NovelToon NovelToon
Sepupuku Suamiku.

Sepupuku Suamiku.

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: selvi serman

Kepergok berduaan di dalam mobil di daerah yang jauh dari pemukiman warga membuat Zaliva Andira dan Mahardika yang merupakan saudara sepupu terpaksa harus menikah akibat desakan warga kampung yang merasa keduanya telah melakukan tindakan tak senonoh dikampung mereka.

Akankah pernikahan Za dan Dika bertahan atau justru berakhir, mengingat selama ini Za selalu berpikir Mahardika buaya darat yang memiliki banyak kekasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28.

"Maaf tuan, saya duluan yang menginginkan kemeja itu." Hilda masih berbicara dengan nada sopan, berharap pria itu mengembalikan kepadanya.

"Apa anda sudah melakukan transaksi pembayaran, Nona?."

Dengan polosnya Hilda menggelengkan kepalanya, karena faktanya ia memang belum melakukan transaksi. Jangankan transaksi pembayaran, menyentuh kemeja itu saja belum, sudah keduluan sama pria itu.

Pria itu lantas menarik sudut bibirnya ke samping dan berkata. "Selama belum melakukan transaksi pembayaran, itu artinya kemeja ini belum menjadi milik anda, Nona." kata pria itu kemudian berlalu begitu saja.

Hilda yang tidak terima gegas menyusul langkah pria itu, berjalan menuju ke arah meja kasir.

"Tidak bisa begitu, tuan." Hilda berusaha mencegah langkah pria itu dengan berdiri dihadapan pria itu, merentangkan kedua tangannya hingga mereka pun menjadi pusat perhatian dari pengunjung toko lainnya.

"Anda harus mengembalikan kemeja itu pada saya!." Hilda mengulurkan tangannya ke hadapan pria itu. Tetapi, bukannya menyerahkan kemeja tersebut pada Hilda, pria itu justru mengangkat tubuh Hilda, menyingkirkannya dari hadapannya, dan hal itu berhasil membuat pengunjung toko lainnya tersenyum melihat aksi pria itu. Hilda yang terpaku untuk waktu yang cukup lama akhirnya harus mengalah dan mengikhlaskan kemeja tersebut dimiliki oleh pria yang menurutnya sangat menyebalkan itu.

"Dasar pria menyebalkan....lagian untuk apa sih, dia membeli pakaian wanita? Dasar aneh." diakhir kata Hilda mengatai pria itu dengan sebutan pria aneh.

Setelah pria itu berlalu meninggalkan toko tersebut, Hilda merasa seperti pernah bertemu dengannya, tapi dimana? Hilda sendiri tidak mengingatnya. Tak mau lagi memikirkan apapun yang berhubungan dengan pria yang sudah membuatnya kesal tersebut, Hilda lantas berlalu meninggalkan toko baju tersebut tanpa membeli satupun karena terlanjur kesal tidak mendapatkan kemeja yang diinginkannya.

*

"Kenapa kau lama sekali? Kau mau membuat istriku membeku kedinginan, begitu?." Mahardika jadi kesal karena asisten Bimo baru tiba di hotel pada pukul sepuluh malam, dan itu artinya satu jam waktu yang dibutuhkan oleh pria itu untuk membelikan pakaian untuk istrinya.

"Maaf tuan, tadi ada sedikit kendala di toko pakaian."

Mahardika tak lagi memperdulikan alasan yang terlontar dari mulut Asisten pribadinya itu, ia langsung kembali ke dalam dan menutup pintu kamar hotel. Mereka yang berci-nta aku yang diomeli, begitu kira-kira dalam hati asisten Bimo, sebelum berlalu meninggalkan hotel.

"Nggak perlu mengomel juga kali, mas. Barangkali memang ada sedikit kendala sehingga pak Bimo terlambat datang ke sini." Kata Zaliva yang masih mendengar percakapan antara Mahardika dan asisten Bimo.

"Nggak ngomel mas hanya bertanya saja, sayang." balas Mahardika dengan santainya, kemudian menyerahkan paper bag berisikan pakaian baru kepada sang istri.

"Ini, pakailah, setelah itu kita pulang!." kata Mahardika dan Zaliva pun mengangguk paham.

Beberapa saat kemudian, Za sudah mengenakan pakaian lengkapnya.

Kini Mahardika dan Zaliva cek out dari hotel, hendak kembali ke rumah.

Setibanya di rumah, Za merasa kikuk bertemu dengan ibu mertua di ruang tengah.

"Kalian baru pulang?." mama Riri bertanya sambil menahan senyum di bibirnya.

"Iy_iya mah." Za menjawab dengan suara terbata, malu ketahuan mampir dulu di hotel sebelum kembali ke rumah.

Mahardika yang menyadari sikap istrinya lantas merangkul pundak Za.

"Kalian sudah pulang?." Papa Okta yang menuruni anak tangga, dari kamarnya, ikut bertanya sekedarnya.

"Iya pah." kali ini Mahardika yang menjawab, sementara Zaliva hanya mengulas senyum canggung pada ayah mertuanya itu.

"Bagaimana urusan kerjaan di Singapore, nak?." Ketika menyadari wajah menantunya nampak merona karena malu, Papa Okta lantas mengalihkan topik pembicaraan.

"Alhamdulillah, semua berjalan sesuai dengan ekspektasi. beberapa investor pun bersedia menanamkan saham mereka di perusahaan kita yang ada di sana, pah. Mungkin satu atau dua bulan mendatang, Dika akan kembali lagi ke sana untuk mengecek perkembangannya." jawab Mahardika.

"Syukurlah kalau begitu. Oh iya, Ngomong-ngomong apa kalian tidak berencana pergi bulan madu atau semacamnya, biar papa dan mama cepat dapat cucu." diakhir kata papa Okta sengaja mengulas senyum tipisnya.

"Kalau Dika sih terserah istri Dika saja pah. Kalau Za menginginkan kami pergi bulan madu maka Dika akan meluangkan waktu untuk itu." Diperjalanan kembali ke rumah tadi, Mahardika sempat membahas tentang bulan madu pada Zaliva, tapi istrinya itu menjawab tidak terlalu menginginkan bulan madu. Lagipula menurut Za dimanapun ia berada asalkan bersama dengan suaminya, sudah lebih dari sekedar bulan madu.

"Kenapa bisa begitu, memangnya kamu sendiri tidak ingin berbulan madu?." sekarang pertanyaan tersebut di tujukan lebih personal kepada Mahardika.

Mahardika tak langsung menjawab, pria itu justru tersenyum sambil melirik pada sang istri.

"Kalau Dika sih, nggak perlu bulan madu jauh-jauh buat bikinin papah cucu." Jawaban Mahardika berhasil membuat Za mendelik ke arah suaminya itu. Bisa-bisanya Mahardika berbicara seperti itu dengan santainya.

"Kamu bisa saja." Papa Okta hanya tersenyum mendengar jawaban putranya yang ada benarnya.

Tak lama kemudian, Mahardika dan Zaliva pun pamit ke kamar.

"Mas...." setibanya di kamar, Za terdengar berseru.

"Iya sayang."

"Kalau aku bilang nggak mau diceraikan sama kamu, gimana?." Dengan menekan segala ego dalam diri, Za akhirnya mengutarakan hal itu.

"Memangnya kapan mas mengatakan ingin menceraikan kamu?." Mahardika balik bertanya.

"Bukankah dengan adanya syarat yang mas ajukan tempo hari, itu berarti mas juga bersedia menceraikan aku?." Za yang masih berdiri di tempat sontak mengangkat pandangannya, menatap wajah suaminya yang melangkah mendekatinya.

"Sekarang mas tanya, jika suatu hari nanti kita diberikan anugerah terindah berupa keturunan, apa kamu bersedia berpisah dengan anak kamu, darah daging kamu?."

Za sontak menggelengkan kepalanya. "Aku nggak mau mas, aku nggak mau dipisahkan dari anakku." Wajah Za berubah sendu membayangkan dipisahkan dari anaknya nanti.

"Mas sudah bisa menduga hal itu akan terjadi, kamu pasti tidak akan rela berpisah dengan anak kita, sayang." jawaban Mahardika membuat Za menyadari sesuatu.

"Tunggu.....! apa itu artinya selama ini mas sudah menipu aku?." tebak Zaliva dengan tatapan curiga.

"Bukan menipu, mas hanya sedang berusaha mempertahankan rumah tangga kita, Zaliva."

"Mas hanya ingin kita tetap bersama. Menerima pernikahan kita tanpa adanya kalimat perpisahan, karena tujuan mas menikah bukan untuk bercerai." mendengar pengakuan Mahardika mampu membuat Zaliva tertegun mendengarnya.

Tanpa berkata-kata lagi, Za menghambur ke pelukan Mahardika. Ia tidak menyangka sampai segitunya suaminya itu berusaha mempertahankan rumah tangga mereka. sekarang Za tak lagi terlalu memikirkan apakah Mahardika mencintainya atau tidak, pria itu bisa menerima pernikahan mereka dengan ikhlas serta berniat mempertahankannya sudah cukup bagi Zaliva. Bukankah cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, biarlah dirinya yang lebih dulu mencintai suaminya itu. Ya, setelah ditinggal oleh Mahardika ke Singapore akhirnya Za menyadari perasaannya terhadap Mahardika.

1
Ning Suswati
itulah jahatnya laki2, suka asal bicara yg bikin sakit hati, mereka anggap semuanya sdh selasai, bagi kaum perempuan sangat sulit melupakannya
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
Ning Suswati
meloooo banget sih, mana yuli yg mengejar2 tuan dika, dulu terasa pernah di tolak mentah2 oleh tuan dika, dapat suami karena sesuatu dan juga dibilang gk akan penah disentuh, nasib nasib
Ning Suswati
lanjut, jangan biarkan burungnya masih gantung aja🤫
Ning Suswati
tuh kan tuan abil, asisten bimo aja sdh tancap gas🤭
Ning Suswati
abil kesurupan kali, ditanya susu kesukaanya malah maunya susu cap nona
Ning Suswati
🤣🤣🤣🤣🤣 bagus deh, punya isteri dianggurin, yg ada celahnya itu yg bikin manis🤭
Ning Suswati
cihuyyy, baru tau rasa kalau isteri cantiqnya ada yg ngincar pdkt, syukurin
Ning Suswati
abil sok gengsi dan masih setia dg bini di alam sana, isteri diembat laki2 lain baru nyahot lho
Ning Suswati
jadi ikutan mau nangis, kayanya bukan lagi drama2an, ini seperti mengarah pada fakta🤫
Ning Suswati
bicara yg baik2, kajadiannya juga akan menjadi yg baik2, semoga semuanya berjalan lancar, rencana dr,za tdk sia2
Ning Suswati
duh duh hilalnya sudah keluar🤭
Ning Suswati
🤣🤣🤣🤣🤣
gila abis ni dokter za, kalau jodoh udah ada hilal kayanya
Ning Suswati
cemburu2 bilang aja cemburu, rasain lho, sok banget jadi laki, bagus deh, aq suka dg ketegasan yuli, daripada jadi isteri cuma pajangan karena alasan dipaksa dan karena anak, laki2 muna
Ning Suswati
baru tau dia, didekati segitu aja udah panas dingin, isteri dirumah malah dianggurin, syukurin, sok2 kegantengan setia sama almh
Ning Suswati
semoga seiring nya waktu hati abil.mulai mencair
Ning Suswati
ciye ciye, masa abil pedekate, udah dong mas abis gk usah muna, masa orang sdh meninggal sok2an setia, hidup terus berjalan, dunia sdh berbeda.gk usah sok setia deh
Ning Suswati
tepat sekali dugaan bathin za, dan hilda dg bimo, nantinya menyusul belakangan🤭
Ning Suswati
nah yg ini kayanya jodohan bimo sama sus hilda, kan mereka hidup di dalam.pulau terpencil sehingga gk ada manusia lainnya yg jadi penghuni
Ning Suswati
hhhh jgn2 rasa terpaksa dan bicara lantang masih mencintai mendiang isterinya, dia sendiri nanti yg nyosor, menjilat ludah sendiri
Ning Suswati
masih ada gk satu lagi stok laki setia, yg gk neko2, paling sebelas dua belaslah sama tuan abil dan tuan dika🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!