NovelToon NovelToon
Talak Berakhir Penyesalan

Talak Berakhir Penyesalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Dijodohkan Orang Tua / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Penyesalan Suami
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Melina Khairunisa seorang gadis berusia 19 tahun, yang tumbuh di panti asuhan tanpa tahu siapa orangtua kandungnya. Dirinya harus dipaksa menikah dengan putranya---Ishan Ganendra atas desakan Nyonya rumah bernama Adisti Ganendra, tempatnya bekerja sebagai ART.
Ishan Ganendra sebagai Aktor terkenal berusia 30 tahun, dan sudah memiliki kekasih---Livia Kumara seorang model papan atas. Setelah menikahi Ishan----tak sekalipun Melina di perlakukan selayaknya istri, bahkan seringkali mendapatkan KDRT, sikap kasar, dan ucapan yang menyakitkan hati dari mulut Ishan.
Suatu saat Karena Konspirasi dibuat Livia, membuat Melina masuk penjara dan Ishan meragukan anak di kandungannya.
Hidup selalu adil, di saat terpuruk Melina bertemu orangtua kandungnya seorang Perwira TNI dan Dokter berpengaruh, yang memiliki pengaruh besar sehingga Melina bisa bebas dari penjara. Bagaimana reaksi Ishan setelah tahu Melina tak bersalah dan anak yang dikandung Melina adalah anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Hidup adalah sebuah roda kehidupan.

Setiap orang pasti akan mengalaminya, kehidupan di mulai dari pagi hari.

Pagi ini matahari menunjukan sinarnya di ufuk timur, waktu menunjukan jam enam pagi.

Bagi Melina itu adalah genderang perang untuk memulai harinya yang panjang.

Matanya sesekali melirik jam tangan yang menunjukkan waktu, untuk segera ke rumah keluarga Ganendra dengan berjalan kaki hanya demi hemat.

Hidup selama sembilan belas tahun di panti asuhan, dan sama sekali tak mengenal orangtua kandungnya.

Tak kenal kata manja pada orangtua, apalagi meminta sesuatu.

Pagi ini dengan keringat bercucuran gadis berusia 19 tahun ini, harus menempuh perjalanan yang dua kilometer demi sampai ke rumah majikannya.

Kaki Melina sudah berdiri di depan gerbang kayu kokoh kediaman keluarga Ganendra, gadis yang membawa tas ransel berisi perlengkapan kuliah itu masuk.

Menarik napas dalam, dengan pakaian sederhana sebagai simbol kemandiriannya untuk biaya kehidupan sehari-harinya.

Kuliah di mulai jam satu siang, setiap mata kuliah dalam tiga hari------Kecuali besok dan dua hari ke depan di mulai jam satu siang sampai jam lima sore.

"Melina!" panggil Bi Nis yang sedang menyapu halaman.

"Iya Bu," jawab Melina dengan sopan, meski peluh bercucuran di keningnya.

"Cepet kamu masuk, kamu hari ini tugas bersihin rumah biar saya bisa langsung ke pasar," lanjut Bi Nis dengan suara melengking.

"Baik Bu," sahut gadis itu yang buru-buru masuk ke dalam rumah.

Wanita paruh baya itu sudah siap dengan keranjang belanja yang ada di tangannya.

Melina tersenyum tipis pagi ini, sebuah senyum yang menyimpan sejuta lelah namun tetap tulus.

Langkah kakinya yang beralaskan flatshoes hitam melangkah masuk dengan hati-hati di atas lantai marmer yang dingin.

Melina segera mengambil sapu dan menyapu lantai, di tangannya juga membawa pengki untuk sampah dan debu di lantai.

"Harus semangat karena minggu depan gajian lumayan buat beli baju," ujar Melina dalam hatinya.

Yap, baju Melina sudah ada yang robek, dan gadis ini demi menghemat dan menabung----harus menjahitnya karena setelah tabungannya terkumpul setidaknya bisa mencari rumah dan untuk bikin usaha.

Di ruang tengah.

Sofa krem yang empuk, duduk sang nyonya rumah---Nyonya Adisti Ganendra.

Melina nampak selalu terpesona menatap majikannya itu, wajahnya seperti lukisan Ratu bangsawan Turki.

Nurbanu Sultan.

Hidung mancung, mata tajam warna hijau dengan tatapan tajam meneduhkan, dan aura mampu membuat siapapun segan.

Hari ini Adisti mengenakan atasan berlengan mengembang warna merah, dan rok hitam yang elegan.

Pagi ini Adisti sedang menyesap teh sembari membolak-balikan majalah Casa Brazil.

Matanya beralih pada halaman kertas mengkilap saat Melina mendekat, sambil menyapu dengan sapu dan pengki.

"Nyonya...," sapa Melina lirih.

Kepalanya tertunduk memberikan penghormatan tertinggi yang ia bisa, karena minggu depan dirinya akan menerima gaji.

Nyonya Adisti bergumam kecil, sebuah tanda kehadiran Melina telah di sadari.

Baginya setiap butir debu di lantai ini adalah penghalang menuju mimpinya, jika lantai bersih maka jalannya menuju kampus juga akan terasa lebih lapang.

Sambil menyapu lantai marmer yang berkilau, pikiran Melina melayang ke tugas-tugas dari dosennya yang ia tinggal di ruang belakang.

Siang sampai sore dirinya di kampus, dan akan ke rumah ini sore sebelum magrib demi menyiapkan makan malam.

Setelah menyelesaikan lantai bawah, Melina menuju lantai atas, meninggalkan keheningan ruang tengah.

Hanya suara detingan cangkir teh Nyonya Adisti, yang menemaninya.

Setelah kepergian Melina ke lantai atas, Adisti tersenyum dan dalam hati melihat bagaimana gadis itu dengan gigih kuliah sambil bekerja.

Sudah tiga bulan gadis itu bekerja disini, hal yang buat Adisti kaget ternyata Melina penerima beasiswa.

Dan untuk kebutuhan sehari-hari, Melina mesti bekerja sebagai pembantu di sini.

Terkadang Melina di cemooh oleh teman-teman kampusnya karena seorang pembantu, namun dirinya tak peduli.

"Gadis pekerja keras, pintar masak. Lebih pantas jadi menantuku di bandingkan Livia," ujar Adisti.

Adisti tahu putranya adalah seorang Aktor, dan sedang menjalin hubungan dengan model makeup---Livia Kumara.

Wanita itu tak setuju, karena dirinya merasa jika Livia tubuhnya pasti sudah di pake oleh bos-bos, bahkan pihak agensi hanya demi mendapatkan job.

Itu adalah rahasia umum.

Adisti hanya mau gadis yang masih perawan hanya untuk menjadi menantunya.

"Apa anak itu setuju menikahi Ishan ya? Secara Ishan itu tak suka gadis berpenampilan sederhana seperti itu," pikir Adisti.

Di lantai atas, Melina sedang menyapu sambil mengepel.

Dirinya masuk ke kamar Ishan Ganendra----matanya melamun menatap foto sang aktor.

Sebenarnya dirinya hanya sekedar fans, jika ada waktu luang dirinya sering menonton film sang aktor.

Di bioskop bersama sahabatnya.

Alvaro.

"Ah mimpi kali gua bisa nikah ama nih orang," ujar Melina tertawa hambar.

Tangannya kembali menyapu kamar, dan fokus akan pekerjaannya.

Hanya tiga jam dua lantai sudah bersih, dirinya tinggal mengambil pakaian kotor dan meletakkannya di keranjang.

Pakaian kotor itu akan di letakan----di belakang dapur yang nanti akan di cuci.

Melina segera mencuci pakaian kotor milik, Adisti dan Ishan.

Perutnya lapar belum sarapan, meski begitu nanti Melina akan beli ketoprak yang biasa mangkal di depan komplek rumah ini saja nanti siang.

Di kantung pakaian Melina menemukan uang, dirinya tak akan mengambilnya dan nanti akan di serahkan kepada---Nyonya Adisti saja.

Fokus utamanya menyikat dan membilas, lalu mengeringkan di mesin cuci.

"Mel?!" panggil Bi Nis.

"Iya Bu ini aku di belakang lagi bilas baju, kesini aja."

Melina tengah fokus membilas pakaian, "Oh yaudah setelah itu kamu makan dulu ya, nih udah saya beliin nasi uduk."

"Siap Bu Nis," ujar Melina sambil membilas lalu di keringkan di mesin cuci.

Setelah selesai, suara mesin cuci berdengung hebat---sementara Melina sedang sarapan.

Karena Nyonya rumah yang menyuruh, sejak pagi Melina sudah membersihkan rumah dan mencuci pakaian.

"Bu Nis? kenapa ngga sarapan?" tanya Melina.

"Ah saya nanti aja, nih makan masakan saya," ujar Bu Nis.

Sementara Melina menyuapkan nasih kembali ke dalam mulutnya, dan dirinya makan dengan penuh khidmat.

Setelah selesai makan, Melina menjemur pakaian.

Langkahnya segera menuju ke ruang tamu dimana sang nyonya sedang memainkan ponselnya, waktu menunjukkan pukul 11 siang.

"Nyonya...," ujar Melina dengan lirih.

"Uhhhmmm," jawabnya datar.

"Pekerjaan sudah usai, saya mau ke kampus. Jam lima sore saya udah kesini Nyonya," jawab Melina.

"Baiklah ingat nanti kamu yang masak," ujar Adisti.

"Iya Nyonya."

Melina mencium tangan majikannya lalu segera berangkat menuju kampus, melewati gerbang kayu rumah itu.

Saat di depan gerbang dirinya berpapasan dengan mobil avanza putih---yang di dalam ada seorang wanita berwajah bule berkulit sawo matang.

Itu adalah Livia Kumara.

*

*

*

*

*

1
kinoy
oh gt y si Adisti sifat y cm pencitraan doang..kirain tulus beda ma si ishan..sama aj ternyata..males ah bnyk tokoh kaga waras y
Putri Sabina: kan satu gen kak, emak Ama anak satu gen loh😉
total 1 replies
kinoy
laki sinting
Putri Sabina: sinting, gila, miring kak🤣 singkatnya SGM🤭
total 1 replies
kinoy
si ishan EMG gogog..maafkan sy KK otor KLO komen kasar. gedek aq
Putri Sabina: keluarkan saja kak🤭
total 1 replies
kinoy
buaya..CPT bgt bilang cinta..kmrn2 msh kdrt kau
Putri Sabina: buaya air tawar kak🤣🤭
total 1 replies
kinoy
bisa g sih ishan jgn kasar gt..kdrt trus..benci aing mah da
Putri Sabina: sabar kak😩
total 1 replies
Ma Em
Ihsan kamu pasti akan menyesal setelah Melina pergi meninggalkan kamu .
Putri Sabina: pasti dong kak Melina kan ibarat berlian makannya di pilih Ama Adisti.
total 1 replies
kinoy
mulai wara si ishan
Putri Sabina: ada maunya kka🤭
total 1 replies
falea sezi
lama amat cerai 🤣 mbulet deh Thor yg sat set donk
Putri Sabina: sabar dong kak, kan ada konflik lebih besar lagi nanti. 😉
total 1 replies
kinoy
begitulah kelakuan anakmu ishan wahai nyonya Adisti yg terhormat..dah kdrt..msh hub dgn Livia ..hub suami istri pula..bnr2 menjijikan..SKT jiwa si ishan
Putri Sabina: EMG sakit jiwa, NPD
total 1 replies
kinoy
balik syuting si ishan marah Krn liat Melina pelukan ma Alvaro trus perkosa Melina hamil kabur deh
Putri Sabina: ada saatnya kak, tapi nggak perkosa melina
total 1 replies
kinoy
au ah ishan..kmh maneh Weh ah..esmosi urg
Putri Sabina: ishan lebih esmosi kak🤐🤣
total 1 replies
Anonim
adisri goblok 🤣👉 bunuh
Putri Sabina: sabar kak😩
total 1 replies
kinoy
jgn egois ATH Adisti..anakmu tuh si ishan yg arogan
Putri Sabina: demi cucu kak, rela meninggikan ego
total 1 replies
falea sezi
lama amat cerai moga aja g di sentuh najis amat bekas jalang takut HIV
Putri Sabina: di doain cerai dong😩🤣
total 1 replies
falea sezi
isan muka nya serem kayak setan cocok sih karakter nya emank jelekk
Putri Sabina: sabar kak🤣
total 1 replies
kinoy
jijik bgt ma si ishan
Putri Sabina: sabar kak🤭
total 1 replies
kinoy
awas km ishan .kutunggu sesal mu
Putri Sabina: pasti dong kak😉
total 1 replies
falea sezi
laki uda jelek tempramen
Putri Sabina: ngakak🤣
total 1 replies
kinoy
kasian Melina..si Adisti egois bgt sih..melima JD korban kan..nunggu si ishan nyesel aj deh
Putri Sabina: banyak kak, orang kaya bebas berbuat sesuka hati dengan yang lebih tak berkuasa🥺
total 1 replies
falea sezi
lanjutt
Putri Sabina: besok lanjut kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!