NovelToon NovelToon
Benih Tertukar Duren Sawit

Benih Tertukar Duren Sawit

Status: tamat
Genre:Duda / Single Mom / Anak Genius / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Demi tidak dijual pada pria beristri, Sienna Anindita nekat melakukan prosedur bayi tabung. Baginya, kehamilan adalah menuju kebebasan. Namun, kesalahan medis fatal mengubah hidupnya menjadi incaran maut. Benih yang tertanam di rahimnya ternyata milik Kalendra Elson, pemimpin sindikat Black Lotus yang kejam dan impoten. Sienna tidak tahu bahwa benih itu seharusnya sudah dimusnahkan. Dia juga tidak tahu bahwa bayi yang dilahirkannya memiliki kembaran yang kini berada dalam dekapan sang mafia.

"Kau pikir bisa lari setelah mencuri sesuatu dariku, Sienna?" desis Kalendra dengan tatapan membunuh.

"Aku tidak mencurinya, dan anak ini bukan milikmu!"

Bagi Kalendra, siapa pun yang membawa darah dagingnya hanya punya dua pilihan: tunduk atau lenyap. Namun, ia tidak menyangka bahwa tantangan terbesarnya bukanlah menghadapi musuh bebuyutan, melainkan menghadapi Rayna, putri kecilnya yang bermulut pedas. Kontras dengan kembarannya, Rayden, yang anti bau dan takut serangga.

"Om belisik telus kayak knalpot motol Bunda. Layna sumpel ya mulutnya pakai kaus kaki Layna yang belum dicuci kalo ndak belhenti malahin Bunda!”

“Lihat mataku, Rayna. Aku adalah alasan kau ada di dunia ini. Aku ayahmu."

"Ayah Layna sudah lama pelginya. Om jangan ngaku-ngaku ya, nanti didatangi hantu Papa asli bisa bikin Om kencing di celana. Om pulang saja, mandi yang belsih, bau ikan salden tau ndak?”

Di antara bayang-bayang maut Black Lotus dan rahasia masa lalu, akankah ia berhasil menjinakkan putri kecilnya dan menaklukkan hati es Sienna? Ataukah Sienna akan jatuh ke pelukan Mahesa yang sudah siap menjadikannya istri ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benci

“Jovita, bawa mereka masuk dulu,” titah Mama Ivana, tenang namun mengandung wibawa yang tak terbantahkan.

Jovita bertindak sebelum badai besar melanda. “Ayo, kalian masuk sini,” ajaknya menarik lembut tangan Rayden dan Rayna. Ia juga memberi isyarat pada Sienna untuk meninggalkan Aluna yang kini berdiri mematung dengan peluh dingin yang mulai membasahi pelipisnya.

“Dan kau—!” Jari telunjuk Mama Ivana terangkat, mengarah tepat ke wajah Aluna yang seketika pucat pasi. Tubuhnya gemetar hebat. Tulang-tulangnya seolah mendadak berubah menjadi jeli.

“Tadi kau bicara apa barusan pada cucu saya?” tanya Mama Ivana. Suaranya datar, namun setiap kata yang terucap terasa sedingin kutub utara yang mampu membekukan aliran darah Aluna. Mama Ivana jelas mendengar setiap hinaan beracun yang keluar dari mulut Aluna untuk Rayden dan Rayna, namun ia ingin melihat sejauh mana nyali gadis itu untuk jujur.

Aluna menelan ludah dengan susah payah, mencoba merangkai dusta di tengah kepanikan. 

“Bukan apa-apa, Tan—I-itu hanya—”

PLAK!

Suara tamparan itu pecah. Pipi Aluna terasa panas bak dihantam besi membara. Kepalanya tertoleh ke samping akibat kerasnya hantaman itu.

Di belakang Mama Ivana, Kalendra hanya berdiri diam. Pria itu sedikit pun tidak bergerak untuk membela. Ia justru membuang muka, berpaling ke arah lain dengan sorot mata dingin yang menunjukkan ketidakpedulian total. Baginya, hukuman yang Aluna terima dari ibunya adalah konsekuensi yang pantas untuk mulut lancangnya.

“Tadi kau bilang apa, ha?!” Suara Mama Ivana naik satu oktaf. Ia mencengkram lengan Aluna. Matanya menatap tajam, menuntut pengakuan dari Aluna yang kini memegangi pipinya yang mulai memerah itu. “Ulangi sekali lagi di depanku jika kau memang merasa punya harga diri!”

Di tengah rasa panas yang menjalar di pipinya, Aluna masih mencoba membangun benteng pertahanan terakhir. Ketakutan menyatu dengan sisa-sisa egonya yang keras kepala.

"S-saya tidak bicara apa-apa, Tante... Saya bersumpah, itu hanya salah paham..." Aluna merintih dan mencoba menatap mata Mama Ivana yang berkilat penuh amarah.

PLAK!

Sekali lagi, tamparan keras melayang tanpa ampun, memutus kalimat pembelaan Aluna di udara. Kekuatan hantaman itu begitu besar hingga keseimbangan Aluna goyah. Kakinya tak lagi sanggup menopang beban rasa malu dan sakit yang menghujam. Dengan suara berdebum pelan, Aluna jatuh bersimpuh di lantai, tepat di kaki Mama Ivana.

"Maaf... Maafkan saya, Tante!" Isak tangis Aluna, air matanya membanjiri wajah yang kini memerah padam. Ia menunduk dalam, mencoba meraih ujung pakaian Mama Ivana dengan tangan yang gemetar. 

"Saya mengaku salah... tolong maafkan saya..."

Namun, sebelum jemari Aluna sempat menyentuh kain mahal yang dikenakan wanita itu, Mama Ivana menarik kakinya dengan gerakan jijik. Sebuah tendangan kecil namun penuh penghinaan mendarat di bahu Aluna, menjauhkan tangan gadis itu seolah-olah ia adalah kotoran yang najis untuk disentuh.

"Jangan berani-berani menyentuhku dengan tangan kotormu itu," desis Mama Ivana merendah namun penuh ancaman.

Wanita itu berdiri tegak, memandang rendah ke arah Aluna yang kini meringkuk di lantai, tampak kecil dan tak berdaya. Di belakangnya, Kalendra tetap mematung, seolah pemandangan di depannya hanyalah angin lalu yang tak layak dikasihani.

"Enyah dari hadapanku sekarang juga!" perintah Mama Ivana, suaranya menggelegar kembali. "Bawa pergi wajahmu yang memuakkan itu! Jangan pernah kau berani muncul lagi di depan cucu-cucuku, atau di depan Jovita. Jika aku melihatmu berkeliaran di dekat mereka lagi, aku pastikan hidupmu yang sudah hancur itu akan menjadi jauh lebih buruk dari sekadar kelaparan. Pergi!"

Aluna tersedak oleh tangisnya sendiri. Ia merangkak menjauh dengan sisa tenaga meninggalkan salon itu dengan membawa luka di pipi dan kehancuran total di hatinya. Sang primadona kini benar-benar telah menjadi debu di bawah tumit orang-orang yang dulu ia anggap remeh.

Di bawah teriknya matahari, Aluna menyeret terus langkahnya. Pipinya masih berdenyut nyeri, namun rasa panas di hatinya jauh lebih membakar. Setiap isakan yang keluar dari mulutnya perlahan berubah menjadi geraman rendah penuh dendam.

"Sienna..." desisnya. Nama itu bak kutukan yang meracuni lidahnya.

Di dalam kepalanya yang kacau, ia memutar ulang adegan tadi. Bagaimana Sienna berdiri di sana, aman di balik perlindungan Mama Ivana sementara dirinya diusir layaknya binatang kurap.

"Harusnya aku yang di sana! Harusnya itu posisiku!" umpatnya sambil menendang kerikil di pinggir jalan.

Bagi Aluna, keberadaan Sienna di tengah keluarga itu adalah sebuah kesalahan semesta. Ia merasa Sienna telah mencuri naskah hidupnya, merampas kemewahan yang seharusnya menjadi haknya, dan menukar nasib mereka dengan kejam. Rasa benci itu tumbuh subur, mengakar di antara puing-puing kehancurannya. Ia tidak menyalahkan ayahnya yang berjudi, tidak pula menyalahkan lidahnya yang lancang. Baginya, satu-satunya alasan ia menderita saat ini adalah karena Sienna ada dan mengambil apa yang ia anggap miliknya.

"Kau pikir kau sudah menang, Sienna?" gumam Aluna dengan tatapan mata yang gelap dan kosong. 

"Kau hanya pencuri. Kau merampas kebahagiaanku, dan aku benci... aku sangat membencimu sampai rasanya ingin mati."

ARGHHHH!

Di tengah kesendirian dan perut yang melilit lapar, Aluna terus mengumpat. “SIAL! KENAPA KAU TAK MATI SAJA, SIENNA?” umpatnya dalam hati.

Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik melambat, lalu menepi tepat di samping Aluna yang sedang berjalan lunglai. Deru mesinnya yang halus terdengar kontras dengan isak tangis Aluna yang belum reda.

Kaca mobil perlahan turun, menampakkan sosok pria di balik kemudi dengan tatapan yang tajam namun penuh kalkulasi. Mahesa.

"Kau tampak menyedihkan, Aluna.”

Aluna berhenti, menghapus air matanya dengan kasar. Ia menatap Mahesa dengan tatapan sendu. 

"Mau apa kau? Mau menertawakanku juga seperti yang lain?" bentak Aluna marah.

Mahesa tersenyum tipis, senyum seorang predator yang melihat peluang. "Justru sebaliknya. Aku ingin menawarkan kerja sama. Aku tahu kau benci melihat Sienna berada di sana, di tempat yang menurutmu seharusnya milikmu. Aku bisa membantumu mendapatkan kembali kehidupan mewahmu, atau setidaknya menghancurkan kebahagiaan yang sedang dinikmati Sienna saat ini."

Aluna terdiam, nafasnya memburu. 

"Apa imbalannya?"

"Sederhana," Mahesa menyandarkan punggungnya ke jok kulit mobil. "Aku ingin Sienna. Aku ingin merebutnya dari tangan Kalendra. Aku ingin wanita itu menjadi milikku sepenuhnya."

Mahesa menatap Aluna dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ia mengakui bahwa Aluna juga cantik dengan segala kemolekan yang ia banggakan selama ini. Namun, di mata Mahesa, kecantikan Aluna hanya hiasan yang dangkal. Baginya, Sienna punya sesuatu yang jauh lebih menarik. Sebuah ketenangan dan aura yang menantang untuk ditaklukkan, sesuatu yang tidak pernah dimiliki oleh gadis sombong seperti Aluna.

"Bagaimana?" Mahesa membuka pintu mobil dari dalam, sebuah undangan untuk masuk ke dalam lingkaran konspirasi. "Kau dapatkan kehidupanmu kembali, dan aku mendapatkan Sienna. Kita berdua menang, dan Kalendra akan kehilangan segalanya."

Aluna menatap pintu mobil yang terbuka itu. Kebenciannya pada Sienna jauh lebih besar daripada rasa takutnya pada risiko apa pun. Tanpa ragu lagi, ia melangkah masuk lalu menutup pintu dengan dentuman keras yang menandai awal dari sekutu gelap mereka.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒉𝒓𝒔 𝒋𝒅 𝒎𝒖𝒔𝒖𝒉
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒂𝒌𝒂𝒍 𝒉𝒆𝒃𝒐𝒉 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑴𝒂𝒓𝒊𝒔𝒂 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕 𝒋𝒊𝒘𝒂 𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 😠😠
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒏𝒈𝒂𝒑𝒂𝒊𝒏 𝒔𝒊𝒉 𝒉𝒓𝒔 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒎𝒖 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑴𝒂𝒓𝒊𝒔𝒂 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒅 𝒈𝒓𝒆𝒈𝒆𝒕𝒂𝒏 𝒏𝒊𝒉 𝒔𝒎𝒂 𝑲𝒂𝒍𝒆𝒏𝒅𝒓𝒂 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒅𝒂 𝒌𝒂𝒍𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒋𝒈 𝑲𝒂𝒍𝒆𝒏𝒅𝒓𝒂 𝒌𝒆𝒍𝒊𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒃𝒐𝒅𝒐𝒉 𝒚𝒂 😅😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒚𝒂𝒉 𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏 𝒋𝒈 𝒎𝒏𝒖𝒔𝒊𝒂 𝒕𝒉 😅😅😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑱𝒐𝒗𝒊𝒕𝒂 𝒅𝒏 𝒔𝒊 𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒓 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒋𝒅 𝒆𝒓𝒖𝒔𝒖𝒉 𝒏𝒊𝒉 😅😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒅𝒂" 𝒂𝒋𝒂 𝒌𝒆𝒍𝒂𝒌𝒖𝒂𝒏 𝒔𝒊 𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒓 😅😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑴𝒂𝒉𝒆𝒔𝒂 𝒕𝒂𝒌𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒌𝒆𝒅𝒖𝒂 𝒊𝒔𝒕𝒓𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒑 𝒎𝒔𝒉 𝒂𝒋𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒕𝒉 𝒅𝒊𝒓𝒊 😠😠
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒅𝒂𝒉 𝒈𝒊𝒏𝒊 𝒃𝒂𝒓𝒖 𝒔𝒂𝒅𝒂𝒓 𝑺𝒊𝒆𝒏𝒏𝒂 𝒌𝒍 𝒅𝒂𝒉 𝒅𝒊 𝒕𝒊𝒑𝒖
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒆𝒈𝒐 𝒔𝒊 𝑺𝒊𝒆𝒏𝒏𝒂 𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒅𝒉 𝒑𝒆𝒓𝒄𝒂𝒚𝒂 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑴𝒂𝒉𝒆𝒔𝒂 𝒕𝒑 𝒌𝒍 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑲𝒂𝒍𝒆𝒏𝒅𝒓𝒂 𝒏𝒆𝒈𝒂𝒕𝒊𝒇 𝒕𝒓𝒖𝒔 𝒅𝒊 𝒐𝒕𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝒋𝒅 𝒔𝒆𝒃𝒆𝒍 😠😠
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝒚𝒈 𝒏𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝑴𝒂𝒉𝒆𝒔𝒂 𝒊𝒕𝒖 𝒏𝒂𝒌 𝒃𝒖𝒂𝒉𝒏𝒚𝒂 𝑲𝒂𝒍𝒆𝒏𝒅𝒓𝒂 𝒅𝒆𝒉 🤔😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝒚𝒈 𝒌𝒊𝒓𝒊𝒎 𝒑𝒆𝒔𝒂𝒏 𝒌𝒆 𝑺𝒊𝒆𝒏𝒏𝒂 🤔😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑺𝒊𝒆𝒏𝒏𝒂 𝒎𝒖𝒍𝒂𝒊 𝒕𝒆𝒓𝒕𝒂𝒓𝒊𝒌 𝒏𝒊𝒉 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑲𝒂𝒍𝒆𝒏𝒅𝒓𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒐𝒎𝒑𝒍𝒂𝒌 𝒑𝒅 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒕𝒆𝒓𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂 𝒐𝒃𝒂𝒕 𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒂𝒓𝒕𝒂𝒃𝒂𝒌 𝒕𝒆𝒍𝒖𝒓 𝒃𝒌𝒏 𝑲𝒂𝒍𝒆𝒏𝒅𝒓𝒂 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑹𝒂𝒚𝒏𝒂 𝒐𝒖𝒕 𝒐𝒇 𝒕𝒉𝒆 𝒃𝒐𝒙 𝒎𝒊𝒌𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 😅😅😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒆𝒔 𝒐𝒕𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒊 𝑲𝒂𝒍𝒆𝒏𝒅𝒓𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕 𝒉𝒂𝒕𝒊 𝑺𝒊𝒆𝒏𝒏𝒂 𝒂𝒋𝒂 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑺𝒊𝒆𝒏𝒏𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒔𝒊 𝒌𝒆𝒎𝒃𝒂𝒓 𝒅𝒍𝒎 𝒃𝒂𝒉𝒂𝒚𝒂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!