NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:39.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 16 - Lepas Bajuku

Kali ini Aluna mengajar dengan perasaan bahagia. Sejak pertama kali ia melangkahkan kaki masuk ke ruang kelas, ada sesuatu yang perlahan menghangat di dalam dadanya, sesuatu yang hampir ia lupakan tantang dunianya yang lain, yaitu dunia piano.

Untuk beberapa jam Aluna tidak perlu menjadi bayangan Jesselyn. Di depan para muridnya, Aluna hanya menjadi dirinya sendiri.

"Perhatikan baik-baik," ucap Aluna.

Jari-jarinya menari di atas tuts piano dengan lembut, menciptakan alunan nada yang mengalir seperti bisikan hati. Ia tidak sekadar memainkan musik, tetapi juga menyalurkan seluruh perasaannya ke dalam setiap tekanan nada.

Para murid memandangnya dengan kagum, terpaku pada sosok wanita tersebut. Bagi mereka guru Aluna adalah orang paling sempurna di dunia ini.

Namun kebahagiaan itu ternyata hanya bertahan sesaat.

Saat sore menjelang dan mobil Aluna memasuki halaman rumah keluarga Harold, langkah Aluna terhenti seketika begitu matanya menangkap sebuah mobil yang begitu ia kenal.

Itu adalah mobil mama Sarah.

Tubuhnya menegang tanpa ia sadari dan jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Mobil itu terparkir dengan rapi, kehadirannya seperti ancaman yang tiba-tiba merusak ketenangan yang baru saja Aluna rasakan.

'Mama, kenapa mama tiba-tiba datang tanpa mengatakan apapun padaku?' batin Aluna.

Perasaan hangat yang tadi memenuhi dadanya seketika runtuh, kini digantikan oleh kegelisahan yang merayap perlahan ke dalam hati.

Hari ini Davion dan Daddy Aston sedang lembur, yang berarti hanya ada Mommy Ivana yang akan menyambutnya.

Dengan langkah sedikit lebar, Aluna memasuki rumah. Ia berjalan menyusuri lorong, hingga suara percakapan mulai terdengar samar dari arah ruang keluarga. Tanpa sadar langkahnya melambat, lalu berhenti tepat sebelum ia benar-benar terlihat.

“Aku berharap mereka cepat diberi momongan,” suara Mama Sarah terdengar jelas, penuh keyakinan yang hampir terdengar seperti tuntutan.

“Iya, aku juga, Sarah,” sahut Mommy Ivana yang suaranya selalu terdengar lembut dan penuh ketulusan. “Aku benar-benar ingin segera menggendong cucu," timpalnya pula.

Kalimat itu menusuk secara perlahan ke dalam hati Aluna. Tangannya yang menggenggam tas sedikit mengerat dan napasnya jadi semakin berat.

Pembicaraan itu bagi keduanya mungkin terasa seperti harapan dan doa, namun bagi Aluna yang menjalani pernikahan ini keinginan itu adalah sesuatu hal yang tak mungkin terjadi.

Bahkan pagi tadi Aluna baru saja meminum obat kontrasepsi darurat.

Sebelum Aluna sempat mundur, suara Mommy Ivana lebih dulu menyadari kehadirannya. “Sayang, kemari, Nak. Mama Sarah datang," ucap mom Ivana.

Aluna tersentak kecil, sekarang tidak ada lagi jalan untuk menghindar.

Ia melangkah masuk dengan hati yang hati yang masih diselimuti kegelisahan, lalu menundukkan kepala dengan sopan saat berhadapan dengan wanita yang selama ini membentuk seluruh hidupnya. “Ma...” ucap Aluna pelan, namun bahkan sapaan itu belum sempat selesai, Mama Sarah sudah langsung mengambil alih pembicaraan.

“Mama datang membawakan obat herbal untukmu dan Davion,” ujar Mama Sarah sambil memberi isyarat pada pelayan untuk menyerahkan sebuah kotak kecil. Wajahnya tampak tenang, bahkan sedikit tersenyum, seolah ini adalah bentuk perhatian seorang ibu. “Kalian harus rutin minum ini supaya kamu cepat hamil.”

Deg! Aluna tersenyum kecil.

Kalimat itu diucapkan begitu saja tanpa beban, karena bagi Sarah kalimat itu adalah hal paling wajar untuk dikatakan setelah sekian lama tidak bertemu.

“Iya, Ma. Terima kasih,” jawab Aluna pelan, kedua tangannya menerima kotak itu dengan hati-hati.

Namun di dalam dirinya, ada sesuatu yang terasa hampa. Sudah lebih dari satu bulan mereka tidak bertemu. Tidak ada satu pun pertanyaan tentang bagaimana keadaannya. Tidak ada kekhawatiran, tidak ada perhatian, tidak ada pelukan hangat yang mungkin bisa ia harapkan meski hanya sedikit.

Yang ada hanya tuntutan.

“Jangan sampai kamu lalai,” lanjut Mama Sarah, kali ini nadanya sedikit lebih tegas, memperlihatkan sisi yang sebenarnya. “Ingat, kamu sekarang membawa nama keluarga Myles. Jangan mengecewakan Mama.”

“Iya, Ma,” jawabnya lirih.

Di sisi lain Mommy Ivana masih tersenyum, tampak benar-benar tidak menyadari lapisan lain dari percakapan tersebut.

Baginya ini hanyalah percakapan dua orang tua yang sama-sama berharap akan kehadiran seorang cucu. Ia tidak melihat tekanan yang tersembunyi di balik setiap kata Mama Sarah.

Tidak menyadari bahwa bagi Aluna, setiap kalimat itu adalah beban yang terus menumpuk di pundaknya.

Dan tanpa disadari siapa pun, tangan Aluna perlahan bergerak menyentuh perutnya sendiri yang kosong.

Tidak ada apa-apa di sana.

Namun justru karena itu perasaan aneh muncul di dalam dirinya. Bukan sekadar cemas, tapi sesuatu yang lebih dalam yaitu ketakutan.

Aluna merasa takut jika suatu hari nanti ia benar-benar hamil. Apakah anak itu akan lahir dari cinta yang ia nantikan, atau hanya akan menjadi bukti lain bahwa dirinya hanyalah bagian dari kesepakatan.

Takdir baik seperti tak pernah berpihak padanya.

"Ivana, aku pamit sekarang ya. Kedatanganku memang hanya ingin mengirim obat ini Secara langsung," pamit mama Sarah.

"Kenapa tidak makan malam di sini saja," cegah mom Ivana.

"Tidak tidak, Papanya Aluna tak biasa makan sendirian."

Mom Ivana dan mama Sarah tertawa bersama, sedangkan Aluna yang ada di tengah-tengah mereka hanya mampu tersenyum kecil.

Bertanya-tanya di dalam hati apakah benar ini adalah bentuk dari keluarga yang bahagia?

Setelahnya mama Sarah benar-benar pergi dan mom Ivana segera meminta Aluna untuk beristirahat di kamarnya.

Waktu hampir menunjukkan pukul sepuluh malam saat Davion akhirnya pulang. Begitu memasuki kamar tatapan Davion langsung tertuju pada Aluna yang berdiri menyambutnya, lalu tatapan itu beralih ke meja dan melihat sebuah kotak hitam berukuran kecil.

"Tadi mama Sarah datang ke sini, beliau memberi kita obat herbal," jelas Aluna. "Mama Sarah... Ingin kita segera memiliki keturunan," timpal Aluna apa adanya.

Davion tersenyum miring, sekarang keluarga Myles bahkan berencana menggunakan bayi untuk tetap bisa bergantung pada keluarga Harold.

"Bagimu apa kita perlu obat itu?" tanya Davion.

Aluna tak mampu langsung menjawab, ada jeda beberapa detik yang tercipta. "Tidak," jawab Aluna kemudian.

"Kalau begitu buanglah."

"Baik."

"Kamu benar-benar Anjing yang sangat penurut," balas Davion, tak peduli jika kata-katanya akan sangat melukai Aluna.

Davion kemudian melangkah mendekati Aluna, tiap langkah yang dia ambil membuat Aluna merasa semakin takut. Hingga akhirnya Davion berhenti tepat di hadapannya.

"Lepas bajuku, hari ini aku lelah sekali," titah Davion.

Tanpa ada kata-kata, Aluna mengangkat kedua tangannya dan mulai melepas kancing kemeja Davion satu per satu.

1
Mei TResna Rahmatika
bagusan cover sebelumnya kak🤭
Hanima
😔😔
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
semangat. karya bagus!
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
aluna kapan bahagianya ya? kasihan..
sleepyhead
Yah teruslah berbuat sesukamu Dav, and you'll be sorry soon...
sleepyhead
Belum syg, kebaikan akan dtg kepadamu nanti.. bersabarlah
sryharty
ini si Maesaroh kapan seh belangnya ketahuan
woooy Maesaroh kamu tuh udah ga ada hak atas Aluna
aluna bukan bagian dari Myles lagi
aluna sekarang bagian dari dari horas,,eh salah
kamu udah menjual Aluna ko enak banget masih pengen Aluna patuh sama kamu terus,,gemes daah aaah
ini si sabun DAV juga kenapa seh kamu ga selidiki Aluna
sleepyhead
Sarah benar benar ga ada empati nya gah, ckckckck... ya meskipun Luna bukan Jessalyn yg kamu banggakan, setidaknya kamu punya attitude lah, mbok ya tny kabarnya dl kek.. bener yah, pertimbangkan etika dalam setiap keputusan yang kamu buat karena itu akan mencerminkan karaktermu itu emg bener
𝕬𝖟 𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆😘
sabar yaaa alunaaa.. davion belum mengenalmu.. mungkin kalau dia sudah tau siapa dirimu dia akan jadi pelindung yang siap siaga untukmu..
sekarang nikmati dulu alurnyaa...
aluna hanya alat.. hanya pengganti.. ortu angkat nya tidak membiarkan aluna menjadi dirinya sendiri.. jika davion tau alunaa hanya angkat sepertinya dia tak akan semena-mena.. dia pasti paham karena biasanya anak angkat dituntut balas budi..
semoga davion segera sadar yaaa alunaaa🥰🥰🥰💪💪💪
isni afif
lanjut kak...
isni afif
rasanya...pengen ngelempar....davion...dr atap gedung.....🔥🔥🔥
🌷Vnyjkb🌷
dav km itu gak Sopan, masak luna d samain dg anjing, emang udah bener klu km d Tinggalin luna!!!!
Felycia R. Fernandez: semakin dalam Davion menyiksa Aluna semakin dalam juga penyesalan nya kk
total 1 replies
RiriChiew🌺
keren kak author , tetap semangat menulis nya 💪
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
astagaaa kamu di kerjain habis2san sama davion...aluna 🤦‍♀️ habis di suruh lepasin baju, lalu di suruh mandiin, nyabunin, gasokinn, makein baju sekalian 🙄 benar2 bayi tua bangkaii kagak tahu diri , nyebelinnn 😤 kalau belum kehilangan, kamu kagak bakalan nyesell Davion.
Fazira Aisyah
kira" si Davion modus ga sih?
Fazira Aisyah
duuhh pengen tak remes tuh mulut kamu Davion 😡😡, dasar suami lucnut
RiriChiew🌺
ampyunm Dah lambe mu itu mas bikin yg baca ikut sakit hati apalgi bagi kaum kami yg sedikit tersentull aja tuh seoonggok daging bisa seumur hidup gak akan lupaaa 😃
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kamu tuh yang Anyingg Davion! kamu licikkk, kamu memanfaatkan aluna untuk mendapatkan kedudukan di perusahaan daddy aston. Dan sekarang kamu manfaatkan aluna, demi kepuasan napcuhh mu. Dan mulutmu itu, bisa2nya masih berkata kasarr 🙄 ingin hati aku nonjokkkk mulutmu itu davion 😡
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
jika smapai kamu hamill dan kamu merasa tidak di cintai oleh Davion, pergii saja aluna. bawa anak kamu pergi dan hadirnya anak itu, bukan karena sebuah kesalahan. mau kamu di cintai atau enggak, anak kamu berhak lahir ke dunia dan mendapatkan cinta kamu aluna. cukup kamu saja yang hidup tanpa adanya cinta, tapi anakmu harus mendapatkan banyak cinta dari kamu.
Dcy Sukma
wah..bakalan nyesel nanti saat tau kenyataannya tentang Aluna..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!