Grelisia datang dengan pakaian kasualnya tanpa memakai pakaian kantor.
grelisia canstanzo
ponakan ku sayang.sesuai janji kalau bibi akan menjemputmu untuk mengantarmu ke sekolah.
Maxime berlari kecil ke arah bibinya dan memeluk pinggangnya.raut wajahnya memperlihatkan kerinduan akan sosok bibinya tersebut.
Maxime canstanzo
Bibi, kenapa baru berkunjung sekarang.apa ayah menyiksa bibi di perusahaan?
grelisia canstanzo
[grelisia menyentuh kepalanya, mengelusnya lembut.]
Iya,ayah kamu menyiksa bibi di kantornya.tapi kamu tenang saja,oke.bibi juga akan lebih sering berkunjung kesini.
davidde yang mendengar adiknya yang bertingkah seakan-akan dia benar-benar membuatnya menderita hanya memutar bola matanya malas sambil bersidekap dada.
Maxime canstanzo
janji
[pinta Maxime sambil mengarah jari kelingking kepada grelisia.
grelisia canstanzo
[grelisia menautkan jari kelingkingnya.]
Bibi janji
davidde canstanzo
Ekhemm.... sudah berbicaranya.nanti kesiangan!
Davidde dan Maxime menoleh ke arah davidde secara bersamaan.
Maxime canstanzo
Yasudah,aku sama bibi berangkat dulu ya dady.
davidde canstanzo
nanti pulang sekolah paman Edoardo yang akan menjemputmu ya.soalnya Dady dan bibi grelisia akan lembur kerja.
Maxime canstanzo
Iya, nggak apa-apa kok.dady!
davidde canstanzo
dan grelisia setelah mengantarkan Maxime langsung ke kantor jangan keluyuran.
grelisia canstanzo
iya,iya,curigaan sekali.
Maxime canstanzo
ayo berangkat bibi.
Grelisia dan maxime pun pergi meninggalkan davidde sendirian.davidde mengulas senyum tipis sebelum melenggang pergi keluar dari mansion juga.
.
.
.
Bella
Hey,pekerja baru.cek semua berkas ini.
[suruhnya sambil menyimpan setumpuk berkas dokumen ke meja elena.]
Ziona yang tepat berada di samping elena pun bangkit berdiri.tidak menyukai kelakuan dari rekan kerjanya itu.
ziona Greisi
Hey,kau bukan bos disini.jadi jangan semena-mena seperti itu Bella.
Bella
Kau berani kepada atasanmu.
Elena Alessia
[elena bangkit dari duduknya.]
ziona,sudah.jangan bertengkar! Ini di kantor loh bukan tempat ribut.biar aku kerjakan saja semua berkas ini.tidak papa!
ziona Greisi
Tapi...
Elena Alessia
Udah nggak apa-apa
Bella
Nah gitu dong nurut!
[ucap bella sebelum melenggang pergi.]
ziona Greisi
Kenapa kau membiarkannya,sih? Dia bisa-bisa akan semakin ngelunjak kalau kamu ladeni terus.
Elena Alessia
Aku baru bekerja di sini.jadi tidak ingin membuat masalah hingga aku berakhir di pecat,ziona.
grelisia datang dan tepat berdiri di samping elena.
grelisia canstanzo
Kenapa kalian berdiri? Pekerjaan kalian sudah selesai kah?
ziona Greisi
Biasa ada nenek lampir tiba-tiba datang dan nyuruh elena mengerjakan semua berkas itu.
[tunjuknya pada tumpukan berkas.]
grelisia menoleh, menatap tumpukan dokumennya yang terlalu banyak.ia mengepalkan satu tangannya,marah.tidak terima temannya di perlakukan tidak baik.
grelisia canstanzo
sialan sekali nenek lampir itu.lihat saja nanti aku kasih pelajaran dia!
[grelisia membatin.]
grelisia canstanzo
What? Sebanyak itu? Gila sekali wanita itu.
ziona Greisi
Makanya aku marah padanya barusan.
Elena Alessia
Sudah mari bekerja,malu di lihat karyawan lain.
grelisia canstanzo
Baiklah,aku akan bantu mengerjakan dokumennya.
ziona Greisi
Aku juga.
Elena Alessia
Tidak perlu...
grelisia canstanzo
Sudah, jangan menolak.kami berdua tidak ingin kamu terlalu kecapean.
Elena Alessia
Baiklah, terimakasih.
Mereka bertiga duduk di kursi masing-masing dan mulai kembali bekerja mengerjakan data-data yang harus di kerjakan di layar komputer.
.
...
.
Davidde memandangi foto istrinya di layar ponselnya.semyuman manis terukir indah di wajah tampannya.
davidde canstanzo
Kau masih sama cantiknya seperti dulu dan bahkan kecantikanmu semakin bertambah.
Bella tiba-tiba memasuki ruangannya sambil membawa berkas dokumen di tangannya.
Bella
Maaf,tuan.ini berkas hari ini.
[Bella menyimpan berkasnya ke atas meja atasannya itu.]
davidde canstanzo
Pergilah.
[suruh davidde tanpa menoleh sebentar pun.]
Bella
Baik
bella kembali keluar dari dalam ruangan CEO, dengan perasaan kesal karena atasannya itu tidak meliriknya sepersekian detik pun dan malah cuek.
Davidde tetap memandangi fotonya sebelum akhirnya teralihkan menatap layar laptopnya yang memperlihatkan sebuah pesan dari adiknya.
grelisia canstanzo
💬 : kak, bawahanmu yang bernama bella dengan tidak warasnya memberikan banyak dokumen kepada elena.berikan dia pelajaran!
davidde canstanzo
💬 : akan kakak urus.kamu tenang saja!
grelisia canstanzo
💬 : baiklah aku percaya pada kakak.
davidde canstanzo
shit! Siapapun yang mengganggunya akan berurusan denganku.
[ucap davidde sambil mencengkram ponselnya dengan kuat, meluapkan kemarahannya.]
Comments