NovelToon NovelToon
Legenda Naga Pemakan Langit 2

Legenda Naga Pemakan Langit 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2) Di benua baru ini, Alam Inti Emas hanyalah debu di bawah sepatu para bangsawan. Raja Fana menjadi prajurit biasa, dan monster-monster Alam Penyatuan Langit berjalan membelah gunung dan membelokkan bintang. Tidak ada sekte lemah di sini; yang ada hanyalah Kekaisaran Kuno dan Klan Dewa yang dihormati layaknya pencipta.

Membawa garis keturunan Dewa Naga Primordial yang diburu oleh surga, Chu Chen menolak untuk merunduk. Di tanah di mana naga hanya dianggap sebagai mitos yang telah punah, ia akan membangkitkan kembali era dominasi mutlak. Jika surga menghalanginya, ia akan menelan surga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelang Gelap

Aula utama Perkumpulan Gagak Hitam berbau darah segar dan keringat dingin. Di luar, suara derap sepatu besi prajurit Berzirah Emas yang sedang melakukan perondaan masih terdengar samar, namun di dalam, ketegangan yang mencekik seratus kali lipat lebih mematikan.

Chu Chen duduk bersandar di atas kursi berlapis kulit harimau spiritual. Matanya yang segelap jurang tak berdasar menatap puluhan anggota perkumpulan yang kini berlutut dengan dahi menempel ke lantai batu. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani melirik ke arah tubuh Hei Ya—mantan pemimpin mereka—yang kini terkapar di sudut ruangan dengan Dantian yang hancur berkeping-keping.

"Aku bertanya satu hal," suara Chu Chen memecah keheningan, pelan namun menggema di setiap gendang telinga. "Dan aku tidak suka mengulangi pertanyaanku."

Ia mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Di mana tempat berkumpulnya sumber daya tingkat tinggi terbanyak di kota ini dalam waktu dekat?"

Sejenak, tidak ada yang menjawab. Ketakutan mengunci lidah mereka. Namun, melihat jari Chu Chen mulai mengetuk pegangan kursi—sebuah ketukan yang mengingatkan mereka pada suara patahan leher rekan-rekan mereka sebelumnya—seorang pria kurus bertampang licik memberanikan diri untuk merangkak maju.

"A-Ampun, Tuan Muda! Hamba bernama Gou Zhu, wakil bendahara perkumpulan ini," pria itu gemetar, tidak berani mengangkat wajahnya. "Jika Tuan mencari Batu Roh atau pusaka biasa, gudang kami memiliki sedikit simpanan. T-Tapi jika Tuan mencari sumber daya tingkat tinggi... Tuan harus melihat ke Lingkar Tengah."

"Lanjutkan," perintah Chu Chen datar.

Gou Zhu menelan ludah. "T-Tiga hari lagi, saat puncak gerhana bulan merah, Klan Ye—salah satu keluarga bangsawan papan atas di Lingkar Tengah—akan mengadakan Lelang Bayangan. Itu adalah pelelangan rahasia yang diadakan setiap sepuluh tahun sekali. Mereka menjual barang-barang yang terlalu 'gelap' untuk dijual di rumah lelang resmi kekaisaran."

Mendengar kata 'Lelang Bayangan', Bai yang berdiri di sudut ruangan menyipitkan matanya. "Lelang Bayangan Klan Ye," gumam wanita berkerudung itu. "Itu adalah acara bagi para Penatua sekte dan bangsawan untuk mencuci barang rampasan mereka. Pusaka tingkat bumi, budak berbakat bawaan, hingga tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun akan muncul di sana."

Chu Chen menoleh ke arah Gou Zhu. "Apa barang utamanya kali ini?"

"M-Menurut desas-desus di pasar gelap... barang utama tahun ini adalah Teratai Jiwa Bintang Primordial, Tuan!" jawab Gou Zhu cepat. "Itu adalah rumput spiritual Tingkat Bumi Puncak yang dikabarkan bisa memperluas dan memadatkan batas Alam Istana Jiwa hingga titik mutlak! Bahkan bisa membantu seseorang menyentuh gerbang Alam Raja Fana dengan aman!"

Mata naga Chu Chen berkilat. Teratai Jiwa Bintang Primordial.

Dantiannya yang kini telah memadatkan Istana Jiwa Naga memang sangat kuat, namun fondasinya dibangun secara paksa dengan menelan energi musuh. Ia membutuhkan sumber daya unsur alam purba untuk memperluas ruang di dalam istana jiwanya agar bisa menampung kekuatan yang lebih besar sebelum ia berani menghadapi ahli Alam Penyatuan Langit secara langsung.

Teratai itu adalah kunci yang sempurna.

"Menarik," Chu Chen bersandar kembali ke kursinya. "Bagaimana cara kita masuk ke sana?"

"I-Itu mustahil bagi kita dari Lingkar Luar, Tuan!" Gou Zhu mulai berkeringat dingin, takut jawabannya akan mendatangkan maut. "Lelang itu dijaga oleh susunan pembunuh tingkat tinggi dan puluhan ahli Raja Fana! Bahkan pemimpin lelangnya adalah seorang ahli Setengah Langkah Penyatuan Langit. Hanya mereka yang memiliki Undangan Darah dari Klan Ye yang diizinkan masuk. Jika ada penyusup, mereka akan langsung dibakar menjadi abu!"

"Setengah Langkah Penyatuan Langit..." Meng Fan berbisik ngeri. "Chu Chen, kita tidak bisa menyerbu tempat itu seperti yang kau lakukan pada Klan Shen di kota pinggiran. Di sini, ahli Raja Fana bertebaran seperti anjing liar!"

Chu Chen tidak menghiraukan kepanikan Meng Fan. Otaknya bekerja dengan perhitungan seorang pemangsa. Menyerbu secara terang-terangan memang bodoh saat segel kota masih aktif dan Jenderal Penyatuan Langit sedang memburu mereka. Ia harus menggunakan cara halus untuk masuk, lalu menciptakan kekacauan dari dalam.

"Sebuah Undangan Darah," Chu Chen mengetukkan jarinya ke kursi. "Jika kita tidak memilikinya, kita hanya perlu meminjamnya dari seseorang yang memilikinya."

Ia menatap Gou Zhu kembali. "Siapa tamu paling lemah atau paling ceroboh yang memegang undangan tersebut, yang saat ini berada di Lingkar Luar?"

Gou Zhu berpikir keras, wajahnya berkerut. Ia menggali seluruh jaringan kabar rahasia yang dimiliki Perkumpulan Gagak Hitam.

Tiba-tiba, matanya berbinar. "Ada satu orang, Tuan! Tuan Muda Ba Tuo dari Klan Ba! Dia adalah bangsawan kelas menengah dari Lingkar Tengah. Kultivasinya berada di Alam Istana Jiwa Tahap Menengah, tetapi ia terkenal sebagai pria yang sangat gila wanita dan arak. Setiap kali ada acara besar, ia selalu menyelinap ke Lingkar Luar untuk mengunjungi Paviliun Kabut Merah—rumah pelesiran kelas atas yang secara rahasia dikelola oleh perkumpulan kami!"

"Kapan dia akan datang?"

"Malam ini, Tuan! Dia memesan ruangan khusus setiap malam sebelum puncak gerhana!" jawab Gou Zhu dengan penuh semangat, melihat peluang untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.

Sebuah senyum dingin, setajam mata pisau es, mengembang di wajah Chu Chen.

"Sebuah rumah pelesiran. Tempat yang sangat tepat untuk kehilangan nyawa tanpa disadari oleh siapa pun," Chu Chen berdiri perlahan. Jubah abu-abunya berkibar pelan.

Ia menoleh ke arah Meng Fan dan Bai. "Meng Fan, kau tetap di sini. Awasi Gou Zhu dan anak buahnya. Jika mereka mencoba menghubungi pasukan kekaisaran, kau tahu apa yang harus dilakukan."

Meng Fan mengangguk tegang, tangannya menggenggam gagang pedang.

"Dan kau, Bai," Chu Chen menatap wanita berkerudung salju itu. Matanya menyusuri lekuk tubuh Bai yang terbalut sisa-sisa jubah. "Kau akan ikut denganku. Kau akan menjadi hidangan penutup yang akan memancing Tuan Muda Ba Tuo ke dalam rahangku."

Wajah Bai memerah di balik kerudungnya. Amarah dan rasa terhina meledak di dadanya. "Kau menyuruhku... seorang ahli Istana Jiwa dan mantan Penatua Tinggi... untuk bertindak sebagai wanita penghibur umpan?! Aku lebih baik mati!"

Dalam satu kedipan mata, Chu Chen telah berada tepat di depan wajah Bai. Tangan kirinya melesat mencengkeram rahang wanita itu, memaksanya mendongak. Jari-jari Chu Chen terasa sedingin es, namun memancarkan ancaman yang bisa membakar jiwa.

"Kau sepertinya lupa, Nona Bai," bisik Chu Chen, suaranya sangat pelan namun menembus langsung ke dalam benak Bai. "Di Gurun Tulang Abadi, kau berjanji untuk menjadi alatku. Alat tidak memiliki harga diri. Alat tidak memiliki pilihan."

Chu Chen melepaskan cengkeramannya, membiarkan Bai terhuyung mundur sambil memegangi rahangnya yang memerah.

"Kau akan melakukan apa yang kuperintahkan. Atau aku akan mengaktifkan segel Api Teratai Merah di jantungmu, dan membiarkanmu merasakan Dantianmu mendidih dari dalam selama tujuh hari tujuh malam."

Chu Chen membalikkan badan, melangkah menuju pintu keluar markas. "Bersihkan dirimu. Kita berangkat ke Paviliun Kabut Merah."

Meninggalkan Bai yang menggertakkan giginya dalam diam dan Meng Fan yang menelan ludah ketakutan, Chu Chen melangkah keluar ke jalanan Lingkar Luar yang remang-remang. Perburuannya untuk memperluas Istana Jiwa Naganya telah dimulai, dan tak ada satu pun bangsawan di Ibukota Suci ini yang aman dari gigitannya.

1
black swan
...
Nur Aini
Thor, yg kaisar abadi penentang surga 2 kok blm update juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!