NovelToon NovelToon
KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Bagi Elvano Diwantara, hidup adalah tentang Return on Investment (ROI).

​Mewarisi ketampanan Kairo dan otak jenius Elena, Elvano tumbuh menjadi "Hiu Muda" yang lebih kejam dari ayahnya. Di usia 27 tahun, dia sudah melipatgandakan aset Diwantara Group. Motonya sederhana: "Kalau tidak menghasilkan uang, buang."

​Satu-satunya makhluk di bumi yang bisa membuat Elvano rugi bandar hanyalah Elora, adik perempuannya yang manja dan boros. Elvano rela membakar satu kota demi melindungi sang adik, tapi dia juga akan menagih utang jajan adiknya dengan bunga majemuk.

​Namun, kalkulasi Elvano mendadak error ketika dia bertemu wanita itu. Seorang wanita yang berani menawar harga dirinya, mengacaukan neraca keuangannya, dan membuat detak jantungnya berfluktuasi seperti saham gorengan.

​"Menikahimu adalah investasi risiko tinggi dengan probabilitas kerugian 90%," kata Elvano dingin.

Wanita itu tersenyum miring, "Kalau begitu, kenapa Tuan Muda tidak berani cut loss dan melepaskan saya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 1: Tisu Toilet dan ROI

​"Ini angka apa, Pak Santo? Coba jelaskan pada saya sebelum saya kena serangan jantung mendadak."

​Elvano Diwantara melempar berkas tipis ke atas meja mahoni yang mengilap. Suara kertas beradu dengan kayu terdengar nyaring di ruangan yang sunyi senyap. AC sentral yang disetel di suhu 24 derajat—batas hemat listrik—terasa membekukan bagi pria paruh baya yang berdiri gemetar di depan meja kebesaran itu.

​Pak Santo, Manajer Umum yang malang, menelan ludah. "I... itu tagihan pembelian tisu toilet untuk bulan ini, Pak Elvano," jawabnya mencicit.

​Elvano menyandarkan punggung, menatap tajam bak predator yang menghitung kalori mangsanya. "Saya tahu itu tagihan tisu. Yang saya tanyakan, kenapa nominalnya membengkak dua puluh persen? Apa karyawan Diwantara Group mendadak kena diare massal? Atau mereka makan tisu buat camilan sore?"

​Keringat dingin merembes di pelipis Pak Santo. "Bukan begitu, Pak. Atas saran HRD, demi higienitas, kami mengganti stok tisu dari satu lapis menjadi tiga lapis. Three ply, Pak. Lebih lembut, menyerap, dan tidak mudah sobek..."

​"Cukup!" potong Elvano. Ia bangkit, melipat tangan di dada. "Tiga lapis," gumamnya seolah itu dosa besar.

​Elvano berjalan mendekat. "Pak Santo, dengarkan hitungan saya. Satu rol tisu tiga lapis selisih dua ribu rupiah dibanding yang satu lapis. Gedung ini punya lima ratus karyawan. Rata-rata satu karyawan menghabiskan dua rol per minggu. Itu seribu rol per minggu. Empat ribu rol per bulan."

​Ia berhenti tepat di depan wajah pucat Pak Santo.

​"Selisih dua ribu dikali empat ribu rol, itu delapan juta rupiah per bulan. Dalam setahun, itu sembilan puluh enam juta rupiah!"

​Mata Pak Santo membelalak. Baginya kenyamanan adalah prioritas, tapi bagi Elvano, ini matematika murni.

​"Sembilan puluh enam juta bisa untuk menggaji dua office boy setahun penuh!" sembur Elvano. "Dan Bapak membakarnya supaya pantat karyawan terasa dimanja?"

​"Tapi kalau tisunya kasar, karyawan tidak nyaman..." bela Pak Santo.

​"Omong kosong!" Elvano memencet kalkulator di mejanya dengan agresif. "Pantat karyawan tidak butuh kemewahan! Mereka di sini buat kerja, bukan spa di toilet! Gesekan tisu kasar justru melatih mental. Kalau terlalu nyaman, nanti mereka betah main HP di sana. Produktivitas turun, perusahaan rugi!"

​Logika absurd namun matematis itu membungkam Pak Santo.

​"Mulai besok, kembalikan stok ke satu lapis. Yang paling tipis, transparan kalau perlu," perintah Elvano.

​"Tapi stok tiga lapis sudah dibeli untuk tiga bulan ke depan..."

​Wajah Elvano menggelap. "Kalau begitu, selisih biayanya saya potong dari gaji Bapak. Anggap saja Bapak mentraktir kenyamanan pantat lima ratus orang. Atau, pilih opsi kedua: surat pengunduran diri sudah saya siapkan. Potong gaji atau potong karir?"

​Pak Santo lemas. Ia tahu Elvano tidak pernah menggertak soal uang. Bagi Elvano, efisiensi 0,1 persen adalah profit, pemborosan adalah kriminalitas.

​"Saya akan urus return barangnya sekarang juga, Pak! Saya minta diskon tambahan dari supplier!" seru Pak Santo panik.

​"Bagus. Cepat keluar. Bapak menghabiskan oksigen di ruangan saya terlalu lama."

​Pak Santo bergegas berbalik. Namun saat ia memegang gagang pintu, pintu itu terbuka kasar dari luar.

​BRAK!

​Pintu menghantam bahu Pak Santo, membuatnya memekik dan melipir keluar seperti kucing yang disiram air.

​Elora Diwantara, gadis muda berpenampilan glamor dengan aroma parfum mahal, masuk dengan wajah cemberut. Kontras dengan ruangan Elvano yang berbau kopi bubuk murah.

​"Abang!" teriak Elora melengking.

​Elvano memijat pangkal hidungnya. Satu masalah pengeluaran pergi, datanglah sumber pengeluaran terbesar dalam hidupnya.

 Elvano yang pelit dan Elora yang boros adalah anomali di keluarga Diwantara.

​"Apa lagi?" tanya Elvano tanpa mendongak. "Kalau mau minta ganti rugi kuku patah, Abang cuma punya plester seribu perak."

​Elora menggebrak tumpukan dokumen. "Jangan pelit kenapa sih! Muka ganteng tapi dompet dikerangkeng! Gue butuh duit, Bang! Lima puluh juta. Sekarang juga!"

​Alis Elvano terangkat. "Lima puluh juta? Kamu mau nyaleg? Atau buka warteg cabang Paris?"

​"Buat beli tas, Bang!" seru Elora, matanya berbinar. "Tas Valerina edisi terbatas, emerald green, kulit buaya asli. Teman arisan gue udah punya semua. Malu, Bang! Mau ditaruh di mana muka keluarga Diwantara?"

​Elvano menatap datar, lalu mengeluarkan senjata andalannya: kalkulator besar dengan tombol pudar.

​"Duduk," perintahnya.

​"Transfer dulu, baru gue duduk."

​"Duduk atau kartu kredit kamu Abang blokir permanen."

​Elora langsung duduk manis. Ancaman itu selalu ampuh. Elvano mulai memencet kalkulatornya. Tak tak tak tak.

​"Oke, Elora. Kita bedah proposal bisnis kamu," ucap Elvano serius. "Kamu minta lima puluh juta untuk tas kulit buaya. Pertanyaannya simpel: Presentasikan ROI-nya."

​Elora melongo. "ROI? Siapa tuh Roy? Pacar Abang?"

​"ROI. Return on Investment," jelas Elvano sabar namun sinis. "Kalau Abang kasih lima puluh juta, apa keuntungan finansialnya? Apakah tas itu bisa bertelur emas?"

​"Tas kan buat gaya, Bang! Buat branding!"

​Elvano tertawa sinis. "Branding itu kalau kamu jualan jasa. Kamu cuma habisin duit. Dengar ya, uang lima puluh juta kalau ditaruh di deposito bunga empat persen, setahun dapat dua juta. Kalau dibelikan tas buaya? Keluar toko harganya jatuh dua puluh persen. Belum biaya perawatan spa kulitnya. Itu liabilitas, Elora! Parasit keuangan!"

​Wajah Elora memerah padam. Ia tidak percaya diceramahi ekonomi makro hanya gara-gara satu tas.

​"Abang perhitungan banget sama adik sendiri! Papa Mama aja nggak pernah protes!"

​"Karena Papa Mama sibuk keliling dunia dan Abang yang urus keuangan! Kalau diturutin, bulan depan kita makan nasi garem!"

​"Aset kita triliunan!"

​"Aset tidak likuid! Susah ngomong sama otak isinya diskonan mall," Elvano memijat kening. "Proposal ditolak. Pakai tas lama. Rusak dijahit, baret dipirang. Selesai."

​Elora berdiri, air mata kecewa dan marah membasahi pipinya.

​"Abang jahat! Gue sumpahin Abang jatuh miskin! Gue sumpahin Abang jatuh cinta sama cewek matre yang bakal habisin semua duit Abang sampai tinggal pakai celana dalam doang!" jeritnya histeris.

​"Amin untuk doa jatuh cintanya, nauzubillah buat doa miskinnya," sahut Elvano santai.

​"Gue benci Abang!"

​Elora menyambar tasnya dan berlari keluar. Suara stiletto-nya menjauh cepat, diakhiri dengan bantingan pintu yang mengguncang pigura foto.

​Elvano hanya menggeleng. "Nanti juga balik kalau lapar." Ia kembali ke kalkulatornya, menghitung penghematan dari tisu toilet.

​Sementara itu, Elora berlari menuju lift dengan deraian air mata. Ia merasa terhina. Lima puluh juta adalah uang kecil bagi perusahaan, tapi Elvano membuatnya seolah Elora meminta ginjal.

​"Awas aja lo, Bang," isak Elora di dalam lift menuju basement. "Gue bakal bikin ulah!"

​Tiba di parkiran VIP, Elora masuk ke dalam mobil sport merah hadiah ulang tahunnya. Napasnya memburu, emosinya meledak. Ia butuh pelampiasan.

​"Mati lo, kalkulator busuk!" umpatnya.

​Tanpa melihat spion, Elora menginjak gas dan memindahkan persneling ke gigi mundur dengan kasar. Mobil merah itu meluncur mundur dengan kecepatan tak wajar.

​Di saat bersamaan, sebuah motor matic tua hitam doff baru saja masuk, mungkin tersasar ke area VIP. Pengendaranya baru saja menurunkan standar samping.

​Sensor mobil Elora berbunyi nyaring. BIIIIIP!

​Terlambat.

​BRAK!

​Suara benturan logam dan plastik pecah terdengar menyakitkan. Bemper belakang mobil mahal Elora menghantam keras motor matic itu hingga terguling dan terjepit.

​Elora terlonjak. Tubuhnya tersentak. Hening sejenak, hanya suara mesin mobil yang menderu halus.

​Dengan takut-takut, Elora menengok ke spion tengah. Di sana, sebuah motor terkapar menyedihkan, dan seseorang berdiri kaku di sampingnya dengan helm masih terpasang separuh.

​"Mati gue," bisik Elora, wajahnya pucat pasi. "Abang pasti bunuh gue kalau tahu mobil ini lecet."

1
Pa Muhsid
ye baru sadar lo
nanti cinbu dan bucin mas kalkulator
Yeni Puspitasari
🤣🤣 cocok lu bedus
Nana Colen
Allohuakbar keluarga medit keked mengkene cap jahe
Nana Colen
ampuuun deh El 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️.. kalau beneran ada di dunia nyata manusia seperti El 🤣🤣🤣🤣
Nana Colen
naaaah tahu rasa jan lhoooooo... satu kata MAMPUS 👎👎👎👎
Nana Colen
adik kakak sebelas duabelas.. cuman bertolak belakang
Nana Colen
ya jelas lah suka.... karena sesama orang perhitungan ya gitu 🤣🤣🤣🤣


pinter bener nih yang nulis skenario 😍😍😍😍
Nana Colen
🤣🤣🤣🤣🤣 jawaban yang mantap
Hary Nengsih
akhirnya kelar jg nego nya🤣🤣
Murni Binti sulaiman
tuh kan baru sadar ya El... Aluna tuh paket lengkap 😁
Eli Rahma
jgn ditatap lama² nanti ada love merah jambu yg nyangkut..😂
Meliandriyani Sumardi
baru sadar dia🤣🤣 kutukan elora jadi kenyataan ternyata🤣🤣 lanjut kak
Mineaa
weeeehhh.....
Tersepona...... akuhh.....tersepona.....
asyik.... asyiiiikk.....joossss......😁
Murni Binti sulaiman
lama" darah tinggi ya luna😁, boss modelan gitu😂
K4RL4
motel onyo-onyo....luarrrr biasa medit pak boss ni. bsk sarapan nasi uduk hrg goceng y... murmer tp bikin kenyang.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyknya klo udah kinerja, ga perlu lg pake kata kerja tor
Pa Muhsid
kelas paud mungkin hotel nya 0kecil
Muft Smoker
pak bos mending nginep di kandang ayam aj gratis pling harus gelut dlu sama ayam ny ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁😁
total 6 replies
Mineaa
800 M. VS. 100 rb.......
😭😭😭😭😭😭😭😭
super duper inti kerak bumi ga sih tuh pengiritan nya......🔥
Savana Liora: wkwkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
Wanita Aries
mode minyak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!