Seorang anak yatim yang tumbuh tanpa arah…
kembali sebagai sosok yang tak bisa diabaikan.
Bima pemuda sederhana dengan senyum tenang, pulang ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun merantau. Ia hanya ingin hidup damai… membuka tempat latihan, dan menjalani hari seperti orang biasa.
Namun kampung itu… sudah berubah.
Di balik senyapnya desa, kekuasaan gelap mengakar. Orang-orang tak lagi bebas. Ketakutan bersembunyi di setiap sudut.
Dan tanpa ia sadari…
kepulangannya justru mengusik sesuatu yang seharusnya tetap terkubur.
Diserang tanpa alasan. Diawasi tanpa henti.
Bahkan darahnya sendiri… menginginkan kematiannya.
Tapi mereka melakukan satu kesalahan besar.
Mereka mengira Bima masih belum bangkitkan yang ada dalam dirinya.
Padahal…
di balik sikap polosnya, tersembunyi kekuatan yang besar dalam dirinya yang sedang terkunci.
Saat kegelapan mulai bergerak…
dan para pemburu datang mengincar…
Bima tidak lagi berlari.
Ia berdiri.
Dan untuk pertama kalinya, dunia akan melihat kembangkitan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhin Pasker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FOTO KENANGAN
Keesokan paginya Bima lanjut merapikan pakaiannya di lemari, pas dia buka lemari ada foto kenangan dia dan kedua orangtuanya
Dia mengingat apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya 12tahun yang lalu, saat dia berumur 10tahun.
saat bima kembali kerumah dia melihat kedua orangtuanya sudah bersimbah darah "apa yang terjadi disini?
"ibuuu ayaaah bangung
Saati itu ibunya sempat bangun, dan dia berkata
"bima lari nak lari cepat
ibunya kembali tidak sadarkan diri,
Saat itu ibunya sedang hamil muda
Saat itu bima di penuhi oleh darah kedua orangtuanya.
Bima berteriak meminta tolong kewarga kampung, karna rumahnya cukup jauh dari pemukiman warga teriakannya tidak di dengar.
Saat itupun masih ada pembunuh yang mengintainya, Bima merasa ada yang mengikuti nya
Bima yang lincah berlari dengan cepat sampai pembunuhan itu tidak mampu mengejarnya.
Sesampainya bima di pemukiman warga,
Bima berteriak "Tolong, tolong, tolong di sini ada pembunuh"
Sontak semua warga berlarian keluar,
"itu suara Bima"
"Kenapa nak" bima yang bersimbah darah tampak syok dengan kejadian itu.
"Ibu dan ayah penuh dengan darah"
"Apa?
warga kampung kaget mendengarnya,
Mereka segera berlari kearah rumah Bima, sesampainya di rumah kedua orang tuanya Bima sudah meninggal, karna kehabisan darah.
kedua orang tua bima tidak bisa di selamatkan dan meninggal dunia,
Bima merasa terpukul sampai Ari matanya pun sulit untuk keluar.
sampai saat dewasapun bima tidak pernah sekalipun menangis.
Kembali ke bima dewasa..
Setelah merapikan pakai bima mandi di pinggir sungai, karna bekalnya habis bima berencana pergi belanja keperluan, tapi bima merasa aura yang sama seperti kemarin yaitu Andi bersama kawan-kawannya para preman yang mengintai Bima.
Tapi kali ini bima pura-pura tidak menyadari keberadaan mereka, karna sedari awal bima sudah tau niat mereka dia bisa merasakan dari aurah negatif yang terpancar dari tubuh para pereman itu, ialah aurah pembunuh yang sangat kuat
Setelah mandi bima bergegas Kewarung, karna tidak mau terus di ikutin bima pakai jurus ilusinya,
Mereka terperangkap dalam jurus ilusinya Bima.
Para pereman itu masih merasa trus mengikuti bima, "itu dia ke atas sana"
Sedangkan di sisilain bima sudah sampai di warung.
"permisi bi aku mau pesan"
"Iya tunggu sebentar, mau pesan apa nak"
"Nasi campur satu bi"
"Iya nak, eh tunggu sebentar kamu bima kan?
"Iya bi
"Oalah apa kabar nak
"Alhamdulillah Baik bi
"nak bima pulangnya sejak kapan?
"baru kemarin bi ayu
"Ini nak bima nasi nya,
"Iya bi terimakasih
Saat bima sedang asik makan datanglah segerombolan preman, tiba-tiba preman-preman itu memukul meja di depan warung bu ayu.
Bima masih memantau apa yang mau Mereka lakukan, karna bima tidak tau situasi di kampungnya saat ini seperti apa.
Para preman itu datang menagih uang keamanan ke Bu ayu.
"Bu sini bayar uang keamanan
"Bukannya kemarin saya sudah bayar.
"Kemarin yaa kemarin, sekarang beda lagi.
"Tapi hari ini jualan saya sepih.
"Saya tidak mau tau...
"pokoknya kamu harus bayar klau tidak saya hancurkan jualan mu.
Para Preman itu mulai mengacak-acak jualannya Bu ayu, suaminya yang nggak terima menghadang para Preman itu.
"Berhenti
Tapi para preman tidak terima dengan tindakan pak Doni berniat memukul pak Doni, saat preman itu mau memukul pak Doni
Bima yang dari jauh memantau dengan sekejap mata ada di hadapan preman yang mau memukul pak Doni, dan menahan pukulan itu dan membalas menendang preman itu hingga terpental jauh.
Sontak para preman itu kaget.
"Siapa pemuda itu?
"Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat,
"Aku ingat dia adalah pemuda yang di pasar kemarin,
"Hei anak muda kalau kau tidak mau kami hajar jangan ikut campur.
Tanpa basa basi bima langsung menghajar para Preman itu, Tampa memberikan mereka kesempatan untuk menggertak dia
Sekejap mata mereka tumbang semua, ibu ayu dan pak Doni melihat itu sampai kaget.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi di sini Bu, aku sama sekali tidak melihat gerakan bima saking gesitnya
"Aku juga pak mataku baru saja berkedip, mereka sudah tumbang semua.
Para preman yang sudah terjatuh bangkit kembali berniat melawan bima,
"Hei kalian bangun, hajar dia
"Adik kecil tadi kamu beruntung kami belum siap, sekarang kau rasakan kekuatan.
"Hati-hati nak bima.
Bu ayu sangat menghawatirkan Bima.
Mereka menyerang bersama, bima mengeluarkan senyuman tipisnya
Jika bima sudah mengeluarkan senyuman tipis di wajahnya itu artinya dia sudah benar-benar serius.
Bima memukul mereka dengan tenaga dalamnya, sekali hentakan jurus Mereka semua terpental jauh.
LPara preman itu mulai merasa ketakutan, sebelum mereka pergi, mereka mengancam Bima.
Mulai sekarang kamu adalah musuh kami, jadi dimanapun kamu berada bersiaplah untuk menghadapi kami.