Asisten Ceroboh & Presdir Galak

Asisten Ceroboh & Presdir Galak

Bagian 1

Author Imooet
Author Imooet
Hallow (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)… Welcome to my first chat story!! Happy Reading and Enjoy The Sweetness (⁠。⁠•̀⁠ᴗ⁠-⁠)⁠✧ Oh ya… Aku baru dapet trik baca CS, reminder buat yang belum tau aja… Cukup tekan satu kali tapi lama di layar terus nanti semua dialognya bakalan muncul. Jadi, gak perlu tekan satu-satu ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧
❤︎❤︎❤︎
Pukul 06.30 WIB.
NovelToon
Cahaya matahari pagi menembus jendela rumah sederhana di pinggiran kota, menciptakan garis-garis hangat di lantai ruang tamu.
Di salah satu kamar rumah itu.
NovelToon
Seorang gadis muda berdiri di depan cermin, tubuhnya sedikit kaku. Mata cokelat terangnya menatap pantulan dirinya sendiri dengan perasaan campur aduk: gugup, cemas, dan sedikit tidak percaya diri.
Rambut cokelat gelapnya jatuh melewati bahu, dihiasi pita kecil yang diikat rapi. Bibir merah mudanya berkali-kali digigit, kebiasaan yang selalu muncul setiap kali dia grogi.
Gadis itu mengenakan kemeja putih berkerah pita, dilapisi blazer abu-abu yang sedikit kebesaran. Rok lipit sebatas lutut melengkapi penampilannya. Namun, kakinya masih terbungkus sandal rumahan.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Menghela napas, merapikan pita kerahnya]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
Kamu bisa, Hana. Kamu pasti bisa. [Berbisik pada diri sendiri]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Menatap pantulannya sekali lagi, lalu melangkah menuju pintu kamar]
Klik, suara gagang pintu diputar. Kreek, pintu kayu itu terbuka perlahan.
Aroma teh hangat langsung menyambut. Harum itu seakan menenangkan, meski jantung Hana masih berdegup kencang karena gugup.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Menarik napas dalam, lalu melangkah keluar kamar menuju dapur]
Seorang pria paruh baya duduk di depan meja makan, menyeruput teh hangat sambil membaca koran.
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
[Melirik Hana yang mendekat]
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
Sudah siap, Nak? [Meletakkan cangkir teh di meja]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
Hmm … [Mengangguk kecil]
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
[Melipat koran dan menaruhnya di meja, menatap Hana penuh perhatian]
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
Sarapan dulu, jangan berangkat dengan perut kosong.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Duduk di kursi, tangannya meraih roti panggang di atas piring]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
Yah…
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
[Mengangkat alis] Ya, Nak?
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
Doain Hana ya, Yah. Semoga Hana enggak bikin kesalahan di hari pertama. Hana takut banget kalau nanti ceroboh kayak biasanya.
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
[Tertawa kecil, menatap Hana dengan penuh kasih]
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
Jangan terlalu gugup, Nak. Kamu memang ceroboh, tapi hatimu baik. Orang akan melihat hal itu.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
Baik aja enggak cukup, Yah, kalau nanti aku mecahin gelas di kantor!
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Ikut tertawa, membayangkan kejadian itu]
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
[Tersenyum hangat, mengusap puncak kepala Hana]
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
Ayah selalu doakan yang terbaik untukmu. Sekarang, habiskan sarapanmu. Nanti Ayah antar. Sekalian ayah pergi ke toko kelontong kita.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Mengangguk, merasa sedikit lebih lega]
Selesai sarapan, Hana bergegas ke kamar untuk mengganti sandal rumahan dengan ankle boots hak rendah.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Melirik cermin, memastikan penampilannya sudah pas]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Meraih tas selempang kecil, lalu melangkah keluar rumah]
Di teras, Ayah Hana sudah menunggu. Dia sedang memanaskan motor tuanya.
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
Sudah siap, Nak? [Tersenyum kecil]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
Siap, Yah!
Mereka berdua menaiki motor, lalu melaju ke perusahaan.
Pagi itu, jalanan tidak terlalu ramai. Angin pagi yang sejuk menerpa wajah Hana, menghilangkan sedikit demi sedikit kegugupannya.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Memeluk pinggang ayahnya]
Di sepanjang jalan, Ayah Hana bercerita tentang pengalamannya dulu saat pertama kali bekerja kantoran. Cerita-cerita itu membuat Hana merasa lebih tenang.
Motor itu berhenti di depan sebuah gedung perkantoran megah. Dengan plakat besar yang bertuliskan WIRATAMA CORP.
NovelToon
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
Nah, sudah sampai. Semangat, sayang. Kamu pasti bisa.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Turun dari motor] Iya, Yah. Makasih.
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Mencium punggung tangan ayahnya]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
Hati-hati di jalan, Yah.
Surya Pramana (Ayah Hana)
Surya Pramana (Ayah Hana)
[Mengangguk, lalu melajukan motornya menjauh]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Berdiri terpaku, menatap gedung di hadapannya]
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
Semangat Hana! Kamu pasti bisa!
Hana Ayu Pramesti
Hana Ayu Pramesti
[Menarik napas dalam, lalu melangkahkan kaki memasuki gedung]
Terpopuler

Comments

Sara

Sara

Hallow Semuaa!

Jadi cerita ini aku bikin karena lagi gabut dan penasaran banget gimana rasanya nulis Chat Story. Anggap aja ini hiburan ringan dari aku sembari aku mikirin alur buat novel utama aku yang satunya. Hehe (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)

Semoga kalian suka sama ceritanya, dan siapa tahu malah bikin aku jadi makin semangat buat nulis! (⁠*⁠˘⁠︶⁠˘⁠*⁠)⁠.⁠。⁠*⁠♡

2025-08-19

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!