Bagian 5

ENJOY THE SWEETNESS (⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧
❤︎❤︎❤︎
Ruangan mendadak sunyi ketika semua kursi telah terisi. Hana berdiri di sudut ruangan, berusaha sekecil mungkin agar tak mencolok. Jantungnya masih berpacu dari lari-lari barusan, tapi kini ada tugas baru: mencatat rapat.
Adrian duduk di kursi paling ujung meja, tepat di hadapan para investor. Posturnya tegak, tatapannya menusuk, aura dominannya membuat semua orang terdiam beberapa detik sebelum rapat dimulai.
Investor asing yang tampak paling senior membuka suara.
Investor
Investor
Mr. Wiratama, kami telah meninjau proposal Anda. Namun, kami khawatir dengan risiko pasar di Asia Tenggara. *Bahasa Inggris
Hana buru-buru menyalin kata-kata itu di buku catatannya. Tangannya gemetar, takut salah ejaan.
Adrian Wiratama
Adrian Wiratama
[Menatap investor itu tanpa tergesa, lalu menjawab tenang]
Adrian Wiratama
Adrian Wiratama
Risiko tidak dapat dihindari dalam setiap ekspansi. Yang penting adalah bagaimana kita mengelolanya. Perusahaan kami sudah menyiapkan rencana kontingensi. *Bahasa Inggris
Suara bariton Adrian bergema, membuat Hana merinding. Hana kagum sekaligus tertekan karena harus mengikuti alur diskusi yang cepat.
Investor lain ikut menimpali.
Investor 2
Investor 2
Bagaimana dengan distribusi? Logistik di negeri Anda … cukup rumit. Bagaimana Anda mengharapkan efisiensi? *Bahasa Inggris
Adrian Wiratama
Adrian Wiratama
[Memiringkan kepalanya sedikit, lalu dengan datar menoleh ke sudut ruangan]
Adrian Wiratama
Adrian Wiratama
Hana.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Terlonjak kaget] Y-ya, Pak?
Adrian Wiratama
Adrian Wiratama
Jelaskan garis besar jaringan logistik kita. Dalam bahasa Inggris.
Semua mata tertuju pada Hana.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Menelan ludah, keringat dingin mulai muncul]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
*Astaga … aku? Hari pertama, dan harus bicara bahasa Inggris di depan investor?!* [Mengeluh dalam hati]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Menarik napas panjang, membuka salah satu berkas ringkasan di tangannya. Menjawab dengan suara yang sedikit bergetar]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
Jaringan logistik kami … didukung oleh tiga pusat distribusi utama di Jawa, dan kemitraan dengan perusahaan transportasi lokal di Sumatra dan Kalimantan. Kami memastikan … uh … pengiriman tepat waktu dengan sistem pemantauan dua puluh empat jam. *Bahasa Inggris
Suasana hening sejenak. Investor menatapnya penuh perhatian.
Sebelum keraguan semakin terasa, Karina yang sejak tadi memperhatikan, angkat bicara dengan suara tenang dan mantap.
Karina Sasmita
Karina Sasmita
Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan perusahaan pengiriman barang internasional untuk tujuan ekspor. Integrasi ini menjamin efisiensi, bahkan untuk logistik lintas batas. *Bahasa Inggris
Investor tampak lebih puas mendengar tambahan itu, sebagian mengangguk kecil.
Adrian tidak menunjukkan ekspresi apapun, tapi jari-jarinya mengetuk meja sekali, tok.
Adrian Wiratama
Adrian Wiratama
[Melirik Hana] Lumayan. Lanjutkan mencatat.
Bagi orang lain, itu mungkin terdengar dingin. Tapi bagi Hana, kalimat singkat itu terasa seperti anugerah terbesar yang menyelamatkannya dari kegugupan.
Karina Sasmita
Karina Sasmita
[Melirik sekilas ke arah Hana, seolah berkata tanpa suara: Belajarlah. Kau tak boleh lengah di hadapan orang-orang ini.]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Terdiam kaku]
Rapat berlanjut dengan intens. Para investor semakin menggali proposal. Hana yang sibuk mencatat semua perkataan. Sedangkan Adrian, mengendalikan suasana rapat, mengembalikan arah pembicaraan ke posisinya yang lebih menguntungkan. Di tambah Karina yang menjelaskan dengan lugas dan elegan.
Rapat akhirnya bergulir ke bagian penutup. Para investor mulai merapikan berkas, beberapa mengangguk dengan ekspresi puas.
Hana menutup bukunya pelan. Tangannya terasa kaku, matanya lelah mengikuti alur diskusi yang begitu cepat.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
*Bu Karina sepertinya nggak pernah salah. Semua yang keluar dari mulutnya pasti tepat. Aku … bisa nggak, ya, jadi seperti itu?* [Menggumam dalam hati]
Seketika rasa kagum bercampur minder menyusup di dada Hana.
Ketika ruangan mulai kosong, hanya tersisa Adrian, Karina dan Hana. Hana melirik arloji kecil di pergelangan tangannya. Jarumnya sudah menunjuk pukul dua belas lewat.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
*Astaga, sudah siang? Rasanya baru sebentar, padahal…*
Pikiran Hana terpotong saat menyadari betapa pegalnya kakinya karena berdiri selama berjam-jam. Betisnya seperti ditusuk-tusuk.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Menahan diri untuk tidak meringis]
Adrian Wiratama
Adrian Wiratama
[Bangkit dari kursi dengan tenang, langkahnya mantap menuju pintu]
Karina Sasmita
Karina Sasmita
[Segera menyusul di belakang Adrian.]
Namun sebelum benar-benar keluar, Karina sempat berhenti sejenak.
Karina Sasmita
Karina Sasmita
[Menoleh singkat pada Hana] Kerja bagus. Istirahatlah.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Tersentak, buru-buru mengangguk dengan kaku] S-siap. Terima kasih, Bu.
Karina Sasmita
Karina Sasmita
[Tidak menanggapi lagi. Melangkah keluar menyusul Adrian tanpa menoleh.]
Kini Hana tertinggal sendirian di ruangan itu. Dadanya masih berdegup, bukan hanya karena tegang, melainkan juga rasa kagum yang makin bertambah pada sosok Karina.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
*Seandainya aku bisa seprofesional itu…* [Berandai dalam hati]
Namun lamunannya buyar seketika saat terdengar bunyi lirih dari perutnya. Kruuuk~
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
Saatnya menikmati makanan kantoran! [Berseru semangat]
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!