NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

...Suasana meja makan pagi itu terasa begitu hangat dan hidup....

...Aroma masakan yang menggoda menyeruak ke seluruh ruangan, menciptakan harmoni yang sempurna dengan tawa kecil yang terdengar sesekali....

...Sarapan bersama menjadi momen yang sangat berarti bagi keluarga Permana. ...

...Khan tidak datang dengan tangan kosong; ia dengan bangga menyajikan beberapa wadah berisi masakan yang ia buat sendiri pagi tadi. ...

...Ada omelet gulung sayuran yang cantik, nasi goreng spesial rendah lemak, dan salad buah segar....

..."Cobalah, ini menu energi untuk kalian semua hari ini," ujar Khan sambil menyendokkan makanan ke piring Stella dengan perhatian yang sangat detail....

...Melihat perlakuan manis Khan kepada kakak mereka, si kembar iri. Axel dan Alexander menopang dagu sambil memperhatikan betapa telatennya Khan mengurus Stella, mulai dari menuangkan air hingga memotongkan bagian daging yang sulit....

..."Kapan kita punya kekasih yang perhatian seperti Bang Khan?" celetuk Alexander dengan nada dramatis. ...

..."Lihat itu, makan saja disuapi perhatian. Kita di sini cuma bisa melihat kemesraan orang tiap pagi."...

..."Iya, nasib jomblo di rumah ini benar-benar terancam punah karena iri," tambah Axel sambil menusuk sosisnya dengan lesu....

...Stella melirik tajam ke arah kedua adiknya sambil menahan senyum. ...

...Ia mengambil sepotong omelet dan menunjuk mereka dengan garpu....

..."Kuliah yang bener baru pacaran," ucap Stella dengan nada tegas layaknya seorang kakak sekaligus CEO. ...

..."Jangan sampai nilai kalian anjlok hanya karena sibuk mengejar perempuan. Sukses dulu, baru cinta akan datang sendiri."...

...Mendengar petuah itu, si kembar kompak menghela napas panjang dan saling pandang. Mereka tahu kalau Stella sudah mulai "mode kakak", tidak ada gunanya membantah....

..."Iya, kakakku yang cantik dan suka mengomel," jawab Alexander pasrah, yang langsung disambut tawa terbahak-bahak dari Khan dan Papa Stella....

..."Tenang saja, nanti kalau kalian sudah lulus, Bang Khan carikan calon yang pintar masak juga," goda Khan sambil mengedipkan mata ke arah si kembar, membuat suasana meja makan kembali ceria sebelum mereka semua memulai aktivitas masing-masing....

...Sementara itu di tempat lain, suasana yang sangat kontras terjadi di rumah petak yang sempit. ...

...Udara pengap dan bau lembap memenuhi ruangan, menambah keruh suasana hati penghuninya....

...Pyarr!...

...Suara piring keramik yang membentur lantai semen terdengar nyaring....

... Abbas memecahkan lauk yang baru saja disajikan oleh Annisa di atas meja kayu yang sudah goyah. ...

...Potongan-potongan tempe goreng berserakan di lantai, bercampur dengan pecahan piring yang tajam....

..."Tempe, tempe terus!" bentak Abbas dengan napas memburu. Matanya merah, menatap nanar ke arah sisa makanan yang berserakan itu....

...Wajahnya tampak jauh lebih kurus dan kuyu dari beberapa hari lalu. ...

...Tidak ada lagi jas mahal atau tatanan rambut rapi; yang ada hanyalah kaus dalam yang lusuh dan rasa frustrasi yang memuncak....

..."Aku bosan!" teriaknya lagi. "Biasanya aku makan steak, salmon, atau setidaknya makanan hotel bintang lima! Kenapa sekarang hidupku jadi sehina ini? Kamu tidak becus mengurus rumah, Annisa!"...

...Annisa yang berdiri di dekat kompor gas satu tungku hanya bisa terkesiap. Matanya mulai berkaca-kaca, namun kali ini bukan karena sedih, melainkan kemarahan yang tertahan....

..."Mau makan mewah pakai apa, Mas?!" balas Annisa dengan suara melengking. ...

..."Uangmu sudah habis! Tabunganku juga sudah kamu pakai untuk bayar utang-utangmu yang menumpuk. Kita beruntung masih bisa beli tempe, daripada tidak makan sama sekali!"...

...Abbas tidak mempedulikan pembelaan Annisa. Ia justru menendang kursi plastik di dekatnya. ...

...Bayangan Stella yang sedang tertawa bersama Khan di restoran atau rumah mewahnya terus menghantui pikirannya, membuatnya semakin gila karena menyadari bahwa kemiskinan ini adalah akibat dari kebodohannya sendiri. ...

...Di rumah kecil itu, cinta yang dulu mereka banggakan kini telah berubah menjadi racun yang saling menghancurkan....

...Kemarahan Abbas sudah mencapai puncaknya. Ia tidak lagi bisa mentoleransi dinding-dinding lembap dan aroma minyak goreng murah yang mengepungnya setiap hari. ...

...Baginya, Annisa bukan lagi pelabuhan cinta, melainkan simbol kegagalannya....

...Abbas langsung mengambil pakaiannya dan memasukkannya ke koper dengan gerakan kasar. ...

...Ia menarik baju-bajunya dari gantungan plastik yang rapuh, melipatnya asal-asalan, dan melemparnya ke dalam koper yang sudah mulai mengelupas kulitnya....

..."Aku tidak tahan lagi hidup seperti ini! Ini bukan tempatku!" geram Abbas sambil menarik ritsleting kopernya dengan paksa....

...Annisa yang melihat hal itu langsung berlari menghalanginya di depan pintu. ...

...Wajahnya pucat pasi, menyadari bahwa satu-satunya orang yang ia harapkan bisa bertanggung jawab atas nasibnya kini hendak melarikan diri....

..."Mas! Kamu mau kemana?" teriak Annisa sambil mencengkeram lengan Abbas, mencoba menahannya. ...

..."Kita sudah mengorbankan segalanya untuk bersama! Kamu tidak bisa meninggalkanku sendirian di tempat seperti ini setelah semua yang terjadi!"...

...Abbas menyentak tangan Annisa dengan kasar hingga wanita itu terdorong ke samping. ...

...Sorot matanya dingin, tidak ada lagi sisa-sisa kasih sayang yang dulu ia pamerkan saat masih berselingkuh dari Stella....

..."Lebih baik aku pergi dari sini daripada aku miskin!" bentak Abbas telak di depan wajah Annisa. ...

..."Berada di dekatmu hanya membawa sial. Kamu pikir aku mau menghabiskan sisa hidupku makan tempe bersamamu? Jangan harap!"...

...Abbas menarik pegangan kopernya dan melangkah keluar tanpa menoleh sedikit pun. ...

...Di otaknya hanya ada satu rencana gila: ia harus menemukan cara untuk kembali pada Stella atau mencari wanita kaya lain yang bisa membiayai hidupnya. ...

...Ia tidak peduli pada Annisa yang kini jatuh terduduk di lantai, menangis histeris meratapi nasibnya yang hancur setelah menjadi duri di rumah tangga orang lain....

...Di saat Abbas sedang berkutat dengan kemarahan dan kemiskinannya, suasana yang berbanding terbalik terjadi di dalam mobil mewah yang melaju tenang membelah jalanan kota....

...Sementara itu di tempat lain di mana Khan mengantarkan Stella ke perusahaan, keheningan yang nyaman menyelimuti mereka. ...

...Stella sesekali melirik ke arah Askhan yang fokus mengemudi, namun pikirannya tampak sedikit terbebani oleh sesuatu....

..."Khan, apa aku tidak merepotkan kamu? Setiap hari kamu antar jemput dan memasak untukku serta keluargaku," tanya Stella dengan nada tidak enak hati. ...

...Ia merasa Askhan sudah melakukan terlalu banyak hal, padahal pria itu juga memiliki jadwal operasi yang sangat padat di rumah sakit....

...Mendengar itu, Khan meminggirkan mobilnya di bahu jalan yang teduh, tepat beberapa ratus meter sebelum gerbang kantor Stella. ...

...Ia mematikan mesin, lalu memutar tubuhnya menghadap Stella sepenuhnya. Tatapannya dalam dan sangat serius....

..."Aku ini apa kamu?" tanya Khan dengan suara bariton yang lembut namun menuntut jawaban....

...Stella tertegun sejenak. Ia melihat kejujuran di mata pria yang pernah menjadi sahabatnya selama bertahun-tahun itu. ...

...Dengan sedikit rona merah di pipinya, ia menjawab dengan suara pelan namun yakin....

..."Calon suami," jawab Stella....

...Khan tersenyum tipis, lalu ia meraih tangan Stella dan mengecup punggung tangannya dengan takzim....

..."Kalau begitu, berhenti bertanya apakah kamu merepotkan atau tidak," tegas Khan....

... "Tugas seorang suami—atau calon suami—adalah memastikan wanitanya bahagia, kenyang, dan aman. Memasak untukmu adalah hobiku, dan mengantarmu adalah cara terbaik bagiku untuk memulai hari. Mengerti?"...

...Stella akhirnya mengangguk, rasa haru kembali menyelinap di hatinya. ...

...Di tengah kekacauan yang ditinggalkan masa lalunya, kehadiran Askhan adalah kepastian yang selalu ia syukuri setiap detik. ...

...Ia baru menyadari bahwa inilah arti dicintai yang sesungguhnya—di mana setiap pengorbanan dianggap sebagai kebahagiaan, bukan beban....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!