NovelToon NovelToon
SISTEM KEADILAN ABSOLUT

SISTEM KEADILAN ABSOLUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: zhar

Seorang pria mati dengan penyesalan karena gagal menegakkan kebenaran.
Ia terlahir kembali sebagai pengacara magang yang diremehkan...dan mendapatkan Sistem Keadilan Absolut kemampuan untuk melihat kebohongan, mengungkap fakta tersembunyi, dan menentukan putusan paling adil.
Dari kasus kecil hingga konspirasi besar, ia mulai mengguncang dunia hukum yang korup.
Namun satu hal segera ia sadari...
Keadilan sejati tidak selalu sama dengan hukum.
Dan kali ini...dia yang akan menentukan mana yang benar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

[Ini buktinya!]

"Tiga tahun lalu, Ibu memutuskan satu kasus. Pasangan itu baru menikah sebulan, lalu istri ketahuan berselingkuh dan akhirnya bercerai. Namun Anda memutuskan agar wanita itu mendapatkan 60 persen dari seluruh harta bersama mereka."

"Dua tahun lalu, wanita itu menikah lagi dengan seorang pria lain. Ternyata baru diketahui, wanita itu belum resmi bercerai dari suami pertamanya. Sang suami kedua menuntut kasus bigami, tapi Anda memutuskan wanita itu tidak bersalah, dan hanya menyuruhnya mengembalikan separuh uang mahar saja."

"Setahun lalu, kejadian serupa terulang. Seorang wanita menikah, lalu bercerai hanya sepuluh hari kemudian. Tak lama dia menikah lagi dengan orang lain, dan bercerai lagi dalam waktu tiga hari. Kedua pria itu menggugat bersama, tapi Anda memutuskan wanita itu tak perlu mengembalikan mahar, bahkan memerintahkan pria-pria itu menyerahkan 50 persen aset mereka kepadanya."

"Enam bulan lalu, ada laporan kekerasan dalam rumah tangga dari seorang istri terhadap suaminya. Anda memutuskan cerai, membagi harta menjadi 10 persen untuk suami dan 90 persen untuk istri."

"Masih enam bulan lalu, kasus sebaliknya terjadi. Kali ini suami yang melapor dipukuli istrinya dan minta cerai. Namun Anda memutuskan seorang wanita mustahil melakukan kekerasan pada laki-laki, malah menuduh suaminya mengarang cerita, dan membagi harta menjadi 20 persen untuk suami, 80 persen untuk istri."

...

Arga menyebutkan satu per satu kasus itu, lengkap dengan catatan dan tanggal kejadiannya. Namun anehnya, tidak ada satu pun kasus itu yang pernah menjadi perhatian publik atau diberitakan di mana pun.

"Apakah begini yang Ibu sebut keadilan? Apakah keputusan hakim semata-mata hanya kehendak pribadi?" tanya Arga tajam.

Yuliana tertegun, sama sekali tak menyangka Arga sudah mengumpulkan rincian data selengkap ini. Kasus-kasus itu tergolong kecil dan tidak mencolok saat diputuskan dulu. Tapi Arga bisa menemukannya satu per satu, sampai ke akar-akarnya.

Dia mengertakkan gigi, berusaha tetap tenang. "Semua keputusan itu sudah sesuai dengan hukum yang berlaku. Aku tidak melihat ada yang salah sama sekali."

Memang, sebagai hakim ketua, Yuliana punya kebebasan menentukan pembagian harta dalam kasus perceraian selama masih dalam koridor aturan hukum. Dan dia selalu memanfaatkan celah itu sebaik-baiknya demi keuntungan pribadi.

"Masih ada bukti lain, lebih jelas lagi," suara Arga terdengar dingin dan penuh tekanan.

"Setahun lalu, ada seorang wanita bernama Lina. Dia teman dekat Ibu sendiri. Dalam setahun saja, dia menikah lalu bercerai berulang kali, enam kali tepatnya. Setiap kali menikah, dia mencari pria dari desa yang polos dan jujur, lalu menuntut mahar sebesar 400 juta rupiah jumlah itu adalah tabungan hidup mereka bertahun-tahun. Setelah uang diterima dan habis dipakai, dia langsung mengajukan cerai."

"Penduduk desa itu tidak paham hukum, tak punya uang menyewa pengacara, dan tidak tahu cara mempertahankan hak. Mereka hanya datang ke pengadilan, menerima keputusan, dan tidak sadar masih ada hak naik banding jika merasa dirugikan."

"Enam kali penipuan, enam keluarga yang jatuh miskin. Lina selalu menang, berkat keputusan Anda. Anda selalu beralasan ada indikasi kekerasan dalam rumah tangga dari pihak suami, lalu memutuskan seluruh harta, rumah, dan mahar menjadi milik Lina sepenuhnya. Padahal nyatanya, tidak ada satu pun kasus kekerasan itu benar-benar terjadi. Itu semua rekayasa semata."

"Dari kejahatan itu, Lina berhasil mengantongi total 1,8 miliar Rupiah dan mendapatkan enam unit rumah. Akibat ulah kalian, enam keluarga kini terjerat utang menumpuk, masa depan mereka hancur total hanya karena ingin membangun rumah tangga yang sakinah."

Saat itu belum ada aturan masa tunggu perceraian, sehingga pasangan yang ingin berpisah bisa langsung mengurus surat cerai di kantor dinas kependudukan tanpa hambatan.

"Setelah uang dan aset didapat, Lina membagi hasilnya lima puluh lima puluh dengan Ibu, kan?" tuduh Arga lantang. "Ibu memanfaatkan jabatan dan ketidaktahuan rakyat kecil untuk mengeruk keuntungan pribadi."

Saat itu juga, kolom komentar siaran langsung yang menayangkan sidang ini meledak seketika.

"Hah? Seriusan nih?"

"Ya ampun, ternyata Bu Hakim Yuliana orangnya kayak gitu ya?"

"Banyak banget kasusnya, baru denger aku sekarang!"

"Ini kelihatan banget ada rekayasa di baliknya. Semua kasus ditanganin dia semua."

"Berarti keputusan dia selama tiga tahun ini semuanya curang? Astaga!"

"Kalau bener begini, dia gak pantas jadi hakim! Bikin malu profesi aja, harusnya ditangkap dan dihukum berat!"

"Gak mungkin, ada buktinya gak? Ini keterlaluan banget sih."

Di ruang sidang pun, suasana menjadi hening seketika. Semua orang terpaku mendengar rangkaian tuduhan yang dilontarkan Arga berturut-turut.

Jantung Yuliana berdegup makin kencang, rasa takut mulai menjalar. Bagaimana bisa? Bagaimana Arga tahu semua ini?

Memang secara tertulis, keputusannya selalu dibuat agar terlihat sah secara hukum. Tapi bagaimana dia bisa tahu soal pembagian uang dengan Lina? Apakah dia punya bukti nyata?

Tidak, ini pasti hanya tebakan. Yuliana yakin urusannya sudah tertutup rapat dan tak ada jejak yang tertinggal.

Dia menarik napas panjang, berusaha menjaga wajah tetap tenang dan berwibawa. "Sekali lagi aku katakan, semua keputusanku sah menurut hukum. Soal tuduhan pembagian uang itu, aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu dan tidak pernah melakukan hal itu. Ketua Hakim Santoso, Arga ini menyebarkan fitnah jahat dan menodai kehormatan lembaga peradilan! Saya minta Tuan menuntut tanggung jawab hukum atas ucapannya itu!"

Ketua Hakim Santoso menatap Arga dengan alis berkerut, menunggu penjelasan lebih lanjut.

Arga tersenyum tipis, penuh keyakinan. "Bukti? Sangat mudah. anda kan punya toko online? Menjual barang keramik dan Geranit, harga satu barang bisa sampai 500 juta. Padahal barang itu barang biasa yang harganya cuma ratusan ribu saja di pasaran. Dan tahukah Ibu, pembeli satu-satunya di toko itu cuma satu orang: Lina. Dia sudah memesan enam kali, setiap kali membayar 500 juta ke rekening toko Anda."

"Setelah menjual rumah dan memegang uang mahar hasil penipuan, sekitar 1 miliar lebih setiap kali, Lina selalu mentransfer separuhnya lewat transaksi 'pembelian barang' itu. Kalau cuma transaksi jual beli, mungkin belum jadi bukti mutlak."

"Tapi Lina punya pacar. Pacarnya merasa curiga karena belakangan ini gaya hidup Lina berubah drastis, sering pergi berhari-hari, pakai barang bermerek, dan naik mobil mewah. Dia mulai menyelidiki..."

Arga berhenti sejenak, lalu menoleh ke arah pintu ruang sidang.

"Mari kita panggil saksi kunci kita."

Pintu terbuka, dan seorang pemuda masuk ke dalam ruangan. Ternyata dia sudah menunggu di luar, bersiap memberikan kesaksian.

Ketua Hakim Santoso menatap pemuda itu. "Nama dan hubunganmu dengan pihak yang bersangkutan?"

"Saya Arifin Kuswandi, pacar dari Herlina Venata," jawab pemuda itu dengan suara tegas. "Kami sudah menjalin hubungan beberapa bulan. Saya perhatikan dia sering pergi keluar kota beralasan urusan kerja, tapi pulangnya selalu bawa barang-barang mahal. Saya merasa ada yang salah, jadi diam-diam saya mengikutinya."

"Saat itu saya merekam percakapan dia dengan Ibu Yuliana di sebuah ruangan tertutup. Isinya membahas pembagian uang hasil penjualan rumah dan mahar. Setelah itu saya minta jatah 200 juta supaya saya diam saja, tapi Lina menolak malah mengancam mau putus dan melaporkan saya. Setelah pulang, saya berpikir panjang dan sadar saya tidak bisa membiarkan dia terus menyakiti orang lain."

 Arifin mengangkat ponselnya tinggi-tinggi ke udara.

"Video rekaman itu ada di sini, lengkap dengan suaranya. Itu bukti nyata apa yang sebenarnya terjadi."

1
Yuliana Tunru
ayo arga waktu x beraksi hancurkan
ラマSkuy
wah makin penasaran dengan kelanjutannya Thor aku tunggu up berikutnya 👍
ラマSkuy
👍
ayrhte
cepetin dong. lngsng ruang pengadilan, males baca komentar netizennya
semangat author/Determined/
ayrhte
di fitnah² saya diam, di hina² saya diam
tapi kali ini, saya akan lawan💪
ayrhte
kemarin tempo, skrng kompas. saya lapor mas aiman kamu ya thor/Sob/
Iyyan Kasela
bagus
Orimura Ichika
kalau up banyakin Thor 😄
semoga endingnya nggak mengecewakan🤭
ayrhte
watak cwe yg gk pnya logika😁
Yuliana Tunru
sulit tp bkn.mustahil.kan ayo arga 💪💪 smoga hakim ketua orang jujur dan punya empati yg besar
Fajar Fathur rizky
bongkar kebusukan orang itu thor
ラマSkuy
ditunggu upnya Thor aku sangat penasaran dengan kelanjutannya👍
ラマSkuy
sumpah sampai mau nangis saya baca bab ini
ラマSkuy
related sekali sih woman standar toktok 🤣 suka bet bikin drama
ラマSkuy
buset aku baca kalimat "Demi Tuhan" jadi keingat kasus perseteruannya Adi Bing Slamet, Arya Wiguna dan eyang subur ditahun 2013 🤣🤣🤣
Yuliana Tunru
smoga arga berhasil banding jg dapat bukti2 x jgn sampai yunita dan.klga x kelar krn mafia.kampung biadab bgt
Orimura Ichika
KEREN THOR UP YG BANYAK YA AKU KASIH 2 KOPI DULU BIAR SKIN SEMANGAT👍🤩
Yuliana Tunru
ayo sitem. bantu argacari bukti jg sepak terjang surya ..jika hari itu kamera x rusaktpkan kebejatan x sdh lama dan oasti byk bukti2 lainx yg terekam jgn sampe lolos ya jgn lupa kasih huiuman drnda 1 oo milyar buat semua oenderitaan klga yunita 💪💪💪 arga
ayrhte
seandainya pengadilan hukum di konoha bisa gitu/Shy/
ラマSkuy: bisa saja kak jikalau hakim dan jaksanya menjujung tinggi keadilan untuk semua, bukannya memihak yang punya kekuasaan
total 1 replies
ayrhte
hakim yg nonton pengacara adu bacot "lanjut aja kalian, atur sendiri. gw mau mokel aja"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!