NovelToon NovelToon
THE BROTHER'S SECRET DESIRE

THE BROTHER'S SECRET DESIRE

Status: tamat
Genre:Pembantu / Cinta Terlarang / Action / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Area khusus Dewasa

Di mansion kediaman keluarga Corris terdapat peraturan yang melarang para pelayan bertatapan mata dengan anak majikan, tiga kakak beradik berwajah tampan.

Ansel adalah anak sulung yang mengelola perusahaan fashion terbesar di Paris, terkenal paling menakutkan di antara kedua saudaranya. Basten, putra kedua yang merupakan jaksa terkenal. Memiliki sifat pendiam dan susah di tebak. Dan Pierre, putra bungsu yang sekarang masih berstatus sebagai mahasiswa tingkat akhir. Sifatnya sombong dan suka main perempuan.

Edelleanor yang tahun ini akan memasuki usia dua puluh tahun memasuki mansion itu sebagai pelayan. Sebenarnya Edel adalah seorang gadis keturunan Indonesia yang diculik dan di jual menjadi wanita penghibur.

Beruntung Edel berhasil kabur namun ia malah kecelakaan dan hilang ingatan, lalu berakhir sebagai pembantu di rumah keluarga Corris.

Saat Edell bertatapan dengan ketiga kakak beradik tersebut, permainan terlarang pun di mulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Waktumu 15 menit

Helene akhirnya berbalik dan melangkah meninggalkan ruangan. Langkahnya tetap anggun, tapi setiap hentakan hak sepatunya di atas lantai marmer terdengar seperti protes diam-diam. Begitu pintu tertutup di belakangnya, keheningan turun perlahan.

Basten tidak segera bicara. Ia hanya duduk bersandar di sofa, satu tangan terlipat di dada, sementara tangan lainnya mengusap dagu seperti sedang berpikir, padahal tidak. Dia hanya … memandangi Edel.

Dan Edel tahu itu.

Ia masih membelakangi pria itu, tapi kali ini ia benar-benar mengelap kaca lemari itu. Tidak untuk berpura-pura. Tangannya gemetar, tapi ia paksakan tetap bekerja.

Ini ruang tamu, tidak mungkin tuan muda keduanya itu tiba-tiba berbuat sesuatu yang tidak-tidak padanya kan? Seperti yang terjadi semalam. Saat bagian intimnya di sentuh dengan lancangnya.

Tapi suara langkah mendekat membuat tubuh Edel menegang.

Ia bisa merasakannya. Tatapan itu, napas itu, hawa panas tubuh pria yang kini berdiri hanya beberapa jengkal di belakangnya. Bahkan tanpa melihat pun, ia tahu bahwa Basten sedang menatapnya dari ujung kepala hingga tumit, menilai, menakar, dan mungkin, memikirkan hal-hal yang tak pantas.

"Kau gemetar," suara Basten pelan, hampir seperti bisikan yang menempel di belakang telinga.

Edel tetap diam. Tangannya terus mengelap kaca lemari, meski noda itu sudah bersih sejak beberapa detik lalu.

"Kau takut padaku?" tanya Basten, kali ini sedikit lebih keras, tapi tetap tenang.

Edel menggigit bibir bawahnya. Ia menunduk, menghindari pantulan wajahnya sendiri di kaca. Di belakangnya Basten makin tertarik untuk menggoda gadis itu.

"Kau takut, tapi saat ku sentuh, tubuhmu bereaksi lain." bisikan lelaki itu penuh sensual. Memang tak ada siapapun di ruangan ini, tetapi Edel takut tiba-tiba ada yang datang dan melihat Basten berdiri sangat dekat di belakangnya, bahkan tubuh mereka nyaris bersentuhan.

"Aku tunggu kau di tempatku. Gedung yang kau masuki diam-diam kemarin." bisik Basten lagi.

"Selesaikan pekerjaanmu di sini dengan cepat. Waktumu lima belas menit. Ingat, hukumanmu akan bertambah dua kali lipat kalau tidak datang." tambah pria itu lalu melangkah pergi meninggalkan Edel.

Gadis itu masih berdiri di tempat yang sama bahkan setelah suara langkah Basten lenyap. Tangannya berhenti bergerak, kain lap itu terkulai lemas di sela jemarinya. Keringat dingin mulai merembes di pelipis, meski udara di ruangan itu tidak panas. Ia mencoba menenangkan napas, tapi dadanya terasa sesak.

Tempat itu.

Gedung kosong yang ia pikir tak berani pergi ke sana lagi. Gedung yang terletak di area terlarang, cukup jauh dari bangunan utama, dan tak seorang pun dari pelayan lain tahu bahwa Edel pernah ke sana, termasuk madam Sin. Kecuali Basten, tentu saja. Karena ia adalah pemilik gedung yang penuh dengan kasus misterius tersebut, juga sosok yang memergoki Edel masuk diam-diam ke tempat itu. Pertemuan mereka berawal dari sana.

Edel menggigit bibir bawahnya lebih keras hingga nyaris sobek. Ia benci perasaan ini. Perasaan tidak berdaya seperti binatang kecil yang dikurung dalam kandang dan hanya bisa memilih untuk tunduk. Basten terlalu kuat, terlalu berkuasa, dan terlalu tahu cara membuat Edel tidak bisa menolaknya.

Pikirannya berputar. Kaki-kakinya lunglai, tapi ia paksa untuk bergerak. Setengah sadar, Edel melangkah keluar dari ruang tamu. Lorong sepi membentang di hadapannya, tapi langkahnya tak secepat biasanya. Bukan karena lelah, melainkan takut. Setiap detik berlalu seperti suara hitungan mundur yang menggema di kepalanya.

Lima belas menit.

Ancaman itu bukan gertakan kosong. Dia harus pergi, kalau tidak si tuan muda kedua bisa saja melakukan hal yang lebih gila lagi.

Ia tiba di kamar pelayan untuk beristirahat sejenak, ruangan kecil tanpa jendela yang ia tinggali bersama Alice dan beberapa pelayan lainnya. Syukurlah kosong. Tanpa banyak pikir, ia duduk di tepi ranjang, mencoba bernapas lebih teratur. Tapi rasa panas menjalari dadanya.

Semalam, tubuhnya memang bereaksi. Ia benci mengakuinya, tapi ia juga tak bisa menyangkal bahwa sentuhan Basten mengguncangnya. Ada bagian dari dirinya yang panik karena menyadari betapa mudah ia kehilangan kendali.

Apakah laki-laki itu akan melakukan hal yang sama hari ini? Seperti yang dia lakukan semalam? Edel sempat ragu untuk pergi, tapi ... Akhirnya setelah menghembuskan nafas panjang, dia pun berjalan ke luar dari kamar pelayan yang berada di samping mansion besar tersebut.

Langit mendung menggantung rendah di atas atap bangunan di ujung area terlarang. Awan kelabu membuat siang itu tampak lebih muram dari biasanya. Edel melangkah pelan menyusuri jalan setapak berbatu yang jarang dilalui. Setiap jejak sepatunya menimbulkan suara lirih di atas bebatuan basah, gema kecil yang seakan memperingatkan bahwa ia sedang menuju bahaya.

Gedung itu berdiri dalam kesunyian. Tak ada tanda-tanda kehidupan orang lain di sana, tapi aura mencekam yang menyelubungi tempat itu membuat Edel bergidik.

Ia berdiri beberapa meter dari pintu masuk, hatinya berdebar kencang. Bisa saja ia berbalik sekarang. Kembali ke mansion utama, pura-pura lupa. Tapi ia ingat, jika ia tidak datang, hukuman dua kali lipat akan dia alami.

Dengan tangan gemetar, Edel mendorong pintu kayu besar itu. Derit pelan terdengar, memecah keheningan. Ia melangkah masuk. Masih sama, bangunan tersebut sangat bersih seperti pertama kali dia masuk. Bau parfum halus, khas milik Basten, menyelinap samar di udara.

Langkahnya terus maju melewati ruang depan dan turun ke ruang bawah tanah, tempat pertama kalinya ia bertemu Basten. Di bawah minim cahaya. Saat ia tiba, pintu ruangan di ruang bawah terbuka sedikit. Dari celahnya, tampak cahaya lampu kuning temaram.

Dengan napas tertahan, Edel mendorong pintu itu perlahan.

Basten berdiri di dekat jendela, membelakanginya. Jas hitamnya terlepas, hanya mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku. Ia tampak santai, tapi dari cara tubuhnya diam, Edel tahu ia sedang menunggu. Mendominasi.

"Masuklah," ucap Basten tanpa menoleh. Suaranya rendah, tapi cukup untuk membuat tengkuk Edel meremang.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah loh ternyata Emely adalah putri Azura seorang putri dari kerajaan... gass lah Xavier.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
langsung tebas saja tuh si Luis songong.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
si Raja timur dan Luis belum kapok juga, lagian kenapa ga sekalian dulu langsung di eksekusi saja biar ga berulah lagi kan kayak sekarang.😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuunn Akari lagi tegang²nya dengan kondisi pasien malah muncul dengan kebiasaan konyolmu.. bikin ngakak.😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm baru juga komen, nanya kapan jodohnya Xavier datang... eehh ternyata sudah ada hilalnya nih.👍😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tinggal nunggu jodohnya Xavier aja nih kapan dan siapa.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Akari sebelas dua belas dengan Pierre, random kelakuannya dan itu yang bikin suasana istana yang selalu terkesan dingin dan tegang jadi hangat.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Denis punya hiburan baru di saat penat dan seriusnya jadi seorang dokter dengan sifatnya Akari yang ceria dan kadang konyol.😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Calon Ansel sachet kayaknya udah hadir.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm kena juga kan Audry makanya jangan songong da jahat l, sekarang terima hukumanmu
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pasti si perempuan yang sekantor dulu dengan Sabella kah.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wooowww sungguh mengejutkan ternyata Seorang yang katanya bergelar Lady Corris dulunya hanya seorang pelayan yang di angkat derajatnyaboleh tuan Corris... si kirain dari jeluarga bangsawan juga makanyavdia sombong eh ga taunya lebih rendah detajatnya dari para menantunya sendiri.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadwuuhh ini demit satu belum kena tulah, tar di ulti atau di cerai suaminya mingkem ga bisa apa².😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lady Corris ternyata masih saja sifatnya Arogan dan sombong ga pernah berubah... perlu di sleding biar sadar nih.😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tetap Semangat Denis demi dirimu dan calon masa depanmu.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Akari lagi darurat juga masih sempet²nya ngebanyol.😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Perempuan Aneh yang bikin kamu ngerasa berbeda kan Denis.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkk... ada² saja kelakuan kalian, Denis Akari jangan saling ngeledek dan musuhan lama² tar malah balik saling suka lagi kan malu.😆😆😆
Yulvita Darnel
beruntung sekali Adel 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!