Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.
Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.
Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".
Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12: KUASAI KLAN DAN BERITA MENGGUNCANGKAN
"Jangan... jangan bunuh aku..." suara Ye Changfeng gemetar. Rasa sakit dan rasa takut akan kematian membuatnya kehilangan seluruh wibawanya. "Aku akan memberimu posisi, harta, apa saja yang kau mau!"
Victor dan para pengikut lain sudah lumpuh tak berkutik. Mereka tidak berani bergerak sedikitpun.
Raymond menatap mata Ye Changfeng tajam-tajam. "Harta? Aku tidak butuh. Posisi? Aku akan mengambilnya sendiri. Yang aku butuh adalah jawaban."
"Jawaban apa? Aku akan bilang semuanya! Aku bersumpah!" Ye Changfeng panik setengah mati.
"Dulu, saat Klan Zhuo diserang... apa peranmu? Dan apa yang kalian cari dari kakekku?" tanya Raymond perlahan, namun setiap kata penuh tekanan.
Wajah Ye Changfeng berubah. Ia menelan ludah susah payah. "Aku... aku hanya kecil hati saat itu! Mereka datang dengan kekuatan besar, aku tidak berani melawan! Mereka bilang... mereka mencari resep Pil Kebangkitan yang bisa membuat orang hidup abadi dan menjadi dewa sejati!"
"Pil Kebangkitan..." bisik Zhuo Yi di dalam cincin dengan nada marah. "Mereka memang mengincarnya. Pil itu memang bisa membuat orang menembus batas manusiawi, tapi resep aslinya hanya ada padaku."
"Dan siapa pemimpin mereka?" desak Raymond.
"Dia... dia menyebut dirinya Tuan Muda Hitam. Dia memakai topeng bulan sabit! Dia sangat kuat, jauh lebih kuat dariku! Dia bilang dia berasal dari Istana Kematian!"
Raymond menarik pedangnya. Ia sudah mendapatkan info yang cukup.
"Dengar baik-baik semua," Raymond berbalik menatap ratusan anggota klan yang gemetar. "Mulai detik ini, Ye Changfeng dicopot dari jabatan Kepala Klan karena lemah dan korup. Seluruh aset klan dan wilayah dikuasai olehku. Siapa yang setuju? Siapa yang menolak?"
Suaranya bergema jelas.
"KAMI SETUJU!!" teriak mereka serentak tanpa ragu sedikitpun. Di dunia ini, yang kuat adalah rajanya. Mereka tidak bodoh untuk melawan monster seperti Raymond.
Hanya Victor yang diam mematung dengan wajah pucat pasi.
Raymond melangkah pergi meninggalkan puing-puing itu. Ia menuju ke ruangan utama yang paling megah, yang dulunya milik Kepala Klan.
Sekarang, itu adalah miliknya.
Beberapa hari berlalu. Berita tentang Raymond yang mengalahkan Kepala Klan dan menguasai wilayah Kota Azure dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru benua.
Namanya mulai dikenal. Namun, kekuasaan membawa perhatian, baik dari teman maupun musuh.
Di sebuah tempat yang sangat jauh, di dalam istana yang gelap dan menyeramkan yang terbuat dari tulang-belulang.
Seorang sosok tinggi besar duduk di singgasana hitam. Di depannya, ada seorang pembunuh bayangan yang melapor.
"Tuan, laporan dari Kota Azure. Muncul pemuda aneh bernama Raymond. Dia menggunakan teknik naga dan memiliki senjata legendaris. Dia juga menyelidiki tentang penyerangan Klan Zhuo dulu."
Sosok di singgasana itu perlahan mengangkat kepalanya. Di wajahnya terpasang topeng bulan sabit perak yang mengkilap.
"Klan Zhuo... ternyata masih ada sisa-sisa nyawanya ya..." suara Tuan Muda Hitam terdengar dingin dan membosankan. "Siapkan pasukan. Aku ingin melihat sendiri... seberapa berani keturunan Dewa Alkemis yang tersisa ini."
Di sisi lain, di dalam ruangan mewah barunya, Raymond sedang duduk bersila.
"Kakek, aku sudah menguasai klan ini. Tapi aku merasa masih terlalu lemah. Istana Kematian itu pasti sangat kuat."
"Benar, Nak. Kota ini terlalu kecil untukmu sekarang. Kita harus pergi ke Pusat Benua, ke Kota Kekaisaran. Di sana ada lebih banyak bahan obat, lebih banyak teknik, dan di situlah pusat kekuasaan sebenarnya berada."
"Kota Kekaisaran ya..." mata Raymond berbinar. "Baik! Setelah aku menyelesaikan urusan kecil di sini dan meramu beberapa pil tingkat tinggi... kita akan berangkat!"
Perjalanan Raymond menuju puncak dunia baru saja memasuki babak baru. Ancaman besar sedang mendekat, namun ambisi pemuda ini tak terbatas!