NovelToon NovelToon
27 Hari Setelah Melahirkan

27 Hari Setelah Melahirkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cerai / Ibu susu
Popularitas:440.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Septi.sari

Ibarat luka jahitan saja belum sepenuhnya kering. Tepat 27 hari setelah kematian bayinya, Hana dikejutkan dengan surat gugatan cerai yang Dzaki layangkan untuknya.

Status Whatsaap Mona-sahabat Hana, tertulis "First day honeymoon". Dan Hana yakin betul, pria menghadap belakang yang tengah Mona ajak foto itu adalah suaminya-Dzaki.

Sudah cukup!

Hana usap kasar air matanya. Memutuskan keluar dari rumah. Kepergian Hana menjadi pertemuanya dengan sosok bayi mungil yang tengah dehidrasi akibat kekurangan Asi. Dengan suka rela Hana menyumbangkan Asinya pada bocah bernama~Keira, bayi berusia 2 bulan yang di tinggalkan begitu saja oleh Ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Pagi itu, waktu masih menunjukan pukul 05.30

Hana baru saja selesai memompa Asi, dan mata cantik itu berbinar kala Asinya selalu berkualitas dan pagi ini Hana berhasil membaginya pada kantung Asi menjadi 3. Setelah menulis tanggal, Hana memasukan Asinya pada freezer yang terdapat di kamar itu.

Sebelum berniat menuju kamar mandi, Hana tatap dulu wajah Keira yang masih terlelap dalam tidurnya.

Masih selalu sama-

Cantik!

"Sehat-sehat ya, Sayang! Keira anak yang manis deh," lirihnya sebelum Hana kembali beranjak menuju kamar mandi.

15 menit membersihkan diri, kini Hana sudah rapi dengan penampilanya. Niatnya akan keluar menuju dapur untuk membantu para pelayan menyiapkan sarapan.

Namun, belum sampai kakinya melangkah lagi, gawainya bergetar tanpa jeda.

Naman sang Kakak~Sanas, tertera jelas dan membuat perasaan Hana sedikit tak tenang.

"Hallo, ada apa, Mbak?"

Di sebrang, suara Sanas lebih dominan menahan resah hingga helaan napas yang terdengar dalam. "Han... Ibu pukul 3 tadi di larikan ke rumah sakit. Habis jatuh dari kamar mandi. Ini, Mbak sudah di Rumah Sakit Budi Kasih."

Deg!

Jantung Hana terpompa lebih cepat, hingga detaknya terdengar menembus dinginya pagi. "Ya Allah... Ibu siapa yang bawa, Mbak? Ini... Ini nanti Hana langsung ke sana."

"Dibawa Pak Kades, Han! Mas Madha masih dalam perjalanan. Katanya mau jemput kamu tadi," jawab Sanas di sebrang.

Setelah cukup mendapat informasi, Hana bergegas mengambil tas selempangnya, dan berniat segera pulang sebelum sang Kakak lebih dulu tiba di rumahnya.

Dan kebetulan, disaat Hana keluar dari kamar, Bu Ana masuk sambil membawa handuk kecil untuknya mengelap keringat yang keluar.

"Loh... Han, kok udah rapi, mau kemana?" tanya Bu Ana setelah menelisik penampilan Hana.

Hana mencoba mengurangi rasa resahnya, meskipun guratan wajahnya jelas sekali menahan cemas. "Bu... Sa-saya minta ijin beberapa hari untuk kedepan. Ibu saya pagi ini dilarikan ke rumah sakit!"

Bu Ana tersentak. Wajahnya lebih serius. "Ya Allah, sakit apa, Han?"

"Ibu jatuh dari kamar mandi, Bu!" jawab Hana. Dan memang, tubuh Bu Laksmi agak gempal, dan di tambah darahnya yang sering naik turun. "Tapi, Ibu tenang saja. Selama Hana pergi, Hana pasti akan tetap mengirimkan Asi untuk Keira."

Bu Ana mengangguk. "Kamu yang tenang, Hana. Fokuslah pada kesembuhan Ibumu dulu! Saya ikut prihatin, ya...."

Hana mengangguk. Setelah itu Bu Ana mengikuti langkah Hana sampai garansi untuk membangunkan sopir muda-Reno.

Dengan muka bantal itu, Reno tampak cekatan dalam mengemudikan mobil, meskipun sudah beberapa kali pria muda itu menguap.

"Mbak, saya juga turut prihatin dengan musibah yang menimpa keluarga Mbak Hana," celetuk Reno sambil menatap kaca yang menggantung di depanya.

Hana mengangguk, mencoba tersenyum tipis meskipun dadanya sejak tadi seperti orang yang tengah menaiki wahana Roller Coaster.

"Makasih, Mas Reno!"

Hana merasa lega, sebab disaat ia turun, mobil Madha masih belum juga sampai. Dan begitu mobil yang di bawa Reno sudah mulai pergi, barulah mobil sang Kakak tiba.

Dint!

Hana berkesiap. "Han, langsung masuk aja!" seru Madha menyembulkan kepalanya pada kaca.

"Baik, Mas!"

Mobil Madha kembali melaju dengan kecepatan normal. Sebagai anak pertama, ia merasa bersalah sebab tidak selalu ada disisi ibunya setiap saat. Apalagi dalam usia lanjutnya, Bu Laksmi masih terus bekerja hingga kini.

****

Kembali ke kediaman Morez.

Danish sudah rapi dengan setelan jas, begitu Lukman yang hanya memakai kemeja di lipat sampai batas siku. Hari senin ini, kedua kakak beradik itu tampak bersemangat menuruni tangga.

Sebelum menuju meja makan, Danish menyempatkan ke kamar Keira terlebih dulu, ingin melihat, sudah bangun atau belum kah putri kecilnya.

Ceklek!

Bu Ana yang di temani Bik Inem reflek menoleh bersamaan. "Nah, udah cantik Incesnya Oma. Keira sayang, uluh... Cantiknya, anak siapa sih," gumam Bu Ana mengangkat tubuh Keira untuknya timang.

5 bulan ini, tingkah serta kecerdasan Keira bertambah dengan pesat.

"Loh, kok Mamah disini sama Bibi? Hana kemana?" bukan Danish yang bertanya, melainkan Lukman yang menyelonong masuk.

Danish juga agak mengernyit, karena tak melihat batang hidung ibu susu putrinya sejak pagi ini. "Kemana Hana, Mah?"

"Hana cuti beberapa hari ke depan, Dan! Ibunya subuh tadi di larikan ke rumah sakit. Katanya, jatuh dari kamar mandi," jawab Bu Ana sambil menggendong Keira.

Lukman menyeletuk, "Wah... Bahaya itu, Mah! Ya, semoga aja darahnya nggak tinggi. Duh... Keira pasti merana deh di tinggal Hana," ledek Lukman melirik Kakaknya yang masih mematung.

"Iya, bener, Den! Bibi aja pelan-pelan banget kalau di kamar mandi," sahut Bi Inem.

Sambil menerima gendongan Keira, Lukman juga mendekat kearah pelayan tua itu. "Bibi harus hati-hati. Lukman masih belum menikahi Hana. Jadi, sehat-sehatlah lebih lama lagi," kekeh Lukman mencairkan suasana.

Daniah reflek melempar tatapan tajam kearah adiknya. Lalu tatapanya berpindah kearah sang Mamah. "Sejak kapan Hana pergi, Mah?"

"Tadi, setengah 6 lebih kalau nggak salah, Dan! Kamu sama Lukman juga masih molor, makanya Mamah suruh Reno yang anterin pulang," jawab Bu Ana sambil merapikan box Keira.

Lukman yang kini menimang Keira, mulut lemesnya sejak tadi bagaikan gesekan api yang memercikan amarah dalam diri Danish. "Mah... Keira makin hari makin berat aja ya, badanya. Ini pasti efek Asinya Hana, deh!" kekehnya lagi sambil menatap Keira. "Keira... Jangan di habisin ya Asinya, nanti Om nggak kebagian kalau sudah nikahi Ibu susumu. Kita joinan dikit nggak papa 'kan?"

Plak!

Kepala Lukman terhempas oleh tonyoran dari kakaknya itu. "Eh eh, Den Lukman udah mulai jinak nih ama wanita," goda Bik Inem.

Bu Ana menimpali. "Biarin jinak, Bi. Mungkin kalau bukan Hana, siapa lagi wanita yang dia sukai. Dia kan belok," ejeknya.

Lukman tak mengidahkan. "Keira... Kamar kamu kenapa sekarang jadi panas gini, ya? Atau jangan-jangan ada makhluk halusnya lagi?! Duh, Om jadi takut. Kita kabur yuk," dalam dekapan Lukman, bayi 5 bulan itu tertawa lepas sambil beranjak keluar.

Bik Inem juga ikut keluar. Sementara Danish, pria itu masih terpaku memikirkan bagaiman keadaan Ibu Hana, dan secemas apa Hana tadi pagi.

"Mah, dimana Ibunya Hana di rawat?"

Bu Ana tersadar. "Wah itu, Dan... Mamah lupa nanyain. Nanti deh Mamah telfon Hana langsung," jawabnya sambil beranjak keluar. Langkah Bu Ana berhenti di samping tubuh putranya. "Dan... Kamu juga nengokin loh ibunya Hana. Biar bagaimana pun, kamu itu Bosnya!" cukup memperingati, Bu Ana memutuskan keluar.

Danish cukup bergeming. Ia masih teringat semalam tadi ia memarahi Ibu susu putrinya itu. "Berapa lama dia mengambil cuti? Aghhh... Kenapa aku jadi kesal begini sih?" bisik batinya.

Entah mengapa, bagi indahnya terasa hampa tanpa suara cempreng dari Hana. Yang biasanya setiap ia membuka pintu itu Hana sudah bernyanyi tak jelas bersama sang putri. Tapi untuk beberapa hari nanti, kamar itu akan lebih senyap dan kosong.

Sama seperti hatinya.

1
Dew666
🪻🪻🪻
Isabela Devi
syukurlah akhirnya Hana dan Danish nikah juga, samawa. thor lanjut sampai mrk py anak
Nesya
samawa ya danish dan hana 🥰🥰
Nesya
lanjut terus thor sampai danish dan hana pnya anakan 🤭🙏
Elly Irawati
lanjut Thor.. pnsran yg Lukman sama Bella sekalian dinikahkn ajahhh 🤣🤣
Ig:@septi.sari21: aaa lsporan di terimaa😭🤣🤣❤❤
total 1 replies
Samsiah Yuliana
lanjut lagi cerita Thor 🙏🙏🙏🥰
vania larasati
lanjut
nunik rahyuni
lanjutkan sambung kisah lukman yg terbucin2 dm bella walau diawalnya menolak
delis armelia
jngn dulu tamat
Debora Parta
masyaallah,udh nikah aja Hana dan Danish.selamat ya buat kedua mempelai semoga samawa ya.
jng dulu Thor,mau liat sampai Hana punya anak ke-2.oiya,dzhaki blm dpt karma nya ya thor mau dong dzhaki di buat kaget kalo Hana sdh nikah dan hidup berbahagia sama suaminya yg skg.
Ig:@septi.sari21: dzaki udah kena karma kak. ada dibab berapa waktu kecelakaan itu. Septi lupa. baik-baik, nanti bakal di kasih kebucinan mereka🤣🔥
total 1 replies
@Resh@
jangan di tamatin dulu dong belum liat yg romantis2 masak mau tamat sampek punya anak juga lah, n juga pengen liat si lukman dapat pasangan juga biar adilll
Ika Setyawati: sampai punya anak donk thor.
mau lihat keromantisan mereka dl lah..
total 2 replies
Memyr 67
𝗂𝗁𝗁𝗁 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖽𝖺𝗁 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌 𝗆𝖾𝗇𝖼𝗈𝗅𝗈𝗄, 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗌𝖾𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗌𝖺𝗁𝖺𝖻𝖺𝗍𝗇𝗒𝖺, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗆𝖺𝗎 𝗍𝖺𝗎.
Elly Irawati
Hana sama Danish,, madha sama dokter cantik,,, trus si Lukman sama siapa kira", ,???🤔🤔 jngan" sama si itu tuuu🤣🤣
Samsiah Yuliana
jiaaah, masih nunggu ya trnyata ceritanya,,,
semangat Thor, lanju6lagi episode nya 🥰🥰🥰🙏
Meliandriyani Sumardi
bacanya duluan hana ,ayana baru mulai baca kak 🤣🤣
Meliandriyani Sumardi: siap kak
total 2 replies
@Resh@
ceapt nikahin aja lah nnti ada lagi benalu pembinur dN pelakor muncullll
vania larasati
lanjut
Sri rahayu
bingung deh sama hana ,udah di lamar dan menerima lamaran tapi masih mengharapkan Danis
Sri rahayu
lah koo ?
Sri rahayu
laris manis nih janda muda 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!