NovelToon NovelToon
Ruang Hati Untuk Karin

Ruang Hati Untuk Karin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Pelabuhan Hati

Bagi orang lain Karin adalah si antagonis untuk kehidupan kakaknya, namun siapa sangka di balik sikap yang dia tunjukkan selama ini dia menyimpan banyak luk. Di tambah dengan malam kelam yang terjadi adanya akibat ulah sahabat-sahabatnya, hidup Karin sejak hari itu berubah total.

Sementara itu Aiden sengaja datang ke Indonesia untuk mencari perempuan yang membuatnya selalu dalam rasa bersalah sejak malam itu. Namun siapa yang menyangka jika dirinya tak perlu bersusah payah untuk menemukan perempuan tersebut. Lalu apakah ada ruang untuk Karin di hati Aiden? Atau dia melakukannya hanya karena sebuah rasa bersalah?

“Selalu ada ruang untukmu di hatiku,” Aiden

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5# Alya tahu rahasia Karin

Papa Andi mengobrol santai dengan papa Harun, Rega juga Aldo. Obrolan seputar bisnis terutama, mereka nge teh dan menikmati camilan sebelum makan malam inti nanti di mulai.

“Bagaimana kondisi perusahaanmu, Harun?” papa Andi memulai obrolan.

“Baik, Andi. Semuanya berjalan dengan semestinya,” papa Harun mengambil cangkir yang ada di hadapannya dan menyeruput teh hangat tersebut.

“Rega setuju untuk ikut mengurus Setyadarma kalau begitu, Harun?”

“Tidak, om. Aku tetap dengan Allegra,” sahut Rega.

Papa Harun meletakkan cangkir teh di meja. “Bukan Rega, tapi Aiden. Keponakanku yang akan membantu mengurus Setyadarma,”

“Aiden?” papa Andi belum pernah mendengar maupun bertemu dengan pria yang di sebutkan oleh papa Harun, wajar jika dia tidak tahu.

Papa Harun mengangguk. “Aiden putra adikku, selama ini dia tinggal di Malaysia. Dia memutuskan kembali ke Indonesia untuk mengembangkan perusahaannya di sini, Andi. Kebetulan dia berkompeten di bidang yang sam denganku, jadi aku minta Aiden untuk membantu.”

Papa Andi mengangguk paham.

“Harusnya Aiden sudah datang,” lanjut papa Harun.

“Mungkin masih terjebak macet, pa. Aiden tadi pulang dulu soalnya,” ujar mama Indah yang tadi sudah di hubungi Aiden kalau dia menyusul.

Mendengar nama Aiden membuat Karin reflek menyentuh perutnya, nama yang membuatnya ingat kejadian beberapa waktu lalu hingga tanpa dia sadari ada yang tertinggal dari pria itu dalam dirinya. Namun dia segera mengenyahkan pikiran itu, dia tahu nama Aiden di dunia ini banyak. Lagi pula Karin juga tidak tahu nama belakang pria itu, sungguh! Kali ini dia merutuki dirinya sendiri, alih-alih minta pertanggung jawaban. Karin pagi itu justru mengatakan untuk melupakan semuanya dan berharap mereka tidak akan bertemu lagi.

“Andai saja hari itu aku minta dia langsung menikahiku,” monolognya dalam hati, namun semua sudah terjadi, menyesal pun tiada guna.

Karin berkali-kali menghela napas sambil mengusap perutnya, tanpa dia sadari mama Indah terus memperhatikannya. Belum lagi wajah Karin yang terlihat pucat seperti sedang tidak sehat.

“Karin!” panggil mama Indah.

“Iya, tante.”

“Kamu baik-baik saja, nak? Wajahmu pucat begitu,”

Karin langsung memegangi ke dua pipinya. “Karin baik-baik saja, tante. Hanya sedikit lelah, kemarin asam lambung kambuh. Sekarang sudah lebih baik,” jawabnya diangguki mama Indah.

Mama Nirma mengusap lengan putrinya. “Padahal sudah aku minta dia istirahat, mbak. Tapi Karin kekeh ingin membantu menyiapkan jamuan untuk kalian, terutama untuk Rega.” Mama Nirma melihat kearah Rega. “Harusnya Rhea yang menyiapkan, bahkan sampai sekarang dia bertanya saja tidak. Karin lebih cocok jadi menantumu, mbak. Jadi pendampingnya Rega,” lanjut mama Nirma.

“Yang di lamar Rega itu Rhea, Nirma. Bukan Karin!” mama Indah menjawab dengan sedikit ketus.

“Mama tidak perlu berlebihan begitu, aku baik-baik saja. Aku juga hanya membantu menyiapkan minum,” Karin merasa tidak enak dengan Rega maupun mama Indah karena ucapan sang mama.

Rega mengerutkan dahinya, bukan membalas ucapan mama Nirma. Rega justru menoleh kearah sang asisten, Aldo hanya mengangkat ke dua bahunya. Mereka berdua kemarin memang mendengar sesuatu yang membuat Rega semakin memantapkan keputusannya untuk tetap menjadikan Rhea istrinya.

Selain Rega sudah mulai menyadari seberapa penting arti Rhea dalam hidupnya, dia juga tahu ada satu hal yang Karin sedang rahasiakan dari semua orang. Namun Rega tidak ingin ikut campur, dan dia tidak ingin terlibat dalam carut marutnya keluarga Darmawan. Beberapa hari lalu saat dia dan Aldo membawa Karin ke UGD, secara tidak sengaja mereka berdua mendengar dokter yang merujuk Karin ke spesialis obgyn.

Rega dan Aldo bukan tidak tahu apa itu spesialis obgyn, untungnya hari itu dia dan Aldo berdiri tidak jauh dari bilik di mana Karin sedang di periksa.

“Rhea di mana, Andi? Dari tadi belum kelihatan,” papa Harun mengalihkan pembicaraan sebelum istrinya itu meledak dan me maki-maki istri dari sahabatnya tersebut.

“Sebentar lagi dia sampai, Harun. Alya barusan menghubungi kakaknya,” jawab papa Andi, sesungguhnya dia juga merasa khawatir karena Rhea belum juga sampai. Papa Andi mendengar dari putri bungsunya kalau mama Nirma sempat menemui Rhea dan memintanya untuk tidak datang agar Karin bisa menggantikannya posisinya.

Papa Andi sempat marah pada sang istri, namun sepertinya percuma karena mama Nirma masih terus di butakan oleh rasa cemburunya yang besar, dia masih terjebak dengan masa lalu. Di mana papa Andi pernah menyukai mama Alana yang tidak lain adalah mama kandung Rhea yang juga adalah sahabat papa Andi, bahkan suami mama Alana adalah sahabat papa Harun dan papa Andi juga.

***

Alya sebenarnya malas untuk turun dan ikut bergabung di ruang tamu, tapi dia harus menemui kakak sulungnya. Rhea sebenarnya memang tidak berniat datang, dia menganggap jika pertunangannya dengan Rega memang sudah berakhir. Meskipun para orang tua belum mengetahui secara pasti, hanya mama Nirma yang sudah tahu.

Tapi beberapa waktu lalu sebelum Rhea berangkat ke Bandara, Alya menghubunginya. Adik bungsunya tersebut meminta untuk bertemu walau hanya lima menit, karena Alya menemukan kotak peninggalan  orang tua kandung sang kakak. Kotak tersebut tidak bisa dia buka dan kemungkinan hanya Rhea yang tahu bagaimana membukanya.

Alya sudah melangkah menuruni anak tangga, tiba-tiba dia teringat sesuatu. Alya berbalik dan masuk ke dalam kamar Karin. “Untung tidak di kunci,” monolognya yang berhasil membuka pintu kamar sang kakak.

Alya langsung menuju meja rias sang kakak, dia mencari sesuatu yang tadi dia lihat. Alya membuka  satu persatu laci, mencari keberadaan amplop bertuliskan logo sebuah rumah sakit.

“Ayo Alya! Pikirkan di mana biasanya mbak Karin menaruh sesuatu yang penting,” dia duduk di kursi menghadap kaca rias setelah lelah mencari dan belum ketemu.

Setelah beberapa saat, Alya berdiri. Dia tersenyum smirk dan langsung menuju nakas yang ada di samping tempat tidur sang kakak. Di sana ada tiga laci, Alya tahu betul di mana letak kunci laci paling akhir. Setelah berhasil membuka kuncinya, dia menarik laci tersebut.

“Poli kandungan?” Alya langsung mengambil kertas hasil pemeriksaan tersebut, dia membukanya. “Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa ibu Karin positif...” Alya menutup mulutnya dengan satu tangan, dia syok mendapati isi dari hasil pemeriksaan darah Karin. “Mbak Karin ha-hamil? Kamu keterlaluan kalau ini adalah hasil hubunganmu dengan kak Rega, mbak. Tidak bisa...aku tidak bisa membiarkan kak Rhea datang,” Alya membawa kertas tersebut, dia keluar dari kamar Karin.

Alya berusaha menghubungi ponsel sang kakak sulung, namun Rhea sedang dalam panggilan lain.

Alya turun ke lantai satu dengan emosi yang sudah menumpuk, dia kira kakaknya tidak akan sampai sejauh itu. Nyatanya Alya salah, di menuju ruang tamu yang ternayata suasana di ruang tamu tidak kalah tegangnya karena mama Nirma dan mama Indah sedang berdebat.

 

1
partini
yg ini full mengseddih
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hidup karin lbh mengsedih dr rhea ternyata huhu🫣
total 1 replies
muthia
ulat bulu ulat bulu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hrs dbasmi ya kk 🤭
total 1 replies
muthia
semangat thor selalu di tunggu up nya 🙏❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk
total 1 replies
partini
ibu mertua lucknat
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭 hrs dibasmi pke roundap kalo kata aretha sm viam
total 1 replies
muthia
semangat dan sehat selalu 🙏❤
muthia
baru sempat hadir, banyak acara tetangga🙏🙏
muthia: ❤❤❤❤❤
total 2 replies
partini
Alvin cadel,, kalau merujuk dr novel sebelah agak lelet si aiden ya Thor bakal elus dada lama si Karin
partini
masa lama ya Thor drama rumah tangga nya
a yulaela_fa(Ayu Anfi): engga ka... klo g keblabasan 2 eps nnti lgsg loncat ke alvian yg 3 thn.
total 1 replies
Zea Rahmat
emang otaknya gesrek.... kaga ada hubungan neeee🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 dia msh denial
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): smg nnti ato bsk bs lbh dr 2 ya kk..
total 1 replies
Zea Rahmat
alur mundurnya jgn kelamaan ya ka🤭🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kagak sist... hbs ini kan mrk nikah. di part rhea kan mrk nongol dikit.. 🤭
total 1 replies
Zea Rahmat
disini blm ketemu Aiden ya
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hbs ini ketemu... knnpas otw rega kec ini
total 1 replies
Zea Rahmat
ternyata karin pura2 jd antagonis🤔🤔
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 gara2 slh phm doangqsbnrny, sm dicekokin maknya
total 1 replies
Zea Rahmat
ouhh pantes alvian nempel ke Rhea... udh di ulti am emaknya🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk msh sebiji polong aja udh diulti maknya 🤣
total 1 replies
partini
ok lanjut Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): otw kk 🤭❤️
total 1 replies
Zea Rahmat
pecah telor juga ka🤭🤭🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 lama y sist....aq blm pernh soalekan nulis kish yg ada ksus diawl lgsg hamidun... jd tu mkr dl majju mundur syantik wkwk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!