Bab 3: Panel Transparan dan Gelar Gembala Kecil

Belum sempat Xiao An menarik napas lega sepenuhnya dari gangguan teks aneh itu, tiba-tiba di depan matanya—bukan di dalam pikiran lagi, tapi benar-benar di udara kosong—sebuah panel transparan muncul.

Bentuknya persegi panjang, dengan sudut-sudut membulat, memancarkan cahaya lembut yang tidak menyilaukan.

INI

Xiao An cukup kaget. Jantungnya yang baru saja tenang kini kembali berdebar kencang, memukul-mukul dadanya seolah ingin keluar. Ia mengucek matanya, mengira itu hanya sisa halusinasi.

Tapi panel itu tetap ada, diam melayang di hadapannya, seperti sebuah layar proyeksi dari dunia lain.

Dalam hati dia merasakan sebuah firasat yang melesat cepat seperti anak panah. "Jangan-jangan... jangan-jangan ini... sistem seperti novel yang dia baca-baca sebelumnya?"

Pikirannya langsung melayang pada kisah-kisah di mana karakter utama mendadak dianugerahi kekuatan atau panduan tak terduga, biasanya setelah mengalami kejadian luar biasa.

Itu adalah genre kesukaannya, tapi ia tak pernah membayangkan akan benar-benar menghadapi hal semacam itu dalam kenyataan!

Xiao An menelan ludah. Ini bukan lagi mimpi atau tahi burung di kaca jendela. Ini adalah sesuatu yang nyata, sesuatu yang fantastis, sesuatu yang akan mengubah segalanya.

Panel itu kosong, belum menampilkan apa-apa, tapi kehadirannya saja sudah cukup untuk membuat dunia Xiao An berputar 180 derajat.

Dengan gugup, Xiao An menggosokkan kedua tangannya, merasakan telapak tangannya yang sedikit berkeringat. Lidahnya sedikit menjilat bibir tipisnya yang mendadak terasa kering.

Matanya yang membulat penuh rasa penasaran langsung mendarat pada kata-kata yang kini muncul di panel transparan itu. Ia tidak sabar. Ini seperti membaca halaman pertama dari novel favoritnya, langsung ke bagian yang paling mendebarkan.

Tulisan itu muncul dengan jelas, menggunakan abjad yang familier, bukan lagi tulisan aneh yang mengganggu tadi:

Nama: Xiao An

Usia: 16 tahun

Gelar: Gembala Kecil - Lvl 1

INI

Xiao An membaca ulang, memastikan matanya tidak salah lihat. "Nama: Xiao An... Umur: 16 tahun... Gelar: Gembala Kecil Level 1?" Dia mengerjap.

Nama dan usianya sudah tepat. Tapi 'Gembala Kecil Level 1'? Apa-apaan itu? Dia bahkan tidak punya domba atau sapi. Seingatnya, pekerjaan terakhirnya adalah menjadi pasien rawat inap.

Sebuah senyum kecil, campuran bingung dan geli, muncul di wajahnya. Ini benar-benar seperti sistem game atau novel fantasi. Jika begini, apakah sebentar lagi akan ada quest "Cari Sarapan, Hadiah: 10 Koin Emas dan Sepasang Sandal Anti-Jamur"?

Xiao An membaca ulang Gelar yang terpampang di panel, dan kali ini, ekspresinya bukan lagi antara bingung dan geli, melainkan lebih ke arah sebal dan sedikit putus asa.

Hmmm...

"Gembala Kecil Lvl 1?" Dia menghela napas panjang, mendongak ke langit seolah mengeluh pada Yang Maha Kuasa.

"Apakah sistem ini tidak menjadikanku dewa? Atau Raja Pedang? Atau Kaisar Bela Diri yang bisa menghancurkan gunung dengan satu jari? Gimana gitu biar keren!"

Dia memanyunkan bibirnya. Bayangannya tentang dirinya yang gagah berani, terbang di udara dengan pedang di tangan, lenyap seketika digantikan oleh citra dirinya yang mungkin harus menggembalakan kambing dengan tongkat.

"Gembala? Apa-apaan?" Xiao An menggerutu, menunjuk panel dengan jarinya seolah itu adalah benda yang membuatnya sangat kecewa.

"Setelah semua drama sakit-sakitan di rumah sakit, aku berharap setidaknya aku bisa jadi pahlawan legendaris atau semacamnya. Ini malah jadi... penggembala domba. Apakah aku harus mulai menghafal nama-nama domba sekarang?"

Episodes
1 Bab 1: Sangkar di Puncak Bukit
2 Bab 2: Tulisan Mantra di Pikiran
3 Bab 3: Panel Transparan dan Gelar Gembala Kecil
4 Bab 4: Peralatan dan Domba33
5 Bab 5: Penjaga Sapi
6 Bab 6: Petani Kecil yang Bahagia
7 Bab 7: Tangga Misterius
8 Bab 8: Sejarah Keluarga Lin dan Jalan Kultivasi
9 Bab 9: Apel Ajaib dan Janji Pertemuan
10 Bab 10: Ujian Apel Ajaib
11 Bab 11: Kulit Apel Ajaib dan Kakek Lin Zhou
12 Bab 12: Lompatan Kekuatan Kakek Lin Zhou
13 Bab 13: Kelaparan dan Bantuan Tiba
14 Bab 14: Roti Ban Karet dan Perdebatan Bisnis
15 Bab 15: Sketsa Ajaib Sang Kultivator
16 Bab 16: Sketsa yang Ditolak
17 Bab 17: Sekeping Perak dan Kebaikan Hati
18 Bab 18: Perumusan Ulang Metode Body Tempering
19 Bab 19: Ironi Kekaisaran Tianlong
20 Bab 20: Roti Pertama dan Sebuah Penemuan
21 Bab 21: Tunas Harapan dan Penjaga yang Tak Terlihat
22 Bab 22: Peta Harta Karun dan Air Mata Kakek
23 Bab 23: Mie Pertama dan Latihan Berat
24 Bab 24: Beban Kekaisaran
25 Bab 25: Sketsa Ajaib di Istana
26 Bab 26: Badai Pedang Sketsa
27 Bab 27: Kehancuran Istana
28 Bab 28: Kemarahan Kaisar
29 Bab 29: Bahasa Para Dewa dan Pencerahan
30 Bab 30: Mantra Agung
31 Bab 31: Revolusi di Kuil Mukui dan Fitnah Keji
32 Bab 32: Kedatangan Sang Pengajar Kekaisaran
33 Bab 33: Pertemuan Dua Dunia di Reruntuhan
34 Bab 34: Tawaran dari Pengajar Kekaisaran
35 Bab 35: Gengsi yang Terkoyak di Tangga Batu
36 Bab 36: Sang Pengajar Kekaisaran Menjadi Samsak Hidup
37 Bab 37: Keajaiban Telaga Embun Pagi
38 Bab 38: Misteri Candi Agung
39 Bab 39: Tujuh Puluh Dua Buddha Emas
40 Bab 40: Baptisan Jiwa dan Akhir Pemandangan Ilahi
41 Bab 41: Pemerasan di Kuil Suci
42 Bab 42: Tuduhan Tak Berdasar
Episodes

Updated 42 Episodes

1
Bab 1: Sangkar di Puncak Bukit
2
Bab 2: Tulisan Mantra di Pikiran
3
Bab 3: Panel Transparan dan Gelar Gembala Kecil
4
Bab 4: Peralatan dan Domba33
5
Bab 5: Penjaga Sapi
6
Bab 6: Petani Kecil yang Bahagia
7
Bab 7: Tangga Misterius
8
Bab 8: Sejarah Keluarga Lin dan Jalan Kultivasi
9
Bab 9: Apel Ajaib dan Janji Pertemuan
10
Bab 10: Ujian Apel Ajaib
11
Bab 11: Kulit Apel Ajaib dan Kakek Lin Zhou
12
Bab 12: Lompatan Kekuatan Kakek Lin Zhou
13
Bab 13: Kelaparan dan Bantuan Tiba
14
Bab 14: Roti Ban Karet dan Perdebatan Bisnis
15
Bab 15: Sketsa Ajaib Sang Kultivator
16
Bab 16: Sketsa yang Ditolak
17
Bab 17: Sekeping Perak dan Kebaikan Hati
18
Bab 18: Perumusan Ulang Metode Body Tempering
19
Bab 19: Ironi Kekaisaran Tianlong
20
Bab 20: Roti Pertama dan Sebuah Penemuan
21
Bab 21: Tunas Harapan dan Penjaga yang Tak Terlihat
22
Bab 22: Peta Harta Karun dan Air Mata Kakek
23
Bab 23: Mie Pertama dan Latihan Berat
24
Bab 24: Beban Kekaisaran
25
Bab 25: Sketsa Ajaib di Istana
26
Bab 26: Badai Pedang Sketsa
27
Bab 27: Kehancuran Istana
28
Bab 28: Kemarahan Kaisar
29
Bab 29: Bahasa Para Dewa dan Pencerahan
30
Bab 30: Mantra Agung
31
Bab 31: Revolusi di Kuil Mukui dan Fitnah Keji
32
Bab 32: Kedatangan Sang Pengajar Kekaisaran
33
Bab 33: Pertemuan Dua Dunia di Reruntuhan
34
Bab 34: Tawaran dari Pengajar Kekaisaran
35
Bab 35: Gengsi yang Terkoyak di Tangga Batu
36
Bab 36: Sang Pengajar Kekaisaran Menjadi Samsak Hidup
37
Bab 37: Keajaiban Telaga Embun Pagi
38
Bab 38: Misteri Candi Agung
39
Bab 39: Tujuh Puluh Dua Buddha Emas
40
Bab 40: Baptisan Jiwa dan Akhir Pemandangan Ilahi
41
Bab 41: Pemerasan di Kuil Suci
42
Bab 42: Tuduhan Tak Berdasar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!