TPAS 2

.
Balkon hotel
NovelToon
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Duduk menyilangkan sebelah kakinya di atas sebuah sofa, sambil menikmati rokok ditangannya]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Tuan muda.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Ada apa, Hans?
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Wanita yg tuan inginkan sudah ada di bawah.
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Berjalan ke samping sofa dan membungkuk menyerahkan tablet ditangannya]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Ini foto wanita itu, namanya Aaralyn. Jika tuan menginginkannya, saya akan membawanya kemari.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Apa dia masih suci, Hans? Kau tau kan, aku sudah lelah menunggu selama ini. wanita bernama Lily itu hanya bisa membual saja.
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Hanya tuan yg bisa menilainya sendiri nanti.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menyingkirkan rokoknya, menghela nafas lalu menerima tablet yg disodorkan Hans]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Terpana dan terpukau melihat wajah Aaralyn, sambil menyentuh bagian wajah Aaralyn]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
(Dia masih muda ternyata, dan sepertinya seumuran dengan putriku Sevim)
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Tuan, bagaimana? Tuan mau lanjut atau...
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Bawa dia ke mari, Hans! *Memotong ucapan Hans
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Mengangguk dan akhirnya meninggalkan Calvin]
Di lobby
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Meremas jarinya yg mulai terasa dingin karna sedang dilanda kegugupan]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Mari ikut saya, nona Aaralyn!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengikuti Hans]
Mereka naik lift menuju lantai 12
Ting!
Pintu lift terbuka
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Kaget mendengar suara lift terbuka karena asik melamun]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Nona, anda tau kan kenapa nona dibawa kemari?
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Menghentikan langkahnya di depan sebuah kamar]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengangguk pelan sambil menundukkan kepalanya]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Ingatlah baik-baik nona Aaralyn, apapun yg tuan Calvin lakukan pada anda di dalam nanti, anda tidak berhak menolaknya!
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Setengah uang muka pembayaran anda malam ini sudah kami transfer pada madam Lily, itu artinya jika anda berani melanggar kesepakatan, maka kami tidak akan segan-segan menuntut pertanggungjawaban.
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Dan saya harap nona Aaralyn bisa bekerjasama dengan kami, hal buruk itu tidak akan terjadi.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Baik, saya mengerti.
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Mengangguk lalu menempelkan card lock pada tempat yg telah tersedia, dan langsung membukakan pintu untuk Aaralyn]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Jantungnya berdisko saat melangkah masuk ke dalam kamar hotel]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Tuan Calvin, dia sudah ada di sini.
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Memberanikan diri mengangkat wajahnya, dan memperhatikan Hans yg sedang berbicara pada sosok pria yg membelakanginya di balkon]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Tinggalkan dia di sana, kau pergilah istirahat Hans! *Mengibaskan tangannya
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menahan nafas mencoba menekan kegugupan yg semakin melambung tinggi menguasai dirinya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Baru dengerin suara pria itu aja udah bikin aku panas dingin. Ya Tuhan... Andai aku bisa kabur dari sini.)
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Berbalik, lalu berhenti di depan Aaralyn]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
Jangan kecewakan tuan muda, layani dia dengan baik. Kau paham?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mengangguk]
Hans Aldridge
Hans Aldridge
[Pergi]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Berdiri lalu masuk ke dalam kamar]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Terpana dengan wajah Calvin]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Kedua kakinya tiba-tiba melemas dan hampir terjatuh]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Berlari dan langsung menangkap tubuh Aaralyn]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Kenapa tubuhmu gemetar, sweetie? Kau gugup, heum?
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Langsung menggendong tubuh Aaralyn dan membaringkannya diatas ranjang]
Aaralyn hanya bisa terpaku menahan nafas, dia bagai manequin hidup yg diberi nyawa. Hanya bisa terdiam tanpa bisa menjawab kata-kata Calvin.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Berdiri dan tersenyum smirk]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Jadi benar ucapan Lily, kau baru pertama kali terjun ke dunia seperti ini?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Iya.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menyunggingkan senyum tipis, lalu berjalan ke arah lemari pendingin dan mengeluarkan sebotol minuman dari sana, kemudian membuka botol itu dan menuangkannya ke dalam gelas]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Mau minum?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menggeleng]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Kenapa?
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Melipat bibirnya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
(Kalo aku jawab jujur, dia pasti akan menertawakanku)
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Menyipitkan matanya kemudian tertawa pelan]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Sepertinya kali ini Lily benar-benar mengirimkan aku barang tersegel. Tapi nona, bagaimanapun aku tidak mau tertipu untuk yg kedua kalinya.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Meletakkan keras gelas yg ditangannya ke meja]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Tersentak]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Ekspresi wajahnya seketika berubah dingin]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Tertipu? Maksud tuan?
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Tidak menjawab pertanyaan Aaralyn, malah melepaskan kancing kemejanya]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Semakin panas dingin apalagi saat melihat tatapan Calvin yg begitu lapar]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Kau bisa saja berdusta kan? Bisa saja kau tidak murni seperti pengakuanmu. Maka dari itu aku akan membuktikannya sendiri, nona.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Tersenyum smirk]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Buka semua pakaianmu!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
Apa?
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Ck! Nona, aku tidak suka mengulangi perintahku!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Dengan tangan gemetar, akhirnya mulai membuka kemejanya dan menyampirkannya di samping ranjang]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Apa kau tuli? Aku bilang buka semuanya!
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Akhirnya mulai melepaskan semua pakaiannya dan langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Menakjubkan.
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Merangkak naik ke atas ranjang]
Aaralyn Rhea Grimonia
Aaralyn Rhea Grimonia
[Reflek mundur]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
[Langsung menarik kedua kaki Aaralyn dan menguncinya dengan tubuh besarnya]
Calvin Xanders Geraldo
Calvin Xanders Geraldo
Aku sudah tidak sabar, sweetie. Mari kita mulai saja penilaiannya.
.
. .
To be continued

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!