Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 : Need You
Beberapa bulan kemudian, perut Dohee akhirnya terlihat besar sudah sekitar lima bulan. Kali ini, Dohee benar-benar kuat untuk menghadapi hari-harinya. Tapi, mereka tetap tinggal di rumah utama, hanya Bibi Hwang saja yang tinggal di rumah Youngha dan Dohee. Selain Youngha dan Dohee yang pulang di rumah utama, yang lain juga kadang menjenguk ke rumah utama. Dohee di temani dengan Jieun, mereka berdua mempelajari cara mendidik anak dengan baik.
Jieun selalu memeriksa kandungan Dohee lewat USG yang ada dirumah. Mereka sedang merahasiakan sesuatu dari yang lain tentang bayinya, hanya Dohee dan Jieun saja yang tahu. Bulan ini tim Youngha akan pergi pendidikan untuk kenaikan pangkatnya, kurang beberapa hari lagi. Mereka menghabiskan waktu bersama di rumah utama,
“Hah, tiga bulan aku tidak pulang ya kesini” ujar Hain,
“Tiga bulan, tidak bertemu dengan Kak Dohee dan ibu” sahut Sion yang pasrah di sofa sambil bersandar,
“Anggap saja tiga bulan adalah tiga hari” timpal Raon tiba-tiba sambil tersenyum saat melihat ponselnya,
“Raon, kau dari kemarin kenapa sih sibuk dengan layar mu? Kau sedang pacaran dengan ponsel ya?” tanya Sion kesal sambil melihat Raon yang masih senyum-senyum,
“Tidak, aku sedang mencoba fitur baru” jawab Raon melihat Sion dengan wajah datar,
“Sion, jangan ganggu adek kecil ini” ujar Hain sambil memegang kuat pundak Raon,
“Hahaha, Raon sedang punya pacar” sahut Youngha lalu minum birnya,
“Para lelaki sejati, ayo kita makan” ajak Dohee sambil menyajikan makanan di meja makan,
Youngha langsung sigap berdiri dan membantu Dohee, “Ada lagi?” Youngha sambil membuntuti Dohee dari belakang, Dohee menggandeng tangan Youngha lalu meminta tolong membawa kan sebuah sup di piring besar.
“Kak Youngha ajak Kak Dohee duduk saja ya, jangan kembali lagi” suruh Jieun,
“Iya” jawab Youngha sambil jalan membawa sup,
“Ada yang bisa aku bantu?” tanya Hain datar jalan berpapasan dengan Youngha dan Dohee yang membawa sup itu,
“Sudah, bantu aku bawa nasi ya” jawab Jieun,
Kemudian mereka keluar bersama dan makan bersama. Setelah itu, mereka pergi tidur masing-masing,
“Jieun, aku sudah memutuskan perjodohan ini dan aku menolak, aku hanya ingin pendidikan lalu menaikkan pangkat” ujar Hain yang ternyata mereka sedang ada di teras
“Kenapa? Kamu masih menyukai Shin Haebin ya?” tanya Jieun,
Suasana menjadi hening saat Jieun menyebutkan nama Shin Haebin. Rahang Hain mengeras,
“Cintaku kepadanya masih belum selesai, tolong hargai aku” jawab Hain yang memohon,
“Baiklah, berikan aku kesempatan untuk membantu Kak Dohee melahirkan dan merawatnya” jawab Hain,
“Pegang kata-kata itu, lalu jangan kembali ke hidupku.” kata Hain dingin,
“Kenapa kau tidak menyukaiku? Yoon Hain?” tanya Jieun sambil menatapnya,
“Sesuatu dari keluarga mu, ada yang aneh dan aku mengenal keanehan itu” jawab Hain yang tidak ingin menjelaskan,
“Tentang apa?” tanya Jieun, “Bukannya keluarga ku sempurna ya?” lanjutnya bertanya, tetapi Hain diam dan tidak meneruskan obrolan itu.
Youngha tidur di dada Dohee sambil mengelus perutnya yang besar itu, wajahnya yang dari tadi murung. Dohee menempelkan pipinya di kepala Youngha, dia juga mengelus kepala Youngha lembut,
“Kenapa kamu tidak berbicara lagi denganku sepanjang hari ini?” tanya Dohee lembut,
“Sayang” jawab Youngha lalu bangun dan menatap Dohee menangis,
“Hey, tak apa-apa” ujar Dohee lembut sambil memegang kedua pipinya itu,
“Selama tiga bulan, aku tidak bisa melihat wajah cantikmu ini” jawab Youngha sedih,
“Eh” gumam Dohee yang tiba-tiba bayinya menendang itu,
“Tidak bisa melihat anakku yang tampan ini juga” ucap Youngha yang terkejut bayinya bergerak,
“Sayang, tak apa-apa... Dimana pun kamu berada aku akan tetap di sampingmu, apapun yang terjadi itu” jawab Dohee menenangkan Youngha,
“Nanti kamu lahiran bagaimana? Siapa yang menemani? Aku benar-benar suami yang tidak bertanggung jawab, kamu sudah banyak melakukan hal yang membuat ku selalu terkejut” ujar Youngha menggenggam kedua tangan Dohee,
“Sayang, jangan bilang seperti itu.... Kamu di mataku adalah suami yang hebat, kamu adalah bintang yang selalu menjagaku dimanapun itu aku berada kamu selalu ada untukku, jadi kamu adalah suamiku yang selalu bertanggung jawab” jawab Dohee,
Kata-kata itu membuat Youngha langsung menjadi pria sejati dan memeluk Dohee erat,
“Jang Dohee, aku bersumpah sehidup semati denganmu... Maupun sehat dan sakit aku akan tetap mencintaimu, menyayangimu layaknya ibu” ujar Youngha lalu mencium kepala Dohee, kening, kemudian bibirnya dengan lama.
Keesokan harinya,
Mereka berpamitan ke Dohee dan Jieun, Youngha mencium kening dan bibir Dohee berkali-kali lalu mencium perutnya sambil sedikit berpesan. Kemudian Hain, Sion dan Raon memeluk Dohee bersamaan kemudian berpamitan kepada Jieun. Youngha dan Hain melambaikan tangan lalu tersenyum, setelah mereka berangkat Dohee dan Jieun langsung bergegas masuk ke dalam, mereka melihat sekitar rumah. Kemudian langsung mengambil mantelnya, dan menuju ke garasi mobil. Dengan keren mereka naik ke mobil itu, kali ini Jieun yang mengendarai.
Mereka langsung tancap gas, awal mereka tidak langsung kembali ke apartemen. Dohee pergi mengunjungi perusahaannya, setelah itu berkunjung ke rumah sakit jiwa untuk melihat beberapa pasien. Kemudian usai di akhir penghujung hari, mereka membeli makanan dari restoran langganan. Memakan dengan senang, mereka berdua seperti bebas untuk melakukan hal yang menyenangkan sejenak selama tiga bulan kedepan. Jieun dan Dohee di lantai atas untuk melihat lampu kota di malam hari dari dalam apartemennya yang besar,
“Hah, rasanya agak bisa bernafas dikit ya kak” ujar Dohee sambil duduk di kursi malas sambil mengamati kota,
“Iya, walaupun sedikit rindu dengan mereka... Yah setidaknya kita juga harus butuh waktu sendiri begini ya” jawab Dohee,
“Hah jadi rindu Hain” gumam Jieun,
“Hitung saja 10 detik mereka akan telefon” ujar Dohee.
10 detik berlalu, ponsel Dohee langsung berdering keras. Dia langsung menjawab telefon itu,
“Halo sayang” sapa Dohee sambil melambaikan tangan,
“Halo sayangku” timpal Youngha dengan wajah cerahnya,
“Sedang apa kalian?” tanya Youngha,
“Duduk santai sayang” jawab Dohee sambil memperlihatkan Jieun juga,
“Itu dimana? Kalian sedang dimana?” tanya Youngha yang sadar mereka tidak ada di rumah utama,
“Kejutan, kami ada dikota dekat dengan tempat pendidikan kalian” jawab Dohee,
“HAH?! SAYANG?! KAMU SERIUS?!” tanya Youngha dengan nada tinggi,
“Iya, mereka kesini kak” sahut Hain,
“Jieun?” tanya Youngha sambil melihat Jieun sedikit maung,
“Hai” sapa Hain datar,
“Iya Kak Hain!” timpal Jieun girang,
“Tapi kalian baik kan disana? Bagaimana dengan bayi kita?” tanya Youngha,
“Sayang, kita baik-baik saja... Kalian tidak usah khawatir, kamu jangan khawatir juga sayang... Bayi kita sehat kok” jawab Dohee,
“Arhh... Aku ingin elus perut mu, nanti kalau sudah ada di rumah sakit bilang ke aku ya” ujar Youngha,
“Iya sayang, aku usahain lahirannya pas di hari kamu selesai pendidikan ya” jawab Dohee,
“Iya sayang, terima kasih... Kamu hebat sekali, Mama” ujar Youngha lalu tersenyum,
“Dimana adik-adik?” tanya Dohee,
“Mereka sudah tepar” jawab Youngha,
“Kasihannya” kata Dohee,
Mereka berbicara dan saling tukar cerita di setiap detiknya, mereka tertawa bersama. Sudah tengah malam, Dohee berpamitan untuk tidur. Mereka mengucapkan selamat malam khas gaya mereka, kemudian Jieun dan Dohee tidur di tempat tidur yang sama. Jieun menyiapkan seluruh peralatan nya untuk jaga-jaga jika Dohee ada sesuatu, mereka bercerita tertawa lalu tertidur dengan tenang. Begitu juga dengan Youngha dan Hain, mereka sempat bertukar cerita, Youngha sangat terkejut saat mendengarkan cerita Hain yang selama ini bukan Jieun yang dicintainya melainkan sosok wanita lain yang bernama Shin Haebin, yang sudah menemaninya sedari lama, Youngha juga tahu hubungan lama Hain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...