Asisten Ceroboh & Presdir Galak
Bagian 3
ENJOY THE SWEETNESS (。•̀ᴗ-)✧
Di luar ruangan Direktur Utama.
Karina Sasmita
[Berdiri anggun di depan pintu besar]
Hana Ayu Pramesti
[Berdiri setengah langkah di belakang Karina]
Jantung Hana berdetak kencang, telapak tangannya berkeringat dingin.
Karina Sasmita
[Melirik sekilas Hana] Tenang saja. Ingat, jangan bicara kalau tidak ditanya.
Hana Ayu Pramesti
[Mengangguk kecil] Iya, Bu.
Karina Sasmita
[Mengetuk pintu, tapi tidak langsung masuk]
Karina Sasmita
Pak Direktur, saya sudah membawa calon asisten magang.
Suasana hening sejenak, sampai akhirnya pintu terbuka dari dalam. CKLEK.
Muncul seorang pria dewasa berkacamata, dengan setelan profesional rapi.
Dimas Santoso
Silakan masuk. [Tersenyum ramah dengan wajah sedikit letih]
Dimas Santoso
[Menatap Hana sekilas] Jadi ini pengganti saya untuk sementara?
Hana Ayu Pramesti
[Kaget] E-eh pengganti?!
Dimas Santoso
[Mengangguk] Saya akan cuti cukup lama, ada urusan keluarga di luar negeri. Karena itu, Pak Direktur butuh tangan kanan baru. Tugasmu tidak mudah, tapi … lakukan sebaik mungkin.
Karina Sasmita
[Mengangguk kecil, seperti mengonfirmasi informasi itu]
Karina Sasmita
Jangan membuat malu dirimu, Hana.
Hana Ayu Pramesti
[Menelan ludah keras-keras]
Hana hendak menjawab namun sebuah suara berat dan datar dari dalam ruangan menginterupsinya.
Dimas Santoso
[Membuka pintu lebih lebar, memberi jalan untuk Hana dan Karina]
Suasana langsung terasa dingin dan menekan. Aroma wangi maskulin yang tajam menguar di udara.
Seorang pria tampan dengan setelan jas tiga lapis berwarna abu gelap masuk. Dasinya terikat sempurna, wajahnya begitu tegas, dan tatapan matanya tajam, menusuk, seolah bisa menilai seseorang hanya dalam satu detik.
Hana Ayu Pramesti
[Refleks berdiri kaku di samping Karina, jantungnya berdetak tak karuan]
Hana Ayu Pramesti
[Memegang tas kecil gemetar tanpa dia sadari]
Karina Sasmita
Selamat pagi, Pak. [Menyapa sambil membungkuk sedikit]
Adrian Wiratama
[Mengangguk singkat, lalu tatapannya beralih pada Hana]
Sekejap saja, Hana merasa seperti tubuhnya dibekukan di tempat. Tatapan itu … dingin, menilai, dan membuatnya ingin menghilang saja.
Adrian Wiratama
Ini? [Datar]
Karina Sasmita
Ya, Pak. [Menjawab cepat]
Karina Sasmita
Hana Ayu Pramesti, asisten magang baru. Direkomendasikan langsung oleh Rektorat.
Adrian Wiratama
[Mengangkat alis sedikit, nyaris tak terlihat. Menatap tajam]
Hana Ayu Pramesti
[Menelan ludah, lalu membungkuk kaku]
Hana Ayu Pramesti
S-selamat pagi, Pak Direktur. Saya Hana. Senang bisa bekerja di sini …
Suara Hana melemah di ujung kalimat, hampir tenggelam oleh detak jantungnya sendiri.
Adrian menatap Hana beberapa detik yang terasa seperti selamanya. Lalu, dengan suara rendah tapi penuh otoritas.
Adrian Wiratama
Kita lihat saja … apakah kamu bisa bertahan di sini.
Hana Ayu Pramesti
[Masih berdiri kaku, mencoba tersenyum meski jelas-jelas gagal. Tangannya sudah berkeringat dingin sejak tadi]
Adrian Wiratama
[Meletakkan map besar di atas meja, melirik Karina]
Adrian Wiratama
Ada jadwal rapat mendadak dengan investor pukul sepuluh. Semua dokumen presentasi harus siap sebelum itu.
Karina Sasmita
[Menatap sekilas] Baik, Pak.
Adrian Wiratama
[Menatap Hana] Kamu.
Hana Ayu Pramesti
[Menunjuk dirinya sendiri, bingung] S-saya, Pak?
Adrian Wiratama
Siapkan ruang rapat. Pastikan proyektor berfungsi, kursi tertata rapi, dan berkas ini difotokopi sepuluh rangkap.
Adrian Wiratama
Lima belas menit.
Hana Ayu Pramesti
[Terkejut] Li-lima belas menit, Pak?
Karina Sasmita
[Melirik Hana dengan tatapan peringatan]
Hana Ayu Pramesti
[Buru-buru menerima map itu dengan kedua tangan, hampir menjatuhkannya karena berat]
Hana Ayu Pramesti
Siap, Pak Direktur! [Serunya terlalu keras, lalu disusul rasa malu yang memanas di wajahnya]
Karina Sasmita
[Menggeleng kecil tak habis pikir]
Adrian Wiratama
[Tidak menjawab. Melanjutkan memeriksa berkas di mejanya]
Karina dan Hana pamit keluar.
Begitu pintu tertutup, Hana buru-buru berbisik pada Karina.
Hana Ayu Pramesti
Bu, ruang rapatnya yang mana ya?
Karina Sasmita
[Menatap Hana beberapa detik, lalu menghela napas panjang]
Karina Sasmita
Lurus, belok kiri. [Menunjuk ujung koridor]
Hana Ayu Pramesti
[Mengangguk cepat, lalu berlari kecil menuju ujung koridor dengan map besar di pelukan] *Untung saja di lantai yang sama*
Hana Ayu Pramesti
*Hari pertama, cuma di kasih waktu lima belas menit, ujian langsung dari singa besar bernama Adrian Wiratama.* [Mengeluh dalam hati]
Comments