NovelToon NovelToon
27 Hari Setelah Melahirkan

27 Hari Setelah Melahirkan

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Cerai / Ibu susu / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Ibarat luka jahitan saja belum sepenuhnya kering. Tepat 27 hari setelah kematian bayinya, Hana dikejutkan dengan surat gugatan cerai yang Dzaki layangkan untuknya.

Status Whatsaap Mona-sahabat Hana, tertulis "First day honeymoon". Dan Hana yakin betul, pria menghadap belakang yang tengah Mona ajak foto itu adalah suaminya-Dzaki.

Sudah cukup!

Hana usap kasar air matanya. Memutuskan keluar dari rumah. Kepergian Hana menjadi pertemuanya dengan sosok bayi mungil yang tengah dehidrasi akibat kekurangan Asi. Dengan suka rela Hana menyumbangkan Asinya pada bocah bernama~Keira, bayi berusia 2 bulan yang di tinggalkan begitu saja oleh Ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Pagi itu, waktu masih menunjukan pukul 05.30

Hana baru saja selesai memompa Asi, dan mata cantik itu berbinar kala Asinya selalu berkualitas dan pagi ini Hana berhasil membaginya pada kantung Asi menjadi 3. Setelah menulis tanggal, Hana memasukan Asinya pada freezer yang terdapat di kamar itu.

Sebelum berniat menuju kamar mandi, Hana tatap dulu wajah Keira yang masih terlelap dalam tidurnya.

Masih selalu sama-

Cantik!

"Sehat-sehat ya, Sayang! Keira anak yang manis deh," lirihnya sebelum Hana kembali beranjak menuju kamar mandi.

15 menit membersihkan diri, kini Hana sudah rapi dengan penampilanya. Niatnya akan keluar menuju dapur untuk membantu para pelayan menyiapkan sarapan.

Namun, belum sampai kakinya melangkah lagi, gawainya bergetar tanpa jeda.

Naman sang Kakak~Sanas, tertera jelas dan membuat perasaan Hana sedikit tak tenang.

"Hallo, ada apa, Mbak?"

Di sebrang, suara Sanas lebih dominan menahan resah hingga helaan napas yang terdengar dalam. "Han... Ibu pukul 3 tadi di larikan ke rumah sakit. Habis jatuh dari kamar mandi. Ini, Mbak sudah di Rumah Sakit Budi Kasih."

Deg!

Jantung Hana terpompa lebih cepat, hingga detaknya terdengar menembus dinginya pagi. "Ya Allah... Ibu siapa yang bawa, Mbak? Ini... Ini nanti Hana langsung ke sana."

"Dibawa Pak Kades, Han! Mas Madha masih dalam perjalanan. Katanya mau jemput kamu tadi," jawab Sanas di sebrang.

Setelah cukup mendapat informasi, Hana bergegas mengambil tas selempangnya, dan berniat segera pulang sebelum sang Kakak lebih dulu tiba di rumahnya.

Dan kebetulan, disaat Hana keluar dari kamar, Bu Ana masuk sambil membawa handuk kecil untuknya mengelap keringat yang keluar.

"Loh... Han, kok udah rapi, mau kemana?" tanya Bu Ana setelah menelisik penampilan Hana.

Hana mencoba mengurangi rasa resahnya, meskipun guratan wajahnya jelas sekali menahan cemas. "Bu... Sa-saya minta ijin beberapa hari untuk kedepan. Ibu saya pagi ini dilarikan ke rumah sakit!"

Bu Ana tersentak. Wajahnya lebih serius. "Ya Allah, sakit apa, Han?"

"Ibu jatuh dari kamar mandi, Bu!" jawab Hana. Dan memang, tubuh Bu Laksmi agak gempal, dan di tambah darahnya yang sering naik turun. "Tapi, Ibu tenang saja. Selama Hana pergi, Hana pasti akan tetap mengirimkan Asi untuk Keira."

Bu Ana mengangguk. "Kamu yang tenang, Hana. Fokuslah pada kesembuhan Ibumu dulu! Saya ikut prihatin, ya...."

Hana mengangguk. Setelah itu Bu Ana mengikuti langkah Hana sampai garansi untuk membangunkan sopir muda-Reno.

Dengan muka bantal itu, Reno tampak cekatan dalam mengemudikan mobil, meskipun sudah beberapa kali pria muda itu menguap.

"Mbak, saya juga turut prihatin dengan musibah yang menimpa keluarga Mbak Hana," celetuk Reno sambil menatap kaca yang menggantung di depanya.

Hana mengangguk, mencoba tersenyum tipis meskipun dadanya sejak tadi seperti orang yang tengah menaiki wahana Roller Coaster.

"Makasih, Mas Reno!"

Hana merasa lega, sebab disaat ia turun, mobil Madha masih belum juga sampai. Dan begitu mobil yang di bawa Reno sudah mulai pergi, barulah mobil sang Kakak tiba.

Dint!

Hana berkesiap. "Han, langsung masuk aja!" seru Madha menyembulkan kepalanya pada kaca.

"Baik, Mas!"

Mobil Madha kembali melaju dengan kecepatan normal. Sebagai anak pertama, ia merasa bersalah sebab tidak selalu ada disisi ibunya setiap saat. Apalagi dalam usia lanjutnya, Bu Laksmi masih terus bekerja hingga kini.

****

Kembali ke kediaman Morez.

Danish sudah rapi dengan setelan jas, begitu Lukman yang hanya memakai kemeja di lipat sampai batas siku. Hari senin ini, kedua kakak beradik itu tampak bersemangat menuruni tangga.

Sebelum menuju meja makan, Danish menyempatkan ke kamar Keira terlebih dulu, ingin melihat, sudah bangun atau belum kah putri kecilnya.

Ceklek!

Bu Ana yang di temani Bik Inem reflek menoleh bersamaan. "Nah, udah cantik Incesnya Oma. Keira sayang, uluh... Cantiknya, anak siapa sih," gumam Bu Ana mengangkat tubuh Keira untuknya timang.

5 bulan ini, tingkah serta kecerdasan Keira bertambah dengan pesat.

"Loh, kok Mamah disini sama Bibi? Hana kemana?" bukan Danish yang bertanya, melainkan Lukman yang menyelonong masuk.

Danish juga agak mengernyit, karena tak melihat batang hidung ibu susu putrinya sejak pagi ini. "Kemana Hana, Mah?"

"Hana cuti beberapa hari ke depan, Dan! Ibunya subuh tadi di larikan ke rumah sakit. Katanya, jatuh dari kamar mandi," jawab Bu Ana sambil menggendong Keira.

Lukman menyeletuk, "Wah... Bahaya itu, Mah! Ya, semoga aja darahnya nggak tinggi. Duh... Keira pasti merana deh di tinggal Hana," ledek Lukman melirik Kakaknya yang masih mematung.

"Iya, bener, Den! Bibi aja pelan-pelan banget kalau di kamar mandi," sahut Bi Inem.

Sambil menerima gendongan Keira, Lukman juga mendekat kearah pelayan tua itu. "Bibi harus hati-hati. Lukman masih belum menikahi Hana. Jadi, sehat-sehatlah lebih lama lagi," kekeh Lukman mencairkan suasana.

Daniah reflek melempar tatapan tajam kearah adiknya. Lalu tatapanya berpindah kearah sang Mamah. "Sejak kapan Hana pergi, Mah?"

"Tadi, setengah 6 lebih kalau nggak salah, Dan! Kamu sama Lukman juga masih molor, makanya Mamah suruh Reno yang anterin pulang," jawab Bu Ana sambil merapikan box Keira.

Lukman yang kini menimang Keira, mulut lemesnya sejak tadi bagaikan gesekan api yang memercikan amarah dalam diri Danish. "Mah... Keira makin hari makin berat aja ya, badanya. Ini pasti efek Asinya Hana, deh!" kekehnya lagi sambil menatap Keira. "Keira... Jangan di habisin ya Asinya, nanti Om nggak kebagian kalau sudah nikahi Ibu susumu. Kita joinan dikit nggak papa 'kan?"

Plak!

Kepala Lukman terhempas oleh tonyoran dari kakaknya itu. "Eh eh, Den Lukman udah mulai jinak nih ama wanita," goda Bik Inem.

Bu Ana menimpali. "Biarin jinak, Bi. Mungkin kalau bukan Hana, siapa lagi wanita yang dia sukai. Dia kan belok," ejeknya.

Lukman tak mengidahkan. "Keira... Kamar kamu kenapa sekarang jadi panas gini, ya? Atau jangan-jangan ada makhluk halusnya lagi?! Duh, Om jadi takut. Kita kabur yuk," dalam dekapan Lukman, bayi 5 bulan itu tertawa lepas sambil beranjak keluar.

Bik Inem juga ikut keluar. Sementara Danish, pria itu masih terpaku memikirkan bagaiman keadaan Ibu Hana, dan secemas apa Hana tadi pagi.

"Mah, dimana Ibunya Hana di rawat?"

Bu Ana tersadar. "Wah itu, Dan... Mamah lupa nanyain. Nanti deh Mamah telfon Hana langsung," jawabnya sambil beranjak keluar. Langkah Bu Ana berhenti di samping tubuh putranya. "Dan... Kamu juga nengokin loh ibunya Hana. Biar bagaimana pun, kamu itu Bosnya!" cukup memperingati, Bu Ana memutuskan keluar.

Danish cukup bergeming. Ia masih teringat semalam tadi ia memarahi Ibu susu putrinya itu. "Berapa lama dia mengambil cuti? Aghhh... Kenapa aku jadi kesal begini sih?" bisik batinya.

Entah mengapa, bagi indahnya terasa hampa tanpa suara cempreng dari Hana. Yang biasanya setiap ia membuka pintu itu Hana sudah bernyanyi tak jelas bersama sang putri. Tapi untuk beberapa hari nanti, kamar itu akan lebih senyap dan kosong.

Sama seperti hatinya.

1
Netty Netty
good
Mamah Dini11
bu ana gak tau kalau sepupunyalah yg merebut menantu sendiri , gimana nanti kalau udh ke tahuan reaksi bu aba , semoga secepat nya terbongkar kelakuan mantan menantunya kayak apa kelakuan nya .
Mamah Dini11
wanita macam apa tuh si rani , baru lahiran udh menggatel , gak sadar ya disitu baru lahiran .
Mamah Dini11
hana mh sm danis kayak , kan kalau hana bersatu sm danis hana bisa ngasih pelajaran sm mantan nya , daniskan punya kekuasaan di kantornya biar kapok tuh si mantan udh ninggalin hana habis lahiran lgi anaknya meninggal lagi , dia harus ngerasain sakit hatinya hana waktu itu .
Mamah Dini11
danis nya jgn di buat terlaku kaku dan dingin doong thor ,jadi bikin takut orang yg deket ,bolehkan mencair sedikit apalagi kan sudah punya beby
Netty Netty
disini kasihan si Hana ya, jadi korban tamparan mulu 😤
Mamah Dini11
hananya jgn di buat tengil thor mndingan tetap lemah lmbut santun , kan hana baru lahiran suasana hatinya msh rapu di tambah baru di cerai jadi kayak kurang gimana gitu kalau hana gitu peran nya gk sesuai dgn ke adaan nya skarang kan msh berkabung hatinya juga blm sekuat itu.maaf thor masukan aja ya..!! 🙏🙏💪💪
Netty Netty
getaran ya maksudnya 🤣
Netty Netty
garasi😤
Netty Netty
Sofie atau aprillia 🤣
Ko
Tubuh tak boleh meremang thor. Kalau bulu baru boleh. Kalau badan itu menegang
Mamah Dini11
di dunia novel suka rada bedalah dgn dunia nyata
Mamah Dini11
permisi thor aku ikut nimbtung niii semoga cerita nya bagus 🙏
Mamah Dini11
makan tuh malu dasar mertua dn adik ipar gak tau diri, hus hus pergi jasuh jauh
Ko
Oh.. Bearti bapak nya si Danish ini nikahnya muda ya disaat umurnya masih 23tahun..kya aku sm suamiku. Tp waktu itu aku 21, suamiku 22🤭 bagus nikah awal. Supaya nnt bila anak2 udh dewasa, bonyok nya masih tetap muda kya seumuran😂😂
Ko
Perempuan lbh tepat. Keira masih bayi thor. Gk sesuai dipanggil wanita.
Ko
Ibu baru melahirkan blm boleh mkn udang.. Takut jahitan nya infeksi..
Lintang Edgar
kebanyakan Deg 😄
Rita Juwita
luar biasa...
Sukaesih Esih
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!