[Keira melangkah keluar dari kelas, tas sekolah tergantung di bahunya. Angin sore menyambutnya, dan dia melihat Ares duduk di pinggir taman, masih dengan jaket kulitnya yang ikonik.]
[Keira melirik ke arah Ares, menyadari bahwa dia adalah satu-satunya yang duduk di sana. Langkahnya terhenti sejenak.]
[Berjalan ke arah Ares, mencoba terlihat santai meskipun hatinya berdebar.]
Keira Althea Nirmala
Lo disini terus. Suka banget nungguin gue ya ?
Ares Leonhart Evander
Lo tau, gue cuman ngikutin lo karena takut lo pergi duluan
Keira Althea Nirmala
Gue pergi ? Lo pikir gue sesederhana itu ?
Ares Leonhart Evander
Sederhana atau enggak, lo nggak bakal bisa lari dari gue
Keira Althea Nirmala
Kenapa gaya lo selalu sok misterius dan sok keren sih ?
Ares Leonhart Evander
Gue cuman nggak mau lo salah paham
Keira Althea Nirmala
Lo pikir gue bakal percaya sama lo yang pura pura jadi orang biasa.
Ares Leonhart Evander
Gue nggak minta lo percaya sama gue. Tapi coba lihat lebih dekat. Gue nggak seseram yang lo kira
[Melangkah mundur, ingin menghindar dari ketegangan yang ada.]
Keira Althea Nirmala
Jangan ganggu gue terus, Ares. Gue butuh waktu untuk mikir.
[Ares hanya mengangguk pelan, tidak mengejar. Dia membiarkan Keira pergi, namun matanya tetap mengikuti langkahnya.]
"Keira tahu, dia belum siap untuk memahami Ares sepenuhnya. Tapi ada sesuatu di dalam dirinya yang membuatnya terus ingin tahu lebih banyak. Sesuatu yang tak bisa dijelaskan hanya dengan kata-kata."
Comments