TPAS 5

Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Berhenti! Jangan berani mendekat! [Teriak sambil melotot]
Benjamin
Benjamin
[Tertawa melihat kepanikan Aaralyn, kemudian mulai membuka kancing kemejanya satu persatu dan melempar kemejanya asal]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Berjenggit kaget]
Benjamin
Benjamin
[Mulai berjalan mendekat dan mengunci tatapannya pada tubuh Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Matanya membulat]
Benjamin
Benjamin
Ternyata kau lebih sempurna dibanding di foto yg dikirimkam Madam Lily padaku, tapi aku tetap ingin melihat tubuh dibalik gaun indah itu.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Jangan mendekat! [Menutupi tubuhnya dengan tangan]
Benjamin
Benjamin
Ayolah darling, buat ini jadi mudah. Atau kau lebih suka melakukan perkenalan ringan dulu, heum? [Tertawa meledek]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menggeleng, dan baru sadar dengan baju yg dipakainya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Sialan! Siapa yg sudah berani mengganti bajuku? *Gumam
Benjamin
Benjamin
[Semakin mengikis jarak]
Benjamin
Benjamin
[Hendak naik ke atas ranjang]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Langsung mundur dan bergerak cepat turun dari sisi ranjang yg lain, lalu berlari cepat ke arah pintu, tangannya sudah meraih handle pintu dan hendak membukanya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Aish sial, pintunya terkunci! *Geram
Benjamin
Benjamin
[Menegakkan kembali tubuhnya sambil tertawa melihat kepanikan Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Tolong buka pintunya! Tolong! [Teriak kencang sambil menggedor pintu]
Benjamin
Benjamin
[Mengusap dagunya melihat tubuh Aaralyn yg semakin terlihat jelas saat Aaralyn kini berdiri tegak dihadapannya]
Benjamin
Benjamin
Kau menginginkan ini, darling? [Mengeluarkan kunci dari saku celananya dan menggerakkan benda itu dihadapan Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Tolong berikan kuncinya, tuan! Biarkan aku keluar dari sini. Aku janji tidak akan melupakan jasamu hari ini tuan, apapun akan aku lakukan sebagai ucapan terima kasih.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menyatukan kedua tangannya dan bersimpuh di depan Benjamin sambil terisak memohon]
Benjamin
Benjamin
[Mengantongi lagi kunci pintu lalu malah melepas sabuk yg ada di pinggangnya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengerutkan alis dengan wajah bingung]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Anda mau apa?
Benjamin
Benjamin
Kemarilah darling, berikan yg aku mau lebih dulu. Setelah itu, aku janji akan melepaskanmu.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menggelengkan kepala]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Aku nggak mau!
Benjamin
Benjamin
[Melangkah ke arah Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Langsung berdiri dengan waspada, lalu menoleh ke kanan dan ke kiri dan akhirnya meraih vas bunga yg ada di dekatnya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Jangan mendekat! Atau aku akan melempar vas ini ke arahmu! [Berteriak menakuti Benjamin dengan mengangkat tinggi vas bunganya]
Benjamin
Benjamin
[Tak gentar dengan gertakan Aaralyn, malah memainkan sabuknya ke udara]
Benjamin
Benjamin
Baiklah jika kau ingin bermain-main dulu, mari kita mulai saja!
Benjamin
Benjamin
[Semakin mengikis jarak]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Sudah bersiap melempar vas yg dipegangnya]
Benjamin
Benjamin
[Berhasil menghindar, lalu dengan gesit berlari ke arah Aaralyn dan ujung sepatunya mengenai perut Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengerang sambil memegangi perutnya, dan tubuhnya langsung lunglai ke atas lantai]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Eungh... [Menatap marah Benjamin]
Benjamin
Benjamin
Sudah kubilang, jika kau ingin bermain-main dulu, aku tidak masalah sama sekali. [Jongkok dihadapan Aaralyn lalu meraih dagunya]
Benjamin
Benjamin
Kau sangat cantik, Aaralyn, dan keberanianmu ini sangat membuatku takjub. Aku suka gadis pemberani sepertimu, darling.
Benjamin
Benjamin
[Hendak mencium Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Langsung membuang muka]
Benjamin
Benjamin
[Merasa geram dengan penolakan Aaralyn, lalu kembali berdiri sambil menarik pergelangan tangan Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Lepasin!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mencoba berontak di sisa tenaganya dan akhirnya melakukan perlawanan dengan menggigit bahu Benjamin]
Benjamin
Benjamin
Aaaargh, gadis sialan!
Benjamin
Benjamin
[Berbalik lalu menampar pipi Aaralyn dengan kuat]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Terhuyung jatuh saking kuatnya tamparan Benjamin]
Benjamin
Benjamin
[Belum merasa cukup dengan semuanya, sekarang mulai memukul Aaralyn dengan sabuknya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaaarrgghhh! Perih!
Benjamin
Benjamin
[Tertawa lalu kembali berlutut di depan Aaralyn. Kemudian satu tangannya terulur dan menarik sisi belakang rambut Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Berlinang air mata]
Benjamin
Benjamin
Seharusnya kau memilih permainan lembut daripada permainan seperti ini! Tapi apa boleh buat, kau sendiri yg memilih jalan ini.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mencoba menggerakkan pelan tubuhnya ke arah pintu]
Benjamin
Benjamin
[Menahan pergerakan Aaralyn dengan sepatunya lalu tanpa membuang waktu akhirnya menggendong dan memindahkan Aaralyn ke ranjang]
Benjamin
Benjamin
[Dan dengan wajah tak sabaran, akhirnya menyingkirkan kain terakhir yg menutupi dirinya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Merinding melihat pisang Benjamin]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Jangan, aku mohon. Lepaskan aku, tuan!
Benjamin
Benjamin
[Semakin terbakar dengan penolakan Aaralyn, lalu langsung naik ke atas ranjang dan mengunci tubuh Aaralyn. Kemudian mulai melucuti semua baju Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Hanya bisa menangis]
Benjamin
Benjamin
[Bersiap menjemput keinginannya, lalu mengunci kedua tangan Aaralyn yg sejak tadi masih melakukan perlawanan]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Jangan, tuan!
Benjamin
Benjamin
Diam Aaralyn, diam! Biarkan aku menikmati ini!
Benjamin
Benjamin
[Sudah bersiap mencium bibir Aaralyn, tapi tiba-tiba...]
BRAK!
Benjamin
Benjamin
[Reflek menoleh ke belakang dengan posisi masih mengukung tubuh Aaralyn di bawahnya]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Masuk ke dalam kamar]
Benjamin
Benjamin
[Tercengang dengan wajah syok, dan langsung menegakkan tubuhnya]
Benjamin
Benjamin
Tu-tuan Calvin?
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Tidak menghiraukan Benjamin, tapi atensinya mengarah pada Aaralyn yg kondisinya sangat mengenaskan. Matanya tiba-tiba menggelap penuh kemarahan, dan kedua rahangnya mengetat dengan dengusan napasnya mulai memburu hebat]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Dengan mengepalkan kedua tangannya, tanpa berkata sepatah katapun, akhirnya langsung meringsek maju dan menarik tubuh Benjamin dari Aaralyn lalu memukulnya dengan membabi buta]
Benjamin
Benjamin
[Mengerang kesakitan]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Mendesis, lalu mendekatkan wajahnya tepat di depan muka Benjamin yg sudah babak belur]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Beraninya kau menyentuh milikku!
.
.
To be continued

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!