NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

012

“Apa?! Kau tidak mau menikah denganku?!” 

Mary terkejut dengan suara menggelegar begitu mendapat penolakan yang dilakukan oleh Roseo.

Pria itu melemparkan tatapan seakan apa yang diminta Mary padanya hanya sekedar lelucon, omong kosong belaka.

“Mengapa kau langsung menolak? Mengapa kau tidak mempertimbangkan lebih dulu?” Tanya Mary.

Roseo melipat tangannya di depan dada menunjukan sikap enggan dan tak bersahabat.

“Ya, untuk apa perlu kupertimbangkan, toh aku memang tidak berniat untuk menikah lagi dalam waktu dekat,” jawab Roseo.

“Kau tidak berniat menikah lagi dalam waktu dekat, tapi kau tetap masih akan menikah lagi, kan?” Tanya Mary.

“Hmm, ya, mungkin,” jawab Roseo.

“Ya sudah, menikah saja denganku sekarang,” kata Mary. “Toh, sekarang ataupun nanti, kau tetap akan menikah”.

“Hei, menikah sekarang atau nanti tentu saja adalah dua hal yang berbeda,” potong Roseo.

“Ya, tapi, pada akhirnya kau tetap akan menikah, jadi dimana letak bedanya?!” Potong Mary.

“Astaga tentu saja berbeda! Jika sekarang kau memaksaku untuk menikahimu, jika nanti entah siapa yang akan menikah denganku!” 

“Aku sungguh tidak mengerti cara berpikir wanita modern sepertimu!” Keluh Roseo.

Roseo berkali-kali menghela nafas berat saat menghadapi Mary.

“Roseo, sekarang intinya katakan saja alasan kau tidak bersedia menikahiku, tidak usah beralasan kau belum ingin menikah!”

Roseo tidak tahu bagaimana cara menghadapi wanita yang terlampau modern. Wanita seperti Mary jelas merupakan tipe wanita yang tidak mungkin ada di kampungnya.

“Hmm, ya, karena kau memang bukan tipeku. Kau terlalu cantik dan terlampau modern,” jawab Roseo.

Roseo menjawab seperti itu hanya berdasarkan apa yang terlintas dalam kepalanya.

“Haha,” Mary tertawa.

Bisa-bisanya pria yang tidak good looking itu menyebut bahwa aku bukan tipe wanita idamannya?

Apa pria yang tidak good looking boleh bicara seperti itu di depan seorang Mary yang begitu cantik dan membuat banyak membuat pria patah hati karena ditolak.

Roseo, apa kau sungguh berpikir, aku mengajakmu menikah karena kau adalah tipe pria idamanku sehingga aku jatuh cinta padamu. Tidak seperti itu ceritanya, Roseo, batin Mary.

Ingin rasanya Mary bicara seperti itu, namun bicara seperti itu jelas bukan tindakan yang bijak mengingat pria ini menjadi satu-satunya pria yang bisa dimintainya tolong.

Mary harus memikirkan pendekatan yang lain.

“Roseo, bukankah tadi sudah kukatakan, pernikahan yang kutawarkan padamu ini adalah pernikahan yang saling memberi keuntungan,” kata Mary.

“Aku jamin, aku tidak akan memberimu kerugian apapun. Sekarang orang-orang di wilayah perkotaan banyak menerapkan pernikahan seperti ini, konsep yang diambil dari konsep lavender marriage, yang mana pernikahan tersebut hanya bersifat sekedar status di mata sosial,” Mary menjelaskan.

“Lavender marriage? Apa itu?” Kening Roseo berkerut mendengar istilah-istilah modern.

Hihh! Susah sekali bicara dengan orang kampung! Batin Mary.

Sabar! Sabar!

“Intinya lavender marriage adalah pernikahan yang biasa dilakukan oleh pasangan homoseksual yang berpura-pura menjadi pasangan heteroseksual di mata masyarakat yang masih menentang pernikahan sesama jenis,” Mary mencoba menjelaskan pelan-pelan.

Sungguh wajar, orang kampung mana tahu istilah-istilah modern. Apa dia juga tidak tahu apa itu homoseksual?

“Astaga, apa kau sungguh berpikir aku menolakmu karena aku adalah seorang homoseksual?” Tanya Roseo.

“Ya, lebih bagus kalau kau memang seorang homoseksual,” sahut Mary.

Roseo menutup matanya, wanita di hadapannya ini benar-benar berpikir di luar nalar manusia normal.

“Hmm, keuntungan ya, lantas, apa keuntungan yang bisa kudapatkan seandainya aku menikahimu?” Tanya Roseo lagi.

“Aku rasa bukan keuntungan yang kudapatkan melainkan hujatan,” lanjut Roseo.

Oh, wah, dia sungguh sadar diri, batin Mary.

Mary segera memikirkan apa yang bisa ditawarkan sebagai keuntungan untuk pria itu. Mary sadar, ia tidak bisa menawarkan apapun selain kecantikan dan predikatnya sebagai wanita modern.

“Kau tidak perlu menjalankan kewajiban ataupun mendapat hak sebagai seorang suami. Kau tidak perlu memberiku nafkah lahir ataupun batin, karena aku tidak memerlukan itu. Aku hanya membutuhkanmu untuk mendapatkan status dan perlindungan darimu,” ucap Mary.

Roseo kembali melemparkan tatapan skeptis pada Mary.

Mary si wanita yang berpikiran terlalu modern jelas memiliki pemikiran yang tidak mungkin dipikirkan oleh para wanita di kampung ini.

Roseo memang pernah menikah sebanyak tiga kali, namun semua itu berkat perjodohan yang dilakukan oleh sang nenek.

Sang nenek ingin Roseo menikah agar ada wanita yang menemani cucunya itu.

Pernikahan pertama Roseo bahkan dilangsungkan saat pria itu di usianya yang baru tujuh belas tahun.

Namun saat itu sang istri kabur karena masih ingin melanjutkan sekolah karena saat itu istrinya baru saja menamatkan sekolah dasar.

Tiga tahun kemudian sang nenek menjodohkan kembali Roseo dengan istri keduanya. Belum sempat mereka menjalani kehidupan berumah tangga, sang istri meninggal karena sakit.

Kemudian sepuluh tahun yang lalu, pernikahan ketiganya juga berakhir ketika sang istri mengalami kecelakaan yang membuat sang istri tewas menjadi korban.

Dan ketika sang nenek akhirnya meninggal, sejak saat itulah Roseo sama sekali tidak berpikir untuk menikah lagi.

Namun tiba-tiba seorang wanita datang dan mengajaknya menikah, tentu saja menjadi hal yang baru dalam hidup pria itu.

“Lalu selama kita menikah, aku juga mengizinkan konsep open marriage dalam pernikahan kita,” lanjut Mary.

“Open marriage? Pernikahan macam apalagi itu?” Tanya Roseo dengan ekspresi terperangah yang tak bisa disembunyikannya.

Astaga, dasar orang kampung! Mary mengumpat dalam hati.

“Open marriage itu intinya, aku mengizinkanmu untuk berhubungan dengan wanita lain yang kau inginkan, dan aku tidak akan keberatan dengan hal tersebut selama masa pernikahan kita,” Mary menjelaskan.

“Bagaimana, bukankah ini tawaran yang sangat menguntungkan bagimu?” Tanya Mary.

Roseo mendelik gusar sambil mempererat dekapan tangan di dadanya.

“Tidak, menurutku itu sama sekali tidak menguntungkan apapun bagiku. Yang ada justru bertentangan dengan pemikiranku,” jawab Roseo.

“Aku tidak menganut konsep-konsep pernikahan aneh yang kau jelaskan itu. Jadi, aku sama sekali tidak tertarik dengan konsepmu itu dan bahkan denganmu juga,” lanjut pria itu dingin.

“Roseo! Itulah yang kuinginkan! Kau tidak perlu tertarik padaku dan konsep yang kutawarkan padamu!

“Oh, ya, dan aku juga tidak butuh pesta pernikahan yang mewah dan meriah yang konon kabarnya sudah pernah kau selenggarakan di tiga pernikahanmu sebelumnya!”

Mary berusaha memohon pada pria itu. Terserah pria itu mau menilainya sebagai wanita tidak tahu malu yang memohon untuk dinikahi pria sepertinya.

“Oh, apa kau butuh uang? Tenang saja, aku pasti akan membayarmu!”

“Katakan saja berapa yang kau inginkan, aku pasti akan membayarmu dua kali lipat, tidak lima kali lipat seperti yang kau inginkan!”

Mary benar-benar gigih dalam melakukan negosiasi dengan Roseo.

Ia tahu, harga yang harus dibayarnya untuk pergi dari kampung ini memang sudah sewajarnya mahal.

“Oh, sepertinya, percuma saja aku memohon padamu untuk menolongku karena kau pasti tidak bersedia. Haruskah aku meminta pada ayahku agar kau mau menikahiku?” Tanya Mary.

“Ah, ya, kau pasti tidak akan bisa menolak permintaan dari orang yang lebih tua,” lanjut Mary.

Roseo terdiam, wanita di hadapannya ini benar-benar menunjukan kegigihan yang luar biasa. Entah apa yang menjadi motivasinya hingga menunjukan sikap yang begitu gigih seperti itu dalam memohon agar dinikahi.

“Aku akan meminta pada ayahku. Ayahku pasti akan mengabulkan permintaanku, kalau perlu aku akan mengancam untuk bunuh diri jika ayahku tidak mengabulkan permintaanku”.

Astaga, apa yang bisa membuat wanita ini menyerah?

Roseo berpikir dengan cepat, mengumpulkan semua informasi yang sudah ia terima dari Mary.

Wanita itu menginginkan pernikahan hanya untuk sekedar status dan perlindungan agar ia tidak menikah dengan Jono.

Tidak, wanita ini pasti memiliki motif tersembunyi lainnya, batin Roseo.

Apa hal yang bisa membuat seorang wanita modern menyerah dalam sebuah pernikahan konvensional?

“Baiklah, jika kau memang ingin agar aku menikahimu, maka aku pun harus meminta sesuatu darimu,” kata Roseo pada akhirnya.

Mary tersenyum cerah, sepertinya kegigihannya untuk bernegosiasi membuahkan hasil.

“Ya, minta saja, karena kita harus sepakat untuk saling memberi keuntungan,” kata Mary.

“Aku ingin anak,” ucap Roseo dengan tegas.

“A-apa?! Anak?!”

Roseo mengangguk lambat-lambat.

“Seorang anak, yang merupakan darah dagingku sendiri”.

Seketika Mary langsung membeku mendengar ucapan pria itu.

1
Lucynta Guo
sejelek2nya cowok pasti pengen punya istri cantik. tapi kalo yg modelan Mary, langsung banned 🤣
Lucynta Guo
tak ada bujang, duda di sayang 🤣
SanKy
Beneran ga niat jastip ini
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!