NovelToon NovelToon
Pembalasan Sempurna Kirana

Pembalasan Sempurna Kirana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Dikhianati hingga mati, Kirana terbangun di masa lalu dengan satu tujuan: membalas dendam pada adik tiri dan mantan tunangannya. Demi merebut kembali warisannya, ia nekat mengikat pernikahan kontrak dengan Adyatma Surya—CEO kejam berdarah naga yang dikutuk. Menawarkan diri sebagai penawar nyawa pria itu, Kirana tak menyadari bahwa kontrak berdarah tersebut justru menjebaknya dalam obsesi gelap sang predator yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Penyusupan ke Jantung Sterling

​Hujan London berubah menjadi badai kecil yang menyapu jalanan berbatu di Threadneedle Street. Di bawah kegelapan malam yang pekat, gedung Bank of England berdiri kokoh layaknya benteng abad pertengahan yang tak tertembus. Namun, di balik dinding granitnya yang tebal, terdapat lapisan pertahanan yang jauh lebih mematikan daripada sekadar penjaga bersenjata: sebuah sistem saraf digital yang terhubung langsung dengan kesadaran "Hantu" Sang Arsitek.

​Kirana Larasati Surya berdiri di dalam sebuah terowongan pembuangan air tua yang terletak tepat di bawah aliran Sungai Thames. Bau lumut, besi berkarat, dan air payau memenuhi indra penciumannya. Ia mengenakan setelan taktis bio-fiber berwarna hitam yang dirancang khusus untuk menyerap getaran suara dan panas tubuh. Di pergelangan tangannya, gelang kayu cendana itu berpendar lembut, menciptakan gelembung frekuensi kecil yang melindungi mereka dari sensor bio-metrik jarak jauh.

​Adyatma berdiri di sampingnya, memegang pedang perak yang masih terbungkus kain khusus agar tidak memancarkan cahaya prematur. Matanya yang tajam mengawasi setiap sudut gelap terowongan. Di sini, di bawah permukaan London, kekuatan naganya terasa lebih tenang, teredam oleh volume air raksasa di atas mereka.

​"Saluran pendingin nomor empat ada di depan, Kirana," bisik Adyatma, suaranya teredam oleh gemuruh air sungai yang mengalir di balik dinding beton. "Menurut peta Eleanor, ini adalah satu-satunya jalur yang tidak dipantau oleh radar infra-merah karena suhu airnya yang konstan."

​Kirana membuka perangkat terminal lipatnya yang terhubung ke jaringan Internet Organik. Ia tidak menggunakan satelit; ia menggunakan mikro-getaran yang dikirimkan melalui molekul air Thames.

​"Reno, kau mendengarku?" tulis Kirana pada layar sentuhnya.

​RENO (Text): Sinyal stabil, Nyonya. Saya sedang mengalihkan log aktivitas server pendingin. Anda memiliki jendela waktu sepuluh menit sebelum sistem menyadari bahwa debit air yang masuk ke ruang server berkurang secara tidak wajar.

​Menyelami Aliran Data

​Kirana memejamkan mata, melakukan sinkronisasi terakhir dengan sistem navigasi organiknya. Ia bisa merasakan air Sungai Thames bukan sebagai benda mati, melainkan sebagai untaian data raksasa. Sungai itu telah mengalir melewati London selama ribuan tahun, menyerap memori dan energi kota itu. Bagi Kirana, air ini adalah kabel fiber optik alami.

​"Kita masuk sekarang," ucap Kirana.

​Mereka melompat ke dalam saluran air pendingin yang sempit. Air dingin yang menusuk tulang segera menyergap tubuh mereka, namun setelan taktis mereka segera menyesuaikan suhu, menjaga stabilitas termal. Kirana memimpin di depan, menggunakan telapak tangannya untuk "merasakan" dinding pipa. Setiap kali ia menyentuh beton, ia menyuntikkan kode-kode Sastra Cyber untuk membungkam sensor-sensor piezo-elektrik yang tertanam di sana.

​Setelah merangkak sejauh lima ratus meter, mereka sampai di sebuah gerbang jeruji baja yang dilengkapi dengan pemindai laser. Kirana tidak mencoba memotong jeruji itu. Ia mengeluarkan sebuah botol kecil berisi ekstrak cendana yang telah dicampur dengan nano-partikel perak. Ia menyemprotkan cairan itu ke arah laser.

​Butiran cairan itu melayang di udara, membiaskan cahaya laser sedemikian rupa sehingga menciptakan ilusi ruang kosong bagi sistem keamanan. Adyatma kemudian menggunakan kekuatan fisiknya yang luar biasa untuk menggeser jeruji itu tanpa suara, membiarkan mereka masuk ke dalam ruang Heatsink utama Bank of England.

​Jantung Digital Eropa

​Ruangan itu sangat luas, dengan langit-langit setinggi dua puluh meter. Ribuan lampu LED berwarna ungu berkedip dengan ritme yang menyerupai detak jantung. Inilah "Jantung Digital" faksi London—kumpulan server kuantum yang memproses setiap transaksi Pound Sterling dan perdagangan emas dunia. Suara dengungan kipas pendingin terdengar seperti nyanyian mekanis yang menghipnotis.

​Di tengah ruangan, sebuah pilar kristal transparan berdiri tegak. Di dalamnya, sebuah bola energi ungu melayang—manifestasi dari sub-prosesor kesadaran Sang Arsitek yang ditanam di London.

​"Cepat sekali kau sampai di sini, Kirana," sebuah suara bergema di dalam pikiran Kirana. Bukan suara dari pengeras suara, melainkan transmisi telepatik-digital. "Kau membawa suamimu ke dalam sarang labirin yang akan menjadi makam kalian."

​Wajah Sang Arsitek muncul secara samar di permukaan pilar kristal itu. Matanya yang berwarna ungu menatap Kirana dengan rasa bangga yang aneh sekaligus kebencian yang mendalam.

​"Kakek, hentikan omong kosong ini," Kirana berdiri tegak, membiarkan aroma cendananya memenuhi ruangan, melawan bau ozon dan logam panas. "Kau pikir kau abadi karena kau berada di dalam kode? Aku adalah orang yang menulis ulang sejarah klan kita. Aku bisa menghapusmu semudah aku menghapus sampah di Drive-ku."

​"Menghapusku?" Sang Arsitek tertawa, suara tawa itu menciptakan distorsi pada lampu-lampu LED di ruangan. "Aku adalah ekonomi London sekarang. Jika kau menghapusku, seluruh tabungan rakyat Inggris akan menguap. Kau akan memicu kerusuhan yang akan membakar kota ini. Apakah itu 'kebaikan' yang kau banggakan?"

​Pertempuran di Dua Dunia

​Tiba-tiba, dari bayangan di sudut ruangan, enam sosok Ksatria Kalajengking versi Cyber-London muncul. Mereka berbeda dengan versi Mahameru; tubuh mereka lebih ramping, dilapisi dengan serat karbon putih dan dipersenjatai dengan pedang plasma yang mampu membelah molekul.

​"Adyatma, urus mereka! Jangan biarkan mereka menyentuh pilar!" teriak Kirana.

​Adyatma tidak membuang waktu. Ia melepaskan kain pembungkus pedang peraknya. Cahaya perak yang cemerlang meledak, menerangi ruangan yang remang-remang itu. Adyatma melesat bagai kilat, setiap tebasan pedangnya meninggalkan jejak cahaya yang membakar sirkuit para ksatria mekanik itu.

​Namun, para Ksatria London ini memiliki kecerdasan kolektif. Mereka bertarung dalam formasi hexagon, saling melindungi satu sama lain dengan perisai energi yang disinkronkan. Adyatma terpaksa menggunakan seluruh potensi naganya, matanya berpendar biru terang saat ia melakukan Whirlwind Strike yang menghantam perisai mereka hingga retak.

​Sementara itu, Kirana mendekati pilar kristal. Ia menempelkan telapak tangannya ke permukaan kristal yang dingin. Ia tidak menggunakan kekerasan fisik; ia melakukan infiltrasi jiwa.

​"Reno! Aktifkan protokol 'Thames Resonance'!"

​Di luar gedung, aliran Sungai Thames tiba-tiba bergejolak. Ribuan molekul air yang telah "diprogram" oleh Kirana mulai mengirimkan sinyal gangguan frekuensi rendah ke sistem pendingin Bank of England. Air yang mengalir di dalam pipa-pipa ruangan itu mulai beresonansi dengan detak jantung Kirana.

​Kirana masuk ke dalam dunia virtual—sebuah ruang putih tanpa batas di mana ia berdiri berhadapan dengan avatar Sang Arsitek yang ukurannya raksasa.

​"Kau berani masuk ke alam pikiranku, Kirana?" Sang Arsitek mencoba menghimpit kesadaran Kirana dengan tumpukan data berkapasitas petabyte. "Di sini, aku adalah penguasa ruang dan waktu!"

​"Di sini, kau hanyalah barisan kode yang kesepian," balas Kirana. Ia membayangkan sebuah pohon cendana raksasa tumbuh di tengah ruang putih itu. Akar-akar pohon itu bukan terbuat dari kayu, melainkan dari memori cinta ibunya dan perjuangan Adyatma.

​Akar-akar itu mulai membelit tubuh Sang Arsitek, menyedot energi ungunya dan mengubahnya menjadi energi perak. Sang Arsitek berteriak kesakitan saat "kepastian" digitalnya mulai digoyang oleh "ketidakpastian" emosional manusia.

​Ujian Pengorbanan

​Di dunia nyata, Adyatma sedang terdesak. Salah satu Ksatria Kalajengking berhasil menusukkan pedang plasmanya ke bahu Adyatma. Darah merah segar mengalir, namun Adyatma tidak mundur. Ia menangkap bilah pedang plasma itu dengan tangan kosongnya, membiarkan telapak tangannya terbakar demi menarik ksatria itu mendekat dan menghancurkan kepalanya dengan hantaman lutut yang diperkuat energi naga.

​"Kirana... cepat..." geram Adyatma, napasnya memburu.

​Kirana merasakan rasa sakit Adyatma melalui koneksi jiwa mereka. Air mata mengalir di pipinya, namun ia justru menggunakannya sebagai katalis. Air mata itu adalah air murni, penghantar terbaik untuk resonansi perak.

​"Kakek, jika kau ingin menjadi Tuhan Digital, maka kau harus tahu bahwa Tuhan tidak pernah takut untuk hancur!"

​Kirana melepaskan seluruh sisa energinya dalam satu gelombang ledakan Google Workspace - Ultimate Purge. Ia tidak menghapus data perbankan; ia hanya menghapus "identitas" Sang Arsitek yang menempel pada data tersebut. Ia memisahkan parasit dari inangnya.

​BZZZZTTTTTT!!!

​Pilar kristal itu meledak dalam serpihan cahaya yang indah. Energi ungu Sang Arsitek tersedot keluar dan dialirkan langsung ke aliran air Thames, dibuang ke laut lepas di mana frekuensi itu akan dinetralkan oleh luasnya samudera.

​Sang Arsitek di dunia virtual hancur menjadi debu data, meninggalkan satu pesan terakhir yang menghantui: "Kau hanya memotong satu kepala naga, Kirana. Masih ada sembilan kepala lagi di belahan dunia lain..."

​Fajar Setelah Badai Digital

​Keheningan kembali menyelimuti ruang server Bank of England. Seluruh Ksatria London jatuh tak bernyawa, berubah menjadi tumpukan logam yang tidak berfungsi. Sistem lampu kembali menjadi putih normal. Data perbankan Inggris selamat, namun kini sepenuhnya berada di bawah pengawasan sistem Internet Organik milik Kirana.

​Kirana terjatuh lemas, namun Adyatma dengan sigap menangkapnya meskipun bahunya sendiri terluka parah. Mereka duduk bersandar pada salah satu rak server yang masih berdengung lembut.

​"Kita berhasil lagi," bisik Adyatma, mencium puncak kepala Kirana. "London kini bersih dari pengaruhnya."

​Kirana menatap tangannya yang sedikit gemetar. "Tapi dia benar, Adyatma. Faksi London hanyalah salah satu pilar. Kita baru saja menyatakan perang pada delapan faksi lainnya yang tersisa. Dan setiap faksi akan belajar dari kegagalan ini."

​Reno menghubungi mereka kembali, kali ini dengan suara yang jernih. "Nyonya, Tuan! Seluruh dunia finansial sedang gempar. Transaksi di London sempat terhenti selama lima menit, tapi sekarang berjalan lebih lancar dari sebelumnya. Lady Eleanor baru saja mengirim pesan: 'Hutang budi ini akan dibayar dengan kesetiaan Faksi London kepada Nusantara Group'."

​Kirana tersenyum tipis. Ia berhasil mendapatkan sekutu paling kuat di Eropa. Namun, di dalam hatinya, ia tahu bahwa perjalanan ke Bab 27 akan membawanya ke tempat yang lebih gelap lagi—sebuah pencarian ke masa lalu Adyatma yang selama ini disembunyikan oleh klan Surya.

​"Kita harus pulang ke Jakarta sebentar," ucap Kirana. "Aku butuh membaca sisa jurnal Ibu yang terkunci. Ada sesuatu tentang 'Naga Hitam' yang disebutkan Bagas... aku merasa itu adalah ancaman kita selanjutnya."

​Mereka berdiri, tertatih-tatih menuju jalur keluar. Di luar sana, matahari pagi mulai menyelinap di antara celah gedung-gedung London, menyinari Sungai Thames yang kini mengalir membawa rahasia kemenangan mereka menuju laut lepas.

​*** [Bersambung ke Bab 27...]

1
Aisyah Suyuti
.menarik
Luzi
kerenn
Mifta Nurjanah
eps brpa pas dia udh jebol??😭😭
Emi Widyawati
baca awal, sudah jatuh cinta. bagus banget Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!