Kebun jagung milik Bu Sarah selalu berbuah lebat setiap saat, dengan luas yang begitu luar biasa sehingga bila tidak tau jalan maka akan tersesat di dalam sana.
Namun kabar yang beredar mengatakan bahwa kebun jagung itu memang meminta tumbal nyawa manusia, kebun milik janda cantik itu memang sudah di jauhi oleh para warga karena Mereka sangat takut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Menemukan gigi
"Mar, pupuk baru saja datang jadi tolong sebar lagi di tempat yang akan kita tanami ya." Bu Sarah menunjuk pupuk yang sudah ada di dalam ember besi.
"Oh baik, Bu." Umar mengangguk dan dia segera membawa ember itu menuju lapangan yang akan mereka garap kembali.
"Agak banyak juga tidak apa-apa karena yang bagian sana memang sudah lama tidak kena pupuk ya." Bu Sarah mengikuti Umar.
"Iya, karena yang sini agak gersang jadi lebih baik agak banyak saja pupuk ini." Umar mengangguk setuju dengan ucapan Sarah.
"Ya sudah, tolong kamu beri pupuk semua ya biar besok kita kalau panen jagung jadi melimpah." ujar Bu Sarah sambil tersenyum dan melangkah pergi.
Umar hanya mengangguk karena dia juga berharap bahwa besok ketika panen akan banyak jagung yang mereka dapat, sebab semakin banyak jagung panen milik Sarah maka dia juga akan semakin mendapat banyak gajian. memang seperti itu cara kerja bila di perkebunan pribadi seperti ini.
Tapi sampai sejauh ini sama sekali tidak ada karyawan yang pernah mengeluh dengan kelakuan Bu Sarah, sebab wanita itu selalu memperlakukan karyawan dengan baik hati. bahkan ketika panen besar dia selalu memberikan bonus yang tidak sedikit, sehingga sebenarnya banyak juga yang ingin kerja di kebun jagung milik Bu Sarah ini.
Hanya saja yang membuat tidak enak itu gosip yang terus beredar ke sana kemari, andai saja tidak ada gosip itu maka hidup Bu Sarah pasti akan sangat tenang dan menikmati hasil panen jagung tersebut. bahkan mungkin saja karyawan akan sangat tenang bekerja seharian, ini tentu saja masih ada rasa takut di dalam hati mereka.
Umar kadang bahkan juga tidak berani bila sedang ada pekerjaan yang sampai malam, karena sedikit banyak dia juga pernah mengalami hal gaib ketika masih menjadi penunggu gerbong kereta api. jadi ketika mendengar gosip tentang setan seperti itu timbul rasa takut yang cukup besar, kamu sampai sejauh ini dia sama sekali tidak pernah melihat wujud dari hantu kebun jagung.
Jadi sebagian orang beranggapan bahwa itu semua hanya gosip dari orang yang tidak menyukai Bu Sarah, mungkin saja orang itu merasa iri sehingga mereka mulai membuat gosip yang tidak sedap agar banyak yang membenci janda setengah baya itu.
"Ah yang penting aku kerja di sini baik-baik dan dapat uang yang cukup besar." Umar berkata seorang diri.
"Wong aku sudah lama kerja di sini tapi tidak pernah melihat ada yang aneh, beda dengan kereta api itu karena memang ada sosok yang tidak biasa." sambung Umar kembali.
Umar memang tidak pernah melihat ada arwah atau setan gentayangan di kebun jagung ini, jadi dia terus berusaha menepis perasaan curiga yang timbul di dalam hati. hanya saja dia memang tidak berani bila langsung kerja sampai malam, padahal bila dia mau maka bisa mendapat uang lembur dari Bu Sarah.
"Apa nanti malam aku coba saja ya sekalian lembur?" batin Umar sambil menebar pupuk itu.
"Em amis sekali pupuk ini." Umar reflek menutup hidung setelah mencium bau pupuk yang telah dia sebar.
"Terbuat dari apa pupuk ini sehingga menimbulkan aroma yang sangat kencang? apa dari ikan busuk juga ya." Umar memperhatikan pupuk yang ada di tangan.
Sekilas bila di lihat maka akan mirip dengan tanah bakaran sampah, namun ini menimbulkan aroma yang tidak sedap sehingga kadang penyebar pupuk merasa sangat tidak nyaman. kemarin Asep sudah menyebar dan kali ini adalah giliran Umar, mereka bergantian seperti itu karena menghindari bau amis yang sangat menyengat.
"Ini apa?" tangan Umar terulur ingin mengambil sesuatu yang ada di dalam pupuk itu.
"Gigi? kok ada gigi dalam pupuk ini, siapa yang punya!" kaget Umar karena dia memang menemukan sebuah gigi di dalam pupuk.
"Ih pasti ini punya salah satu pekerja yang ada di toko pupuk lah." tebak Umar jijik sendiri dan segera melemparkan gigi tersebut ke sembarang arah.
"Ada apa, Mar?" Asep datang dan dia bertanya penasaran kepada Umar.
"Itu di pupuk ada gigi tadi, mungkin milik para pekerja yang ada di toko pupuk." jawab Umar dan kembali membawa ember besi itu.
"Palingan iya, kadang mereka tidak menjaga kebersihan ya karena mungkin berpikir ini tidak kita makan." Asep berkata enteng saja.
Namun entah mengapa hati Umar berdesir lain ketika dia tadi memegang gigi tersebut, kalau dia beranggapan itu mungkin saja milik pekerja yang ada di toko sana. namun hati kecil ini merasa curiga dan menyesal karena telah membuang gigi itu sembarangan, maka tanpa memberitahu Asep Umar memutuskan untuk mencari kembali gigi itu karena dia memiliki tujuan untuk membawa gigi tersebut kepada Purnama.
Umar mengenal Purnama ketika dulu dia mendapat masalah saat masih kerja di rel kereta api, tentu berhubungan dengan setan juga dan kali ini dia ingin memberitahu Purnama. entah mengapa hati dia mengatakan bahwa gigi itu ada yang tidak beres, namun sekarang dia harus berusaha mencari gigi tersebut dengan susah payah karena tadi melempar tanpa melihat terlebih dahulu arah yang akan dia tuju, ada rasa takut juga bila nanti ketahuan oleh Asep dan muncul perdebatan.
"Is mana lah, kok bisa hilang secara mendadak sih." kesal Umar karena tak kunjung dapat.
"Apa yang kau cari?" Asep penasaran juga karena Umar memang sedang mencari sesuatu.
"Ah enggak, aku cuman mencari kalau ada yang hama saja saat kita sedang memberi pupuk begini." Umar karena dia tahu Asep sangat membela Bu Sarah.
Asep mengangguk dan dia tidak peduli lagi kepada Umar karena lebih baik bekerja serius, sebab menurut dia juga sama sekali tidak ada yang aneh sehingga tidak perlu curiga kepada teman sendiri. Umar berusaha keras menemukan gigi tersebut, emang tadi sangat kecil sehingga susah sekali ketika mencari saat sudah terbuang seperti ini.
"Mana sih, ah menyesal pula tadi langsung buang begitu saja." kesal Umar.
"Mar, kau kepikiran tidak kalau mau lembur kadang-kadang?" Asep bertanya kepada Umar yang sedang serius.
"Nanti malam boleh." ajak Umar tanpa menoleh.
"Aku kalau ada teman mau sih, ayo nanti malam kalau mau lembur biar ada uang tambahan karena aku sedang butuh uang." ajak Asep juga.
Umar hanya mengangguk dan dia berbinar senang ketika berhasil menemukan sesuatu yang sedang dia cari, setelah nanti istirahat siang maka Umar memutuskan agar segera mendatangi purnama dan memberitahu bahwa mungkin saja gigi ini ada sangkut paut dengan sesuatu yang misterius di kebun milik Bu Sarah.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
siap2 aj di bantai duluan sama sang kakak...
belum tau dia kekuatan sang ratu burung hantu....
ternyata banyak toh hantunya yang ada di kebun jagung itu ya...
ta kira cuma 2 satu di kebun 1 lagi di gudang...
oh iya ma gimana keadaannnya Clara...
hanya dia yang boleh menghina mbk pur dan arya lainnya gak boleh 🤣