Asisten Ceroboh & Presdir Galak
Bagian 2
ENJOY THE SWEETNESS (。•̀ᴗ-)✧
Di lobi perusahaan. Hana hampir terpeleset karena lantai yang sedikit licin.
Hana Ayu Pramesti
[Refleks meraih dinding di dekatnya]
Jantung Hana berdebar kencang, takut ada yang melihatnya.
Hana Ayu Pramesti
[Melirik ke sekeliling]
Lobi tampak sepi, hanya ada petugas keamanan di sudut sana yang sedang sibuk dengan ponselnya.
Hana Ayu Pramesti
[Menghela napas lega, melangkah dengan lebih hati-hati menuju meja resepsionis]
Seorang wanita berambut pendek dengan senyum ramah menyambut Hana.
Resepsionis
Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu?
Hana Ayu Pramesti
Selamat pagi. Saya Hana Ayu Pramesti, asisten magang yang dijadwalkan hari ini.
Resepsionis
[Memeriksa daftar di komputernya]
Resepsionis
Oh, Hana. Selamat datang di Wiratama Corp! Anda sudah ditunggu di lantai 25, ruang sekretaris Direktur Utama. [Tersenyum lebih ramah]
Hana Ayu Pramesti
[Terbelalak kaget] *Lho bukannya ke tim HR nih? Tiba-tiba aja ke lantai eksekutif!*
Hana Ayu Pramesti
Maaf, lantai 25?
Resepsionis
Betul. Silakan gunakan lift di sana. [Menunjuk lift di sebelah kiri Hana]
Resepsionis
Nanti di sana akan ada yang menjemput. Semoga hari Anda menyenangkan.
Hana Ayu Pramesti
[Mengangguk, masih sedikit terkejut] Terima kasih banyak.
Hana Ayu Pramesti
[Berjalan menuju lift, menekan tombol masuk lift]
TING! Pintu lift terbuka.
Hana Ayu Pramesti
[Melangkah masuk, lalu menekan tombol 25 dengan jari gemetar]
Hana Ayu Pramesti
[Menarik napas panjang] Kamu pasti bisa, Hana!
Tidak lama kemudian. TING! Pintu lift terbuka di lantai 25.
Hana Ayu Pramesti
[Melangkah keluar]
Di lantai ini tidak seperti lantai bawah yang dipenuhi meja kerja, di sini hanya terisi beberapa meja kerja yang tertata rapi.
Pandangan Hana langsung tertuju pada seorang wanita yang sedang berdiri membelakanginya. Rambut panjang lurus kecokelatan wanita itu tergerai rapi. Dengan pakaian kantoran profesional.
Wilda: Wakil Sekretaris Utama
[Berbalik, lalu melangkah mendekat]
Wilda: Wakil Sekretaris Utama
Hana Ayu Pramesti?
Hana Ayu Pramesti
[Mengangguk cepat] Iya, saya.
Wilda: Wakil Sekretaris Utama
Saya Wilda, asisten Bu Karina. Mari ikut saya.
Wilda: Wakil Sekretaris Utama
[Melangkah berbalik]
Klak! Klak! Suara heels Wilda beradu dengan lantai.
Hana Ayu Pramesti
[Mengikuti langkah Wilda, menunduk sedikit]
Mereka berhenti di depan sebuah pintu besar. Di depannya, ada plakat kecil bertuliskan Karina Sasmita—Sekretaris Direktur Utama.
Wilda: Wakil Sekretaris Utama
[Mengetuk pintu] Bu Karina, Hana sudah datang.
Wilda: Wakil Sekretaris Utama
[Mempersilakan Hana masuk terlebih dahulu]
Hana Ayu Pramesti
[Melangkah masuk dengan gugup]
Seorang wanita duduk di balik meja. Wanita yang sering muncul di majalah bisnis. Rambutnya lurus tergerai, dan dia mengenakan setelan blazer bodyfit berwarna gelap yang menambah kesan profesionalnya. Tatapan matanya lurus dan tajam, persis seperti yang Hana bayangkan.
Hana Ayu Pramesti
Selamat pagi, Bu Karina. [Menyapa dengan suara yang sedikit bergetar]
Karina Sasmita
[Mengangkat pandanganan dari tumpukan dokumen]
Karina Sasmita
[Menatap Hana dingin] Duduk.
Hana Ayu Pramesti
A-ah baik. [Buru-buru duduk, lalu menunduk kaku seperti diinterogasi]
Karina Sasmita
Hana Ayu Pramesti? [Bertanya dengan tenang tapi penuh otoritas]
Hana Ayu Pramesti
Iya, Bu. [Menjawab cepat sambil meremas sedikit ujung blazernya]
Karina Sasmita
[Menggeser map tipis di atas meja kerjanya yang rapi, lalu menatap Hana] Saya sudah melihat berkasmu.
Karina Sasmita
Kamu direkomendasikan langsung oleh Rektorat sebagai asisten magang untuk Direktur Utama. Saya harap kamu tahu, kami tidak sembarangan menerima orang di posisi ini.
Hana Ayu Pramesti
[Menelan ludah] I-iya, Bu. Saya akan berusaha yang terbaik.
Karina Sasmita
[Menyilangkan tangan di depan dada]
Karina Sasmita
Di sini, tidak ada ruang untuk kesalahan. Direktur Utama butuh orang yang teliti, cepat, dan bisa diandalkan. Tugas saya adalah menjadikanmu asisten yang kompeten. Saya harap kamu bisa mengerjakan tugas dengan baik.
Hana Ayu Pramesti
[Buru-buru mengangguk, keringat dingin muncul di pelipisnya] Siap, Bu.
Karina Sasmita
Bagus. [Menutup map, lalu mendorongnya ke tepi meja]
Karina Sasmita
Mulai hari ini, kamu akan saya bimbing. Pelajari semua yang saya berikan, dan jangan ragu bertanya. Tapi– [Menyipitkan mata]
Karina Sasmita
–jangan tanyakan hal yang sudah saya jelaskan dua kali.
Hana Ayu Pramesti
[Menunduk dalam-dalam] Baik, Bu. Terima kasih.
Karina Sasmita
[Melirik jam tangan sekilas, lalu berdiri] Kebetulan, sebentar lagi Direktur Utama akan datang.
Karina Sasmita
Tugas pertamamu sederhana: ikut saya. Perhatikan baik-baik apa yang harus kamu lakukan saat menyambut beliau. Satu kesalahan kecil saja bisa fatal.
Hana Ayu Pramesti
[Refleks menggenggam tas kecilnya erat-erat] B-baik, Bu.
Comments