NovelToon NovelToon
Pergi Sakit Bertahan Sulit

Pergi Sakit Bertahan Sulit

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:242
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Rahayu

Cinta adalah anugerah... tapi bagaimana jika cinta harus kamu berikan pada orang lain?

Aletta syavira levania dan Dilan Wijaya Kusuma saling mencintai sejak SMA – cinta yang tumbuh perlahan seperti bunga di musim hujan. Namun ketika sahabatnya Tamara Amelia Siregar mengaku jatuh cinta pada Dilan untuk pertama kalinya, Aletta membuat keputusan berat, melepaskan orang yang dicintainya demi menyenangkan sahabatnya.

"Dia butuh kesempatan, aku mohon Dilan, aku jaminan kamu akan lebih bahagia sama dia." Ucapnya dengan nada yang memelas sampai Dilan pun tak tega untuk menolaknya

Untuk memenuhi janjinya, Aletta mencari cinta baru melalui media sosial dan bertemu Jonathan Adista sanjaya. Sementara itu, Dilan dengan berat hati menjalin hubungan dengan Tamara. Di depan orang lain, semuanya terlihat sempurna – dua pasangan yang harmonis dan bahagia. Namun di balik senyum dan candaan, setiap tatapan Aletta dan Dilan menyimpan rasa rindu yang tak bisa disembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 01

Cuaca hari ini sedang mendukung dan berawan padahal suasana masih cukup pagi tetapi langit di atas terlihat sangat gelap tertutupi awan hitam.

Sepertinya hari ini akan turun hujan di tambah angin yang berhembus masuk ke dalam tubuh secara perlahan.

Tetapi walaupun cuaca sedang tidak mendukung tidak bisa menggagalkan rencana Aletta yang tengah membuat kue ulang tahun bersama dengan Ruby.

"Akhirnya kuenya jadi juga" ucap Ruby sambil membereskan dapur yang sudah berantakan ulah mereka berdua.

"Jadi gak sabar deh pengen liat reaksi Tamaran pas tau kue ulang tahun bikinan kita" ucap Aletta excited

Setelah membuat kue dengan sangat hati-hati, mereka tiba di rumah Tamara yang sudah penuh dekorasi warna-warni. Balon-balon berbentuk hati dan bunga memenuhi setiap sudut ruang tamu, sementara aroma makanan lezat dari dapur membuat semua orang lapar.

"Selamat ulang tahun, Tamara!" Aletta, Dilan dan Ruby bersorak serentak saat Tamara keluar dengan gaun putih muda yang cantik. Wajahnya bersinar bahagia saat menerima hadiah dari mereka.

Setelah makan malam bersama teman-teman lain dan memotong kue, tamu mulai pulang satu per satu. Hanya Aletta dan Ruby yang tersisa – seperti yang sudah dijanjikan untuk menginap.

"Ayo kita main pesta bantal saja!" Tamara mengajak dengan semangat tinggi, langsung mengambil beberapa bantal besar dari sofa. Tak butuh lama, mereka saling melempar bantal dengan tertawa terbahak-bahak, sampai akhirnya mereka semua terlentang lelah di lantai yang ditutupi karpet lembut.

Suasana perlahan menjadi tenang. Gita duduk dengan wajah sedikit serius, lalu terbesit sebuah ide muncul dari pikirannya "Gays... Gimana kalau kita main truth or dare ?" katanya dengan antusias.

"Boleh tuh" Ucap Aletta tak kalah semangat dan Ruby pun setuju lalu mereka bertiga berkumpul mengelilingi botol minum yang siap untuk di putar.

"Siap yah" Ucap Ruby memberikan arahan untuk memutar botolnya terlebih dahulu.

"Satu.... Dua... Tiga.... " Botol terus berputar mengelilingi mereka dengan sangat cepat sampai putarannya melambat dan berhenti tepat di depan Aletta.

"Asikk gak sabar nih jadi pilih truth atau dare" Ucap Tamara bertanya kepada Aletta.

"Truth aja deh" Ucapnya pasrah karena dia lebih memilih tantangan dari pada harus menjawab pertanyaan konyol dari mereka.

"Telepon Diego sekarang juga dan suruh dia jemput loh besok" Ucap Tamara dengan semangatnya.

"Apaan sih gak ah, yang lain aja deh yang lain" Ucap Aletta menolaknya mentah mentah karena dia tidak mah berurusan dengan Diego karena teman temannya tau kalau Diego menyukai Aletta maka dari itu dia tidak mau memberikan harapan kepada Diego.

"Ya udah deh iya, menurut loh apa Ruby? " Tanya Tamara kepada Ruby yang sedang memikirkan pertanyaannya.

"Udah deh gue di hukum aja deh di hukum biar cepet" Ucap Aletta menyarankan dari pada harus mendapatkan pertanyaan yang aneh aneh.

"Okey gimana kalau loh posting foto alay loh ke instagram selama 24 jam, loh setuju gak Ruby" Tanya Tamara meminta saran kepada Ruby sahabatnya.

Memang Ruby itu sifatnya paling kalem di antara Tamara dan Aletta yang terkesan aktif dan banyak omongan.

"Boleh tuh ide bagus juga" Ucap Ruby menyeringai senyumnya yang aneh menampilkan kalau dia mempunyai rencana.

"Tapi kita yang harus milihin fotonya yah" Ucap Ruby bersiap mengambil handphone Aletta yang sedang di pegang olehnya

"Ya udah nih" Ucap Aletta dengan pasrahnya memberikan handphone kepada Ruby.

"Gue puter galerinya, loh yang bilang stop yah" Ucap Ruby kepada Tamara.

Ruby membuka isi galeri Aletta yang penuh dengan fotonya yang lucu lucu ketika masih SMP "stop" Ucap Tamara ketika Ruby sedang sek roll fotonya Aletta dan berhenti di sebuah foto Aletta yang masih muda memakai kunci dua tengah memaksa coklat yang belepotan.

Sangat lucu dan bikin tertawa karena disitu Aletta masih terlihat polos dan belum makai riasan wajah.

"Ya ampun loh lucu banget Aletta udah kaya anak kecil yang lagi sibuk sama lolipop nya" Ucap Tamara tak tahan menertawakan sahabatnya begitu pun dengan Ruby.

"Udah ah nih gue posting sekarang yah" Ucap Aletta menekankan tombol Shen di handphonenya dan fotonya pun terpampang di sosial medianya.

Banyak yang memberikan komentar kepada Aletta namun responnya kebanyakan baik ada yang bilang cantik lucu dan imut tak heran sih soalnya Aletta dan teman temannya terkenal dan sangat populer di sekolahnya karena orang tuanya adalah donatur di sekolah.

Apalagi mereka tidak sombong dan selalu ramah terhadap siapapun dan selalu membuat adik kelas ketika diminta untuk mengajarinya belajar, makanya mereka sering di cap sebagai Trio masketin.

"Udah ah sekarang giliran kalian yah" Ucap Aletta memutarkan botolnya dan berhenti di Ruby.

"Nah kena kau sekarang" Ucap Aletta menyerupai bersiap untuk balas dendam.

"truth or dare" Ucap Aletta dengan penuh semangat.

"Dare aja deh" Ucap Ruby dengan santainya meneguk minuman yang ada di hadapannya.

"Yah gak asik truth aja deh" Ucap Aletta merasa kecewa dengan pilihannya Ruby.

"Ya gak bisa gitu lah orang gue milihnya juga dear" Ucapnya menjulurkan lidahnya mengejek Aletta sampai membuat Aletta cemberut karena gagal membalaskan dendamnya.

"Tenang aja Aletta gue tau pertanyaan apa yang cocok buat dia" Ucap Tamara tersenyum licik seperti dia sudah menemukan karu as Ruby.

"Apa emangnya" Ucap Aletta merasa penasaran dan menunggu jawaban dari Tamara.

"Gimana kelanjutan kisah cinta loh bersama anwar" Ucap Tamara dengan senyum kemenangan.

Ruby terkejut dan langsung tersipu malu sedangkan Aletta hanya melongo karena tidak tahu apa apa.

"Anwar siapa? " Tanya Aletta merasa kesal "kok loh gak pernah cerita sih lagi dekat sama cowo, jahat banget sih kita kan sahabat" Ucap Aletta ngedumel sambil melibatkan kedua tangannya di atas dadanya.

"Itu loh cowok yang sering mabar sama Ruby di game mobile legends loh inget gak" Ucap Tamara mencoba mengingatkan Aletta.

"Owh iya gue inget" Ucap Aletta tersenyum menggoda Ruby "jadi apa jawabannya" Ucap Aletta menunggu jawaban.

"Iya gue emang lagi dekat sama dia dan kita udah ketemu, ternyata rumahnya dekat dengan rumah gue, tapi dia kerja di luar kota makanya tidak pernah kelihatan" Ucap Ruby senyum senyum sendiri sambil membayangkan pertemuan pertama mereka.

Tamara dan Aletta hanya mendengarkan saja dan ikut tersenyum melihat sahabatnya yang sedang jatuh cinta karena ini kali pertamanya Ruby jatuh cinta, karena memang sifatnya yang tomboy dan selalu cuek terhadap laki-laki.

"Udah ah sekarang giliran loh Tamara" Ucap Ruby mengalihkan pembicaraan dan mereka masih saja menggoda Ruby sehingga membuatnya menjadi kesal.

"Loh pilih truth atau dare" Ucap Ruby dengan sewotnya.

"Waduh waduh tahan dulu dong kok jadi emosi gitu yah" Ucap Aletta masih belum puas mengejeknya sampai di lepar bantal oleh Ruby.

"Iya tau nih, gak sabaran banget sih" Ucap Tamara menertawakan Ruby yang sedang salting.

"Udah buruan ah" Ucap nya ngambek.

"Iya iya gue pilih dear, karena gue mau jujur sama kalian semua" Ucap Tamara dengan serius.

Aletta dan Ruby pun menjadi serius karena wajahnya Tamara yang tegang dan gugup.

"Akhir akhir ini gue lagi suka sama cowo" Ucap Tamara menekankan suaranya sambil memainkan ibu jarinya.

"Siapa" Tanya Aletta dan Ruby serentak tak percaya karena Tamara selalu takut ketika di dekati oleh cowo dan sangat janggal mendengarnya, berbeda terbalik dengan Ruby dan Aletta yang selalu berbaur dengan cowok.

"Dilan orangnya" Ucap Tamara sambil menutupi wajahnya yang memerah karena malu mengungkapkan perasaannya.

"Oh yah selamat dong semoga perjalanan cinta loh lancar yah" Ucap Aletta tersenyum menutup kegugupannya.

Ruby memandang wajah Aletta dengan ekspresi yang tidak bisa di jelaskan dia sangat paham betul bagian perasaannya saat ini.

"Jadi loh setuju gue sama Dilan Al" Ucap Tamara terkejut dan sangat bahagia. "Gue pikir loh juga suka sama Dilan" Tanya nya.

"Gak kok lagian gue sama Dilan tuh udah kaya sahabat sendiri lah gue udah anggap dia abang gue sendiri" Ucap Aletta.

"Berarti bagus dong jadi persahabatan kita tetap baik baik aja gue pikir dengan gue suka sama Dilan kita bakal jadi renggang" Ucap Tamara memeluk Aletta dengan penuh sayang "makasih ya loh emang sahabat gue yang terbaik".

Ruby hanya menyaksikan kedua sahabatnya yang sedang berpelukan dengan suasana hati yang berbeda beda dan Ruby tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka berdua adalah sahabatnya dan Ruby menyayangi keduanya.

"Sayang bantu mamih siapin makanan yuk kesian teman-teman kamu takut lapar" Teriak Dewi memanggil putri semata wayangnya.

"Iya mih bentar" Timbalnya dan berpamitan meninggalkan sahabatnya ke dapur, menyisakan Aletta dan Ruby yang masih mencerna kenyataan di kamar Tamara.

Ruby membawakan Aletta ke teras belakang. "Aletta, loh bohong kan? Gue lihat dari mata loh pas loh sama Dilan berduaan. Loh juga suka kan sama Dilan?, apalah setiap kali kalian di tongkrongan tuh udah kaya sepasang kekasih Al"

Alya menggeleng dengan wajah yang sedikit pucat. "Gak lah, Ruby. Gue cuma anggap dia sebagai teman baik aja. Perasaan loh aja kali, Malahan gue punya niatan buat menyatukan hubungan Dilan sama Tamara lho. Ini kesempatan pertama dia jatuh cinta, gue gak tega nyakitin perasaannya ?"

Rina menggeleng tidak puas, memegang bahu Alya dengan erat. "Gak bisa begitu, Al! Loh tau kan menyembunyikan perasaan dan memaksakan diri buat menyetujui sesuatu yang bukan dari hati loh itu gak baik buat semua orang. Loh harus bilang yang sebenarnya sama Tamara!, gue yakin kok Tamara pasti ngerti soal perasaan loh, sebelum semuanya terlambat."

"Tapi nanti Tamara akan sangat sakit hati, Ruby!" Aletta menjawab dengan suara hampir bergetar. "Gue lebih memilih menyakiti diri gue sendiri dari pada membuat sahabat gue menangis. Percayalah, gue benar-benar ingin mereka berdua bahagia."

"Iya kalau mereka berdua bahagia tapi kalau cinta Tamara bertepuk sebelah tangan gimana" Ucap Ruby dengan serius menyadarkan sahabatnya yang tengah berpikiran konyol.

"Gue bisa yakinkan Dilan kok loh tenang aja dengan berjalannya waktu gue yakin Dilan juga bakal suka kok sama Tamara, lagian cowok mana sih yang gak suka sama Tamara udah cantik, pinter tajir pula" Ucapnya menyenggol tangan Rina dengan candanya.

"Udah ah loh kebanyakan mikir, mending sekang kita balik ke kamar Tamara sebelum dia nyariin kita" Ucap Aletta menarik paksa tangan Ruby yang masih kesal kepadanya.

Malamnya Aletta tidak bisa tidur sementara Ruby dan Tamara sudah lebih dulu terlelap mungkin karena mereka kecapean sehabis acara ulang tahunnya Tamara.

Aletta masih mencerna perkataan Ruby, dia sendiri masih belum yakin kalau dia menyukai Dilan "masa sih gue suka sama Dilan" Gumamnya bergelut dengan pikirannya sendiri.

Dia merasa haus dan berniat untuk mengambil minum di dapur dan menemukan dewi yang sedang mencuci piring.

"Tante masih belum tidur juga" Ucap Aletta mengagetkan Dewi dan melihat keberadaan Aletta yang sedang berdiri dihadapannya.

"Iya nih lagi cuci piring dulu biar besok gak banyak kerjaan, kamu sendiri kenapa belum tidur? " Tanya dewi menatap Aletta.

"Iya letta ke bangun tante haus" Ucapnya hendak mengambil gelas dan duduk di meja makan lalu meneguknya perlahan.

"Tante seneng banget semenjak ada kalian Tamara jadi ceria hidupnya" Ucap dewi menghampiri Aletta dan duduk di sampingnya.

"Aku juga seneng kok tan bisa kenal sama Tamara, apalagi dia orangnya aktif dan ceria sama kaya aku" Ucap Aletta setengah tertawa.

"Iya mudah mudahan persahabatan kalian akur terus yah, karena kalian udah tante anggap anak kandung tante sendiri" Ucap dewi memeluk Aletta dengan sayang.

"Makasih yah tante berkata tante aku punya sosok mamah di sisi aku di saat ibu selalu sibuk sama kerjaannya" Ucap Aletta membalas pelukannya.

~back to continue~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!