Hari berikutnya, Keira tiba lebih awal di kelas. Dia duduk di bangkunya, membuka buku dan mulai menulis catatan. Tiba-tiba pintu kelas terbuka, dan Ares masuk dengan santai, jaket kulitnya masih dikenakan meskipun udara pagi agak dingin.
Ares melirik ke arah Keira, yang sedang menulis. Dia berjalan menuju bangku kosong di dekatnya.
Ares Leonhart Evander
Lo datang lebih awal. Lagi ngapain ? *kepoo
Keira Althea Nirmala
Belajar. Lo ngapain disini? Punya urusan sama guru? 🤨
Ares Leonhart Evander
[Menurunkan tasnya di meja, duduk dengan kaki disilangkan.]
Enggak, cuma pengen lihat lo lebih dekat. Penasaran aja. 😏
Keira Althea Nirmala
[Mendongak sedikit, bingung dengan sikap Ares.]
Penasaran tentang apa??
Ares Leonhart Evander
Penasaran apa yang lo sembunyikan 😁
Keira Althea Nirmala
Lo nggak bakal ngerti. Semua orang juga punya rahasia. 😏
Ares Leonhart Evander
[Memperhatikan Keira dengan serius.]
Tapi nggak semua orang siap ngungkapin rahasianya.
Keira Althea Nirmala
Lo yakin nggak punya rahasia sendiri ? *penasaran
Ares Leonhart Evander
Setiap orang punya, Keira. Bedanya, gue tahu kapan waktunya untuk ngebuka rahasia itu.
Keira terdiam, matanya menatap Ares. Ares merasa dia mulai berhasil membuka sedikit tembok di sekitar Keira.
Ares Leonhart Evander
Gue nggak akan maksa lo untuk percaya sama gue, Keira. Tapi lo akan mulai lihat sisi gue yang lain. Lo siap untuk itu?
Keira Althea Nirmala
Lo jangan terlalu percaya diri deh
Ares hanya tersenyum dan melirik ke arah pintu, di mana Zayden tiba-tiba masuk
Zayden Kael Ashford
[Melihat Ares dan Keira, langsung mendekat ke meja mereka.]
Ngobrol tentang apa, nih? Jangan bilang lo berdua udah mulai kerja kelompok?
Ares Leonhart Evander
Kerja kelompok?
Mungkin lebih ke... memecahkan teka-teki deh
Keira Althea Nirmala
[Melirik Ares, merasa tidak nyaman dengan kata-katanya.]
Gue cuma pengen selesaiin tugas, bukan cari masalah, paham.!?
Zayden Kael Ashford
Tenang aja, Keira. Ares itu nggak akan ganggu lo lebih jauh. Kecuali lo sendiri yang mau.
Keira Althea Nirmala
[Merasa aneh dengan perkataan Zayden, dia menanggapi dengan tersenyum tipis.]
Kalau Ares mau ganggu, gue nggak takut. Ngapain takut segala. 😡
Ares Leonhart Evander
[Tersenyum lebar, merasa senang karena Keira mulai lebih terbuka.]
Bagus, itu yang gue harap dari lo.
Seiring berjalannya waktu, Keira mulai merasa lebih dekat dengan Ares meskipun dia tidak mengakuinya. Mereka sering bertemu diluar jam pelajaran untuk menyelesaikan tugas kelompok, dan Ares selalu mengajak Zayden agar suasana tidak terlalu berat.
Suatu hari, setelah pelajaran berakhir, Keira berjalan keluar kelas dan melihat Ares sedang menunggu di dekat pintu
Ares Leonhart Evander
Hari ini mau pulang bareng nggak lo?
Keira Althea Nirmala
Kenapa gue harus pulang bareng lo ?😡
Ares Leonhart Evander
Karena gue bisa jagain lo. Lo nggak tahu siapa aja yang suka ganggu cewek cerdas kayak lo 😎
Keira Althea Nirmala
[Memutar bola mata, sedikit geli.]
Lo bener-bener nggak pernah berubah. 😏
Ares Leonhart Evander
Kadang berubah itu nggak perlu. Yang penting kita tahu siapa kita
Keira Althea Nirmala
Yaudah ayok, kasihan lo nggak ada temen pulang. 😔
Ares Leonhart Evander
Nah, gitu dongg ayok gasss 🥳
Keira mulai menyadari bahwa Ares bukan hanya seorang bad boy dengan sikap misterius. Di balik sikapnya yang cuek, ada sisi lain yang membuatnya tertarik. Namun, apakah Keira siap menghadapi semua rahasia yang Ares sembunyikan?
Comments