NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil Rampasan

Graven tersenyum, dengan pelan tangannya menggerakkan laptopnya, disaat itulah Sera benar-benar panik luar biasa.

"Graven Jangan gila, aku berantakan dan aku ini CEO sekarang, hentikan!"

Ada hati yang sedang bahagia, tertawa dan melihat bagaimana Sera benar-benar di landa kekalutan luar biasa, Graven menikmatinya.

Tapi tak segila yang dikira, Graven segera menghentikan gerakan tangannya, dan monitor tepat berada di jendela besar yang masih tertutup kelambu separo, lumayan bagus untuk layar belakang, batinnya.

"Baik, mohon maaaf, hari ini ibu Sera akan memulai rapat ini hanya dengan suaranya saja, karena ada hal yang tidak memungkinkan beliau menampakkan dirinya, silahkan_"

Sera bisa bernafas lega, jantungnya mulai terkendali, setidaknya hari ini tidak jatuh harga diri, dasar Graven sialan, Sera akan membuat perhitungan setelah ini selesai.

Graven menatapnya sejenak, memberikan kode untuk mulai bicara.

"Cepat, atau aku beneran geser laptopnya?"

"JANGAN BERANI!"

"Okey" Graven menjawab dengan senyuman dan juga kepuasan.

Didalam layar mulai terdengar beberapa orang sedang berbincang, Sera segera memulai dengan membacakan proposal yang telah di berikan oleh Graven sebelumnya.

Begitu juga dengan Graven yang memberikan fokus penuh pada setiap ucapan dan jika ada pertanyaan, karena hal ini sangat penting untuk dilakukan, urusan kekesalan Sera bisa di urus nanti saja.

Akhirnya semua berjalan seperti yang di harapkan, penuh dengan keseriusan dan juga kehati-hatian dalam menentukan keputusan, bagi Graven tentunya.

Sementara Sera terkadang hanya mendengarkan dan mengamati, sesekali memberikan pendapatnya, maklum pikirannya terkadang lebih tertarik memikirkan nasibnya yang entah berapa kali telah di ganggu CEO pemilik Rudolf Company.

Masih berjalan kurang lebih setengah jam, Sera pusing kepala, tak ada cemilan dan tak ada coklat hangat kesukaannya, menderita!

Perlahan Sera seperti melihat sebuah peluang, yah peluang untuk kabur dari kamarnya sendiri, lebih tepatnya dari Graven yang nampak sedang serius sekali.

Setidaknya beberapa menit saja, untuk Sera bisa berteriak di luar kamar, meminta coklat hangat dan cemilan untuk keluhan kepalanya.

Bergerak perlahan disaat Graven sedang serius berbicara di depan laptopnya, dan_

"Bergerak sedikit saja aku akan memindahkan kamera ini padamu Nona CEO" cukup jelas dan lugas.

Sera berhenti, kembali duduk di tempat semula perlahan dengan penuh kekesalan.

"Aku hanya akan meminta coklat hangat dan biscuit, perutku perih dan kepalaku pusing karena seseorang sudah mengganggu sarapan pagiku"

Grevan diam, melihat sorot mata Sera yang memohon belas kasihan, akhirnya mengangguk perlahan.

"Lakukan cepat dan untukku juga"

"APA?!" Sera terkejut, tak percaya kini dia juga harus menyediakan makanan ringan dan minuman untuk laki-laki yang_ Sialan!

Terpaksa Sera mengangguk dan dengan cepat berlari keluar kamar, menutup pintu dengan cepat sebelum berteriak meminta pesanan hingga menggema di seluruh ruangan.

"Kenapa sepi?" batin Sera saat tak ada yang menyambutnya, beruntung sebuah jendela besar terbuka dan menampakkan salah satu pelayan ada di luar sana.

"Kenapa kalian ada di luar semua?" teriak Sera.

"Perintah Nyonya besar" jawabnya.

Ya Tuhan sialnya hari ini, batin Sera, dia lupa kalau dia sendiri yang meminta akses masuk di seluruh Mansion di tutup, dan konyol nya malah terbuka hanya untuk satu orang gila yang sangat ingin di bantai saat ini, seandainya bisa.

Mau tidak mau, Sera menyiapkan sendiri, membuat dua gelas minuman dan dua piring makanan ringan yang cocok untuk coklat hangatnya.

"Bagaimana kalau aku campur obat tidur atau obat pencahar saja biar_" sejenak membayangkan jika Graven memderita dan dia tertawa, namun bayangan Oma memupuskan cita-citanya.

"Ya sudahlah" gumamnya pelan, membawa minuman dan cemilan yang siapkan untuk di bawa kembali ke kamarnya.

Di sana rupanya meeting masih berlangsung, Graven melirik Sera sejenak saat wanita itu membawa coklat hangat dan biscuit di dalam wadah.

Ada hati yang bergetar seketika, saat Sera mendekat kan minuman dan cemilan tepat di sampingnya, seolah kegiatan seorang istri melayani suami setelah olahraga malam.

"Shit!, apa yang kamu pikirkan Graven, kerja!" batin Graven segera mengembalikan kewarasannya.

"Kenapa?" tanya Sera melihat aneh ke arah Graven.

"Tidak ada, lama sekali" jawab gugup Graven saat ini.

"Aku hanya punya dua tangan, semua pelayan kabur ke luar Mansion karena perbuatan kamu dan Oma, jadi aku harus bekerja sendiri saat ini, bisa di mengerti?"

Graven menganggukkan kepalanya, gayanya seolah ikut prihatin, dan Sera ingin sekali menyiramkan coklat hangatnya seandainya bisa.

Saatnya seseorang di dalam meeting itu menyampaikan pendapatnya, Graven memberikan kesempatan 15 menit untuk mereka semua, dan saat yang tepat untuk menikmati sarapan pagi, anggap saja begitu.

Tangannya mengambil satu biscuit yang terlihat begitu menggoda, menggigit dan merasakannya, memang tidak salah, ini sungguh nikmat, batinnya.

Beralih ke Coklat hangat yang seolah siap untuk membasahi kerongkongannya yang kering, Graven mengambilnya dan meminum perlahan_

Uhuk

"Damn!"

Minuman itu tumpah dan menyembur keluar seketika, bukan nikmat seperti kelihatannya, tapi rasanya aneh.

"Kenapa asin?" tanya Graven.

Sera yang tertawa tertangkap mata oleh Graven yang kini menatap tajam ke arahnya.

"Maaf, aku mungkin gak bisa membedakan mana gula atau garam, sama-sama putih" jawaban yang tak masuk akal menurut Graven.

"Jadi kamu tidak bisa membedakan mana gula atau garam?" tanya Graven heran pada satu mahluk paling langka menurut nya.

"Iya, begitulah" jawab Sera tanpa dosa dan menunjukkan senyumnya.

"Oh, jadi begitu, baiklah"

Graven lalu mengambil gelas Sera begitu saja dan meminum coklat hangat yang masih separo ada di dalamnya.

"Apa yang kamu lakukan!" teriak Sera tak percaya dengan apa yang di lihatnya, laki-laki ini benar-benar gila!, batinnya.

Bukan hanya waktunya, tapi coklat hangatnya juga di rampas begitu saja, Sera ingin marah dan menghajarnya, namun sebuah suara berasal dari laptop Graven menyadarkannya.

"Apa ada masalah Tuan Graven?"

Graven tersenyum sambil melirik sekilas ke arah Sera yang berusaha menenangkan dirinya sendiri.

"Tidak ada, saya hanya sedang merasakan minuman nikmat ini" Graven menunjukkan hasil rampasannya.

Mereka semua yang berada dalam meeting tertawa, namun tidak dengan Sera yang wajahnya semakin masam saja, coklat hangatnya separo hilang lenyap.

Baru saja Sera mengikhlaskan semuanya, kembali fokus pada meeting nya, tiba-tiba saja terganggu dengan suara Ponselnya yang berbunyi nyaring.

Segera menerima panggilan,

"Ada apa?" tanya Sera merasa ada yang tidak beres setelah ini.

"Beli kampus ini kak, aku sudah tak tahan lagi!"

"APA?!" teriak Sera.

"Beli kak, bilang ke Oma, biar aku bisa balas perbuatan mereka tanpa ribet-ribet lagi, kak Sera dengar kan?"

"ALENSKY!!" teriak Sera yang sudah tak tahan lagi dengan masalah hari ini.

Ada apa lagi nih, cucu perempuan Oma yang satunya lagi, yuk komennya.

Bersambung .

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!