"Apa maksud mu dengan darah keturunan?"tanya zabarin bingung sekaligus sedikit khawatir. Memang, didalam tubuh nya mengalir darah malaikat. Ia diciptakan dan dilahirkan kedunia ini dengan identitas malaikat. Ia juga tidak bisa menyangkal itu, namun, insting nya mengatakan tidak ada yang boleh mengetahui identitas aslinya.
Entah karena apa, tapi itu terasa sangat jelas. Seperti bahaya yang sangat besar akan datang, jika seseorang tau identitas nya. Zabarin memandang kearah pria yang berdiri dimuka pintu itu. Menelisik diam-diam, untuk mencari tau apa tujuan pria ini.
Senyuman pria itu menghilang dari wajah nya, wajah ramah yang tadi ia tunjukkan sirna. Membuat zabarin merasakan ketegangan disekujur tubuhnya. Pergantian ekspresi pemuda itu bisa mengubah situasi tenang menjadi menegangkan. "Siapa sebenarnya pria itu?"seru zabarin dalam hati, sambil mengadukan gigi-giginya.
"Yah!. Untuk itu bisa kita bicarakan nanti!... Sekarang kau hanya perlu beristirahat dengan cukup!"ucap pria itu santai membuat zabarin melongo dan tidak percaya. Begitu cepat suasana berubah, sampai ia tidak bisa mengetahui sisi sebrang yang pria itu sembunyi kan.
"I-itu!"seru zabarin terbata, seolah ragu akan bertanya.
Pria itu menoleh kearahnya sambil bertanya"Ada apa?. Apa ada yang ingin kau bicarakan?"tanya nya, memberikan kesempatan zabarin untuk bertanya. Dan membuat dirinya menjadi pendengar yang baik.
"Terimakasih... Aku tidak tau bagaimana nasib ku selanjutnya jika kau tidak menolong ku saat itu!"ucap nya sambil menunduk.
"Ah, tidak masalah... Aku juga kebetulan berada ditempat itu!"ucap pria itu membuat zabarin mengangguk,"apa hanya itu yang ingin kau bicarakan?"seru pria itu lagi, zabarin menatap kearahnya dengan tatapan memelas.
"Bi-bisakah aku meminta makanan? Aku sudah dua hari tidak makan!"gumam zabarin dengan nada yang menyedihkan, nyaris tidak terdengar. Namun pria itu, dengan telinga yang sangat tajam mampu mendengar gumaman zabarin dengan sangat jelas.
Plak! "Maaf!. Aku sampai lupa menyajikan makanan untukmu. Ah, aku memang tuan rumah yang buruk!"seru pria itu sambil menepuk jidatnya. Dan segera keluar dari kamar itu, pergi entah kemana. Zabarin hanya menatap kepergiannya dengan menahan rasa melilit diperut nya. Sampai beberapa menit kemudian, aroma sedap masuk ke hidung nya.
Ciieeet! Pintu kembali berdecit, dan pria berambut pirang itu masuk dengan nampan kayu, berisikan makanan hangat yang baru ia panaskan."Yah, hanya ini yang ada dirumah ku... Tidak masalah kan?."tanya pria itu sambil meletakan nampan kayu disamping dipan bambu yang zabarin duduki.
Melihat makanan itu yang sederhana, namun Dimata nya. Itu adalah makanan termewah yang pernah ada, karena inilah makanan dan minuman pertama nya didunia ini"tentu saja!. I-ini sudah cukup bagiku... A-apakah boleh ku makan sekarang?"tanya zabarin tidak sabaran.
"Ya. Soup daging ini lebih enak kalau dimakan saat panas, silahkan dimakan. Kalau kurang, aku masih ada lagi soup lain diluar!"ucap pria itu senang, tidak keberatan. Bahkan menawarkan untuk menambah porsi soup jika kurang.
Mendengar itu, Mata zabarin bersinar cerah. Dan langsung mengambil mangkuk berisikan soup daging, serta memasukan nya kemulut nya. Rasa hangat dan segar ia rasakan masuk ke tenggorokan yang kering, daging kenyal dan rasa kaldu yang terasa kuat di lidah nya. Membuat soup daging itu dengan sekejap habis tanpa sisa.
"Aku akan mengambil kan nya lagi!"seru pria itu setelah zabarin menaruh mangkuk disampingnya, beberapa saat kemudian. Pria itu kembali dengan semangkuk soup panas lagi.
Zabarin dengan cepat memakan soup itu seperti sebelumnya, melihat tingkah dan cara makan zabarin yang aneh. Tidak membuat pria itu berpikir negatif pada zabarin, malahan merasa senang. Masakan nya bisa membuat orang lain bahagia.
"Haha... Kau sangat menyukai soup daging ya!"seru pria itu sedikit tertawa, zabarin hanya mengangguk sambil menikmati soup yang tersisa sedikit.
"Erghh!"Zabarin bersendawa setelah menghabiskan porsi kedua nya."terimakasih untuk makanan nya!"ucap zabarin cepat, setelah ia menghabiskan makanan itu. Makanan yang benar-benar lezat, membuat nya sangat mengagumi makanan itu. Dan berterimakasih sebanyak-banyaknya karena telah diberikan makanan seenak itu.
"Haha, tidak masalah... Kalau kau lapar lagi, tinggal bilang saja. Aku masih memiliki banyak persediaan daging!"ucap pria itu, sambil meraih mangkuk dan gelas yang sudah kosong disamping zabarin.
Zabarin menatap nya tanpa menjawab apa-apa, kelezatan makanan itu masih begitu terasa dimulut nya. Sampai ia baru teringat akan sesuatu"tu-tunggu dulu!"seru zabarin, membuat pria itu berhenti saat hendak keluar dari kamar ini.
"Ada apa? Apa kau masih lapar?"tanya pria itu sedikit tersenyum, zabarin menggeleng dan bertanya"beritahu aku, siapa nama mu!"ucap zabarin sedikit terbata.
Pria itu memandang nya dan kemudian berbalik menatap keluar sambil menjawab"namaku Shi Jian, kau bisa memanggilku Jian!"ucap pria itu yang bernama Shi Jian, namun sebelum sempat menjawab. Shi Jian bertanya balik"dan kau? Siapa nama mu?"tanya nya kemudian.
"A-aku... Zabarin!"seru Zabarin sedikit terbata menyebut namanya, Zabarin. Adalah nama pemberian cahaya itu, dan kini menjadi nama nya."oh, zabarin... Kau membuatku tertarik kawan!. Salam kenal zabarin. Mungkin kedepannya kita akan menjadi teman!"ucap shi Jian santai sambil keluar, tidak membiarkan zabarin menjawab lebih.
Perkenalan itu terjadi begitu singkat, karena Shi Jian memiliki tugas lain. Yaitu membersihkan bekas makanan nya, ia sedikit merasa tidak enak karena telah merepotkan nya. Namun tidak ada yang bisa ia lakukan, ia masih terlalu lemah bahkan untuk berjalan.
Bruk! Menjatuhkan tubuh ke pembaringan, ia menatap kearah langit-langit ruangan yang diterangi lampu obor."Shi Jian ya, nama yang sedikit aneh... Tapi, dia adalah penolongku. Aku akan membalas budinya suatu saat nanti kalau aku sudah mampu!"gumam zabarin.
Dimata nya kini tidak terlihat lagi kesepian itu, yang selalu menyelimuti diri dan pikirannya. Kehadiran Shi Jian membawa kehangatan baru pada nya, dan berpikir. Manusia memang diciptakan untuk bersosialisasi, ada yang memutuskan untuk menyendiri. Namun itu hanya akan membuat nya gila.
Shi Jian, orang pertama yang ia temui. Pembawaan santai dan ramah nya bisa membuat suasana menjadi berbeda. Ia tidak lagi sendiri saat ini, ada seseorang yang menemaninya walaupun mereka baru saja berkenalan.
Jelldaaarrrr!! Sampai, suasana hangat itu berubah menjadi mencekam. Petir menggelegar menciptakan gelombang suara yang memekakkan telinga, kilatan cahaya sejenak membuat siapapun terkejut. Bahkan zabarin yang terjatuh dari pembaringan.
Brukk! "Hah! Ke-Kenapa bisa petir menyambar dihari yang cerah!"seru zabarin kesakitan, dan segera bangkit menuju pintu keluar. Melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Tap... Tap... Tap...
Namun, sebelum ia bisa berjalan. Langkah kaki tergesa bergegas masuk kedalam kamar itu. Dari pintu, muncul lah shi Jian sambil membawa panci besar ditangan nya.
"Jian!. Apa yang sebenarnya terjadi?"tanya zabarin khawatir.
Shi Jian yang juga panik sedikit menghiraukan pertanyaan zabarin, dan lantas menaruh panci besar itu keatas meja."argh... Panas, panas!"seru Shi Jian sambil mengibaskan tangan nya. Membuat zabarin mengerutkan kening nya.
"Jian!. Apa yang terjadi diluar?"tanya zabarin mengulang pertanyaannya, dan kali ini Shi Jian menoleh dan mengatakan"aku juga tidak tau!. Namun, kejadian ini sudah pernah terjadi sebelumnya... Dua hari lalu, juga ada petir yang menyambar di hari yang cerah seperti ini!"ucap shi Jian juga tidak tau.
"Sudah pernah terjadi?"tanya zabarin dalam hati,"dua hari lalu?... Bukan kah itu hari aku dihidupkan kembali?"tanya zabarin lagi didalam hati.
Swuushhh!!
Angin berhembus sangat kencang, Shi Jian lantas mengambil langkah cepat untuk menutup pintu dan jendela yang terbuka tersapu angin. Sementara zabarin mulai mengaitkan kejadian serupa ini, dengan kejadian yang pernah ia alami.
"Petir di hari yang cerah!. Angin badai!... A-Apakah hal yang sama terjadi lagi?"batin zabarin, jika benar petir yang menggelegar ini seperti yang pernah terjadi padanya. Ada kemungkinan di wilayah radius seribu meter dari tempat ini, ada seseorang yang diciptakan langit seperti dirinya!.
Tapi... Untuk apa? Bukan kah saat itu cahaya dari langit mengatakan, kau adalah keseimbangan dari dunia. Keseimbangan, bisa diartikan sebagai hakim yang adil. Selayaknya hakim, hanya ada satu orang saja yang memutuskan keseimbangan itu.
Tapi, ada dua petir yang muncul dalam kurun waktu berdekatan. Apakah hakim tertinggi berjumlah dua? Atau kah hal lain?. Begitu banyak pertanyaan didalam benak nya, yang satupun tidak dapat ia jawab. Tapi yang jelas, kejadian ini adalah pertanda. Jika ada dua pesaing, maka salah satunya akan gagal. Begitu juga hakim.
Jadi, kemungkinan yang paling masuk akal adalah. Cahaya itu, tidak memiliki kepercayaan penuh padanya seperti yang ia ucapkan. Posisinya bisa saja diganti oleh orang lain. Walaupun berarti bagus, namun itu percuma. Tekad yang ia bentuk sudah benar-benar bulat. Ia tidak bisa membiarkan tekad itu direbut dengan begitu mudahnya!. Dan saat ini, ia membentuk tekad lain.
"Siapapun itu orang nya, aku tidak akan membiarkan kau merebut tekad yang aku miliki!. Sekuat apapun kau, aku akan terus berjuang seperti langit yang mempercayai ku!"seru zabarin dalam hati, memandang kearah langit dari pantulan kaca jendela.
Seolah sedang menatap langsung siapa kandidat kedua, yang memiliki tugas yang sama seperti nya. Seseorang yang bisa menggeser posisi nya. Seseorang yang tidak diketahui seperti apa, dan dimana. Yang jelas, ia tidak akan membiarkan siapapun merebut posisi dan tekad yang ia bentuk susah payah!.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments