My Wife
chapter 1
di sebuah mansion mewah terlihat seorang pria tampan memasuki kamar putra semata wayangnya yang tengah bersama bibinya memainkan permainan game.
davidde canstanzo
Pagi-pagi sudah bermain game saja.
Maxime canstanzo
[Maxime menoleh ke arah ayahnya sambil menampilkan senyuman lebar.]
Ayah,mari main bersamaku dan bibi.
grelisia canstanzo
kakak tumben belum berangkat kerja.
davidde canstanzo
[davidde mengacak-acak rambut putranya]
Ayah tidak bisa main sekarang.
[tatapan matanya beralih ke arah adiknya]
dan untukmu mau sampai kapan bermalas-malasan? Seharusnya kau mencari pekerjaanmu sendiri.
grelisia canstanzo
[gralesia memutar bola matanya malas]
lagipula ayah tidak menyuruhku untuk bekerja.
davidde canstanzo
[davidde menyentil dahi adiknya]
Kata siapa? Ayah barusan menyuruhku untukmu bekerja di perusahaan milikku.
[dia menampilkan seringai di bibirnya]
Maxime canstanzo
Kan,bibi menemaniku ayah.kalau bibi bekerja aku dengan siapa?
[Maxime memberikan tatapan sayu kepada ayahnya.]
davidde canstanzo
bibimu harus bekerja juga agar bisa mandiri tidak selalu menghabiskan uang kakek.
grelisia canstanzo
[grelisia menatap sinis kakaknya]
Sialan kau kak!"
Maxime canstanzo
[maxime mengangguk]
Ya, baiklah asal bibi grelisia sering berkunjung ke mansion setelah selesai bekerja.
davidde canstanzo
[Davide mengacak-acak rambut putranya]
Anak papa yang pintar!
Di sebuah apartemen sederhana terlihat wanita berparas cantik sudah siap dengan pakaian kerjanya.
Elena Alessia
apakah kau yakin aku akan di terima di perusahaan Vincen group?
ziona Greisi
Walaupun atasanku sedikit kutub utara dan pilih-pilih orangnya.tapi aku yakin kamu akan diterima bekerja di sana.
Vincen group, sebuah perusahaan terkemuka yang sudah memiliki banyak cabang di berbagai kota dan negara.perusahaan itu pembuat kapal pesiar yang sangat mewah dan terkenal di Asia.
Elena Alessia
Baiklah, kalau begitu mari kita berangkat.
ziona Greisi
Ya, tentu saja
kedua wanita itu lalu beranjak pergi keluar dari apartemen.
author
jangan lupa like dan komentarnya ya.maaf kalau banyak typo,ini cerita kedua saya.
chapter 2
elena memasuki gedung perusahaan itu bersama temannya,tapi saat di lorong mereka bertemu dengan seorang wanita cantik yang tengah di marahi orang yang memiliki jabatan di atasnya.
grelisia canstanzo
Padahal aku sudah mengerjakan berkasnya dengan teliti.mana mungkin ada kesalahan!
[nada suaranya terdengar emosi karena di tuduh tidak benar dalam mengerjakan tugasnya.]
Bella
Benar apanya? Sudah jelas ini salah.
[bentaknya yang jabatannya lebih tinggi dari grelisia.]
Elena Alessia
Maaf,anda tidak boleh membentaknya.
Bella
Siapa kau asal melarangku!
ziona Greisi
Nona bella,kau terlalu keterlaluan kepadanya.jangan lakukan hal itu!
Bella
Oh,jadi mereka temanmu ziona.
[tunjuknya kepada elena dan grelisia.]
ziona Greisi
Ya, mereka temanku dan tidak sepantasnya kau berbuat seperti itu.
[sentak ziona dengan emosinya yang setipis tisu.]
Bella
[Bella menunjuk grelisia.]
Dia sudah membuatku di marahi bos karena membuat pekerjaan tidak benar.
grelisia canstanzo
Sialan! Kau masih menuduhku.
Bella
[bella berjalan mendekati grelisia dan menampar wajah cantiknya.]
Kau hanya pekerja baru,jadi harus bekerja dengan benar.
grelisia canstanzo
[grelisia menyentuh wajahnya sebelum balik menampar wajah Bella.]
Berani sekali kau menamparku! Keparat!
ziona Greisi
[ziona terlihat panik melihat pertengkaran mereka berdua.]
Elena, lakukan sesuatu untuk memisahkan mereka.
Bella
Sini! Sialan!
[bela menjambak rambut grelisia.]
grelisia canstanzo
[grelisia balas menjambak rambut Bella.]
Kau yang sialan! Tidak pantas bekerja di perusahaan ini.
davidde canstanzo
apa yang kalian semua lakukan.
[suara dinginnya membuat keempat wanita itu menatap ke arahnya.]
grelisia dan Bella saling melepaskan jambakan rambut dari masing-masing dan langsung menghadap davidde.
grelisia canstanzo
Maaf,tuan.
pandangan mata davidde seketika tertuju kepada elena, sedikit terkejut ketika melihatnya.sementara elena yang merasa terus di pandangi hanya menundukkan kepalanya, tidak berani untuk menatapnya.
davidde canstanzo
Elena? itu benar-benar kamu?
[batin Davidde berucap begitu lirih.]
Elena Alessia
kenapa dia memperhatikanku,ya?
[batin elena sedikit risih.]
ziona,bella dan grelisia yang melihat tatapan bos mereka terus tertuju pada Elena pun terlihat bingung.
ziona Greisi
Maaf,tuan.ini teman saya yang sempat saya bilang akan bekerja di sini.
[ucapnya sambil menyentuh bahu elena.]
davidde canstanzo
Hn,dia ikut keruanganku.dan kalian bertiga kembali bekerja!
keempat wanita itu mengangguk patuh.
elena dengan perasaan gugupnya mengikuti Davidde hingga sampai ke ruangan kerjanya.
davidde canstanzo
siapa nama asli mu?
Elena Alessia
Elena Alessia,tuan
davidde canstanzo
Kenapa dia seakan tidak mengingatku? Aku sangat yakin dia istriku yang telah dikabarkan tiada karena di bunuh.
[batin davidde.]
Elena Alessia
Aneh, kenapa dia malah menanyakan lagi namaku.apa dia belum melihat dataku,ya?
[batin elena berucap bingung.]
davidde canstanzo
baiklah sekarang kau bisa pergi untuk mulai bekerja.
elena bangkit dari duduknya dan pergi keluar dari dalam ruangan CEO nya itu.
davidde canstanzo
Elena,aku akan membuktikan kalau itu benar-benar Kamu, istriku.walaupun aku tidak tahu alasanmu tidak mengingatku....aku akan cari tahu alasannya.
[gumam davidde.]
author
coba tebak apakah elena benar-benar tidak mengetahui davidde?
jangan lupa berikan komentar dan like nya ya!
chapter 3
grelisia berjalan menghampiri elena yang masih mengerjakan pekerjaannya.sebenarnya sedari awal dia melihatnya sedikit familiar dengan wajahnya, seakan-akan sering melihatnya.dia tepat berdiri di samping elena.
grelisia canstanzo
hai,maaf menganggu!
Elena Alessia
Tidak kok.apa kau perlu sesuatu untukku bantu?
grelisia canstanzo
Aku cuma ingin berterimakasih soal Bella barusan.kalau tidak ada kau dan temanmu aku bisa mati oleh nenek lampir itu.
Elena Alessia
[elena tertawa kecil mendengarnya.]
kau lucu sekali.tidak masalah,karena sesama manusia seharusnya memang saling membantu.
grelisia canstanzo
Boleh kita berteman?
Elena Alessia
Tentu saja.senang bisa berteman denganmu.namaku elena!
Ziona datang menghampiri dan tepat berdiri di samping grelisia.
ziona Greisi
Apa yang kalian berdua bicarakan?
Elena Alessia
oh,ini.grelisia mengajakku berteman, bagaimana kalau kau berteman juga dengannya.
ziona Greisi
namaku,ziona greisi.panggil ziona saja.mari berteman denganku juga.
grelisia canstanzo
Senang sekali bisa berteman dengan kalian berdua.
Elena Alessia
Sudah, sekarang kembali bekerja.
Ziona dan grelisia menganggukkan kepala mereka secara bersamaan dan beranjak pergi menuju kursi masing-masing.
begitupun dengan elena yang kembali pokus pada layar komputernya.
Davidde terus memikirkan tentang elena dan tidak seperkian detik pun bayang-bayang wanita itu hilang dari pikirannya.ia begitu yakin kalau wanita itu benar-benar elenanya.
davidde canstanzo
📱: cari seluruh biografi milik elena dan setelah menemukannya kirim ke laptopku.
Sambungan telepon terputus secara sepihak.davidde menyimpan ponselnya ke atas meja sebelum berjalan menuju kaca perusahaannya, memandangi indahnya pemandangan bangunan-bangunan lain di sekitar gedungnya.
davidde canstanzo
Aku sangat berharap itu kamu, istriku.
Tiba-tiba grelisia memasuki ruangannya sambil membawa beberapa berkas dan menyimpannya di atas meja.wanita itu lalu berjalan menghampiri kakaknya dan tepat berdiri di sampingnya.
grelisia canstanzo
Apa kau juga merasa kalau itu kakak ipar? Tapi kenapa dia tidak mengenali kita,ya?
davidde canstanzo
Aku tidak tahu alasannya.tapi yang jelas aku begitu yakin kalau itu dia.
grelisia canstanzo
Sudah 7 tahun lamanya setelah dia di nyatakan tiada.siapa sangka sosoknya kembali muncul walaupun tidak mengenali kita.
davidde canstanzo
Setelah mendapatkan bukti kalau dia benar-benar istriku.aku akan membawanya pulang walaupun di ingatannya tidak mengingatku dan Maxime.
grelisia canstanzo
Tenang saja.aku akan membantumu!
malam harinya tepat pukul 12.23.
Elena pulang ke apartemennya dan merebahkan tubuhnya ke atas kasur king size-nya.ia memejamkan matanya,raut kelelahan terlihat jelas di wajah cantiknya.
Elena Alessia
Melelahkan sekali! Kalau saja karena bukan untuk bertahan hidup, tidak akan sampai banting tulang seperti ini.
Elena Alessia
Tadi tuan davidde kenapa menatapku sampai segitunya ya?
[elena bangkit dari berbaringnya, mendudukkan dirinya di tepi ranjang.]
Elena Alessia
Sudahlah tidak penting juga! Lebih baik aku mandi dulu baru tidur.
elena bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandinya untuk membersihkan dirinya.
Davidde mengecup dahi putranya yang baru saja tertidur.ia bangkit dari duduknya dan keluar dari dalam kamarnya.
Saat baru saja ingin memasuki kamarnya, seorang pria datang menghampirinya membuatkan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamarnya.
davidde canstanzo
Kau sudah menemukan informasinya?
davidde canstanzo
kita berbicara di dalam kamarku!
Davidde lalu masuk ke dalam kamarnya diikuti orang suruhannya.mereka berdua duduk saling berhadapan di sebuah sofa yang terhalang meja di tengah-tengahnya.
davidde canstanzo
mana biodata lengkapnya? Aku harap tidak mengecewakan ku Johnny.
Johnny wang
[Johnny menyerahkan Ipad di tangannya.]
tidak sama sekali mengecewakan,tuan.
davvide menerima Ipad-nya dan dengan cepat membaca semua biodata lengkap tentang elena.senyuman manis terukir di wajah tampannya setelah selesai membacanya.
davidde canstanzo
Sudah aku duga dia benar-benar istriku.tapi kenapa dia tidak mengenalku maupun adikku? Apakah ada informasi lain?
Johnny wang
Maaf, tuan hanya itu saja yang berhasil saya temukan.soal nyonya tidak mengingat tuan saya tidak tahu.tapi akan saya coba mencari tahunya kembali.
davidde canstanzo
Tidak perlu.biar aku sendiri yang cari tahu!
davidde canstanzo
Aku sangat senang karena ternyata kamu masih hidup, elena.sekarang tujuanku hanya untuk membawamu kembali ke mansion untuk tinggal bersamaku dan putra kita.
[davidde membatin]
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!