chapter 5
davidde menunggu elena keluar dari dalam kantornya untuk mengantarkannya pulang.
Elena, ziona dan grelisia keluar dari dalam gedung perusahaan.ketiganya berhenti berjalan beberapa langkah dari davidde dengan ekspresi heran.
ziona Greisi
Maaf,tuan kenapa anda belum pulang?
Elena Alessia
Apakah anda menunggu seseorang?
davidde canstanzo
Aku menunggumu, Elena.
grelisia canstanzo
Ekhemm...aku pulang duluan ya.
[grelisia dengan cepat berlari kecil menghentikan sebuah taksi dan pergi dari tempat itu.]
Ziona dan elena hanya terdiam melihat kepergian teman mereka.
Elena Alessia
Tapi tuan.kenapa anda menungguku? Apakah masih ada tugas untukku kerjakan di kantor?
davidde canstanzo
Ya, masih ada yang harus kamu kerjakan.jadi ikut bersamaku.
Ziona dan elena saling berpandangan sebelum kembali menatap bos mereka.
ziona Greisi
[ziona mendekatkan wajahnya ke telinga elena dan berbisik pelan.]
Sudah, ikuti perintah bos.
Elena Alessia
Tapi,itu sedikit aneh kan dia tiba-tiba memberiku tugas tapi harus ikut bersamanya.
[elena balik berbisik.]
ziona Greisi
[ziona menepuk lengannya pelan.]
Sudah, lakukan saja.aku pulang dulu.
Ziona lalu beranjak pergi dari hadapan elena yang langsung tersenyum canggung kepada davidde yang masih setia menunggunya.
elena mengangguk dan langsung berjalan menghampiri pria itu.
Davidde membukakan pintu mobilnya membuat elena terdiam dengan tatapan heran.
Elena Alessia
Anda tidak perlu melakukan ini tuan,saya merasa tidak enak hati.
davidde canstanzo
Sudah,masuk.
elena dengan cepat memasuki mobilnya.setelah wanita itu masuk, giliran davidde yang juga masuk, menghidupkan mesin mobilnya dan melajukannya pergi dari kawasan perusahaan.
elena sedikit terkejut saat bos nya membawanya ke sebuah mansion yang sangat mewah.ia menatap bingung davidde yang tepat berada di sampingnya.
Elena Alessia
kenapa anda membawa saya ke mansion,tuan? Bukankah ingin menyuruhku kembali bekerja?
davidde canstanzo
kau akan mengerjakan pekerjaan tugas di mansionku.lagipula kau tinggal sendiri kan di apartemen tanpa ada seseorang yang menunggumu.
Elena Alessia
[elena menatapnya terkejut.]
Tuan tau darimana?
davidde canstanzo
grelisia yang bilang.sudah ayo masuk!
elena dengan patuh masuk ke dalam mansion, senantiasa mengikuti bosnya.
Saat berada di ruangan utama,elena melihat seorang anak kecil berparas tampan tengah duduk di sofa sambil memainkan PS di tangannya.
Elena Alessia
Anak kecil? apakah tuan sudah menikah dan itu anaknya.
[elena membatin sedikit terkejut.]
davidde canstanzo
maxime!!
Maxime menoleh ke arah ayahnya dengan senyuman lebar,tapi detik berikutnya dia buat terkejut saat melihat elena.ia menyimpan ps nya ke atas meja, bangkit dari duduknya dan berlari kecil ke arah dua orang dewasa itu.
Elena sedikit terkejut saat anak itu tiba-tiba meneriakinya dengan sebutan mami, berlari ke arahnya dan memeluknya dengan erat.
Maxime canstanzo
Mami masih hidup? Kenapa baru pulang?
Elena masih terdiam sebelum akhirnya melepaskan pelukan anak itu, berjongkok di hadapannya sambil menyentuh kedua bahunya.walaupun dia masih terkejut tapi tatapan polos anak itu seakan benar-benar menganggapnya ibunya.
Elena Alessia
aku bukan ibumu!
Maxime canstanzo
[Maxime menggelengkan kepalanya dan menangkup wajah cantiknya.]
Kamu ibuku! Aku masih sangat ingat wajah ibu.
Elena melirik ke arah davidde,tapi pria itu tetap diam seakan tidak ingin membantunya terbebas dari anaknya.
Elena Alessia
Maaf,tapi Tante bukan ibumu.
[ucap elena sambil mengelus rambutnya lembut.]
Maxime canstanzo
[maxime menggelengkan kepalanya sebelum kembali memeluknya dengan erat.]
Aku tidak salah lihat! Kenapa ibu tidak mengenalku?
Elena terdiam tidak tahu harus berbuat apa.
Davidde yang melihat wanita itu terdiam langsung mengulurkan tangannya menyentuh lengan putranya, menjauhkannya dari elena.
davidde canstanzo
maxime,dia bukan ibumu.dia hanya kebetulan mirip saja.jangan membuatnya bingung,oke.
davidde canstanzo
dia bukan mami jadi jangan membuatnya merasa tidak nyaman.
maxime mengangguk pelan dengan perasaan kecewa.
davidde canstanzo
Kamu lanjut main,ya.ayah masih ada pekerjaan dengan Tante.
maxime menganggukkan kepalanya sebelum berlalu pergi menuju sofa.
davidde canstanzo
Ayo ikut keruangan kerjaku,elena.
elena lalu pergi mengikuti davidde menuju ruang kerja miliknya.
davidde canstanzo
Sekarang cek semua berkas-berkas yang ada di atas meja kerjaku.
Elena duduk di kursi kerjanya dan mulai mengerjakan tugasnya.sementara davidde keluar dari ruangan itu, meninggalkannya sendirian.
elena diam-diam mengirimkan pesan ke ziona selagi tuannya keluar ruangan.
Elena Alessia
💬 : ziona kenapa kau tidak memberitahuku kalau tuan sudah menikah dan memiliki anak? 😡
ziona Greisi
💬 :kau tidak bertanya,tuh. Tunggu,kau tahu dari siapa?
Elena Alessia
💬 : tuan membawaku pulang ke mansionnya dan menyuruhku bekerja di sini.ada hal yang buat aku syok... anaknya mengira aku ibunya.gila sekali kan,itu!
ziona Greisi
💬 : what? kau serius ? Tunggu jangan bercerita dulu aku akan buat grup sama grelisia.
ziona dengan cepat membuat sebuah grup chat bersama grelisia.dia bisa punya no ponselnya karena minta saat di kantor.
grelisia canstanzo
nama grup nya sesuai 👍🏻
ziona Greisi
Grup ini untuk ghibah kita sekarang.kamu harus dengar cerita dari elena juga grelisia.
grelisia canstanzo
Cerita apa?
ziona Greisi
Ayo cepat ceritakan elena!
Elena Alessia
Anaknya tuan davidde menganggapku sebagai ibunya.
Dengan tiba-tiba davidde memasuki ruangan, membuat elena dengan cepat mematikan layar ponselnya dan menyimpannya ke atas meja.ia kembali pokus pada lembaran dokumennya.
davidde canstanzo
Maaf,kau harus lembur seperti ini.
Elena Alessia
Tidak apa-apa,tuan.
davidde canstanzo
dan soal anakku, maafkan dia.
Elena Alessia
Kalau boleh tahu ibunya kemana dan kenapa dia menganggapku ibunya? apa wajah istri anda semirip itu dengan saya tuan?
davidde canstanzo
Apakah kau benar-benar tidak mengingatnya, elena.
[davidde membatin.]
davidde canstanzo
Ya, ibunya memang sangat mirip denganmu.
Elena Alessia
Kok,bisa? Mana mungkin kan ada orang yang begitu mirip denganku.
[elena membatin.]
Elena Alessia
Oh, begitu ya tuan.
davidde canstanzo
sekali lagi maaf atas anakku.
Elena Alessia
Tidak apa-apa tuan aku mengerti.tidak perlu meminta maaf seperti itu.
davidde canstanzo
Kalau kamu benar-benar tidak mengingatnya,aku akan berusaha untuk membuatmu mengingatnya.
[davidde membatin.]
Comments