Terjerat Pesona Ayah Sahabatku
TPAS 4
Calvin Xanders Geraldo
[Menikmati rokok di balkon]
Hans Aldridge
[Muncul di belakang Calvin]
Calvin Xanders Geraldo
[Melirik sekilas]
Calvin Xanders Geraldo
Ada apa, Hans? Kenapa wajahmu mendung seperti itu? Apa kau membawa kabar tidak mengenakkan untukku?
Hans Aldridge
[Diam sambil memasang wajah tak enak]
Hans Aldridge
Nona Aaralyn, tuan.
Calvin Xanders Geraldo
[Wajahnya langsung berubah serius]
Calvin Xanders Geraldo
Ada apa dengannya? Semuanya lancar, kan?
Hans Aldridge
[Menggeleng cepat]
Hans Aldridge
Nona Aaralyn tidak datang sesuai kesepakatan kita kemarin, tuan. Orang-orang kita menyusulnya ke kos yg dia tempati, tapi nona Aaralyn tidak ada di sana.
Calvin Xanders Geraldo
[Menyesap rokoknya]
Calvin Xanders Geraldo
Apa kau sudah menghubunginya? Bukankah dia bilang, dia sedang kuliah sekarang? Cari di kampusnya! Mungkin dia belum pulang dari sana.
Calvin Xanders Geraldo
Apa aku juga harus mengajari hal-hal sepele seperti ini padamu, Hans? Ke mana kemampuan melacakmu itu?
Hans Aldridge
[Menggeleng]
Hans Aldridge
Kami sudah mencarinya di sana, tapi nona Aaralyn tidak ada di sana.
Calvin Xanders Geraldo
Lantas? [Menekan ujung batang rokoknya ke asbak]
Hans Aldridge
Kami sudah melacak HP nya, dan kami menemukan sesuatu yg mengejutkan di sana. Nona Aaralyn terakhir terlacak ada di club milik Madam Lily, setelah itu HP nya mati dan posisi terakhirnya masih berada di tempat itu.
Calvin Xanders Geraldo
[Mengerutkan alisnya dan meremas kedua telapak tangannya]
Calvin Xanders Geraldo
Ck, belum apa-apa saja dia sudah merepotkan! Geledah club milik wanita itu, cari Aaralyn di sana! Aku ingin kau membawanya segera ke hadapanku hari ini juga!
Hans Aldridge
[Mengangguk kemudian langsung pergi untuk melaksanakan tugas tersebut]
Madam Lily
[Baru saja selesai menuntaskan permainannya bersama berondong]
Madam Lily
Baby boy, Madam sudah mentransfer bayaranmu. Terima kasih untuk hari ini.
Someone
Terima kasih juga Madam. Jika Madam membutuhkanku, Madam bisa menghubungiku kapanpun.😉
Madam Lily
[Memakai bajunya kemudian mengajak Vesper keluar dari ruangan itu]
Madam Lily
Ada apa, Ves? [Mengikat rambutnya kebelakang]
Vesper
Apa yg akan kita lakukan pada Aaralyn, Madam? Apa tidak akan ada yg curiga dengan kepergiannya?
Vesper
Bukankah dia punya keluarga dan juga teman-teman di kampusnya?
Madam Lily
[Menghentikan langkahnya dan wajahnya sedikit gusar]
Madam Lily
Kau benar juga, Ves. Ah, kalo gitu nyalakan saja HP nya dan kirimkan pesan lewat HP nya itu. Ketik pesan seolah-olah dia yg mengirimnya.
Vesper
Aku harus mengetik apa, Madam?
Madam Lily
Masa gitu aja harus di ajari, Ves? Cari saja alasan apapun. Kirim pesan ke teman-teman yg mencarinya atau keluarganya, kalo Aaralyn sedang ada urusan penting dan nggak bisa diganggu untuk beberapa waktu kedepan!
Madam Lily
[Melangkah menuju ruangan utamanya untuk mengecek para wanita-wanita kesayangannya]
Vesper
Baiklah, aku pergi dulu. [Hendak berbalik tapi tertahan]
Madam Lily
Tunggu, Vesper!
Madam Lily
Apa Aaralyn udah bangun sekarang?
Vesper
Tadi saat terakhir kali aku cek, dia masih pingsan Madam.
Madam Lily
[Menganggukkan kepala lalu tersenyum penuh arti]
Madam Lily
Aku punya satu pekerjaan lagi untukmu, Vesper. Pakaikan dia gaun tidur yg paling bagus, dia harus bertemu tuan Benjamin malam ini. Aku yakin, tuan Benjamin akan menyukai gadis secantik Aaralyn.
Madam Lily
[Mengeluarkan HP nya untuk mengecek kapan jadwal tuan Benjamin akan berkunjung ke club nya]
Vesper
[Mendengus, namum tetap menuruti perintah Madam Lily]
Semua persiapan akhirnya beres. Setelah Aaralyn diganti pakaiannya, dia pun langsung dipindahkan ke dalam kamar khusus.
Kamar di mana dia akan segera dipertemukan dengan seorang pria yg menyewa jasa pada Madam Lily.
Madam Lily
Kau sudah datang, tuan Benjamin? Aku pikir kau akan terlambat datang hari ini karna sibuk.
Madam Lily
[Menyambut pelanggan VIP nya di depan pintu]
Benjamin
[Hanya tersenyum tipis, lalu melangkah masuk tanpa permisi]
Benjamin
Kau bilang ada barang bagus, makanya aku cepat datang ke sini.
Benjamin
Foto gadis yg kau kirim begitu cantik, aku nggak sabar ingin segera menemuinya. Di mana dia?
Madam Lily
[Tersenyum lebar]
Madam Lily
(Benarkan dugaanku, melihat dari fotonya saja tuan Benjamin langsung tertarik pada Aaralyn]
Madam Lily
Dia ada di kamar atas, tuan. Kau bisa langsung menemuinya, tapi...
Madam Lily
Ada harga yg cukup mahal untuk Aaralyn. Dia wanita spesial, hanya sekali dia pernah melakukannya dalam hidupnya. Aku bisa menjamin.
Benjamin
Kau meragukanku? Aku akan memberikan cek seratus juta jika dia bisa membuatku puas malam ini!
Benjamin
[Langsung naik ke lantai atas]
Sesampainya di lantai atas
Benjamin
[Membuka pintu ruangan, dan perhatiannya langsung tertuju pada Aaralyn yg sedang tertidur lelap. Kemudian mengunci pintunya]
Aaralyn Rhea Grimonia
[Mulai sadarkan diri tapi kelihatan bingung saat melihat sekeliling]
Benjamin
[Mulai membuka jas yg dipakainya]
Aaralyn Rhea Grimonia
[Menyadari kehadiran Benjamin, lalu mencoba bangun dengan wajah yg terlihat panik]
Aaralyn Rhea Grimonia
Si-siapa anda?
Benjamin
Halo darling, kau tidak perlu tau siapa aku. Yang penting malam ini, kita akan bersenang-senang.
Comments