di sebuah mansion mewah terlihat seorang pria tampan memasuki kamar putra semata wayangnya yang tengah bersama bibinya memainkan permainan game.
davidde canstanzo
Pagi-pagi sudah bermain game saja.
Maxime canstanzo
[Maxime menoleh ke arah ayahnya sambil menampilkan senyuman lebar.]
Ayah,mari main bersamaku dan bibi.
grelisia canstanzo
kakak tumben belum berangkat kerja.
davidde canstanzo
[davidde mengacak-acak rambut putranya]
Ayah tidak bisa main sekarang.
[tatapan matanya beralih ke arah adiknya]
dan untukmu mau sampai kapan bermalas-malasan? Seharusnya kau mencari pekerjaanmu sendiri.
grelisia canstanzo
[gralesia memutar bola matanya malas]
lagipula ayah tidak menyuruhku untuk bekerja.
davidde canstanzo
[davidde menyentil dahi adiknya]
Kata siapa? Ayah barusan menyuruhku untukmu bekerja di perusahaan milikku.
[dia menampilkan seringai di bibirnya]
Maxime canstanzo
Kan,bibi menemaniku ayah.kalau bibi bekerja aku dengan siapa?
[Maxime memberikan tatapan sayu kepada ayahnya.]
davidde canstanzo
bibimu harus bekerja juga agar bisa mandiri tidak selalu menghabiskan uang kakek.
[maxime mengangguk]
Ya, baiklah asal bibi grelisia sering berkunjung ke mansion setelah selesai bekerja.
davidde canstanzo
[Davide mengacak-acak rambut putranya]
Anak papa yang pintar!
...
...
...
Di sebuah apartemen sederhana terlihat wanita berparas cantik sudah siap dengan pakaian kerjanya.
Elena Alessia
apakah kau yakin aku akan di terima di perusahaan Vincen group?
ziona Greisi
Walaupun atasanku sedikit kutub utara dan pilih-pilih orangnya.tapi aku yakin kamu akan diterima bekerja di sana.
Vincen group, sebuah perusahaan terkemuka yang sudah memiliki banyak cabang di berbagai kota dan negara.perusahaan itu pembuat kapal pesiar yang sangat mewah dan terkenal di Asia.
Elena Alessia
Baiklah, kalau begitu mari kita berangkat.
ziona Greisi
Ya, tentu saja
kedua wanita itu lalu beranjak pergi keluar dari apartemen.
*BERSAMBUNG*
author
jangan lupa like dan komentarnya ya.maaf kalau banyak typo,ini cerita kedua saya.
Comments