NovelToon NovelToon
Alfian&Aluna

Alfian&Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / CEO
Popularitas:452
Nilai: 5
Nama Author: Queen kaka Agustin

seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..

penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

 Pagi harinya semua orang sudah duduk di meja makan, mereka sarapan dengan tenang

Kania & Dewi memutuskan akan pulang setelah acara pertunangan Aluna .

Sera menatap Aluna lembut " sayang, kata Daddy semalam kamu jalan dengan Fian?" tanyanya

"iya mom. " jawabnya tersenyum tipis

"syukurlah mommy senang melihat kedekatan kalian" katanya

Aluna hanya tersenyum menanggapi nya

"miris sekali, aku akan di langkahi adikku sendiri" ucap Darren dramatis

Semua orang menoleh ke arahnya , menggelengkan kepala .

Oma Kania menatap Darren dengan kesal " salahmu sendiri yang betah sekali menjomblo" ucapnya sewot

Mereka tertawa lirih mendengar celetukan Oma Kania

Darren cemberut, " kenapa Oma sewot sekali" jawabnya memelas

"bagaimana Oma tidak sewot. Seharusnya kamu itu sudah memiliki anak. Dan Oma sudah punya cicit" ucap Oma kesal

"kan aku sudah minta Oma Carikan jodoh" ucapnya pasrah.

"iya sekarang, dulu kamu selalu menolak huh"

jawab Oma.

"iya,iya,aku yang salah" jawabnya mengalah.

"iya memang kamu yang salah, " ucapnya.

Darren menghembuskan nafas kasar. frustasi mengahadapi ocehan Omanya.

"sudah ma, jangan emosi ingat mamanq punya riwayat darah tinggi" ucap Daniel menengahi

Kania mengatur nafas,,agar tenang kembali..

"mama tidak marah Daniel,Hanya kesal saja" balas Kania

"tidak apa-apa mah itu wajar,aku pun seperti itu" timpal Sera tersenyum hangat

"bagaimana kalau sekarang kita berkumpul di ruang keluarga, kita membahas untuk acara pertunangan Aluna" ucap eyang Dewi memberi usul

" ya itu ide yang bagus, ayo " balas Oma

Mereka semua melangkah menuju ruang keluarga di lantai dua

......................

Diruang keluarga semua orang berkumpul, kecuali Darren dan Daniel yang pergi ke perusahaan.

"bagaimana konsepnya nanti" tanya eyang

"aku sudah berbicara dengan Hera kemarin , sepertinya kami akan menggunakan tema outdoor, jadi acaranya di halaman belakang"

ucap Sera menjelaskan

" ya itu ide yang bagus,ibu setuju saja bagaimana baiknya" balas Dewi

" ya mama juga setuju.." timpal Kania.

"bagaimana menurut kamu sayang " tanya Sera melirik Aluna

"tidak masalah mom, Tapi untuk souvenir Aluna akan cari dengan mas Fian" balasnya.

"iya sayang .. Itu terserah padamu" ucap sera

"lalu kapan kamu akan mencari souvenir nya " tanya eyang

" nanti siang eyang, "jawabnya

" ya itu lebih baik. Karna acara nya lusa" ucapnya lagi.

Aluna hanya mengangguk sebagai jawaban

"ya sudah kalau begitu Aluna ke kamar dulu sekalian mau siap2.. " ucapnya

" iya sayang" jawab semua orang hampir berbarengan.

Aluna melangkah menuju kamarnya. Membuka pintu lalu masuk kedalam

......................

Sekitar jam 11 siang , Alfian sudah duduk di ruang tamu ditemani Oma Kania dan eyang dewi.

"mau jemput Luna"tanya eyang

"iya eyang, mau cari souvenir " jawabnya

"sebentar lagi Aluna turun " ucap eyang

Terdengar langkah kaki menuruni tangga,

3 orang yang sedang duduk menoleh bersamaan

Alfian tersenyum ,dia selalu terpesona oleh kecantikan Aluna.

Oma & eyang hanya tersenyum tipis

"sudah lama nunggunya mas" tanyanya

"belum. Baru 10 menitan" jawabnya

Aluna menoleh ke arah neneknya

" Oma ,eyang , Aluna berangkat dulu" pamitnya

" ya hati2" jawabnya.

Setelah berpamitan

mereka melangkah keluar lalu memasuki mobil.

mobil keluar gerbang melaju perlahan menuju pusat souvenir.

Setelah sampai mereka turun lalu melangkah masuk kedalam.

Aluna menyusuri rak rak souvenir, dibelakang nya Alfian mengikuti.

"mau yang seperti apa sayang" tanya Fian lembut

"hmmm aku bingung, Menurut mas bagaimana ?" tanyanya meminta pendapat Alfian

"bagaimna kalau 1 set alat masak, seperti pan ,spatula,panci yang anti lengket" usulnya

Aluna tampak berpikir sejenak , lalu matanya berbinar senang

"ide bagus mas, itu lebih bermanfaat" ucapnya.

Alfian tersenyum manis Lalau mengusap kepala Aluna

"ya sudah kita cari ke sebelah sana, sepertinya alat2 dapur ada di sana" ajaknya Lalu menggenggam tangan Aluna

Setelah menanyakan kualitas dan ke unggulan, setiap merek

mereka sepakat mengambil dari merek yang paling bagus, tentunya dengan harga fantastis

1.000 souvenir mreka beli lalu membayar semua nya , alfian meminta kepada pihak toko untuk mengantar ke alamat rumah Aluna.

Tadinya Aluna ingin membayar souvenir itu setengahnya , tapi Alfian menolak

Jadilah souvenir itu Alfian yang bayar semua, bisa dibayangkan berapa ratus juta uang yang Alfian keluarkan..

Tapi bagi mereka para pengusaha kaya uang segitu tidak ada artinya di banding kebahagiaan orang yang mereka sayang.

......................

Setelah membeli souvenir, sekarang mereka duduk di restoran untuk makan siang.

"mau pesan apa sayang" tanya Fian

"nasi goreng seafood dan jus strawberry saja" ucapnya kepada pelayan

"kamu mau apa mas" tanyanya

" nasi goreng biasa dan jus alpukat" jawabnya

Lalau pelayan mencatat pesanan mereka

"mohon tunggu sebentar mba mas" ucapnya

Setelah pelayan pergi

Mereka mengobrol ringan tentang banyak hal

Lalu tiba-tiba suara seseorang yang tidak ingin mereka temui itu terdengar

"hai Al, "sapanya

Aluna dan Alfian tidak menjawab. Menoleh pun tidak.

Susan yang tidak di gubris pun kesal lalu mendekat ke arah Alfian hendak merangkul pundaknya

Tapi sebelum tangan itu menyentuh nya. Dia lebih dulu menepis kasar tangan itu

"jangan sentuh saya" ucapnya dingin

Susan tersenyum miring" santai saja Al, Kenapa kamu marah, bukankah dulu kamu suka kalau aku menyentuhmu" ucapnya sengaja ingin memanas-manasi Aluna dan membuat hubungan ke 2 nya rusak

Tapi Susan tidak tau Aluna bukan tipe perempuan yang mudah percaya,

Dan bukan juga perempuan lemah.

Aluna yang melihat nya tersenyum malas, lalu berdiri melangkah ke arah Alfian , memeluk nya dari belakang

"seperti ini kan ,"ucapnya lalu mencium pipi Alfian mesra

Susan yang melihat itu mengepalkan tangan

menggertakan gigi menahan cemburu.

Aluna melepaskan pelukan nya Lalu berdiri di hadapan Susan

" sepertinya calon suamiku ini lebih nyaman di sentuh oleh ku, kamu lihat sendiri kan dia tidak menolaknya" ucap Aluna santai.

Alfian berdiri di belakang Aluna . Takut Susan nekat dan mencelakainya.

Susan yang sudah emosi pun mengangkat tangan hendak menampar Aluna

Tapi sebelum tangan itu sampai Aluna sudah lebih dulu mencekal nya kuat,sampai Susan pun meringis.

"lapas sialan, sakit" ucapnya meringis

Aluna melepaskan tangan itu sedikit kasar ,hingga tubuh Susan terhuyung ke belakang hampir terjatuh.

Alfian yang melihat itu terkejut, ternyata calon istrinya bukan wanita sembarangan, dia tersenyum bangga.

"jangan menyentuhku wanita murahan!, dasar pelakor" ucap Aluna geram

Susan yang mendengarnya melotot,tidak menyangka Aluna akan berbicara seperti itu,

Dia menoleh kenan dan kiri, kini tatap. Orang2 mulai melihat ke arahnya 'sial'

"kita belum selesai, dan ingat aku akan merebutnya darimu" katanya menatap Aluna dengan penuh kebencian sebelum berbalik lalu melangkah pergi.

Aluna yang mendengar itu hanya tersenyum miring"coba saja kalau bisa" jawabnya lirih hampir seperti gumaman.

Alfian mengusap bahu Aluna lembut " maaf sayang, " ucapnya lirih merasa bersalah.

Aluna berbalik menatap mata Alfian "kenapa minta maaf mas, itu bukan salah kamu, dia saja yang ingin cari gara-gara dengan ku" katanya lembut

Alfian tersenyum lega mendengarnya lalu mengajak Aluna duduk kembali

Tidak lama pelayan datang mengantar pesanan.

Mereka makan dengan tenang walaupun tadi sempat ada ketegangan sedikit..

Setelah selesai, Alfian mengantar Aluna pulang.

Saat sampai mereka turun dari mobil

Lalu mereka melangkah masuk menuju rumah

Aluna mempersilahkan Alfian duduk, dia melangkah kedapur untuk mengambil minuman

"BI tolong antar minum dan cemilan untuk mas Fian ke depan yah" ucapnya

"baik non'" balasnya

Aluna lalu kembali ke ruang tamu dan duduk bersama Alfian.

Oma Kania yang kebetulan habis dari taman belakang menghampiri mereka

"loh sayang sudah selesai beli souvenir nya" tanyanya lalu ikut duduk di hadapan mereka

"sudah Oma, nanti sore diantar kerumah" jawab Luna

Alfian mendekat dan menyalami Oma kania

"Oma" sapa Fian

"iya nak, bagaiman kabar mama mu" tanya Oma

"Alhamdulillah baik Oma" balasnya

pelayan datang mengantar minum dan cemilan

Mereka mengobrol ringan.. Sesekali tawa dari mereka terdengar.

Sera yang mendengar tawa dari arah ruang tamu pun penasaran lalu turun kebawah

"sudah pulang nak" sapanya

Fian menyalami Sera " sudah mom" jawabnya

"syukurlah, jadi kalian beli apa untuk souvenir" ucapnya, sambil duduk disebelah Oma

"kami beli set alat masak mom" jawab Luna

" wah itu bagus sayang, pasti akan sangat bermanfaat" ucapnya

"iya mom. " balasnya

Alfian melirik jam nya" kalau begitu aku pamit dulu mom, Oma, " ucapnya sambil berdiri menyalami ke 2 nya

" kenapa buru-buru sekali nak" ucap Oma

"iya Oma, setengah jam lagi aku ada meeting dengan klien"jawabnya

" oh begitu , baiklah hati-hati nak" ucapnya

"iya Oma" balasnya

lalu Fian melangkah ke arah Aluna

"mom aku antar KA Fian dulu ke depan" ucapnya lalu melangkah keluar mengantar Alfian

"aku pergi dulu, kamu baik-baik di rumah," ucap Fian lembut

"iya mas hati-hati,jangan ngebut" jawabnya

Fian mendekat mencium kening Aluna , lalu berbalik melangkah menuju mobil dan masuk.

Mobil melaju pelan keluar dari gerbang,

Aluna menghela nafas lega.

setelah mobil Alfian sudah tidak terlihat dia berbalik dan melangkah masuk ke dalam rumah.

1
ana Ackerman
thor ,,.awas aja kalau nggak up.... 😤
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤
ana Ackerman: iya kak 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!