NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:603
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Kacamata Buluk dan Calon Suami yang Higienis

Di sebuah kamar yang luasnya hampir setara dengan lapangan futsal, Evelyn Valentina Grant sedang sibuk melakukan ritual harian yang akan membuat penata rias manapun menangis histeris. Ia tidak sedang memulas 'foundation' merk ternama atau memasang bulu mata badai. Sebaliknya, ia sedang berusaha keras terlihat seburuk mungkin.

Evelyn menatap cermin. Rambut pirangnya yang halus sengaja ia sasak sedikit agar terlihat mengembang tidak beraturan seperti sarang burung yang baru saja terkena badai. Ia mengenakan kemeja kebesaran berwarna kuning kunyit yang dipadukan dengan rok plisket berwarna hijau lumut. Kombinasi warna yang sanggup membuat mata siapa pun sakit jika menatapnya terlalu lama.

"Sempurna. Aku terlihat seperti wortel yang layu," gumamnya puas.

Sentuhan terakhir adalah kacamata dengan bingkai hitam tebal dan lensa yang saking tebalnya bisa digunakan untuk membakar semut di bawah sinar matahari. Padahal, mata Evelyn sehat walafiat. Bahkan, ia bisa menembak jatuh seekor lalat dari jarak lima puluh meter dengan mata tertutup sebelah. Tapi hei, ini adalah harga yang harus dibayar demi kebebasan.

"Queen, Anda yakin dengan penampilan ini? Tuan Stefan bisa terkena serangan jantung jika melihat putri bungsunya berubah menjadi asisten laboratorium tahun 80-an," suara berat Edward terdengar dari earpiece kecil yang tersembunyi di balik telinga Evelyn.

Evelyn menyeringai, sebuah ekspresi yang sangat tidak cocok dengan dandanannya. "Ed, dengar ya. Perjodohan ini adalah ide kolot Daddy. Kalau aku terlihat cantik, King Mafia itu akan langsung setuju. Tapi kalau aku terlihat seperti orang yang hobi mengoleksi jamur di kamar mandi, dia pasti akan lari terbirit-birit. Dan itulah rencananya."

"Tapi Queen, Arkan Alesandro Knight bukan pria sembarangan. Dia pemimpin Black Eclipse. Dia dingin, tegas, dan..."

"Dan anti-wanita, kan? Bagus. Kita lihat siapa yang lebih cepat merasa jijik," potong Evelyn sambil membenarkan letak kacamatanya yang melorot.

Sementara itu, di kediaman keluarga Knight, suasana tidak kalah sibuknya. Arkan Alesandro Knight berdiri di depan cermin, mengancingkan kemeja hitamnya dengan gerakan presisi. Wajahnya sangat tampan, dengan rahang yang cukup tajam untuk mengiris kertas. Namun, ekspresinya sedatar aspal jalanan.

"Arkan, kau sudah siap? Ingat, jangan bawa semprotan disinfektanmu ke meja makan. Itu tidak sopan," tegur Antonio Knight, sang ayah, yang muncul di pintu kamar.

Arkan tidak menoleh. Ia memasukkan sebuah botol kecil hand sanitizer ke dalam saku jasnya. "Papa tahu aku benci tempat asing. Terlalu banyak kuman. Terlalu banyak... orang."

Arkan sebenarnya tidak hanya takut kuman. Ia memiliki trauma masa kecil yang sangat spesifik: dikerubungi oleh sekelompok anak laki-laki saat SD karena mereka iri dengan ketampanannya. Sejak saat itu, Arkan merasa terancam jika ada lebih dari tiga orang yang berdiri terlalu dekat dengannya, terutama jika mereka mulai berisik. Baginya, pernikahan adalah mimpi buruk karena itu berarti ada satu orang lagi yang akan menginvasi ruang pribadinya secara permanen.

"Keluarga Grant adalah sahabat Papa. Evelyn adalah gadis yang baik, dia sangat... tenang," Antonio mencoba meyakinkan, meski ia sendiri sudah lama tidak melihat putri sahabatnya itu.

Arkan mendengus. "Tenang? Biasanya wanita akan menjerit saat melihatku. Kalau dia menjerit lebih dari dua desibel, aku akan langsung pulang."

Pertemuan itu diadakan di ruang makan kediaman Grant yang didekorasi sangat mewah. Saat keluarga Knight tiba, Arkan langsung mengeluarkan tisu basah alkohol dan mengelap punggung kursinya sebelum duduk. Ia melakukannya dengan wajah sangat serius, seolah-olah sedang melakukan operasi jantung.

Stefan Grant dan Violet Anderson hanya bisa saling lirik, sementara Franco—abang Evelyn—menahan tawa di balik gelas air putihnya.

"Maaf, anakku ini memang sedikit... higienis," ujar Sandra, ibu Arkan, dengan senyum paksa.

"Tidak apa-apa, Sandra. Kami mengerti," sahut Violet ramah. "Evelyn sedang turun sebentar lagi."

Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang berat dan terseret-seret di tangga. Srak... srak... srak...

Semua mata tertuju ke arah tangga. Arkan sudah menyiapkan mental untuk melihat wanita sosialita dengan gaun terbuka yang akan langsung mencoba menyentuh lengannya. Ia sudah siap dengan gerakan menghindar tingkat tinggi.

Namun, yang muncul adalah sosok dengan baju kuning kunyit yang menabrak warna hijau lumut, rambut yang berantakan, dan kacamata yang memantulkan cahaya lampu kristal hingga matanya tidak terlihat.

Uhuk! Franco tersedak air putihnya.

Evelyn berjalan menunduk, sesekali membetulkan kacamatanya dengan gerakan kikuk yang dibuat-buat. "H-halo... maaf Eve terlambat. Tadi ada rumus fisika yang tanggung untuk diselesaikan," ucapnya dengan suara sengau yang dibuat-buat.

Arkan membeku. Ia menatap Evelyn dari bawah sampai atas.

Evelyn tersenyum dalam hati. Nah, sekarang cepat katakan kau ingin membatalkan perjodohan ini, Tuan Dingin.

Tetapi, reaksi Arkan di luar dugaan. Alih-alih merasa jijik atau ingin muntah, Arkan justru menatap Evelyn dengan binar ketertarikan yang aneh. Mata tajamnya meneliti setiap inci penampilan Evelyn yang berantakan.

Baju tertutup? Bagus, tidak ada kulit yang akan bersentuhan denganku secara tidak sengaja. Kacamata tebal? Bagus, dia pasti tidak akan banyak menatap mataku. Rambut berantakan? Berarti dia tidak menghabiskan waktu berjam-jam di salon yang penuh orang berisik.

"Kau..." Arkan angkat bicara.

Evelyn menegang. "I-iya, Tuan Arkan?"

"Kau suka fisika?" tanya Arkan pendek.

Evelyn berkedip bingung di balik lensa tebalnya. "E-eh? Iya... sangat suka. Terutama hukum gravitasi, karena membuat segala sesuatu tetap berada di tempatnya dan tidak... melayang-layang mendekatiku."

Arkan mengangguk pelan. "Aku setuju."

"Apa?!" Evelyn dan Franco berteriak kompak.

"Papa, aku setuju dengan perjodohan ini. Dia terlihat... aman," ucap Arkan sambil menyemprotkan hand sanitizer ke tangannya dengan gerakan santai.

Evelyn hampir saja menjatuhkan rahangnya ke lantai. Aman? Apa dia buta? Aku terlihat seperti bencana fashion berjalan!

"Wah, luar biasa!" Stefan bertepuk tangan senang. "Aku tahu kalian akan cocok!"

"Tapi Daddy! Eve kan culun! Eve tidak pantas untuk Tuan Arkan yang hebat ini!" Evelyn mencoba melakukan pembelaan terakhir. Ia melirik Arkan, berharap pria itu sadar betapa anehnya dia.

Arkan justru berdiri dan mendekat ke arah Evelyn. Sesuai aturan trauma-nya, ia berhenti tepat di jarak 1,5 meter. Ia menatap Evelyn dengan intens. "Justru karena kau culun. Kau terlihat tidak akan punya banyak teman yang akan datang ke rumah kita dan membuat keributan. Kau juga terlihat tidak akan berani menyentuh jas mahal-ku tanpa izin."

Evelyn mengepalkan tangannya di balik rok hijau lumutnya. Sialan. King Mafia ini ternyata punya selera yang aneh. Dia menganggapku aman karena aku terlihat seperti antisosial?

"Jadi, kapan pernikahannya?" tanya Arkan pada ayahnya tanpa melepaskan pandangan dari Evelyn.

Evelyn memutar otak. Jika dia tidak bisa membatalkan pernikahan ini sekarang, dia harus membuat hidup Arkan seperti neraka di rumah nanti. Dia akan memastikan Arkan menyesal telah memilih "gadis culun" ini.

"Minggu depan," jawab Antonio mantap.

Evelyn mendesah pasrah. Di balik earpiece-nya, ia bisa mendengar Edward menahan tawa. "Queen, sepertinya rencana 'Wortel Layu' Anda gagal total. Si King Mafia itu ternyata lebih suka sayuran daripada model."

"Diam kau, Ed," desis Evelyn pelan, yang hanya dianggap sebagai gumaman malu-malu oleh para orang tua.

Malam itu, di meja makan mewah tersebut, dua orang paling berbahaya di dunia bawah baru saja menandatangani kontrak hidup bersama. Yang satu mengira dia mendapatkan istri yang tenang dan aman, sementara yang lain sedang merencanakan bagaimana cara meretas rekening bank calon suaminya jika dia berani macam-macam.

Pernikahan ini tidak akan menjadi pernikahan yang normal. Dan Evelyn bersumpah, kacamata tebalnya ini hanyalah awal dari kejutan besar bagi Arkan Alesandro Knight.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!