Di perjalanan pulang, Keira dan Ares berjalan beriringan di trotoar. Zayden sengaja mengambil jalan lain, meninggalkan mereka berdua
Keira Althea Nirmala
[Melirik ke arah Ares.]
Lo biasa pulang jalan kaki kayak gini?
Ares Leonhart Evander
[Menendang kerikil kecil di jalannya.]
Kadang kadang. Gue suka jalan pelan kalau lagi butuh mikir.
Keira Althea Nirmala
Padahal katanya lo anak orang kaya. Mobil lo ke mana?
Ares Leonhart Evander
Gue lagi nyari suasana lain. Hidup gue bukan cuma soal pamer harta, Kei.😌
Keira Althea Nirmala
[Menatap Ares dengan tatapan setengah percaya.]
Susah dipercaya.
Ares Leonhart Evander
[Berdiri di depan Keira, menghalangi jalannya.]
Kalau mau kenal lebih dekat, jangan cuma lihat dari luarnya aja
Keira Althea Nirmala
[Berhenti, menantang Ares dengan pandangan mata.]
Kalau gue kenal lo lebih dalam, ada apa? Rahasia apa yang bakal gue temuin? 😒
Ares Leonhart Evander
[Memajukan langkahnya sedikit.]
Mungkin sesuatu yang lo sendiri nggak siap buat tahu.
Keira mengalihkan pandangan, lalu melanjutkan langkahnya. Ares mengikuti di sebelahnya
Ares Leonhart Evander
Lo sendiri. Apa yang lo sembunyiin?
Keira Althea Nirmala
Nggak semua orang perlu tahu semua hal tentang gue 😩
Ares Leonhart Evander
Fair enough. Tapi gue janji, gue nggak akan maksa 😉
Beberapa langkah kemudian, Luna muncul dari arah berlawanan. Dia melambai semangat ke Keira
Luna Ayasha Prameswari
Keira! Lo barengan sama Ares? Wah, makin lengket aja nih. 🤪
Keira Althea Nirmala
[Berusaha menahan rasa malu.]
Dia yang maksa jalan bareng 😣
Ares Leonhart Evander
Jangan bohong, Keira. Lo yang ngajakin 🤭😋
Luna Ayasha Prameswari
Awas aja ya, Keira. Jangan sampe lo beneran jatuh hati 😆
Keira Althea Nirmala
[Melirik tajam ke arah Luna.]
Mulut lo emang nggak bisa diem, ya 😤
Luna Ayasha Prameswari
Udah kodrat sahabat 😂
Ares melihat percakapan mereka dengan ekspresi santai, tapi matanya tetap penuh pengamatan
Ares Leonhart Evander
Temen lo seru juga ternyata yaa.
Keira Althea Nirmala
Sabar aja, lama-lama lo juga pusing 😒
Zayden muncul dari balik tiang listrik, membawa dua minuman kaleng di tangan
Zayden Kael Ashford
[Memberikan satu ke Ares.]
Biar lo nggak kehausan setelah gombal mulu
Ares Leonhart Evander
Mulut lo lebih gawat dari Luna 😤
Zayden Kael Ashford
Makanya gue cocok sama dia 😆
Keira dan Luna tertawa kecil. Suasana menjadi lebih ringan, seperti mereka sudah saling mengenal lebih lama dari yang sebenarnya
Di tengah keanehan dan rahasia yang belum terungkap, hubungan Keira dengan Ares perlahan mulai berubah. Bukan lagi tentang ketegangan semata, tapi mulai tumbuh sesuatu yang lebih hangat, lebih dalam. Namun Keira sadar, semakin dekat dengan Ares, semakin besar pula kemungkinan dia terseret ke dunia yang belum pernah ia bayangkan
Comments