NovelToon NovelToon
Antara Doa Dan Takdir

Antara Doa Dan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aqilaarumi

Dimasa lalu..

Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.

Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.

" Lepaskan saya lebih baik saya mati."

" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."

Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab5

Dimasa lalu...

" Lebih baik aku mati saja,hidupku tidak ada gunanya lagi.laki laki berengsek itu telah menghancurkan hidupku."

" Yaallah sadarlah dek.berhenti menyakiti dirimu sendiri, kasihan bayi yang ada didalam kandungan mu itu."

katakanlah: wahai hamba-hamba ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah.sesuguhnya dia mengampuni dosa dosa semuanya.sungguh,dialah maha pengampun.maha penyayang.QS Az-Zumar 53."

" Aku malu kak,lelaki itu tidak akan mau bertanggung jawab.laki laki itu sangat berengsek.aku yang bodoh karena tidak pernah mendengar kata kata ibu."

Langkah ustadz Adnan terasa semakin berat tapi ia tetap berjalan.

" Aku yang akan bertanggung jawab."

Dua perempuan itu menoleh kearah Ustadz Adnan dengan tatapan aneh.

Bukankah dia pria yang telah menolong Nadya,membawa Nadya kerumah sakit.

Lalu kenapa laki laki itu ingin bertanggung jawab dengan kehamilan Nadya.

Siapa sebenarnya laki laki itu?

masa sekarang....

Abi Adnan menatap ummi Nadya yang terlihat fokus dengan bukunya.

"Ummi mau tahu sesuatu tidak tentang putra kita?"

" Ahh memangnya dia cerita apalagi sama Abi,pasti dia cerita lagi tentang mimpi mimpinya untuk menjadi seorang pengusahakan bi?mending Abi nasehati Devan deh betapa pentingnya menjadi pimpinan pesantren yang berguna bagi umat."

Abi mengeleng,ini yang membuat komunikasi putra dan istrinya selalu hancur."

" Tidak ada salahnya menjadi seorang pengusaha.ummi.ingatloh banginda Rasulullah saja seorang pedagang.pengusaha itu mampu menyediakan banyak lapangan pekerjaan untuk orang lain.tapi kali ini Abi mau bicara tentang perempuan yang disukai oleh Devan."

Ummi Nadya reflek menutup bukunya, menatap Abi dengan tatapan tajam.

"Anak itu tidak berbuat macam macam kan abi.dia menyakiti atau bahkan sampai menodai seorang perempuan."

" Ummi." Ucap Abi Adnan dengan suara yang lebih tinggi tapi tidak membentak.

Ummi menghelai nafas beratnya dan menyandarkan punggungnya kesadaran sofa.

" Berhenti berfikir Yang tidak tidak.tentang putra kita,Devan itu anak baik baik tidak seperti apa yang ummi selalu fikirkan."

" Ummi hanya khawatir Devan seperti..."

" Ummi." Kali ini Abi Adnan membentak,membuat ummi menunduk.

" Maaf Abi."

" Astagfirullah."

Abi mengusap wajahnya kasar.

"Devan menyukai seorang wanita,Abi ingin melamar wanita itu untuk Devan."

Ummi Nadya mendogah menatap Abi Adnan dengan mata membulat.

" Siapa perempuan itu Abi? " Apa Aisha?"

" Bukan.perempuan itu bukan Aishah."

Ummi Nadya sedikit kecewa,karna ia ingin sekali menjadikan Aisha menantu.menurutnya Aisha nyaris sempurna sebagai seorang perempuan.

Helaian nafas ummi Nadya lagi dan lagi terdengar berat.aisha pasti sakit hati jika tahu Devan menyukai perempuan lain.ummi Nadya sangat tahu dari mata perempuan itu terlihat jelas ia menyukai Devan.

Malam itu juga Abi Adnan dan ummi Fatimah berangkat dari pondok pesantren Al Fahri kerumah Ayla.

Mereka tampak disambut dengan begitu baik,karna Abi Adnan dan hazan Abdullah sudah seringkali bertemu dalam acara amal.

" Assalamualaikum."

" waalAikum salam."

" Silahkan masuk kiay.selamat datang dirumah kami."

Abi Adnan dan ummi Nadya masuk kedalam rumah Megah itu dengan tatapan kagum rumah dengan nuansa klasik begitu mendominasi.

Diruang tengah bingkai foto keluarga yang begitu besar terpapang jelas.

Ayla ditengah diapit oleh papi dan maminya.dari foto keluarga itu cukup menjelaskan kalau mereka adalah keluarga yang harmonis.

Ummi Nadya mencuri curi pandang kearah foto itu.tentu saja ia memperhatikan foto Ayla yang tersenyum begitu manis,cantikk tapi sayangnya tidak berhijab.

Ummi Nadya menghelai nafasnya lagi dan lagi sepertinya ia kecewa dengan pilihan putranya itu. Tapi itu tidaklah apa apa.asal Devan tidak menyakiti hati perempuan.bagi ummi Nadya itu satu kesalahan yang sangat fatal jika sampai Devan melakukan hal tersebut.

Dua keluarga itu tampak duduk saling berhadapan dengan hidangan kue yang banyak sekali diatas meja.

" Sebenarnya maksud kedatangan kami kesini selain ingin silahturahmi,kami juga berniat melamar putra pak hazan untuk anak kami."

Hazan dan Nadin saling bertatapan.mereka bingung harus bagaimana.mereka sangat ingin menerima lamaran kiay adnan.siapasih yang tidak ingin berbaisanan dengan sosok seperti beliau sosok yang begitu paham dengan agama dan keluarga beliau juga terkenal dengan citra yang baik dikota ini.tapi Ayla pasti akan menolak dengan alasan sudah mempunyai kekasih.

Hazan kembali menatap kiay adnan.

" Saya sangat berterimakasih atas niat baik pak kiay.dan kamipun sangat ingin berbaisanan dengan pak kiay.tapi anak kami pasti akan menolak putra pak kiay.jujr bukan hanya pak kiay yang datang dengan niat yang baik kepada putri kami tapi putri kami selalu menolak dengan alasan..."

" Dengan alasan putri anda punya seseorang kekasihkan?"

Huk huk huk

Ummi Nadya tersendak saat meminum tehnya,dan menatap Abi dengan tatapan tajam.

" Apa kata Abi tadi perempuan yang dilamar Devan punya kekasih, yaallah apakah Devan akan menanggung karma itu."

Ummi Nadya memilih diam membantin dengan dirinya sendiri,tapi senyum yang sedari tadi berusaha dipaksanya saat ini luntur ketika tahu perempuan yang ingin dinikahi anaknya sudah punya kekasih.

"Sudah tidak berhijab, pacaran pula entah apa yang sudah diperbuat wanita itu dengan pacarnya. Memikirkannya saja membuat kepala ummi Nadya terasa pening.

" Dari mana anda bisa tahu?"

" Dunia ini memang terkadang terasa sempit pak hazan."

" Hum entahlah anak itu selalu saja menolak laki laki dengan alasan punya kekasih.tapi tidak satu kali pun laki laki itu datang kerumah ini.membuat kami selalu mengira kalau itu hanyalah akal akalan putri kami untuk menghindari perjodohan."

Kiay Adnan tersenyum.dia sedikit lebih yakin Devan maju satu langkah dibandingkan Kay.

" Tapi kami akan usahakan membicarakan tentang lamaran kiay kepada putri kami."

" Terima kasih pak hazan,putra kami meminta putri bapak juga tidak memaksa.jika kekasih putri bapak datang melamar ,putra kami akan mundur ."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!