NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Malam di Jakarta terasa semakin menyesakkan bagi tiga hati yang sedang bergelut dengan masa lalu dan masa depan. Di balik jendela-jendela kaca jendela kamar ada emosi yang sengaja dikubur namun perlahan mulai bangkit ke permukaan.

___

Sore tadi, di lobi megah Suhadi Group, dunia seolah berhenti berputar bagi Nisya. Ia sedang merapikan berkas di meja resepsionis ketika seorang pria tegap dengan Wajah tampan , memakai jas abu-abu gelap melangkah masuk.Dia adalah Angga, pengusaha muda yang sudah sukses dengan kedua tangannya sendiri.

Langkah kakinya terhenti, matanya membelalak tak percaya "Nisya? Nisya Abiya?" matanya berkaca-kaca, gadis yang selama ini tak pernah hilang dari pikiran nya ,kini ada di depan matanya sendiri, dalam keadaan yang berbeda....

Nisya mendongak, dan jantungnya serasa berhenti. Wajah itu... meski sekarang lebih dewasa dan tegas, garis matanya masih sama dengan Angga, kakak kelas yang dulu berjanji akan menjemputnya.

Nisya gemetar, berkas di tangannya hampir jatuh "Bang... Bang Angga?" ucapnya hampir terisak, bohong kalau Nisya tidak merindukan Angga, laki-laki yang selalu ia sebut dalam doa sebelum ia bertunangan dengan Ardiansyah.

Angga mendekat, suaranya parau menahan haru "Kamu... kamu di sini? Bertahun-tahun Abang mencari kabar, tapi keluarga Abang menutup semua akses. Kamu sudah sangat berubah, Nisya. tambah cantik dan... santun."

Nisya segera menunduk, ia meremas ujung jilbabnya . Ada rasa bahagia yang membuncah, namun seketika disapu oleh kenyataan pahit bahwa di jari manisnya kini sudah melingkar cincin pertunangan dari Ardiansyah.

"Bang Angga sedang apa di sini?" tanya Nisya pelan, ia mencoba bersikap biasa saja,meski hatinya terasa perih

"Abang baru kembali dari luar negeri, Nisya. Abang sedang menyiapkan proyek pembangunan hotel dan ingin bekerja sama dengan Suhadi Group. Tapi melihatmu di sini... sepertinya Tuhan punya rencana lain kenapa Abang harus kembali ke Jakarta." ucap Angga tersenyum lembut.

Nisya tak mampu menjawab. Ia hanya bisa memberikan senyum miris sebelum berlari kecil menuju lift, meninggalkan Angga yang masih terpaku menatap punggungnya.

"Nisya.....!" panggil Angga,namun Nisya tidak menoleh,

Nisya segera menghilang dari pandangan Angga, di saat ia sudah mulai mencintai Ardiansyah, namun Masa lalunya datang ingin menjemput.

Angga mengepalkan tangannya kuat-kuat"Aku tak akan pernah melepaskan mu lagi Nisya, dulu orang tuaku tidak menganggap mu karena kau terlahir dari keluarga sederhana, dan mengirim ku ke luar negeri agar bisa melupakan mu, namun kali ini, kau sudah berada di depan matamu, "gumamnya pelan.lalu berjalan keluar karena , pimpinan Suhadi grup tidak ada di tempat.

____

Sementara itu, di Kamar mewah Ratu di mansion Suhadi group, Ratu menatap pantulan dirinya di cermin. Ia baru saja mengobati lebam di lengannya akibat perkelahian semalam menggunakan antiseptik, Aromanya itu mengingatkannya pada perhatian kecil Ardiansyah di dalam mobil.

Ratu berbicara pada dirinya sendiri, suaranya parau "Cukup, Ratu. Dia akan menikah dua bulan lagi. Dia mencintai kesantunan Nisya, bukan keberingasanmu. Fokus pada Afnan Style, fokus menjadi Vanessa."

Ia meraih ponselnya,dan menghapus beberapa folder foto Ardiansyah yang sempat ia retas secara sembunyi-sembunyi. Tangannya gemetar saat menekan tombol delete. Baginya, ini adalah bentuk profesionalisme tertinggi, membunuh perasaan demi kebaikan bersama.

___

Di lain tempat, Ardiansyah berdiri di balkon rumahnya, menatap langit malam. Bayangan Ratu yang bertarung dengan berani namun tetap membetulkan jilbabnya dengan anggun terus berputar di kepalanya.

Ardiansyah bergumam, memijat pelipisnya yang pening "Kenapa aku merasa lebih hidup saat bertengkar dengan asisten Vanessa itu daripada saat duduk tenang bersama Nisya?"

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari sekretarisnya: "Pak, besok jadwal pertemuan dengan Pak Angga dari PT Konstruksi Jaya untuk proyek hotel baru."

Ardiansyah tidak tahu bahwa pria yang akan ia temui besok adalah pemegang kunci masa lalu tunangannya sendiri.

____

Sepanjang malam Nisya hanya duduk di sajadahnya, air mata menetes membasahi mukena. Ia teringat janji Angga di masa SMP, namun bayangan ayahnya, Pramuji, yang haus kekayaan membuatnya merasa terjepit.

"Maafkan Nisya bang, Nisya memasrahkan diri Nisya pada sangat khalik, biar Alloh yang mengatur jalan hidup Nisya" gumamnya pelan.

Nisya menutup mushaf nya setelah mengulang hafalannya yang sekarang sering lupa , Nisya menyadari, saat ini dosanya sangat menumpuk , sehingga ia mudah sekali melupakan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang sudah ia hafal sepenuhnya.

Ia mencoba merebahkan tubuhnya, memejamkan matanya meski hanya beberapa jam saja sebelum Subuh datang.

___

Sementara Ardiansyah, Ia berulang kali mencoba menghubungi Nisya untuk sekadar memastikan keadaan, namun setiap kali jemarinya menyentuh layar, wajah Ratu lah yang muncul di benaknya. Akhirnya Ardiansyah meletakkan ponselnya di atas nakas dengan kasar , lalu merebahkan diri... Menatap langit-langit yang sialnya wajah Ratu yang muncul.

"Kamu sedang apa Ratu,.!!!"gumamnya pelan.

"Astaghfirullah..." Ardiansyah tersentak dengan ucapan nya sendiri,ia memikirkan gadis lain, sementara ia akan menikah dengan Nisya,

Akhirnya karena tidak bisa tidur juga , karena terus memikirkan Ratu, Ardiansyah bangun dari tidurnya untuk mengambil air wudhu, Ia melakukan salat istikharah untuk memantapkan hatinya. meminta petunjuk pada yang di atas untuk terus membimbing jalan hidupnya.

___

Sedangkan Ratu memutuskan untuk benar-benar membatasi diri. Ia tidak akan lagi menjadi asisten yang banyak bicara. Ia akan menjadi Vanessa yang dingin dan hanya bicara soal angka.

Ia membuka email, besok ada janji makan siang bersama dengan pengusaha yang sedang bekerja sama dengan perusahaannya.

"Oke, Ratu, ayo semangat...., fokus pada karirmu , jodoh sudah ada yang mengatur" Ratu menyemangati dirinya sendiri,lalu ia mencoba memejamkan matanya setelah membaca surah Al Mulk, satu-satunya surah panjang yang ia hafal selain Juz Amma.

Malam yang sunyi menjadi saksi bisu berkecamuknya tiga badai di hati yang berbeda. Di bawah langit Jakarta yang sama, takdir mulai merajut benang-benang rumit yang akan saling menjerat esok pagi.

***

Matahari baru saja naik, namun ketegangan sudah terasa di lantai eksekutif. Nisya datang dengan mata yang sedikit sembap dan terlihat lingkaran hitam di sekelilingnya , meski sudah berusaha ditutupi dengan riasan tipis. Ia merapikan meja kerjanya dengan gerakan mekanis, jantungnya berdegup kencang setiap kali pintu lift terbuka, takut jika sosok itu, Angga kembali muncul.

Di saat yang bersamaan, mobil Ardiansyah memasuki lobi. Ia melangkah keluar dengan raut wajah kaku. Pikirannya masih terbagi antara rasa bersalah pada Nisya dan rasa penasaran yang tak terbendung pada Ratu.

Ardiansyah berjalan melewati meja Nisya. "Nisya, siapkan ruang rapat utama. Tamu dari PT Konstruksi Jaya akan segera sampai. Dan... tolong buatkan kopi hitam, saya sedang kurang fokus pagi ini."

Nisya menunduk, menghindari kontak mata. "Baik, Kak Ardi. Segera saya siapkan."

Ardiansyah sempat berhenti sejenak, merasakan ada yang aneh dengan nada suara tunangannya, namun ia mengabaikannya karena bayangan Ratu yang semalam tiba-tiba merusak konsentrasinya.

1
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!