Pagi hari disekolah, Keira sedang duduk dimeja kantin, memeriksa tugas yang harus diselesaikan. Luna sahabatnya, duduk diseberang meja sambil mengigit sandwich
Luna Ayasha Prameswari
[Melirik keira dengan senyuman jahil]
Lo lagi mikirin siapa? Ares yaa?
Keira Althea Nirmala
[Menatap Luna dengan tatapan datar, tidak ingin menjelaskan terlalu banyak.]
Gue nggak mikirin siapa-siapa. Kerja kelompok bareng dia nggak berarti apa-apa.
Luna Ayasha Prameswari
Jangan bohong, Keira. Gue tau lo udah mulai kepo sama dia. Lo tahu kan, Ares itu... misterius banget.
Keira Althea Nirmala
Jangan ngomongin dia terus, Luna. Gue nggak butuh jadi pusat perhatian
Luna Ayasha Prameswari
Ya udah, kalau gitu lo pasti nggak keberatan kan kalau aku yang nanya Ares tentang rahasianya? Pasti seru tuh
Keira Althea Nirmala
Lo nggak usah, Luna. Jangan bikin suasana jadi aneh deh
Luna Ayasha Prameswari
Oke, oke. Tapi kalau lo butuh bantuan sama Ares, gue siap jadi pahlawan.
Keira Althea Nirmala
Lo nggak tahu apa-apa tentang dia
Beberapa saat kemudian, mereka sedang berjalan menuju kelas. Ares tiba tiba muncul didepan mereka, berjalan santai dengan zayden, sahabat sekaligus tangan kanannya. Zayden melambaikan tangan ke keira dan luna.
Zayden Kael Ashford
[Zayden menepuk bahu Keira dengan ramah]
Hei keira lagi ngapain ? Denger denger lo sama ares bakal kerja kelompok bareng ya?
Keira Althea Nirmala
Iya, cuman sekarang hanya nyusun strategi aja sih
Ares Leonhart Evander
Lo udah siap ? Atau lo mau ngerubah taktik karena gue ada disini ?
Keira Althea Nirmala
Lo itu cuman ketua geng, gue nggak bakal takut sama lo
Ares Leonhart Evander
Itu yang gue suka dari lo keira. Lo nggak mudah terpengaruh
Zayden Kael Ashford
Jangan pikir Ares itu cuma berandalan. Dia punya prinsip yang kuat. Mungkin lebih kuat dari yang lo kira.
Ares Leonhart Evander
Jangan khawatir, Keira. Gue gak bakal ngilangin waktu luang lo hanya untuk ego gue. Tapi gue pengen lo ngerti... kadang kita harus jadi lebih dari apa yang orang lihat
Luna Ayasha Prameswari
Jadi, lo setuju kan kalau Ares lebih dari sekedar ketua geng?
Zayden Kael Ashford
Lo gak tahu setengah dari cerita, Luna. Kalau lo ngerti, lo bakal lebih berhati-hati sama Ares.
Keira berjalan ke meja, meletakkan tasnya dan duduk di sebelah Ares. Luna duduk di sebelah Zayden, memperhatikan dengan ekspresi penasaran
Ares Leonhart Evander
Jadi, lo udah siap untuk kerja bareng? Atau lo mau tetap mikir gue cuma bad boy?
Keira Althea Nirmala
Kita mulai aja. Kalau lo ganggu gue terus, gue bisa keluar
Ares Leonhart Evander
Tenang aja. Gue cuma mau tahu seberapa jauh lo bisa fokus
Keira Althea Nirmala
Fokus gue lebih baik daripada yang lo kira
Zayden Kael Ashford
[Sambil mengedipkan mata pada Luna.]
Lo lihat kan? Ares sebenarnya nggak se-cool yang dia tunjukkan. Ada sisi lain yang cuma orang tertentu yang tahu
Luna Ayasha Prameswari
Ya, sepertinya Keira bakal jadi orang yang tahu lebih banyak
Di akhir hari, setelah kelompok selesai bekerja, Ares menghampiri Keira yang sedang mengemasi tasnya
Ares Leonhart Evander
Lo hebat, Keira. Gue nggak nyangka lo bisa sebaik ini
Keira Althea Nirmala
Jangan cuma bilang itu. Lo cuma pengen pujian
Ares Leonhart Evander
Gue jujur. Tapi lo juga harus jujur sama diri lo sendiri, Keira
Keira Althea Nirmala
Jujur itu susah, Ares. Lo tahu itu
Ares Leonhart Evander
Jangan khawatir. Gue akan bantu lo... untuk jujur pada diri sendiri
Keira semakin merasa dilema di dalam dirinya. Ada daya tarik yang tak bisa dia hindari, meskipun dia tahu Ares bukan sekedar ketua geng biasa. Namun, semakin lama dia berinteraksi dengannya, semakin banyak rahasia yang terungkap, dan semakin banyak pertanyaan yang muncul di benaknya.
Comments