NovelToon NovelToon
GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: RISMA AYINI SAFITRI

seorang gadis bernama hazia ayini que'en namyesa yang merupakan seorang gadis bar bar, nakal, jahil, dan juga bermulut pedas yang susah di atur oleh orang tua nya sehingga iya dan juga kakak sepupu laki laki nya yang bernama kevin di kirim ke sebuah pondok pesantren yang merupakan milik sahabat keluarga hazian.

apakah ayini si gadis bar bar bisa berbuat baik dan memperbaiki akhlak serta adab nya di pondok pesantren itu?
atau apakah ayini akan berbuat jahil dan mengacaukan pondok itu?
apa yang akan ayini lakukan ketika iya bertemu dengan anak kyai yang bernama Alvaro!
atau kerap di panggil gus alvaro? seorang Gus yang memiliki sifat dingin dengan wajah datar yang ternyata akan menjadi CALON SUAMI nya karena masalah yang iya lakukan sendiri...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31. LUKA DI BALIK KAMAR DAN KELEMBUTAN ALVARO.

Setelah kejadian di gerbang yang sangat menguras emosi itu, suasana di pesantren masih terasa tegang.

Berita tentang keberanian Gus Alvaro membela istrinya menyebar seperti api di atas rumput kering.

Namun, di dalam Ndalem, suasana justru sangat hening.

Ayini mengunci dirinya di dalam kamar. Ia duduk di pojok ranjang, memeluk lututnya.

Foto-foto masa lalunya yang sempat ia lihat berceceran di gerbang terus terbayang.

Ia merasa kotor, merasa tidak pantas menjadi istri seorang Gus yang begitu mulia.

Pintu kamar terbuka pelan. Gus Alvaro masuk membawa nampan berisi makanan dan segelas air hangat.

Ia melihat istrinya yang hancur itu. Alvaro meletakkan nampan di meja, lalu berjalan mendekat.

Ia duduk di lantai, tepat di depan Ayini yang berada di atas ranjang, menyamakan level ketinggian mata mereka.

"Ayini... makanlah sedikit," ucap Alvaro lembut.

Ayini menggeleng. "Kenapa Mas bela Ayini? Mas liat foto-foto itu kan? Ayini emang nakal, Mas. Ayini pernah balapan, pernah tawuran, pernah jadi orang yang Mas benci kalau Mas liat di jalanan."

Alvaro menarik napas panjang.

Ia meraih tangan Ayini yang gemetar. Kali ini, ia tidak menggunakan perantara, ia memegang tangan itu dengan penuh kasih sayang.

"Ayini, dengerin Mas," ucap Alvaro—untuk pertama kalinya ia menyebut dirinya sendiri dengan sebutan 'Mas' secara spontan tanpa diminta.

"Mas tidak pernah mencintai masa lalumu. Mas mencintai masa depan yang sedang kita bangun. Mas mencintai perubahanmu, air matamu saat mengaji, dan usahamu untuk menjadi sholehah."

Ayini menatap Alvaro dengan mata sembab.

"Tapi orang-orang bakal ngomongin Mas. Mas bakal malu punya istri kayak Ayini."

Alvaro tersenyum tipis, sebuah senyum yang sangat menenangkan.

"Biarkan mereka bicara. Pahala kita bertambah jika kita bersabar atas fitnah. Lagipula..." Alvaro menjeda kalimatnya, sedikit sisi jahilnya muncul untuk menghibur Ayini. "...Gadis bar-bar yang bisa bikin Gus Kulkas ini jatuh cinta itu pasti gadis yang sangat istimewa, kan?"

Ayini terdiam sejenak, lalu tawa kecil keluar dari sela isaknya.

"Mas... kok bisa-bisanya bercanda sekarang?"

"Karena Mas nggak suka liat istri Mas yang berisik ini jadi pendiam. Mas lebih suka kamu yang gangguin Mas terus daripada kamu yang kayak gini," ucap Alvaro tulus.

Ayini tiba-tiba menghambur ke pelukan Alvaro.

"Makasih, Mas... makasih udah nggak tinggalin Ayini meskipun Ayini punya masa lalu yang busuk."

Alvaro mengusap punggung Ayini. "Masa lalu itu sudah terkubur di sungai Barito. Sekarang, fokuslah pada sekolahmu. Mas janji, selama Mas masih bernapas, tidak akan ada satu orang pun yang bisa menyentuh atau menghinamu lagi."

Namun, di sela-sela momen mengharukan itu, jiwa nakal Ayini kembali muncul karena merasa sudah aman.

Ia melepaskan pelukannya, lalu menatap Alvaro dengan mata yang masih merah tapi sudah mulai berbinar jahil.

"Mas... tadi Mas keren banget pas 'Jangan sentuh istri saya'. Ayini ngerasa kayak lagi main film aksi," goda Ayini.

Alvaro langsung memalingkan wajah, merasa malu karena keberaniannya tadi.

"Itu... itu hanya spontanitas."

"Ciyeee... Mas Alvaro udah berani peluk-peluk di depan umum ya? Terus tadi panggil diri sendiri 'Mas' lagi. Ulangi dong, Ayini mau denger!" Ayini mulai mencolek dagu Alvaro.

"Ayini, jangan mulai lagi. Saya sedang serius," ucap Alvaro kembali ke mode kaku, namun rona merah di telinganya tidak bisa berbohong.

"Aduh, bayi ku ter sayang kok balik kaku lagi sih? Sini, biar Ayini kasih hadiah karena udah jadi pahlawan hari ini,"

Ayini memajukan wajahnya dengan cepat, membuat Alvaro langsung terloncat mundur hingga kepalanya terantuk sandaran kursi.

"Astagfirullah! Ayini! Belum waktunya!" teriak Alvaro panik, ia langsung bangkit berdiri dan bersiap melarikan diri dari kamar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!