Ling Fan, pemuda 17 tahun dari Klan Ling, lahir tanpa Dantian—cacat yang membuatnya dihina sebagai sampah. Di balik ejekan, dia menyimpan rahasia: tubuhnya mampu melahap Qi langit dan bumi.
Saat Klan Ling dihancurkan klan saingan, Ling Fan selamat seorang diri. Di reruntuhan, dia juga menemukan Telur Hitam misterius. Teknik terlarang terbangun "Tubuh Penelan Langit" aktif, mengubahnya dari manusia biasa menjadi pemangsa energi. Setiap luka, setiap penghinaan, hanya membuatnya makin kuat karena dia menelan semuanya.
Kini dia berjalan sendirian, dikejar sekte besar, diburu iblis kuno, dan dicap sesat. Dari Arena Batu Hitam hingga Lembah Guntur, Ling Fan menelan petir, menghancurkan jenius, dan membalik takdir. Tapi harga kekuatan itu adalah kemanusiaannya.
Ketika langit sendiri menginginkannya mati, mampukah pemuda tanpa Dantian ini menelan langit sebelum dia dilahap kegelapannya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rendy_Tbr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*Belenggu Pertama yang Retak*
Liontin tembaga merah di dada Ling Fan berdenyut seperti jantung purba, menghapus rasa sakit dan menarik kesadarannya ke ruang hampa kelabu. Di sana, Kaisar Langit Ling Tian mengungkapkan rahasia Tubuh Penelan Langit yang selama ini disegel oleh Sembilan Belenggu Dewa karena ditakuti oleh langit. Dengan hancurnya belenggu pertama, Ling Fan kembali ke dunia nyata tepat saat Petir Kesengsaraan Langit turun untuk memusnahkannya, namun ia justru menelan energi petir tersebut dan mencapai ranah Kondensasi Qi yang mengejutkan semua orang.
Ling Fan mencoba mengatur napasnya yang terasa sangat berat di hadapan aura raksasa setinggi seratus tombak itu.
“Jadi, selama tujuh belas tahun ini aku dihina sebagai sampah hanya karena belenggu yang kau pasang di jiwaku?”
“Benar, Fan’er. Langit cemburu pada potensimu yang mampu melahap segalanya, sehingga mereka memaksaku mengunci kekuatanmu agar kau tampak tidak berbakat. Namun hari ini, darah dan kebencianmu membuktikan bahwa naga tidak bisa selamanya dirantai oleh takdir!”
“Lalu apa yang harus kulakukan sekarang? Tubuhku terasa panas seperti akan meledak!”
“Waktuku hampir habis. Di luar sana, langit mengirimkan petir pemusnahan untuk membunuhmu karena kau telah melanggar tatanan mereka. Jangan pernah menghindar! Hadapi petir itu, buka seluruh pori-pori tubuhmu, dan telanlah energinya menjadi milikmu sendiri!”
“Menelan petir? Apa kau ingin aku mati lebih cepat karena gila?”
“Di dunia kultivasi, kesengsaraan adalah hadiah bagi yang berani bertaruh nyawa! Jika kau selamat, kau akan memiliki fondasi yang tidak akan pernah dicapai oleh manusia manapun di sekte picik ini!” Sahut Ling Tian dengan tawa bangga sebelum wujudnya memudar, menarik kembali kesadaran Ling Fan ke dunia nyata di tengah denting rantai yang menggetarkan dimensi hampa.
Di luar reruntuhan gubuk, Liu Chen menatap kepulan asap dengan mata penuh keserakahan sekaligus ketakutan.
“Lihat! Cahaya apa itu? Wang Kuat, cepat periksa sekarang! Pasti ada pusaka tingkat tinggi yang muncul dari gubuk sampah itu!”
“Tuan Muda, tekanan ini terlalu mengerikan! Aku merasa jiwaku akan hancur hanya dengan berdiri di sini, biarkan saja sampah itu mati terbakar!”
“Bodoh! Jika kita mendapatkan harta itu, keluarga Liu akan menguasai sekte ini! Cepat maju atau aku sendiri yang akan mematahkan lehermu!” Bentak Liu Chen sambil mendorong pengikutnya dengan kasar, sementara Li Leher Panjang menunjuk ke arah reruntuhan dengan jari bergetar hebat karena melihat Ling Fan masih berdiri tegak.
Ling Fan mendongak, menatap petir ungu raksasa yang merobek awan menuju tepat ke arahnya tanpa rasa takut sedikit pun.
“Datanglah! Jika langit memang ingin menghancurkanku, maka akan kutunjukkan bagaimana cara menelan langit itu sendiri!”
DHUARRRR!!!
Ledakan itu membutakan mata setiap orang, namun Ling Fan justru menyedot sisa petir itu ke dalam dadanya, hingga kulitnya yang hangus terkelupas menampakkan raga baru yang berkilau sekeras baja.
“Tuan Muda Liu, bukankah tadi sore kau sangat bersemangat ingin membuang mayatku ke jurang karena aku sampah?”
“Kau... kau pasti iblis! Kau menggunakan sihir terlarang untuk menipu kami semua! Tetua Zhang, lihatlah! Dia telah menyimpang dari jalan yang benar dan harus segera dibinasakan!” Ratap Liu Chen yang kini terduduk lemas di tanah, tidak sanggup menahan tekanan aura Kondensasi Qi milik Ling Fan.
“Sihir terlarang? Tadi kau bilang aku adalah kotoran yang menghina kata kultivator. Sekarang, tunjukkan padaku kekuatan dari seseorang yang merasa dirinya paling suci di sekte ini. Mengapa kau hanya bisa merangkak?”
“Jangan mendekat! Aku adalah putra dari keluarga Liu yang agung! Jika kau menyentuhku sedikit saja, ayahku akan meratakan tempat ini!”
“Keluarga Liu? Kau selalu bersembunyi di balik nama besar ayahmu layaknya bayi yang belum lepas susu. Di mataku, kau jauh lebih rendah daripada sampah yang kau hina tadi siang.” Ucap Ling Fan dengan sorot mata jijik yang sangat dalam sembari melangkah maju, meninggalkan bekas retakan di tanah yang hangus.
Wang Kuat mencoba menyerang dari belakang dengan penuh kemarahan untuk membela tuannya.
“Berani sekali kau menghina Tuan Muda! Rasakan Tinju Penghancur Batu dariku ini, sampah!”
“Pergi kau, anjing pesuruh!” Sahut Ling Fan tenang, hanya dengan sekali kibasan lengan baju, gelombang Qi sisa petir meledak dan mementalkan Wang Kuat hingga menghancurkan pohon bambu di kejauhan.
Su Mei berlari keluar dari kerumunan para murid dengan mata yang masih basah oleh air mata.
“Kakak Ling Fan! Kau sungguh tidak apa-apa? Aku tadi sangat takut melihatmu ditelan oleh petir raksasa itu!”
“Jangan khawatir, Su Mei. Mulai sekarang, tidak akan ada lagi yang bisa menyakitiku atau orang-orang yang pernah berbuat baik padaku di tempat ini.”
“Tapi Kak, Tetua Zhang dan para petinggi pasti tidak akan tinggal diam melihat kekuatan anehmu ini!”
“Jika mereka ingin mengincarku hanya karena rasa takut mereka, maka mereka harus bersiap untuk melihat sekte ini rata dengan tanah di tanganku.” Jawab Ling Fan sembari memberikan tatapan lembut pada gadis itu sebelum menoleh tajam ke arah Puncak Utama Sekte Pedang Awan Biru.
Tetua Zhang Wei akhirnya angkat bicara meskipun tangannya masih bergetar hebat karena menyaksikan fenomena yang mustahil.
“Lancang! Kau hanyalah murid luar yang sudah resmi diusir, berani sekali kau mengeluarkan ancaman pada sekte!”
“Tetua Zhang, kau melihatku dihina dan disiksa secara keji, namun kau hanya diam membisu demi aturan. Sekarang, saksikanlah bagaimana aku menghancurkan aturan yang kau agung-agungkan itu dengan tanganku sendiri.”
Ling Fan mengumpulkan sisa energi petir di telapak tangan, membentuk bola cahaya ungu yang menderu keras ke arah gerbang puncak utama.
“Terimalah salam perkenalan dariku, wahai para pengecut di puncak sana!” Seru Ling Fan sembari melemparkan energi tersebut sebagai tantangan perang terbuka, memicu ledakan dahsyat yang menggetarkan seluruh gunung.
Mulai malam ini, naga ini telah lepas dari belenggunya, dan aku tidak akan berhenti sampai kalian semua bersujud di bawah kakiku! Batin Ling Fan dengan penuh tekad saat sebuah aura seratus kali lebih kuat dari Tetua Zhang meledak dari puncak, menandakan kemarahan besar dari ahli yang selama ini tersembunyi.