NovelToon NovelToon
Penyihir X Regresi

Penyihir X Regresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Dunia Lain / Sihir
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: A Giraldin

Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.

Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.

Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.

Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1.1: Kehidupan Menyebalkan

Pergi kerja pagi, lanjut siang, sore, dan sampai malam. Itu adalah rutinitasku setiap harinya. Walau terasa berat, menjalaninya sesuai perintah atasan dapat membuatku digaji tinggi tiap bulannya.

Walau banyak pekerja resign, tapi aku memilih untuk tidak. Sebagai pria bodoh dengan nilai 0 disetiap ulangannya, gaji 500 yen perbulan sangatlah banyak bagiku.

Itulah kenapa aku sangat suka kerja di sini. tapi, karena akhir-akhir ini temanku pada resign, diriku jadi kesepian sampai bosan banget menjalani rutinitas tiap hari.

Maka dari itu, aku memutuskan untuk resign juga. “Jadi bagaimana dengan surat saya kemarin, Bos Han?”

Ini adalah Bos Han. Seorang pria paruh baya berusia kisaran 50 tahunan ke atas. Dia masih kelihatan muda serta mirip kayak pekerja awalan masuk. mungkin karena jarang stres, hal seperti ini ku anggap normal.

“Kau sudah kerja di sini selama 5 tahun kan, Takeuchi-kun! Kenapa tiba-tiba memutuskan resign hanya karena perkara kecil?”

Kata teman-temanku yang udah pada resign, alasan mereka adalah... “Kumis Bos mirip ikan lele.”

Kalau aku mengatakan itu, urat nadinya bakal berkeluaran hingga marah besar. “Sia*an! Baiklah kalau maumu begitu. Cepat pergi! Resign mu ku terima.”

“Terimakasih banyak Bos Han!”

Aku membungkukkan badan dan keluar cepat dari kantornya hingga akhirnya sampai di dalam lift. Perusahaan kami memiliki 13 lantai yang semuanya terpakai.

Nggak ada yang namanya terbengkalai. Kenapa bisa demikian? Semua itu terjadi karena kepimimpinan Bos Han stabil. Jadinya, semua lantai terpakai.

Setelah beberapa waktu kemudian, pintu lift terbuka dan sampailah aku di lantai 1. Dari lift lurus ke pintu keluar, sudah seperti meninggalkan kehidupan lama dan menjalani yang baru.

Begitu sampai di luar, langit malam penuh bintang indah menyertaiku. Suara kendaraan bising terdengar di jalanan depanku. Langkah demi langkah membuatku sampai di sebuah restoran.

“Seperti biasa!” tebak salah seorang pegawai okonomiyaki. Aku mendengarnya langsung mengangguk. “Baik, segera disiapkan.”

Ini adalah salah satu restoran langgananku. Semua yang enak ada di sini. itulah kenapa menjadi langgananku. “Atap genteng itu masih belum diperbaiki kah!”

Aku saat ini duduk di kursi putar menghadap belakang untuk melihat arah atap genteng yang belum diperbaiki.

Yang menebak tadi atau Rei-san membalas. “Beberapa waktu ini, tukang suruhan kami pada nggak mau memperbaikinya. Katanya ada hantu gentayangan. Hal tersebut sangat menakutkan dan itu harusnya bohong kan, Takeuchi-kun!”

Aku mengangguk. “Kau benar sekali Rei-san. Kalau ada hantu, pasti diriku mungkin udah dikutuk karena segel tangan hancur, hahaha.”

Jawabanku barusan membuat kedua matanya tampak marah. “Sst! Jangan bicara keras-keras! Nanti kalau beneran bagaimana? Langganan terbaikku mana mungkin dibiarkan terkutuk bukan! Juga... Kayaknya nggak bakal sampai sejauh itu sih.”

Sebenarnya, alasan aku ngomong dikutuk karena waktu SMP kelas 8, diriku memiliki penyakit bernama ‘Chuunibyou’. Membuat kita halu, kayak ada segel di tangan, dan lainnya. begitulah Takeuchi Hideki dulunya. Sekarang... Kayaknya mulai hilang banyak, juga masih tersisa sedikit.

“Ahaha, maafkan aku! Oh benar! Rei-san, kayaknya kebodohan sudah merajalela padaku ya!”

Ia mengangguk cepat. “Tentu saja Takeuchi-kun! Mana mungkin kebodohanmu tak merajalela padamu sendiri! Lalu... Sudah resign atau belum?”

Rei-san menaruh pesanan okonomiyaki ku di meja dan satu gelas bir. Mungkin aku kelihatan muda, tapi usiaku sudah 28 tahun.Walau sudah tua, pikiranku katanya masik kekanak-kanakan.

Benar atau tidak? Hahaha, aku nggak terlalu memedulikannya juga sih. “Sudah,” jawabku.

Rei-san menatapku bahagia dan langsung duduk di kursinya. Korannya yang ditaruh di bawah diambil serta melanjutkan bacaannya. “Syukurlah.”

Ketika dia membuka satu halaman koran dan aku mau memasukkan okonomiyaki ini ke dalam mulut, Rei-san langsung bergumam: “Telah ditemukannya sebuah portal misterius. Hingga saat ini belum ada seorangpun yang berani masuk ke dalam sana.”

Portal misterius? Heh! Kayaknya menarik. Sekarang lanjut makan dan dengarkan gumamannya sampai habis. “Alasan utamanya adalah terdengar suara-suara mengerikan yang merusak iman seseorang.”

“Mereka jadi bosan untuk hidup dan meninggalkan tempat tersebut sampai berakhir bunuh diri. Karena hal tersebut, pemerintah memutuskan menutup portal tersebut.”

Woah! Mengerikan juga ya! tapi entah kenapa, bagiku ini seperti bau-bau petualangan hebat bakal terjadi, hahaha. “Untungnya mereka memakai penutup telinga dan berhasil selamat dari suara portal.”

“Hingga kini atau satu minggu kemudian, masih belum ada lagi yang berani ke daerah situ. Untungnya juga, tempat yang asalnya lahan parkir ini diubah menjadi tempat pembuangan sampah.”

Tempat pembuangan sampah ya! Petualanganku kayaknya sudah diputuskan. Resign selesai dan mari coba tantangan tersebut!.

“Hahaha, aneh sekali! Mana mungkin itu benar kan, Take__”

Entah dia ngomong apa selanjutnya, sekarang aku sedang berlari menuju lokasi. Di halaman pertama, judulnya kalau nggak salah ‘Tokyo’s Incident’ juga gambarnya...

Itu dekat dengan rumahku. Mungkin dari restoran ini, diriku cuman perlu jalan sekitar 20 menit untuk sampai ke lokasi.

Begitu sudah sampai, portalnya kelihatan kecil sesuai gambar di halaman paling akhir atau keempat harusnya. “Kayak pintu!”

Ya, seperti pintu masuk-keluar. Diriku pun melirik ke segala arah juga tersenyum begitu mengetahui tak ada siapa-siapa di sekitarku.

“Hihihi, waktunya masuk.”

Tanpa basa-basi, aku masuk ke dalam dengan membuka tirai dan suara-suara aneh mulai bermunculan. Tirai terbuka menjadi tertutup juga kegelapan penuh cahaya aurora yang asalnya sepi, tiba-tiba bising banget.

Kata-kata yang membuat bising hanya mengulangi beberapa kata yang sama, yakni: [Cepatlah mati! Bunuh diri sana! Kau sudah bosan hidup kan! hehehe.]

Itu terus terulang dan membuat otakku kebanyakan ingatan hal sama dalam waktu serentak. “...Berisik sekali!”

“Bisa berhenti tidak! Dan juga...” aku melirik ke segala arah di dalam ruangan kecil ini. “Kenapa diriku nggak bunuh diri?”

Suara bising kini berubah menjadi teriakan sangat keras hingga membuat otakku kebanyakan informasi.

Segala hal ini, memperkuat fakta bahwa otakku tak bisa memasukkan banyak ingatan dalam satu waktu. Harus satu persatu dulu agar bisa masuk semuanya.

“Malah makin bising! Kau mempermainkanku kah!” tebakku marah. Tiba-tiba, beberapa kalimat dengan suara bahagia berbunyi:

[Hahaha! Berdasarkan pencarian sekilasku, namamu adalah Takeuhi Hideki. Pria dengan mata sekuning nanas, kulit sawo matang, dan rambut semerah tomat. Kau menarik! Oh benar juga! Mau masuk ke duniaku atau tidak?]

Tawaran macam apa darinya? Aku pun bertanya: “Maksudnya?”. Ia menjawab: [Maksudku adalah mau atau tidak? Pilih saja! Lalu... Diriku nggak bakal ada lagi bersamamu, hahaha.]

Harusnya bisa menjadi waktu yang menyedihkan, tapi kayaknya tidak juga karena kami baru bertemu. “Mau aja deh, hahaha.”

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉




Saling support sabi kali ya😉
Ankani: 👍. Makasih udah mampir kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!