NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.

Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Teknik Penempaan Tulang Naga

Setelah kobaran amarahnya mereda, Lin Feng kembali menjadi Penguasa Abadi yang tenang dan penuh perhitungan. Emosi adalah kemewahan yang tidak bisa ia miliki saat ini. Prioritas utamanya adalah memperbaiki fondasi yang hancur ini.

Dia duduk bersila di ranjang, mengabaikan rasa sakit yang menjalar di setiap inci tubuhnya. Pikirannya bekerja dengan kecepatan cahaya, menyaring lautan pengetahuan medis dan teknik kultivasi dari kehidupan sebelumnya.

"Metode penyembuhan biasa tidak akan berguna. Meridiannya tidak hanya retak, tapi hancur berkeping-keping oleh kekuatan kasar. Untuk membangunnya kembali, aku harus terlebih dahulu menempa ulang tulang dan daging ini, menciptakan wadah yang mampu menahan kekuatan Kitab Suci Kekacauan Abadi."

Di Alam Abadi, ada ribuan metode untuk menempa tubuh. Tetapi semuanya membutuhkan ramuan spiritual tingkat langit atau harta karun surga dan bumi yang tidak mungkin ditemukan di dunia fana yang tandus ini.

"Tidak... aku harus berpikir lebih sederhana."

Pikirannya kembali ke masa mudanya yang sangat jauh, bahkan sebelum ia menjadi terkenal. Sebuah teknik dasar yang ia temukan di reruntuhan kuno. Teknik itu dianggap tidak berguna oleh banyak orang karena prosesnya yang menyakitkan dan lambat, tetapi fondasi yang dihasilkannya sangat kokoh. Teknik itu tidak bergantung pada energi spiritual eksternal, melainkan membangkitkan kekuatan hidup laten di dalam tubuh itu sendiri.

"Teknik Penempaan Tulang Naga."

Senyum tipis tersungging di bibir Lin Feng. Sempurna. Teknik ini hanya membutuhkan beberapa bahan obat fana yang, meskipun mungkin langka, seharusnya bisa ditemukan di dunia ini.

Menurut ingatan pemilik tubuh ini, bahan-bahan yang ia butuhkan adalah: Rumput Darah Besi untuk memperkuat darah, Bunga Roh Embun untuk menyehatkan jiwa, dan yang terpenting, Buah Ular Merah, sebuah buah berapi yang dapat merangsang dan menempa ulang tulang dari dalam.

Masalahnya, bagaimana cara mendapatkannya? Sebagai anggota klan yang terbuang, ia tidak memiliki uang atau poin kontribusi untuk ditukarkan di Aula Obat klan.

"Tidak ada jalan lain."

Dengan susah payah, Lin Feng berdiri. Setiap gerakan terasa seperti tusukan ribuan jarum, tetapi ekspresinya tetap tidak berubah. Mengandalkan ingatan pemuda itu, ia berjalan keluar dari halaman kecilnya yang terpencil menuju pusat kompleks Klan Lin.

Sepanjang jalan, beberapa murid klan yang melihatnya menunjukkan ekspresi terkejut, yang dengan cepat berubah menjadi cemoohan.

"Lihat, bukankah itu si sampah Lin Feng? Aku dengar dia dipukuli sampai hampir mati oleh Kakak Lin Wei. Kupikir dia sudah mati."

"Cih, meridiannya hancur. Dia bahkan lebih tidak berguna dari sebelumnya. Beraninya dia masih berkeliaran?"

"Mungkin dia ingin memohon belas kasihan. Sungguh memalukan!"

Lin Feng mengabaikan mereka seolah-olah mereka hanyalah udara. Tatapan seekor naga tidak akan pernah terganggu oleh kicauan semut. Pandangan acuh tak acuh inilah yang justru membuat beberapa murid merasa tidak nyaman, seolah-olah mereka yang sedang dipandang rendah.

Tak lama kemudian, ia tiba di depan sebuah paviliun besar bertuliskan "Aula Obat."

Begitu ia masuk, aroma herbal yang pekat menyambutnya. Seorang diaken paruh baya yang sedang menyortir ramuan meliriknya dengan jijik. "Apa yang dilakukan sampah sepertimu di sini? Ini bukan tempat untukmu bermain."

Lin Feng tidak marah. Dengan ketenangan seorang kaisar, ia berjalan lurus ke arah diaken itu. "Aku butuh Rumput Darah Besi, Bunga Roh Embun, dan Buah Ular Merah."

Diaken itu tertawa terbahak-bahak, seolah baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia. "Kamu? Membeli tiga ramuan itu? Apakah kamu tahu harganya? Bahkan jika kamu menjual dirimu sendiri, kamu tidak akan sanggup membelinya! Enyahlah sebelum aku memanggil penjaga!"

Lin Feng menatap lurus ke mata diaken itu. Tatapannya tidak mengandung energi spiritual, tetapi membawa kedalaman dan tekanan jiwa dari seorang Penguasa Abadi. Itu adalah tatapan yang telah menyaksikan jatuh-bangunnya bintang dan kehancuran dunia.

Diaken itu, tanpa sadar, mundur selangkah. Jantungnya berdebar kencang. Untuk sesaat, ia merasa seolah-olah sedang berhadapan dengan binatang purba yang menakutkan, bukan seorang pemuda yang lumpuh. Keringat dingin mulai membasahi punggungnya.

"Aku tidak bilang akan membelinya," kata Lin Feng dengan suara datar. "Aku akan mendapatkannya dengan kemampuanku."

"Ke... kemampuan?" Diaken itu tergagap, masih terguncang oleh tatapan tadi.

"Kamu punya masalah dengan Stok Bunga Api Roh kan? Dalam tiga hari, lebih dari separuh stokmu akan layu karena energi apinya tidak stabil. Aku bisa menyelesaikannya," lanjut Lin Feng dengan santai.

Mata diaken itu membelalak kaget. Masalah Bunga Api Roh adalah rahasia Aula Obat. Bunga-bunga itu baru saja dipanen dari Pegunungan Binatang Iblis dan memang menunjukkan tanda-tanda kelayuan yang aneh. Kepala Alkemis klan pun masih dibuat pusing. Bagaimana sampah ini bisa tahu?

"Bagaimana... bagaimana kamu tahu?"

Lin Feng hanya tersenyum misterius. Pengetahuannya sebagai Penguasa Abadi memungkinkannya untuk mengetahui sifat ribuan ramuan hanya dengan mencium aromanya dari jarak jauh. Aroma energi api yang tidak stabil dari Bunga Api Roh sangat jelas baginya.

"Aku tidak hanya tahu, aku tahu cara mengatasinya. Yang kau butuhkan hanyalah menempatkan beberapa bongkah Giok Es di dekatnya untuk menetralkan energi api yang berlebihan. Metode penyimpananmu salah."

Diaken itu terperangah. Solusi yang begitu sederhana? Kenapa Kepala Alkemis tidak memikirkannya?

Melihat keraguan diaken, Lin Feng menambahkan, "Kau tidak perlu percaya padaku. Tapi dalam tiga hari, ketika bunga-bunga itu layu, kerugiannya akan menjadi tanggung jawabmu. Sebaliknya, jika kau memberiku tiga ramuan yang kuminta, aku tidak hanya akan menyelamatkan stok Bungamu, tapi aku juga bisa memberimu resep 'Pil Pengumpul Roh' tingkat dasar yang efektivitasnya tiga puluh persen lebih tinggi dari yang kalian miliki sekarang."

Pil Pengumpul Roh! Resep yang 30% lebih efektif! Hati diaken itu bergetar hebat. Jika itu benar, kontribusinya kepada klan akan sangat besar! Ini adalah pertaruhan yang luar biasa. Di satu sisi adalah risiko ditipu oleh seorang sampah, di sisi lain adalah kesempatan untuk melambung tinggi.

Setelah berjuang dalam hati selama beberapa saat, keserakahan akhirnya menang.

"Baik! Aku akan memberimu Rumput Darah Besi dan Bunga Roh Embun terlebih dahulu sebagai uang muka. Jika metodemu untuk Bunga Api Roh berhasil, aku akan memberimu Buah Ular Merah!" kata diaken itu dengan gigi terkatup.

"Kesepakatan yang bagus."

Lin Feng menerima dua ramuan itu, mengangguk kecil, lalu berbalik dan pergi tanpa sepatah kata pun. Ia berjalan dengan langkah yang sama seperti saat datang, meninggalkan diaken yang masih menatap punggungnya dengan ekspresi rumit, penuh dengan keraguan dan harapan.

1
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll Lin Feng lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Lin Feng lanjut terus bantai semua lawan tanpa ampun
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
top top markotop Lin Feng
Aman Wijaya
dalam dua Minggu babat semuanya yang telah memprovokasi diri mu Lin Feng bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
mantab Lin Feng beri pelajaran pada menejer tua Lin hu biar tau rasa
Aman Wijaya
markotop top top lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat Lin Feng
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor semangat semangat
Abil Amar
gassss polll trussss seru dn epic bnget ceritanya Up yg lbih bnyk lg autor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!