NovelToon NovelToon
RESIGN Dan Jadilah ISTRIKU

RESIGN Dan Jadilah ISTRIKU

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa / Aliansi Pernikahan / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:996.4k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Tom memilihnya karena Selene "aman". Selene menerima karena dia butuh uang. Mereka berdua tak siap untuk yang terjadi selanjutnya.

*

Warisan miliaran dollar berada di ujung sebuah cincin kawin. Tommaso Eduardo, CEO muda paling sukses dan disegani, tak punya waktu untuk cinta.

Dengan langkah gila, dia menunjuk Selene Agueda, sang jenius berpenampilan culun di divisi bawah, sebagai calon istri kontraknya.

Aturannya sederhana, Selene harus resign lalu menikah, dapatkan warisan, bercerai, dan selesai.

Selene menolak pada awalnya, tapi Selene tak punya pilihan karena hanya ada dua pilihan yang tak mengenakkan baginya.
1. Selene akan dipecat tanpa pesangon.
2. Selene harus resign, tapi akan dapat fasilitas mewah dan uang yang banyak sebagai istri dari sang CEO, serta mendapatkan uang perceraian yang juga besar.

Namun kehidupan di mansion mewah tak berjalan sesuai skrip Tommaso. Di balik rahasia dan kepura-puraan, hasrat yang tak terduga menyala.

Saat perasaan sesungguhnya tak bisa lagi dibendung, mereka harus memilih, berpegang pada kontrak yang aman, atau mempertaruhkan segalanya untuk sesuatu yang mungkin sebenarnya ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Kakek

Lorenzo Eduardo mengusap lensa teropong tua dengan kain khusus, gerakannya lambat. Dari balkon di lantai tiga mansionnya, pandangannya melewati taman, air mancur, hingga berhenti pada mobil yang diparkir agak miring di depan halaman.

Di dalam mobil itu, cucunya. Tom. Dan seorang perempuan.

Lorenzo menyipitkan mata, terlihat fokus. Tangannya yang tua itu masih stabil, tidak gemetar sedikitpun meski hatinya berdegup dengan harapan.

Tom, cucunya, sedang tertawa, kepalanya menengadah, hal yang sudah lama tak dia lihat.

Perempuan di sampingnya, yang katanya bernama Selene, mengecup bibir Tom sebelum sang cucu meraih wajahnya dan menciumnya.

Ciuman itu terlihat natural. Lorenzo melihat bagaimana jari Tom menyelip di rambut Selene yang sedikit pirang.

Lorenzo menarik napas panjang. Meskipun udara mulai dingin, tapi di dadanya ada kehangatan yang dia rasakan.

‘Dia tidak menyewa wanita,’ pikirnya, senyum kecil akhirnya merekah di bibirnya yang tipis. Tom tidak sedang bermain sandiwara.

“Bagaimana menurutmu, Brad? Apakah Tom sedang bersandiwara?” tanya Lorenzo yang memberikan teropongnya pada sang asisten.

Tak lama, Brad memberikan tanggapan setelah melihat dua sejoli itu melalui teropong. “Sepertinya tidak, Tuan. Tuan Muda Tom hampir seperti anda. Tak pernah bermain-main dengan wanita. Jika serius menikah, itu artinya wanita itulah pilihannya, untuk selamanya.”

“Hmm … kau benar. Ayo kita turun. Mereka akan menemuiku.” Lorenzo berbalik masuk kembali ke dalam mansion.

*

*

*

"Kakek, ini Selene," kata Tom di ruang tengah yang mewah.

Selene membungkuk hormat, tangannya dingin saat menjabat tangan Lorenzo. "Senang akhirnya bertemu, Tuan Eduardo."

‘Dia cantik,’ pikir Lorenzo, tapi bukan kecantikan yang berlebihan, ini sangat natural.

Matanya biru terang, dengan lingkaran hitam tipis di bawahnya seperti seseorang yang kurang tidur karena belajar atau bekerja.

"Dan bagaimana kalian bertemu?" tanya Lorenzo tanpa basa basi, sambil mengaduk kopinya.

Tom memandang Selene, matanya mengisyaratkan bahwa dia yang akan menjawabnya. "Dia pegawai di perusahaan. Aku berpapasan dengannya beberapa kali.” Tom mengambil tangan Selene lalu mengecup punggung tangannya. “Aku sudah tertarik sejak pertama dengannya.”

Dada Selene bergemuruh dan belum terbiasa dengan adegan mesra ini. Wanita itu tersenyum canggung, lebih ke malu-malu.

Lorenzo tersenyum melihat senyum lugu Selene. Wanita itu tak banyak bicara. Tapi, matanya jelas memancarkan ketertarikan pada sang cucu.

“Kau tidak dipaksa untuk menyukainya, kan, Selene? Karena Tom sedikit suka memaksa,” kata Lorenzo, bermaksud bercanda.

Selene berusaha tak gugup. Dia bersikap tenang dan natural. Selene menatap Kakek Lorenzo. “Dia … memang sedikit memaksa, Kakek.”

Tom tersenyum tipis mendengar itu. Tangannya menggenggam tangan Selene lebih erat.

Lorenzo tertawa pelan.

Cerita pembukanya mengalir natural. Lorenzo mengamati. Bahasa tubuh mereka, sentuhan singkat di punggung tangan, pandangan sekilas yang penuh pengertian, cara Tom secara refleks menyisihkan rambut dari mata Selene. Itu bukan akting. Itu kebiasaan.

Di tengah obrolan, ponsel Tom berbunyi dan dia tak bisa mengabaikan panggilan penting itu karena berkaitan dengan bisnisnya.

“Aku angkat ini dulu. Sangat penting,” ucapnya pada Selene.

Selene mengangguk. “Ya, silakan.” Lalu Tom pun beranjak dan berjalan menjauh ke ruangan sebelah.

Kini hanya ada Lorenzo dan Selene. Pria tua itu menatap Selene dengan hangat. “Dia akan menjagamu dengan baik.”

Selene tersenyum sembari mengangguk. “Tapi kakek … aku bukanlah berasal dari keluarga terpandang. Keluargaku justru … berantakan. Apakah kakek tak keberatan dengan hal itu?”

Lorenzo terpaku sejenak. Dia memang belum memeriksa latar belakang Selene, dan pengakuan Selene cukup mengejutkannya.

Selene merasa gugup dengan reaksi Kakek Lorenzo. Dia takut jika sudah mengacaukan ini. Bagaimana jika Kakek Lorenzo tak setuju?

“Kakek … aku …”

“Aku tak menyangka Tom akan memilih wanita sepertimu,” kata Lorenzo terharu, tapi kemudian pria itu tersenyum.

“Kakek … tidak keberatan?” tanya Selene hati-hati.

“Sama sekali tidak. Kau tahu? Nenek Tom dulu juga sepertimu. Aku menikahinya karena aku menyukai karakter kuatnya. Awalnya aku merasa kasihan padanya. Aku ingin mengeluarkannya dari belenggu keluarganya yang beracun. Dan ternyata Tom mengikuti jejakku. Kau pasti istimewa di matanya.” Lorenzo menjelaskan.

Selene terpaku mendengar cerita itu. Dia berpikir apakah Tom memilihnya karena kasihan padanya, sekaligus membantunya keluar dari situasi hidupnya yang sulit?

*

*

1
Karo Karo
kak zarin kenapa selalu kurang sih masih pengen baca Tapi dah tamat 😔 Selalu berkarya ya kak 🤗 sukses selalu
Karo Karo
akhirnya boomnya meledak 🤭
Karo Karo
Becky aku baca bakery maaf ya thor efek begadang ini soalnya novelmu selalu buatku candu 🫣🤭
Karo Karo
candu ya Tom 🤣🤣
Karo Karo
mulai ragu dia 🤣🤣🤣 hati hati bang 🤣🤣🤣
Karo Karo
mantap Selena
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣 bapakmu dulu dikendalikan aki2 sombong loh El wkwkwkwk 🤣😄
ida wati
ngga tebalik ya mpir? 🥱😄
ida wati
dikira mak lampir si Elton orang biasa kaliii, anda salah besar nyonyahh 😄😄😄
Rysna sna
sangat bagus
Suky Sukeni
hanya zarrin yang selalu menghadirkan visual sangat pas dengan karakter ,tidak pernah mengecewakan 😍
Karo Karo: setuju sejauh ini hanya dia yang memperlihatkan visual yg sangat pas dengan ceritanya
total 1 replies
Dysha♡💕
kok tumben kak zarin bikin novelnya agak cepat2 gitu
Dysha♡💕
udah bucin si tom
Dysha♡💕
ga pernah gagal novel kak zarin ini
ida wati
kayak pilem kartun ya thor dari matanya keluar lope2 🤣🤣🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
masa kecil kurang bahagia 😄😄😄
Nana Tulipa
Saya senang Tom kebakaran 🤭
JR Rhna
terima kasih thor..ceritanya bagus
Yulvita Darnel
sedang asyik membaca nggak kerasa udah selesai aja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!